|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 18

Nyanyian Syukur Daud (Mazmur 18:1-51)

1 Untuk pemimpin biduan. Dari hamba TUHAN, yakni Daud
yang menyampaikan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN,
pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman
semua musuhnya dan dari tangan Saul.

2 Ia berkata:
“Aku mengasihi Engkau, ya TUHAN, kekuatanku!

3 Ya TUHAN, bukit batuku,
Kubu pertahananku dan penyelamatanku,
Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung,
perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!

4 Terpujilah TUHAN, seruku:
maka aku pun selamat daripada musuhku.

5 Tali-tali maut telah meliliti aku,
dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku,

6 Tali-tali dunia orang mati telah membelit aku,
perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.

7 Ketika aku dalam kesesakan,
aku berseru kepada TUHAN,
kepada Allahku aku berteriak minta tolong.
Ia mendengar suaraku dari bait-Nya.
teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.

8 Lalu goyang dan goncanglah bumi,
dan dasar-dasar gunung gementar dan goyang,
oleh kerana menyala-nyala murka-Nya.

9 Asap membubung dari hidung-Nya,
api menjilat keluar dari mulut-Nya,
bara menyala keluar daripada-Nya.

10 Ia menekukkan langit, lalu turun,
kekelaman ada di bawah kaki-Nya.

11 Ia mengendarai kerub,
lalu terbang dan melayang di atas sayap angin.

12 Ia membuat kegelapan di sekeliling-Nya menjadi
persembunyian-Nya,
ya, menjadi pondok-Nya:
air hujan yang gelap, awan yang tebal.

13 Kerana sinar di hadapan-Nya hilanglah awan-awan-Nya
bersama hujan es dan bara api.

14 Maka Tuhan mengguntur di langit,
Yang Mahatinggi memperdengarkan suara-Nya.

15 Dilepaskan-Nya panah-panah-Nya,
sehingga diserakkan-Nya mereka,
kilat bertubi-tubi, sehingga dikacaukanNya mereka,

16 Lalu kelihatanlah dasar-dasar lautan,
dan tersingkaplah alas-alas dunia
kerana hardik-Mu, ya Tuhan,
karena hembusan nafas dari hidung-Mu.

17 Ia menjangkau dari tempat tinggi,
mengambil aku, menarik aku dari banjir.

18 Ia melepaskan aku dari musuhku yang gagah
dan dari orang-orang yang membenci aku,
kerana mereka terlalu kuat bagiku.

19 Mereka menghadang aku pada hari sialku,
tetapi TUHAN menjadi sandaran bagiku;

20 Ia membawa aku ke luar ke tempat lapang,
Ia menyelamatkan aku, kerana Ia berkenan kepadaku.

21 TUHAN memperlakukan aku sesuaui dengan kebenaranku,
Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku,

22 sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN
dan tidak berlaku fasik terhadap Allahku.

23 Sebab segala hukum-Nya kuperhatikan,
dan ketetapan-Nya tidaklah kujauhkan daripadaku;

24 aku berlaku tidak bercela di hadapan-Nya,
dan menjaga diri terhadap kesalahan.

25 Kerana itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku,
sesuai dengan kesucian tanganku di depan mata-Nya.

26 Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia,
terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela,

27 terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci,
tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.

28 Kerana Engkaulah yang menyelamatkan bangsa yang tertindas,
tetapi orang yang memandang dengan congkak Kaurendahkan.

29 Kerana Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya:
TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku.

30 Kerana dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan,
dan dengan Allahku aku berani melompati tembok.

31 Adapun Allah, jalan-nya sempurna;
janji TUHAN adalah murni;
Dia menjadi perisai bagi semua orang
yang berlindung pada-Nya.

32 Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN,
dan siapakah gunung batu kecuali Allah kita?

33 Allah, Dialah yang mengikat pinggangku
dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata;

34 yang membuat kakiku seperti kaki rusa
dan membuat aku berdiri di bukit;

35 yang mengajar tanganku berperang,
sehingga lenganku dapat melenturkan busur tembaga.

36 Kauberikan kepadaku perisai keselamatan-Mu,
tangan Kanan-Mu menyokong aku
kemurahan-Mu membuat aku besar.

37 Kauberikan tempat lapang untuk langkahku,
dan mata kakiku tidak goyah.

38 Aku mengejar musuhku sampai kutangkap mereka,
dan tidak berbalik sebelum mereka kehabisan;

39 aku meremukkan mereka, sehingga mereka tidak dapat bangkit lagi;
mereka rebah di bawah kakiku.

40 Engkau telah mengikat pinggangku dengan keperkasaan untuk berperang;
Engkau tundukkan ke bawah kuasaku orang yang bangkit melawan aku.

41 Kaubuat musuhku lari dari padaku,
dan orang-orang yang membenci aku kubinasakan.

42 Mereka berteriak minta tolong, tetapi tidak ada yang
menyelamatkan,
mereka berteriak kepada TUHAN,
tetapi Ia tidak menjawab mereka.

43 Aku menggiling mereka halus-halus seperti debu di depan angin,
mencampakkan mereka seperti lumpur di jalan.

44 Engkau meluputkan aku dari perbantahan rakyat;
Engkau mengangkat aku menjadi kepala atas bangsa-bangsa;
bangsa yang tidak kukenal mejadi hambaku;

45 baru saja telinga mereka mendengar,
mereka taat kepadaku;
orang-orang asing tunduk menjilat aku.

46 Orang-orang asing pucat layu
dan keluar dari kota kubunya dengan gementar.

47 TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku,
dan mulialah Allah Penyelamatku.

48 Allah, telah mengadakan pembalasan bagiku,
yang telah menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku,

49 yang telah meluputkan aku dari pada musuhku.
Bahkan, Engkau telah meninggikan aku mengatasi mereka yang bangkit melawan aku;
Engkau telah melepaskan aku dari orang yang melakukan kelaliman.

50 Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN,
dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.

51 Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkatNya,
dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya,
yaitu Daud dan kepada anak cucunya untuk selamanya. ”

Tajuk : 
Lagu Kemenangan Dikaruniai [Allah Ialah Kekuatanku ataupun Lagu Kemenangan Keselamatan]

Tema:
Daud diselamat-lepaskan oleh Allah dari tangan segala musuh dan Saul.

Latar belakang:
1. Secara amnya dianggap fasal ini ditulis Daud pada peringkat permulaan dia dinobat menjadi raja, ditulisnya sebelum dia berbuat dosa. Hujah sedemikian agak logik kalau dirujuk kepada catatan ayat 21-25 (ruj: II Sam fasal 7-8)

2. Seperti yang tertulis pada kata pembuka fasal ini : Dari hamba Tuhan, yakni Daud yang menyampaikan perkataan nyanyian ini kepada Tuhan, pada waktu Tuhan telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari tangan Saul (ruj : II Sam 22:1). Waktunya kira-kira 1010 BC

3. Mengikut sumber maklumat di atas, boleh dipastikan ini adalah hasil pengarangan Daud memperingati bagaimana dirinya terluput dari bahaya, dinobatkan dan dihasilkan sebelum dia berbuat dosa.

Kategori:
Fasal ini dikategorikan sebagai nyanyian pujian peribadi. Berdasarkan isi kandungannya ianya juga boleh dikategorikan sebagai nyanyian nubuat [berdasarkan latar belakang sejarah kata pembuka nyanyian ini]

Hubungan dengan gulungan kitab lain :
1. Latar belakang fasal ini ialah II Sam fasal 7-8 dan 22
2. Bahagian terakhir fasal ini adalah bahagian nubuat yang berkaitan dengan Kristus/Mesias (Yes 55:5; Rm 15:9-12; Ibr 1:8-9; Mzm 89:28-37)

Garis kasar:
1. Pengistiharan diselamatkan (2-4)
1) Tuhan Allahlah yang kukasihi
~ Kasihanilah Allah, berseru kepada Dia dan memujiNya

2) Terpujilah Tuhan Allah
(1) Kekuatanku – kekuatan material
(2) Bukti batuku – kekuatan material
(3) Kubu pertahananku – kekuatan Allah
(4) Penyelamatku – kekuatan Allah
(5) Allahku – kekuatan Allah
(6) Gunung batuku – kekuatan Allah
(7) Perisaiku – kekuatan manusia
(8) Tanduk keselamatanku – kekuatan manusia
(9) Kota bentengku – kekuatan manusia

3) Percaya dengan yakin bahwa Dia pasti menyelamatkan aku
~ Aku mau berseru

2. Berseru sewaktu dalam penderitaan (5-20)
(1) Seruan iman (5-7)
1. Allah ketahui akan kesesakanku (5-6)
a. Tali-tali maut meliliti aku
b. Banjir-banjir jahanam telah menimpa aku

2. Allah mendengar seruanku (7)

(2) Allah segera mendengar (8-16)
~ Menyala-nyala murka Allah (8-9)
a) Goyang dan goncanglah langit dan bumi (8)
b) Asap membumbung (9)

~ Allah menampakkan kewibawaanNya (10-14)
a) Kerub terbang dan melayang (10-11)
b) Awan yang tebal menjadi tempat persembunyian (12)
c) Menampakkan kekuatan kuasa di dalam sinar kemuliaan (13-14)

3. Penyelamatan Allah (16-20)
~ Melawan musuh (15-16)
a) Guntur, hujan es, bara api
b) Panah-panah, kilat, menghardik

~ Terlepas daripada bencana

~ Membuat aku berhasil

3. Sebab – musabab diselamatkan (21-28)
(1) Sebab aku tidak bersalah (21-25)
a. Hati benar (21a)
b. Tangan suci (21b)
c. Kaki mengikuti jalan Tuhan (22)
d. menjauhi dosa kejahatan (23-24)
e. Mendapat ganjaran (25)

(2) Sebab Allah adalah adil (26-28)
a. Terhadap orang setiap Engkau berbuat setia (26a)
b. Terhadap orang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela (26b)
c. Terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci (27a)
d. Terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit (27b)
e. Menyelamatkan bangsa yang tertindas (28a) o Melawan orang yang congkok (29-37)

(3) Hanyalah Tuhan satu-satunya sandaran (26-37)
1. Dia bercahaya (29)
2. Dia berkuat kuasa (30)
3. Dia ada kesetiaan (31)
4. Dia ialah Allah yang benar (32-33)
5. Dia ada hikmat (34-35)
6. Dia ada kemurahan (36-37)

4. Mengalahkan musuh (28-46)
a. Allah menumpaskan musuh (38-39)
b. Allah menunjukkan kekuatan kuasa meneguhkan aku (40-43)
c. Allah menjadikan segala bangsa kepunyaan aku (44-46)

5. Memuji karunia mendapat kemenangan (47-51)
1. Allah ialah Allah yang hidup
a. Teguh, boleh dipercayai
b. Penuh belas kasihan
c. Penuh kuasa

2. Setiap insan harus memuji
a. Dia mengaruniakan keselamatan
b. Dia menunjukkan kasih setia
c. Dia setia benar untuk selama-lamanya

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 17

Diburu dengan tak bersalah (Mazmur 17:1-15)

1 Doa Daud,
Dengarkanlah TUHAN, perkara yang benar,
perhatikanlah seruanku;
berilah telinga akan doaku,
dari bibir yang tidak menipu.

2 Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman:
mata-Mu kiranya melihat apa yang benar.

3 Bila Engkau menguji hatiku,
memeriksanya pada waktu malam,
dan menyelidiki aku,
maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan;
mulutku tidak terlanjur.

4 Tentang perbuatan manusia,
sesuai dengan firman yang Engkau ucapkan, aku
telah menjaga diriku terhadap jalan orang-orang yang
melakukan kekerasan;

5 Langkahku tetap mengikuti jejak-Mu,
kakiku tidak goyang.

6 Aku berseru kepada-Mu, kerana Engkau menjawab aku,
ya Allah;
sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.

7 Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib,
ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung
pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.

8 Peliharalah aku seperti biji mata,
sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

9 terhadap orang-orang fasik yang menggagahi aku,
terhadap musuh nyawaku yang mengepung aku.

10 Mereka tidak menunjukkan belas kasihan,
mereka membual;

11 mereka mengikuti langkah-langkahku, mereka sekarang
mengerumuni aku,
mata mereka diarahkan untuk menghempaskan aku ke bumi.

12 Rupa mereka seperti singa, yang bernafsu untuk menerkam,
seperti singa muda, yang mengendap di tempat yang tersembunyi.

13 Bangunlah, TUHAN, hadapilah mereka, rebahkanlah mereka,
luputkanlah aku dengan pedang-Mu daripada orang fasik.

14 Luputkanlah aku, ya TUHAN, dengan tangan-Mu,
dari orang-orang dunia ini yang bagiannya adalah dalam hidup ini;
biarlah perut mereka dikenyangkan dengan apa yang Engkau simpan,
sehingga anak-anak mereka menjadi puas,
dan sisanya mereka tinggalkan untuk bayi-bayi mereka.

15 Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu,
dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

Tajuk: Hatiku Mengekar Kekudusan

Tema:
Sewaktu dalam kesesakan, Daud berusaha mengejar kemenangan keadilan.

Latar Belakang:
Sewaktu Daud melarikan diri daripada pemburuan Saul, dia pernah dibantu oleh Ahimelekh, seorang imam di Nob. Namun, hal ini diketahui oleh Saul lalu menyuruh Doeg, orang Edom itu untuk membunuh kesemua imam, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak yang menyusu, lembu, keledai dan pedang (I Sam 21:1-22:19). Daud mulai menyalahkan diri sendiri (I Sam 22:22) dan berazam melindungi Abyatar yang berjaya melarikan diri. Ataupun ini adalah suatu hasil pengarangan Daud sewaktu melarikan diri sampai ke padang gurun Maon. Waktunya kira-kira tahun 1010 BC.

Kategori:
Fasal ini tergolong sebagai doa peribadi, juga kategori nyanyian ratapan peribadi. Pembuka Fasal ini: Doa Daud.

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
Adalah mazmur doa sama seperti fasal 86,90,102,142. Dan sama seperti fasal 16, yaitu mazmur memohon perlindungan Tuhan.

~ Setiap kali sewaktu jatuh ke dalam kesesakan Daud pasti berdoa kepada Tuhan ~ ianya sesuatu yang sewajarnya kita teladani.

Garis kasar:
1. Memohon Tuhan mendengar perkaraku yang benar (1-2)
a. Memohon supaya jangan menipu (1)
b. Dari Tuhan datang penghakiman (2)
c. Semoga Tuhan menguji dan mengawasi yang benar (2b)

2. Memohon Tuhan menguji ketidak-salahanku (3-5)
a. Hati tetap melalui pengujian (3a)
b. Pertuturan berazam tidak ada kesalahan (3b)
c. Kakiku tetap menjejaki jalan Tuhan (4-5)

3. Memohon Tuhan memerhati keadaan penderitaanku (6-12)
a. Permohonan iman (6-9)
1. Tuhan pasti menjawab aku (6)
2. Allah dapat menyelamatkan aku (7)
3. Allah dapat memelihara aku (8-9)
~ Menyelamatkan aku daripada orang-orang fasik

b. Mengadukan penindasan daripada musuh (10-13)
1. Mereka tidak menunjukkan belas kasihan (10-13)
~ Mereka berbual

2. Mereka mengikuti langkah-langkahku dan mengerumuniku (11)
~ Mata mereka diarahkan untuk menghempaskan aku ke bumi

3. Mereka mencelakai aku secara tersembunyi (`1)
~ Umpama singa yang bernafsu untuk menerkam

4. Memohon Tuhan memberikan kemenangan yang adil (13-15)
a. Memohon Tuhan maju menghadapi musuh (13)

b. Luputkan aku dari orang-orang bebal (14)
1. Yang hanya memohon bertambah-tambahnya kekayaan
2. Yang hanya memohon bertambah-tambahnya anak cucu

c. Percaya dengan yakin bahwa dalam kebenaran ia akan memandang wajah Tuhan (15)
~ Pada waktu bangun akan menjadi puas dengan rupaMu.

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1): Fasal 16

Bahagia orang saleh (Mazmur 16:1-11)

1 Miktam, Dari Daud.
Jagalah aku, ya Allah,
sebab pada-Mu aku berlindung.

2 Aku berkata kepada TUHAN: “Engkaulah Tuhanku,
tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!”

3 Orang-orang kudus yang ada di tanah ini,
merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku.

4 Bertambah besar kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain;
aku tidak akan ikut mempersembahkan korban curahan mereka yang dari darah,
juga tidak akan menyebut-nyebut nama mereka di bibirku.

5 Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku,
Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.

6 Tali pengukur jatuh bagiku di tempat-tempat yang pernah,
ya, milik pusakaku menyenangkan hatiku.

7 Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku,
ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.

8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN;
kerana Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

9 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak,
bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;

10 Sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati,
dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan,
di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah,
di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Tajuk:
Sukacita Berlimpah-limpah

Tema   :
Segala yang baik, sukacita dan damai sejahtera datang dari pada Tuhan

Latar Belakang:
1. Fasal ini kemungkinan adalah nyanyian yang ditulis oleh Daud sewaktu melarikan diri dari Saul dan sedang bersembunyi di padang gurun Zif. Merujuk kepada (I Sam 26:19) “…… sehingga aku tidak mendapat bagian dari pada milik Tuhan, …… pergilah beribadah kepada allah lain”, menyebabkan Daud dihalangi beribadah kepada Tuhan dan tinggal di kampung halamannya lalu ia meluahkan senikata nyanyian ini, khasnya ayat 4 dan 5

2. Para cendekiawan masa terkini beranggapan fasal ini adalah hasil karangan seorang pujangga di zaman Persia di mana pada waktu itu keagamaan umat Israel mulai mengembang-tumbuh ke arah kepercayaan hidup kekal. Oleh demikian, para cendekiawan berkata fasal ini adalah Lagu Kemengangan Hidup yang diluahkan dari hati seorang pujangga yang saleh menjelang ajalnya, disebabkan dia beroleh pengharapan hidup kekal di dalam kepercayaannya.

Kategori:
Tergolong sebagai pujian-pujian nubuat nyanyian peribadi. Hanya daripada tajuk nyanyian ini yaitu, Miktam [Nyanyian Emas] kita boleh ketahui bahwa nilai keseluruhan nyanyian ini bernilai umpama emas. Begitu banyak rahsia yang terselindung di dalam misalnya ada yang berkaitan dengan Tuhan ataupun Tuhan yang telah bangkit.

Hubungan dengan gulungan kitab lain :
1. Disebut nyanyian emas, sama seperti fasal 16, 56, 57, 58, 59 dan 60

2. Petrus dan Paulus pernah menggunakan ayat-ayat suci di dalam fasal ini (Kis 22:25-28; 13:35), dengan yakin membuktikan ianya ditujukan kepada Tuhan Yesus. Daripada kesaksian Petrus dan Paulus kita boleh ketahui nyanyian Daud ini adalah nubuat yang ditujukan kepada Mesias.

Garis kasar:
1. sumber sukacita (1-2)
~ Allah ialah tempat sandaranku
~ Allah ialah baik bagiku

2. Kesaksian sukacita (3-4)
a. Orang-orang kudus menampakkan kemuliaan dan kebaikan (3)
~ Menjadi kesukaanku (kerinduan)

b. Bertambah besar kesedihan kalau menyembah allah palsu (4a)

c. Aku bertekad menaruh hati takut akan Allah (4b)
~ Tidak mempersembahkan korban untuk allah lain
~ Tidak persembahan korban darah agama sesat
~ Tidak menyebut-nyebut nama allah lain

3. Keperluan sukacita (5-8)
a. Allah memberi kepadaku warisan (5-6)
~ Engkau sendiri yang meneguhkannya
~ Menyenangkan hatiku

b. Allah senantiasa menyertaiku (7-8)
~ memberi nasihat hatiku
~ mengajari aku
~ supaya aku tidak goyah

4. Puji-pujian sukacita (9-11)
a. Tubuh dan jiwa lega (9)
~ Hatiku bersukacita
~ Jiwaku bersorak-sorak
~ Tubuhku diam dengan tenteram

b. Pengharapan hidup (10)
~ JIwa tidak diserahkan ke dunia orang mati
~ selama-lamanya tidak binasa

c. Kebahagiaan kekal (11)
~ Mengetahui jalan kehidupan
~ Mendapat sukacita berlimpah-limpah
~ Mendapat berkat kekal

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 15

Siapa yang boleh datang kepada TUHAN? ( Mazmur 15:1 5)

1 Mazmur Daud.
TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu?
Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus?

2 Yaitu dia yang berlaku tidak bercela,
yang melakukan apa yang adil
dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,

3 yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya,
yang tidak berbuat jahat terhadap temannya
dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;

4 Yang memandang hina orang yang tersingkir,
tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN;
yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;

5 yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba
dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah.
Siapa yang berlaku demikian , tidak akan goyah selama-lamanya.

Tajuk:
Diam Dengan Gembira Di Gunung Kudus [Siapa Yang Menumpang Dalam KemahMu?]

Tema:
Umat kepunyaan akan diam di gunung kudus Tuhan untuk selama-lamanya

Latar belakang :
1. Pada waktu Kemah Pertemuan mulai digunakan semula, tabut perjanjian telah diangkat dari rumah Obed-Edom ke Yerusalem, maka bersorak-sorailah Daud dan seluruh umat dan mempersembahkan korban, menempatkan tabut perjanjian di dalam Kemah Pertemuan (II Sam 6:11-17)

2. Pada mulanya, tabut perjanjian telah jatuh ke dalam orang-orang Filistin tetapi membawa begitu banyak malapetaka kepada mereka lalu mereka tidak berani menyimpan tabut perjanjian itu di tempat mereka. Orang-orang Betsemas berkata dalam ketakutan: “Siapakah yang tahan berdiri di hadapan Tuhan Allah yang Kudus ini?” (I Sam 6:2)

3. Daud terasa akan kekudusan Tuhan dan kecemburuanNya, di mana seorang fasik sesekali tidak layak ke hadiratNya, lalu dia membuat nyanyian ini. Ini cukup menampakkan kepada kita betapa tingginya permintaan standard beribadah kepada Tuhan di dalam Perjanjian Lama.

4. Seorang cendekiawan bernama Rud Kittel berpandangan nabi dan imam yang dinyatakan di dalam fasal ini adalah ditujukan kepada zaman Ulangan. Misalnya dengan merujuk ke ayat 5 fasal ini dibanding dengan Im 25:37 maka ia membuat andaian bahwa ini adalah sebuah nyanyian hasil karangan zaman dahulu kala. Namun sesetengah cendekiawan lain berpandangan ini ialah pada waktu peringkat akhir pembinaan Bait Suci di mana para imam akan duduk menjaga di pintu dan bertanya kepada setiap yang datang beribadah : “Apakah kamu tahir untuk menjalani ibadah?” (I Sam 21:4-5; Kel 23:15; Ul 26:1). Sampai ke zaman nabi-nabi isi kandungannya telah diubah menjadi satu pertanyaan etika (Mzm 24:3-6; Mi 6:6-8, 15; Hg 2:11; Za 7:46; Yes 3:14-16)

Kategori :
1. Tergolong sebagai nyanyian perkumpulan dan ianya kena-mengena dengan aturcara ibadah di hadapan tabut perjanjian.

2. Nyanyian soal-jawab :
Penyoal – Diluahkan kepada Tuhan [dinyanyikan satu orang secara solo]
Penjawab – Jika adanya jawaban dari Tuhan [dinyanyikan dengan nyaring oleh jemaah secara unison]

Hubungan dengan gulungan kitab lain :

  1. Latar belakangnya sama dengan fasal 24
  2. Rujuk peristiwa bersejarah : I Sam 6:20; II Sam 6:11-17
  3. Mazmur-mazmur berkaitan dengan merindui Bait Suci (24:3-6; 27:4; 122:1; 84:2-11)
  4. Ada sesetengah orang berkata Khotbah di atas Bukit (Mat 5-7) adalah perluasan fasal ini, manakala (Rm 12:9-16) adalah bayangan fasal ini.

Garis kasar :
1. Siapakah yang boleh mendekat kepada Allah (1)
a. Yang menumpang dalam kemahNya
b. Yang mendiami gunung kudusNya

2. Budi pekerti yang harus dimiliki setiap yang boleh mendekat kepada Allah
a. Aspek negatif (3, 5)
1) Tidak menyebarkan fitnah dengan lidah (3) [terhadap orang ramai]
2) Tidak berbuat jahat terhadap teman (3) [terhadap sahabat]
3) Tidak menimpakan cela kepada tetangga (3) [terhadap jiran]
4) Tidak meminjam wang dengan makan riba (5) [tidak tamak]
5) Tidak menerima suap (5) [tidak licik]
6) Tidak melawan orang yang tak bersalah (5) [tidak kejam]

b. Aspek positif (2, 4; I Kor 4:12)
1) Berlaku tidak bercela (2) [pekerjaan]
2) Melakukan apa yang adil (2) [pekerjaan]
3) Hatinya benar (2) [pertuturan]
4) Memandang hina orang yang tersingkir (4) [membenci dosa]
5) Memuliakan orang yang takut akan Allah (4) [boleh dipercayai]
6) Berpegang kepada sumpah (4) [boleh dipercayai]
~ Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya (5)

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1): Fasal 14

Kebebalan manusia (Maz 14:1-7)

1 Untuk pemimpin biduan. Dari Daud.
Orang bebal berkata dalam hatinya:
“Tidak ada Allah.”
Busuk dan jijik perbuatan mereka,
tidak ada yang berbuat baik.

2 TUHAN memandang ke bawah dari sorga
kepada anak-anak manusia
untuk melihat, apakah ada yang berakal budi
dadn yang mencari Allah.

3 Mereka semua telah menyeleweng,
semuanya telah bejat;
tidak ada yang berbuat baik,
seorang pun tidak.

4 Tidak sadarkah semua orang yang melakukan kejahatan,
yang memakan habis umat-Ku seperti memakan roti,
dan yang tidak berseru kepada TUHAN?

5 DI sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar,
sebab Allah menyertai angkatan yang benar.

6. Kamu dapat mengolok-olok maksud orang yang tertindas,
tetapi TUHAN adalah tempat perlindungannya.

7 Ya, datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel!
Apabila TUHAN memulihkan keadaan umat-Nya,
maka Yakub akan bersorak-sorak, Israel akan bersukacita.

Tajuk:
Berjalan di atas jalan Tuhan

Tema:
Setiap yang berseru kepada Dia, pasti beroleh penyelamatan dan bergembira

Latar belakang:
1. Pada zaman pemerintahan Daud, umat Israel hidup aman makmur dan kaya dari segi kebendaan, keadaan gilang-gemilang, namun masih ada orang yang berkata: “Tidak ada Allah”.

2. Semenjak dulu hinggalah sekarang umat Kristian amat gemar terhadap fasal ini, membuktikan ianya mempunyai nilai yang amat unik.

3. Fasal ini sesungguhnya diilhamkan Roh Kudus menjadikan kedudukannya sangat penting, manakala tukang penanya ialah Daud.

4. Namun, ada pihak yang berkata Mazmur fasal ini bukan ditulis oleh Daud, disebabkan ayat 7 berkata: “Apabila Tuhan memulihkan keadaan umatNya”. Peristiwa umat Israel dibuang ke Babel berlaku kira-kira 400 tahun selepas Daud. Justeru itu bagaimana pula Daud tahu merujuk kepada peristiwa itu.

Kategori:
1. Nyanyian ratapan peribadi
2. Mengisahkan umat ditawan, tetapi yang ditekankan ialah mereka ditimpa dosa kejahatan dan kesesakan lalu ditawan.

Hubungan dengan gulungan kitab lain :
1. Fasal ini amat bersamaan dengan Mzm fasal 10 dan fasal 53 : menunjuk kepada pemkiran orang-orang fasik yang tidak ada Allah.

2. Yang diceritakan oleh pengarang di dalam fasal ini adalah berkenaan kisah-kisah sejarah waktu lampau, misalnya 14:1-3, membolehkan kita teringat akan angkatan di zaman air bah dan angkatan Kota Sodom (Kej 6:12; 11:5; 18:21). Andaikata Mzm 14:4 ditujukan kepada waktu umat Israel menjadi hamba-hamba di Mesir, maka Mzm 14:5-6 ditujukan kepada peristiwa tentera Mesir yang mati binasa dalam Laut Teberau (Kej 14:24, 25). Ini bermakna pujangga memetik-gunakan peristiwa penyelamatan bersejarah itu untuk berseru kepada umat pilihan waktu tersebut ataupun di masa akan datang yang mana akan ditimpa penganiayaan, haruslah tetap berjalan di atas jalan Tuhan.

3. Paulus pernah menggunakan fasal ini untuk membuktikan bahwa di dunia ini tidak terdapat seorang pun yang benar (Rm 3:10-12)

Garis kasar:
1. Jalan orang fasik adalah bahaya (1-4)
a. Sebab tidak ada yang berbuat baik (1)
~ Hati tidak ada Allah
~ Busuk dan jijik perbuatan mereka

b. Sebab TUhan sedang mengamat-amati (2,4)
~ Mengetahui kebebalan manusia
~Mengetahui mereka tidak akan mencari Allah

c. Sebab telah menyeleweng dari jalan yang tepat (3)
~ Bejat
~ Tidak ada yang berbuat baik

2, Jalan orang benar aman sejahtera (5-6)
a. Sebab Allah menyertai angkatan yang benar
~ Orang fasik ditimpa kekejutan yang besar

b. Sebab Allah ialah tempat perlindungan
~ Muslihat orang fasik tidak akan berhasil

3. Orang benar pasti selamat pada akhirnya (7)
~ Berbahagia
~ Bersorak-sorai dan bersukacita

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 13

Doa kepercayaan (Maz 13:1-6)
1 Untuk pemimpin biduan, Mazmur Daud.

2 Berapa lama lagi, TUHAN, kaulupakan aku terus-menerus?
Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku?

3 Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku,
dan bersedih hati sepanjang hari?

4 Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku!
Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati.

5 supaya musuhku jangan berkata: “Aku telah mengalahkan dia,”
dan lawan-lawanku bersorak-sorak, apabila aku goyah.

6 Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya,
hatiku bersorak-sorak kerana penyelamatan-Mu.
Aku mau menyanyi untuk TUHAN, kerana Ia telah berbuat baik kepadaku.

Tajuk:
Nyanyian pada waktu malam

Tema:
Berdoa di dalam waktu kesesakan, lalu beroleh iman dan sukacita

Latar belakang:
1. Fasal Mazmur ini mencatatkan suara hati Daud sewaktu ditimpa penganiayaan besar.
2. 1 Sam fasal 21:27
3. Pada waktu tersebut, terdapat 3 sebab utama raja Saul menganiayai Daud:

Satu:
Sewaktu muda, Daud sesungguhnya adalah seorang perwira, penuh dengan hikmat bahkan lebih kuat berbanding semua orang. Tambahannya sewaktu dia membunuh Goliat dan memukul kalah orang-orang Filistin, kaum perempuan Israel menyanyi: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa” (I Sam 18:7-8). Setelah mendengar perkataan tersebut, Saul merasa tidak senang hati lalu mendengki Daud dan selalu saja berikhtiar membunuhnya.

Dua:
Saul ketahui bahwa Allah menyertai Daud dan ketahui juga bahwa anak perempuannya mengasihi Daud, lebih lagi dia menindas Daud dan menjadikan diri sendiri musuh Daud (I Sam 18:28-29).

Tiga:
Penganiayaan yang menimpa Daud adalah suatu pengujian dari Allah. Kita perlu ketahui bahwa pada hakekatnya awal-awal lagi Allah telah menolak Saul disebabkan ketidak-taatannya. Dan Allah telahpun memilih seorang yang berkenan di hatiNya, menghendaki dia memjadi raja di atas umat. Tambahannya telah mengutus nabi Samuel untuk mengurapinya. Orang yang dipilih oleh Allah ialah Daud, orang muda itu (ruj : I Sam 13:14; 16:10-23); terbukti penderitaan yang menimpa Daud adalah kehendak baik Allah.

4. Jumlah tempoh dari mula hingga akhir Daud melarikan diri ke merata tempat, menyembunyikan diri dari Saul, ialah kira-kira 10 tahun lamanya [kira-kira dari usia 19-29 tahun]. Hati Daud menduga bahawa pada suatu hari nanti pasti dia akan mati di dalam tangan Saul (ruj : I Sam 27:1), namun dia telah beroleh iman di dalam doanya lantas memuji Allah.

Kategori:
Tergolong sebagai nyanyian ratapan peribadi

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
1. Yese 49:15,16 ~Allah tidak akan melupakan anak-anakNya
2. Mzm 30:6 ~ Namun kekadangnya Allah akan menyembunyikan wajahNya.

Garis kasar:
1. Menceritakan keadaan keseksaan sendiri (2-3) (Why 6:9-10)
a. Berapa lama lagi Tuhan melupakan aku (2)
~ Apakah selama-lamanya menyembunyikan wajahMu terhadap aku?

b. Berapa lama lagi aku harus bersedih hati sepanjang hari (3)
1) Aku menaruh kekuatiran dalam diriku
2) Musuhku meninggikan diri (menindas dan mencemooh orang)

2. Memohon Tuhan menjawab dan menjaga (4-5)
a. Jangan membiarkan aku tertidur dan mati (4)
1) Pandanglah aku (Versi BC: Jagalah aku ~ memohon demi tubuh, jasmani)
2) Jawablah aku (memohon untuk jasmani)
3) Buatlah mataku bercahaya (memohon untuk kerohanian)

b. Jangan membiarkan aku goyah (5)
1) Supaya jangan musuh bermegah ( memohon demi kemuliaan Tuhan)
2) Supaya jangan musuh gembira kerana suatu kecelakaan (memohon demi kemuliaan Tuhan)

3. Percaya dengan yakin akan penyelamatan Tuhan (5)
~”Tetapi” menunjukkan perubahan ke arah baik

a. KepadaMu aku percaya (6a)
1) Oleh kerana kasihMu yang tidak berubah
2) Hatiku bersorak-sorak kerana penyelamatanMu

b. Aku mau menyanyi (6b)
~ Kerana Ia telah berbuat baik kepadaKu