Views: 172
Mat 6 : 6 – Sekalipun semut binatang yang kecil, namun kita dapat belajar dari padanya; Burung adalah salah satu binatang yang mulia, maka dapat pula memberikan pelajaran yang lebih baik.
Oleh sebab itu, ketika Tuhan Yesus berkhotbah, Ia memberi petunjuk melalui hal tersebut; Ayub pun berkata : “Bertanyalah kepada burung di uadara” (Ayb 12 : 7).
Di sini dengan sederhana dapat dilihat beberapa kebaikan dari “Kehidupan burung” sebagai pengajaran untuk memupukan Rohani yang sangat bermanfaat sekali.
I. KEHIDUPAN BURUNG ADALAH KEHIDUPAN YANG ISTIMEWA
Jenis burung yang terbang di udara, tidak dapat menahan gaya tarik bumi. Ada sebahagian burung, yang terbang di udara sangat tinggi, sehingga tidak terlihat oleh manusia : Seperti burung Gereja, burung layang-layang, dan lain-lain.
- Kehidupan umat Kristian hendaklah demikian, tidak tertarik oleh kejahatan sehingga jatuh ke tempat pesta, tempat dansa, bioskop……..
- Lihatlah, dunia telah disalibkan (Gal 6 : 14).
Dan hanya memohon akan perkara yang di atas (Kol 3 : 1-2).
II. HIDUP BURUNG SEDERHANA
Di kota yang ramai, burung tidak akan datang, mereka hanya senang pada tempat pegunungan yang sepi, di udara atau di atas pohon, hidup bebas, tempat tinggal dan makanan pun sangat sederhana sekali.
- Manusia pada zaman sekarang, selalu condong dalam penghidupan yang bercampur baur; Persediaan alat-alat rumah tangga, pakaian mewah beraneka ragam dan yang terbaru.
Apabila umat Kristian selalu demikian, ingin menuntut kehidupan yang bercampur-baur, maka imannya pasti terhalang dan dapat jatuh.
- Penghidupan umat kudus zaman kuno sangat sederhana; Abraham; Bangsa Israel yang hidup di padang gurun; Para nabi; Tuhan Yesus (Ruj : Mat 3 : 4; 8 : 20).
- Yang tamak akan kehidupan, angan-angan yang tidak menentu, akhirnya akan gagal.
Seperti Lot dan Demas, dapat dijadikan sebagai pelajaran.
III. HIDUP BURUNG TANPA RASA KUATIR, SESUAI DENGAN KEHIDUPAN ORANG BERIMAN (Mat 6 : 26)
Yang kuatir akan kehidupan, adalah sama dengan orang kafir yang tidak percaya (Mat 6 : 31-32).
Sebagai anak-anak Allah yang dimuliakan, maka harus seperti burung.
IV. HIDUP SENANG DAN SELALU MEMUJI
Bermacam-macam burung, setiap pagi selalu menyanyi dan memuji, suaranya begitu indah, sehingga orang yang mendengar akan merasa gembira.
Burung adalah ciptaan Allah, nyanyiannya tentu memuliakan dan memuji kepada Allah.
- Kita dianugerahi sebagai anak Allah, maka harus menurut seperti yang ditunjuk oleh Akitab. Harus sering menyanyi untuk memuliakan Allah, barulah sesuai (Mzm 95 : 1-2; 96 : 1-2; 10 : 4).
Dalam Perjanjian Baru : (Ef 5 : 20; Kol 3 : 16; Kis 16 : 25).
V. HIDUP UNTUK MELAYANI ORANG
Burung diciptakan Allah bagi manusia, diantara burung-burung ada yang melayani orang secara langsung atau tidak langsung sesungguhnya sangat banyak.
Seperti burung layang-layang, burung kepodang, dan lain-lain.
Disebut sebagai “burung yang berguna” yakni pemakan serangga yang merosak makanan di ladang, yang sangat berguna bagi petani. Jenis burung yang memperdengarkan suaranya yang bagus, bukankah semuanya ini untuk melayani manusia. Umat Kristian yang menerima pengajaran dari Allah, apabila tidak mahu melayani orang lain, bukankah sangat memalukan?
- Bahkan burung gagak yang sangat dibenci orang, Allah mahu memakainya, yakni untuk melayani nabi Elia dan dicantumkan di dalam Alkitab, supaya diperingati orang, serta telah memberikan teladan yang sangat baik, supaya orang mempelajarinya (1 Raj 17 : 3-6).
Burung gagak itu, di dalam mentaati perintah Allah, kerajinannya, kesetiaannya membimbing diri sendiri, kesabaran, pengorbanan diri, persembahannya, semuanya patut dicontoh oleh umat Kristian untuk melayani Allah serta manusia.
