Flp 3 : 7-8 – Inilah Injil yang diberitakan dengan jelas, sehingga Paulus rajin terhadap Firman (Injil) tersebut.
Setiap umat Kristian yang rajin, semua harus mencapai lingkungan kepercayaan ini.
Sekarang akan diterangkan tentang sampah dan mustika yang dilihat dengan jelas oleh Paulus.
I. SAMPAH
Sampah dapat diertikan sebagai debu, iaitu kotoran yang dibuang oleh manusia. Pada hal bermacam-macam benda yang dipandang oleh manusia di dunia ini semuanya adalah semacam sampah.
Yang terpenting terdapat 3 bagian yang dapat diketahui :
1. Tubuh manusia diciptakan oleh debu tanah (Kej 2 : 7).
Setelah mati tetap kembali kepada tanah (Kej 3 : 19).
Sungguh rosak menjadi debu tanah, di dalam Alkitab terdapat beberapa bagian yang mencantumkan dengan jelas (Mzm 90 : 3; 103 : 14; 146 : 4).
Terutama bencana alam, peperangan, kebakaran, kecelakaan pesawat udara, kamatian manusia yang sangat mengerikan, tubuh berubah menjadi debu, bahkan mudah tak terdengar lagi (Ref : Yes 5 : 25; Yer 16 : 4; 25 : 33).
- Apabila bukan Roh Penyelamatan, bagaimana memeliharanya, cepat atau lambat menjadi debu.
2. Rumah serta segala perabotan (Dan 2 : 5).
Bangunan yang besar dan megah, serta perabotan yang berharga di dalamnya. Apabila terjadi kebakaran, gempa bumi, pemboman, meledaknya bom atom, bukankah sekejap mata, lalu berubah menjadi debu?
Hal tersebut dapat dilihat ketika terjadi perang dunia kedua di Taiwan, pesawat udara yang meledak, gempa bumi besar di bagian daerah tengah Kha Ie, kebanjiran pada akhir-akhir ini, kebakaran di setiap kota utara dan selatan, dapat terlihat sangat jelas sekali.
3. Perhiasan emas dan perak :
Yang dipandang oleh manusia sebagai benda yang berharga, seperti perhiasan emas dan perak.
Tetapi, benda-benda yang berharga itu, ketika mengalami kebakaran, semuanya pun menjadi debu.
Wang sekarang dicetak dengan kertas, sekalipun wang perak, apabila mengalami kebakaran, juga akan menjadi debu. Pepatah Tiongkok mengatakan, “Wang bagaikan debu”.
Yang tercantum dalam Alkitab lebih jelas (Yeh 7 : 19).
Sehingga dapat diketahui bahawa perhiasan emas dan perak sesungguhnya bukan perhiasan, maka itu janganlah tamak.
- Isi dunia semuanya hampa (Pkh 1 : 4).
Raja Salomo dalam segala kemegahannya tidak lebih dari sekuntum bunga bakung (Mat 6 : 29).
Yang mengasihi dunia, sesungguhnya adalah orang bodoh (1 Yoh 2 : 15-17; Luk 12 : 16-21).
Apabila memiliki wang atau harta (orang kaya), hendaklah berbuat baik dan mempersembahkan hartanya (1 Tim 6 : 17-19).
II. MUSTIKA
Segala isi dalam dunia adalah sampah, bukan perhiasan (mustika), hanya yang ditunjukkan oleh Paulus barulah mustika.
- Dalam Alkitab Perjanjian Lama diberitahukan bahawa takut akan Allah, itulah sebagai mustika (Yes 33 : 6).
Yesus adalah Allah, maka dengan pengenalan Paulus akan Yesus, adalah sebagai mustika kebenaran yang sesungguhnya (sejati).
Alasan bahawa Yesus sebagai mustika, sebagai berikut :
1. Ia adalah Tuhan segala isi bumi, Tuhan kehidupan, JuruSelamat, Yang agung dan mulia, Kasihnya tidak terbatas. Selain Dia, di bawah langit dan di atas langit tidak ada yang diingini oleh penulis Mazmur (Mzm 73 : 25; Kid 5 : 10, 16).
2. Ia tiada awal dan akhir, kekal selamanya, kehidupan pun di dalam Dia (Yoh 1 : 4; 11 : 25; 14 : 6).
Ia datang ke dalam dunia, iaitu memberikan hidup kekal kepada orang yang dipercaya kepadaNya (Yoh 6 : 47-48; 1 Yoh 5 : 11-12).
3. Segala yang diberikan oleh Yesus adalah mustika :
a. Darah yang kudus (1 Ptr 1 : 19).
b. Kebenaran (Mat 24 : 35).
c. Roh Kudus (2 Kor 4 : 7; Rm 8 : 2; Ef 1 : 13-14).
d. Memberikan suatu bagian yang tidak dapat binasa (1 Ptr 1 : 4).
e. Memberikan iman juga adalah mustika (1 Ptr 1 : 7).
Memperoleh Yesus, sesungguhnya tidak akan kekurangan sesuatu apapun (Mzm 23 : 1).
Menjadi orang terkaya dan berbahagia (2 Kor 6 : 10).
- Segala mustika, sekarang berada di dalam Gereja Benar (Ef 1 : 23).
Anggota Jemaat Gereja Benar iaitu memperoleh segala mustika ini.
Apabila mempunyai pengertian seperti Paulus, dan memandang bahawa segala hal di atas dunia adalah sebagai sampah, maka tidak akan mengasihi dunia lagi; Hanya dengan meneguhkan iman, tidak berhenti mengucap syukur, tekun beribadah kepada Allah, dan segala mustika yang diperolehnya dipegang dengan baik dan bersandar kepada Roh Kudus, maka pada saat kedatangan Tuhan kembali, dapat dijemput ke Syurga untuk menikmati kemuliaanNya.