4. Beberapa Perkara Yang Perlu ( Kis 15 : 29 )
|

4. Beberapa Perkara Yang Perlu ( Kis 15 : 29 )

Beberapa larangan ini telah diputuskan bersama oleh para penatua dan para rasul di Yerusalem;  Yang memperoleh pimpinan dari Roh Kudus, maka harus dipegang oleh Gereja pada zaman Perjanjian Baru kini.

I.       DILARANG MAKAN DARI MAKANAN YANG DIPERSEMBAHKAN KEPADA BERHALA (Kis 15 : 29)

1.      Jangan makan dari makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala (Kel 34 : 15).

2.     Makan dari makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala adalah makan perjamuan dari iblis, serta bersekutu dengan iblis (1 Kor 10 : 20-21).

3.      Makan dari makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala dapat membangkitkan murka Allah (1 Kor 10 : 21-22;  Bil 25 : 1, 3, 9).

II.     DILARANG MAKAN DARAH (Kis 15 : 29)

1.      Janganlah makan darah segala makhluk yang hidup (Im 17 : 14;  7 : 26-27).

2.      Allah memberikan darah bagi kita adalah untuk menebus dosa kita (Im 17 : 11;  Ibr 9 : 12).

3.      Harus mencurahkan darahnya dan ditimbun dengan tanah (Im 17 : 13).

III.    DILARANG MAKAN DAGING DARI BINATANG YANG MATI LEMAS (Kis 15 : 29)

1.      Jangan makan daging yang masih berdarah (Kej 9 : 4).

2.      Jangan makan daging binatang yang mati sendiri/bangkai (Yeh 4 : 14;  44 : 31).

3.      Bagi yang telah makan pasti tidak tahir (Im 17 : 15-16).

IV.    DILARANG MELAKUKAN PERCABULAN (Kis 15 : 29)

1.      Allah menentukan seorang suami dan seorang isteri (Kej 2 : 24;  Mat 19 : 3-12;  Mal 2 : 15).

2.      Barangsiapa yang berbuat zinah, tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah (1 Kor 5 : 11, 13;  6 : 9-10).

3.      Di dalam hati tidak boleh timbul keinginan (Mat 5 : 27-28;  1 Tes 5 : 23).

KESIMPULAN :

Apabila kita tidak melanggar larangan di atas, maka kita telah berbuat baik (Kis 15 : 29).

27. Semakin Maju Di Dalam Segala Perkara
|

27. Semakin Maju Di Dalam Segala Perkara

Ef 4 : 14-15.  “Semakin maju” bererti maju dan bertumbuh, yang diucapkan menjadi satu.

Di dalamnya terdapat “jiwa yang hidup” – Iaitu suatu hal yang harus terdapat pada manusia atau tumbuh-tumbuhan yang hidup.  Tidak hanya dalam hal yang berjiwa, namun dalam segala hal yang dapat dipelajari harus ada (semakin) kemajuan.  Seperti menulis, menggambar, seni suara, segala kepandaian, semuanya dimulai dari yang sedikit/kecil, kemudian semakin maju, sehingga mencapai kesempurnaan.

Sebagai umat yang dilahirkan kembali menjadi anak-anak Allah, pada permulaannya adalah anak-anak, lalu semakin maju dan bertumbuh, sampai menjadi orang yang dewasa dan bertumbuh ke arah Kristian (Ef 4 : 14).

Umat Kristian patut semakin maju dan bertumbuh, tidak hanya dalam satu atau dua hal, namun termasuk dalam segala perkara, iaitu di dalam segala hal, semuanya harus menuntut kemajuan.

I.       SEMAKIN MAJU DI DALAM KASIH KARUNIA (2 Ptr 3 : 18)

Dalam ayat ini terdapat dua bagian, terlebih dahulu akan dibahas mengenai “Kasih Karunia”.

  • Kasih Karunia iaitu memperoleh anugerah keselamatan dari dosa, dan bermacam-macam kebajikan diperoleh dari pelepasan dosa dan kelahiran kembali.

Tetapi jangan merasa puas, kerana sudah mendapatkan Kasih Karunia, melainkan harus terus maju, sehingga memperoleh “Kasih Karunia yang lebih banyak” (Yak 4 : 6) sesuai dengan “Kasih Karunia demi Kasih Karunia” (Yoh 1 : 16).

  • Harus menuntut dengan rajin, baru mendapatkan “Kasih Karunia demi kasih Karunia” dan semakin maju atau bertumbuh, sehingga diperkuat dengan Kasih Karunia (Ibr 13 : 9) dan jangan menjadi undur atau jatuh dalam Kasih Karunia, sehingga kehilangan kebahagiaan yang kekal (Ibr 12 : 15).

II.     SEMAKIN MAJU DI DALAM PENGETAHUAN

Bukanlah pengetahuan dunia, melainkan ditujukan pada pengenalan kepada tuhan, mengerti Injil Kebenaran dan merenungkan tentang perkara rohani.

Umat Kristian yang mula-mula memperoleh anugerah Keselamatan, pengetahuan rohaninya tentu masih dangkal, apabila rajin belajar, maka lambat laun akan mengerti Kebenaran dan akan mengenal Tuhan lebih mendalam, sehingga sungguh-sungguh percaya kepada Dia, bersandar kepada Dia, mengikut Dia, taat kepada Dia dan menjadi umat Kristian yang sesungguhnya.  Namun jangan tidak tumbuh di dalam pengetahuan, dan terus menjadi anak-anak yang tidak mengerti apa yang benar dan salah, sehingga tertipu dan jatuh (Ef 4 : 14).

  • Paulus sering memohon doa bagi kemajuan Gereja (Flp 1 : 9-10;  Ef 1 : 17-18).

III.    SEMAKIN MAJU DI DALAM IMAN

Iman adalah dasar keselamatan (1 Ptr 1 : 5).

Tetapi ketika mulai percaya, semuanya masih kanak-kanak, lemah, dan harus rajin menuntut kemajuan, sampai imannya teguh, kuat, dapat bersandar dengan iman untuk memperoleh kemenangan di dalam segala perkara (Mrk 9 : 23;  1 Yoh 5 : 4) dan diselamatkan dengan sempurna.

  • Apabila iman tidak bertumbuh dan menghadapi kesulitan, bahaya, lalu menjadi ragu-ragu, takut, sekalipun percaya juga tidak berguna!  Tuhan sering menegur, bahawa iman yang semacam itu adalah “Orang yang kurang percaya”. (Mat 6 : 30-31;  8 : 26;  14 : 31;  16 : 7-8).
  • Hendaklah bertumbuh sampai terdapat “Keyakinan iman yang teguh” (Ibr 10 : 22-23).

“Teguh dalam iman” (Kol 2 : 7;  1 Ptr 5 : 9;  Rm 4 : 20).

Pekerjaan imanmu (1 Tes 1 : 3).

Beriman serta dapat melaksanakan (Yak 2 : 14-22) dan yang melakukan mendapat berkat, imannya dapat tumbuh dengan baik (Yak 1 : 25).

IV.    SEMAKIN MAJU DI DALAM KEBENARAN (Flp 1 : 25)

Iaitu keinginan mempelajari pengajaran sehingga mengerti di dalam segala perkara, dan hendaklah pengajaran itu diam dengan segala kekayaannya (Kol 3 : 16).

Pengajaran yang maju, akan ada “sukacita”.

Inilah perkataan yang diulang oleh Paulus dalam Kitab Filipi : Apabila pengajaran itu tidak tumbuh, dan tidak mengerti tentang rahasia dari Firman tersebut, maka tidak akan menerbitkan pengharapan, bagaimana akan ada sukacita?

  • Pengajaran dari Khung Tze, iaitu di dalam penderitaan, terdapat sukacita yang tidak terhingga.  Apalagi yang mengerti tentang Kebenaran Alkitab.
  • Paulus dipenjarakan kerana Injil, tetapi ia penuh dengan sukacita, sehingga telah menulis 5 surat tentang “Surat penjara”.  Iaitu akibat dari pengajaran yang semakin maju.

V.     SEMAKIN MAJU DI DALAM KASIH

Kasih adalah yang terbesar di dalam Injil, tetapi paling sering kurang di dalam jemaat (1 Kor 13 : 13;  Rm 13 : 8).

Meskipun telah menjadi umat Kristian, mengetahui harus melakukan kasih, tetapi kerana yang dilakukan sering tidak mencukupi, maka hendaklah senantiasa menuntut kemajuan di dalam Kasih (1 Kor 14 : 1).

Belajar untuk mengasihi saudara-saudara dan mengasihi semua orang (2 Ptr 1 : 7) sama dengan Kasih Tuhan kepada kita (Yoh 13 : 34;  1 Yoh 4 : 11-12, 16-17) sehingga memperoleh kehidupan di dalam Kasih (1 Yoh 3 : 14).  Dan Paulus berdoa untuk kasih jemaat, agar semakin berlimpah (Flp 1 : 9).

VI.    SEMAKIN MAJU DI DALAM TUGAS (1 Tim 4 : 15)

Jemaat yang baru percaya, tidak mengerti melakukan pekerjaan kudus bagi Tuhan, meskipun sudah diajarkan, agar mahu melakukan, tetapi tetap tidak mahu melakukan, atau mengerjakannya itu sedikit, masih mementingkan pada pekerjaan sendiri;  Setelah pengajaran itu bertambah maju, maka mulai akan mengerti tentang penghargaan pekerjaan kudus tersebut, sehingga dengan senang untuk melakukannya.

Dan dalam setiap hal senang melakukannya, bahkan akan dilakukan dengan sangat baik, serta rajin bekerja, itulah yang dimaksud dengan bertumbuh di dalam tugas atau pekerjaan.

  • Jika rajin melakukan pekerjaan kudus, maka kelak pasti akan memperoleh banyak pahala (1 Kor 9 : 17;  15 : 58).  Dan yang tidak bekerja akan dikutuk (Yer 48 : 10).

VII.  SEMAKIN MAJU DI DALAM BERBAGAI KARUNIA (1 Tim 4 : 14-15)

Selain keenam hal yang dihuraikan di atas, masih ada lagi iaitu Karunia Allah yang bermacam-macam (Ref : 1 Kor 12 : 4-11).

Seperti berkhotbah, kesembuhan, mengusir iblis, mujizat, mengurus Gereja dan lain-lain.

Hendaklah tekun terhadap Injil, rajin dan senantiasa belajar, agar dapat memperlihatkan kemajuan kepada orang lain, dan jadi umat Kristian milik Tuhan yang sesungguhnya dan memperoleh kebahagiaan.

18. Suatu Perkara Yang Indah Dalam Masa Kanak – Kanak Yesus
|

18. Suatu Perkara Yang Indah Dalam Masa Kanak – Kanak Yesus

Luk 2 : 40-52:  Sejak antara masa kanak-kanak Tuhan Yesus sampai pada usia 30 tahun pergi memberitakan Injil, Alkitab tidak mencantumkan riwayat hidupNya.  Sebab dalam hal ini, Yesus bertugas sebagai anak manusia, yang membantu ayah ibuNya di rumah.

Sebelum keluar untuk mengerjakan pekerjaan Kudus mengenai Kerajaan Syurga, maka tidak perlu untuk mencantumkanNya.

Tetapi hanya dalam Kitab Lukas ada pengajaran Firman yang sangat penting yang harus kita pelajari dan melaksanakannya.

I.       SUATU TELADAN BAIK SEBAGAI IBU BAPA :

Sejak anak-anak masih kecil, maka harus memimpin mereka untuk berbakti kepada Allah.

1.      Perjalanan dari Nazaret sampai ke Yerusalem sangat jauh, sebelum Yesus berusia 12 tahun, meskipun ibu bapaNya belum pernah membawa Dia ke kota kudus untuk berbakti kepada Allah, namun di dalam rumah sudah mengajar Dia untuk takut akan Allah, serta memperlajari Alkitab, sehingga telah memupuk imanNya dengan baik.

2.      Perjalanan dari Nazaret ke Yerusalem, harus ditempoh 4 sampai 5 hari;  Ketika Yesus berusia 12 tahun, setelah sampai pada masa raya, maka ibu bapaNya membawa anak kecil itu dalam perjalanan jauh untuk beribadah kepada Allah.  Yakni lebih menyatakan sikap orang tua (ibu bapa) yang memperhatikan anaknya untuk berbakti kepada Allah.

3.      Keluarga Maria sangat miskin, perjalanan pulang pergi ke Yerusalem untuk beribadah kepada Allah, memerlukan waktu 10 hari;  Demi untuk beribadah kepada Allah, mereka rela meningglakan tugas kehidupan jasmaninya.

Untuk teladan yang baik ini, sungguh patut kita mencontohnya.

4.      Dalam Luk 4 : 16 mencantumkan :

Menurut “Kebiasaan” pada hari Sabat Yesus masuk ke rumah “Ibadat” iaitu sejak masih kecil dibiasakan oleh orang tuanya.

  • Kerajinan Timotius adalah dipupuk oleh nenek serta ibunya sejak kecil (2 Tim 1 : 5).
  • Sebagai ibu bapa harus memperhatikan anak-anaknya, sejak masih kanak-kanak sudah harus mendidik mereka tentang Kebenaran untuk berbakti kepada Allah (Ams 22 : 6).

II.     TELADAN BAIK BARI ORANG MUDA :

Yang dilakukan oleh Yesus semuanya baik (Mrk 7 : 37).

Semuanya adalah contoh bagi kita (Yoh 13 : 15).

Yakni sejak masih kanak-kanak sudah demikian keadaannya.

1.      Yerusalem adalah kota yang ramai, pada masa kanak-kanak, Ia tidak pergi main ke luar, hanya di dalam Bait kudus, bahkan setelah masa raya, meskipun semua orang telah meninggalkan tempat ibadah, namun Ia masih berada dalam Bait Kudus sedang mendengarkan Firman dan mempelajari Kebenaran Alkitab.

2.      Ia mempunyai semangat yang baik terhadap Firman pengajaran dan dipelajari sampai mengerti betul, apabila orang lain bertanya kepada Dia, maka dijawabNya dengan baik (46-47).

3.      Ia senang tinggal di dalam rumah Allah, serta memperhatikan perkara Allah Bapa.

(Dalam ayat 49 terjemahan lama “Wajib ada di dalam pekerjaan Bapa” dan terjemahan baru “Harus berada di dalam rumah BapaKu”, dalam ayat ini terdapat 2 macam erti).

 

Perkara yang Dikeji oleh Tuhan
|

Perkara yang Dikeji oleh Tuhan

Ayat alkitab: UL 16:21-17:1

Pendahuluan:

“Sebab yang demikian adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu.” (UL 16:22 ; 17:1)

  1. Janganlah menanam sesuatu pohon sebagai tiang berhala dan mendirikan tugu berhala. (UL16:21-22)

a. Jangan menanam sesuatu pohon di sebelah mezbah Tuhan. (21)

b. Jangan menjadikannya sebagai tiang berhala. (21)

c. Jangan mendirikan tugu berhala bagi diri sendiri. (22)

  • “…mereka melihat ke setiap bukit yang tinggi dan ke setiap pohon yang penuh cabang-cabang dan mereka mempersembahkan di sana korban sembelihannya dan membawa persembahannya yang menyakiti hati, …, Iaitu yang kamu katakan: Kami ingin seperti bangsa-bangsa lain, seperti segala kaum di negeri-negeri untuk berbakti kepada pohon dan batu… (Yeh 20:27-32)
  • Beginilah firman TUHAN: “Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, …Bukankah berhala itu pohon pokok yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? (Yer 10:2-3)
  • Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini. (Rm 12:1-2)

  1. Mempersembahan lembu atau domba yang ada cacatnya atau sesuatu yang buruk. (UL 17:1)

a. Segala yang ada cacatnya.

b. Ada sesuatu yang buruk atau penyakit.

  • Sebab kamu berkata: Meja TUHAN boleh dihinakan! Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cubalah menyampaikannya kepada, bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu…, Oleh tangan kamu terjadi hal itu, masakan Ia menyambut salah seorang daripadamu dengan baik ?(Mal 1:7-9)
  • Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya. Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum? (Mzm 50:7-13)

Kesimpulan:

Apa gunanya patung pahatan, yang dipahat oleh pembuatnya? …, Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi. (Hab 2:18-20)