4 Perbandingan Dogma Sakramen Perjamuan Kudus
|

4 Perbandingan Dogma Sakramen Perjamuan Kudus

Setelah Roh Kudus dicurahkan maka gereja berdiri,murid-murid sangat mementingkan mengadakan Perjamuan Kudus sesuai dengan pesan Tuhan Yesus.Hal ini terlihat dari tegoran dan nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus,agar mereka menerima Perjamuan Kudus dengan sikap yang saleh dan sesuai kebenaran(I Kor.11:17-32).

Keadaan tersebut sangat jauh berbeda dengan keadaan sekarang,dimana gereja-gereja mengadakan Perjamuan Kudus menurut anggapan dan cara sendiri,tidak sesuai dengan ajaran Tuhan dan pengajaran rasul-rasul.

A.PANDANGAN PERJAMUAN KUDUS

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

1. Pandangan gereja Katolik:Teori “Perubahan Materi”
“ setelah roti dan cawan berisi air anggur diucap berkat maka roti yang menteri berubah menjadi tubuh Tuhan yang materi dan air anggur yang materi berubah menjadi darah Tuhan yang materi.”
Menurut gereja Katolik hal ini dikeranakan “Peristiwa”dan “Hekekat”adalah menyatu.Bila peristiwa berubah maka hakikatnya juga berubah.

Mengucapakan berkat adalah”Peristiwa”, roti dan air anggur adalah”Hakikat” .Setelah diucap berkat (peristiwanya berubah)maka hakikatnya juga berubah yaitu menjadi tubuh dan darah Tuhan yang materi.
Suatu ilustrasi untuk menjelaskan hal ini yaitu logam emas dari alam belum ada perubahan (ini hakikat), kalau logam emas ini kemudian oleh manusia dioleh(peristiwanya berubah)maka logam emas berubah menjadi kuning,berkilau terang dan sangat indah.

Catatan: Walaupun faktanya setelah pemberkatan roti dan air anggur tidaklah terjadi perubahan materi,namun jemaat gereja Katolik tetap menyakini bahwa roti dan air anggur tersebut adalah tubuh dan darah Tuhan yang materi.

2. Pandangan Zwingli : Teori”Lambang”(penganut gerakan reformasi).

“Roti dan air anggur hanyalah Lambang tubuh dan darah Tuhan”.
Pandangan ini banyak dianut oleh gereja-gereja pada umumnya.Oleh kerana gereja-gereja pada umumnya memandang Perjamuan Kudus hanyalah Lambang maka bahannya Perjamuan Kudus tidak harus roti tidak beragi dan air anggur asli.Mereka menggunakan roti biasa,roti tawar,kue bundar tipis,atau biscuit.Sedangkan air anggur mereka menggunakan arak anggur atau sirop beraroma anggur.

3. Pandangan Gereja Lutheran-Martin Luther: Teori”Penyatuan Materi.”

“Setelah diucap berkat roti dan air anggur tidak berubah, tetapi tubuh Yesus yang materi menyatu bersama-sama roti yang materi dan darah Yesus yang materi menyatu bersama-sama air anggur yang materi.”
Suatu ilustrasi untuk menjelaskan hal ini yaitu sepotong besi dibakar api hingga membara.Besi yang dibakar api tersebut yang menyatu dengan api.Tuhan Yesus seperti api pada besi yang membara tersebut yaitu api menyatukan dengan besi.

4. Pandangan John Calvin:Teori “Netral”(penganut gerakan reformasi)

“Menerima Perjamuan Kudus hanyalah memperingati kematian Tuhan,tetapi bukan sama sekali tidak berkhasiat,waktu seseorang menerima Perjamuan Kudus membuktikan bahwa anugerah yang ia terima berkhasiat sehingga menerima Perjamuan Kudus mempunyai arti rohani.”
Pandangan ini berdiri di tengah antara pandangan Martin Luther dan Zwingli.John Calvin berusaha untuk menjembatani antara pandangan Martin Luther dan Zwingli,dengan tujuan agar mereka berbaik kembali,bekerja sama,bersatu hati demi gerakan reformasi.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Tidak setuju terhadap pandangan gereja Katolik bahwa dalam Perjamuan Kudus terjadi perubahan materi.Hal ini berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:

i) Paulus mengatakan:”Kerana roti adalah satu,maka kita sekalipun banyak,adalah satu tubuh,kerana kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu”(I Kor.10:17),Dikatakan”…mendapat bagian dalam roti yang satu itu. ” dikatakan “roti”(tetap roti bukan daging).kerana itu tidak terjadi perubahan materi.

ii) Setelah Tuhan Yesus mengadakan Perjamuan Kudus dengan murid-murid-Nya(Mat.26:26-28).Tuhan Yesus mengatakan:Akan tetapi Aku berkata kepadamu:mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya,yaitu yang baru,bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.(Mat.26:29).Tuhan Yesus mashi menyebut tentang “anggur dari hasil pokok anggur.” Hal ini jelas menunjukkan bahwa dalam Perjamuan Kudus tidak terjadi perubahan materi.

iii) Waktu Tuhan Yesus mengadakan Perjamuan Kudus,Dia mengambil roti dan cawan lalu mengucap berkat,lalu mengatakan:”Inilah tubuh-Ku,Inilah darah-Ku.”Kalau roti berubah menjadi tubuh Tuhan Yesus secara materi bagaimana mungkin Dia memakai tangan-Nya sendiri mengangkat tubuh-Nya.Kalau air anggur berubah menjadi darah Tuhan secara materi bagaimana mungkin Ia memakai tangan-Nya sendiri mengangkat darah-Nya.

2. Tidak setuju terhadap pandangan Zwingli,bahwa Perjamuan Kudus hanyalah”Lambang”.Hal ini berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:

i) Perkataan Tuhan Yesus pada waktu mengadakan Perjamuan Kudus jelas sekali,Dia mengatakan:”Inilah tubuh-Ku,Inilah Darah-Ku”(Mat.26:26-28).Dia tidak mengatakan bahwa “Ini(roti)melambangkan tubuh-Ku,Ini (air anggur)melambangkan darah-Ku”.

ii ) Tuhan Yesus mengatakan:Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.(Yoh.6:55)Jelaslah,bahwa yang dimakan dan dimunum dalam Perjamuan Kudus bukanlah lambing.

​3. Tidak setuju terhadap pandangan Martin Luther,bahwa dalam Perjamuan Kudus terjadi”Penyatuan Materi.”Hal inni berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:
​​
i) Setelah Yesus mengucap berkat atas roti dan cawan,lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya,Dia mengatakan:Inilah tubuh-Ku,inilah Darah-Ku(Mat.2626-28).

​​ii) Yesus tidak mengatakan:”tubuh-Ku ini menyatu dengan roti ini dan darahku menyatu dengan air anggur ini.”

​​iii) Tidak mungkin terjadi penyatuan materi sebab tubuh jasmani(materi)dibatasi oleh ruang(kalau ada di sini,maka tidak ada di sana).

​​iv) Bila terjadi penyatuan materi maka kita tidak mungkin dapat menerima Perjamuan Kudus di berbagai tempat.

4. Pandangan Gereja Yesus Sejati:”Menjadi Tubuh Dan Darah Tuhan Rohani.”
​Hal ini berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:

i) ”Setelah roti dan air anggur diucap berkat maka Menjadi tubuh dan darah Tuhan rohani.”Pada waktu Tuhan Yesus mengucap berkat atas roti dan air anggur, di sini terdapat dua hal yaitu firman dan Roh Kudus.Yesus mengucap berkat adalah firman dan juga adanya Roh Kudus maka roti dan air anggur MENJADI tubuh dan darah Tuhan yang rohani.

Catatan: Angkatan terdahulu Gereja Yesus Sejati menggunakan istilah:”Perubahan rohani atau bertubuh secara rohani.”Maksudnya, setelah roti dan air anggur diucap berkat maka terjadi perubahan rohani menjadi tubuh dan darah Tuhan yang rohani.Belakangan ini, setelah ada penelitian terhadap istilah tersebut oleh salah seorang pendeta Gereja Yesus Sejati yang tinggal di luar negeri.Istilah “Perubahan rohani atau berubah secara rohani”dirasakan kurang begitu tepat.Sebab dalam Alkitab dikatakan:”…Firman itu adalah Allah(Yoh.1:1)””Firman itu telah MENJADI manusia.”(Yoh.1:1;14) Tidak dikatakan”Firman BERUBAH menjadi manusia.”(Yoh.1:1;14),”…Dia,yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia…” (I Tim.3:16).

Dikatakan:”Menyatakan diri-Nya”Tidak dikatakan”Berubah Diri-Nya”.Lalu bagaimanakah proses Firman menjadi manusia. Alkitab mengatakan:”…Roh Kudus turun atasmu dan kuasa Allah yang mahatinggi manaungi engkau;…”(Luk.1:35).Pertama,Roh Kudus turun.Kedua,Kuasa Allah menaungi.Demikian pula dalam Perjamuan Kudus.Roti dan air anggur oleh kerana firman dan kehadiran Roh Kudus maka”roti dan air anggur MNEJADI tubuh dan darah Tuhan rohani.”

ii) Ketika Tuhan Yesus menperkenalkan diri-Nya sebagai roti dari Sorga,Tuhan Yesus mengatakan:”Bekarjalah,bukan untuk makanan yang akan dapat binasa,melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal,yang akan diberi Anak Manusia kepadamu;sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa,Allah,dengan meterai-Nya.”Disini Tuhan Yesus menekankan pentingnya mendapatan makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal(makanan rohani)dan bukan makanan yang akan dapat binasa(makanan jasmani).

iii) Ketika Tuhan Yesus mengatakan Dia akan memberi tubuh-Nya dan darah-Nya untuk dimakan dan diminum manusia,orang Yahudi dan murid-murid Yesus tidak mengerti,mereka berpikir bagaimanan Dia dapat memberikan tubuh-Nya untuk dimakan dan darah-Nya untuk diminum.Sebab menurut Hukum Taurat,menusia tidak boleh membunuh manusia dan tidak boleh minum darah mahluk hidup.Sebenar yang dimaksud Tuhan Yesus di sini bukanlah tubuh dan darah-Nya yang jasmani/materi tetapi menunjukkan roti dan air anggur dalam Perjamuan Kudus.(Yoh.6:51-63).Kemudian Tuhan Yesus mengatakan:Rohlah yang memberi hidup,daging sama sekali tidak berguna.Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup(Yoh.6:63).Maksud Tuhan Yesus:yang Kuberikan kepadamu ini bukanlah daging dan darah materi tetapi tubuh dan darah-Nya yang rohani yaitu Perjamuan Kudus.Kerana itu,sesudah diucap berkat secara materi(wujud)tidaklah berubah,yaitu roi tetap roti dan air anggur tetap air anggur,namun telah menjadi tubuh dan darah Tuhan yang rohani (I Kor.10:16-22).

iv) Berdasarkan penjelasan Tuhan Yesus nahwa Manna yang dimakan oleh bangsa Israel nenunjukkan tubuh-Nya yang akan diberikan kepada kita untuk dimakan.(Yoh.6:31-35;49-51).Tuhan Yesus mengatakan:”Akulah roti Hidup(roti rohani)…”(Yoh.6:35).
iv)Tuhan Yesus berkata:”Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.”(Yoh.6:55).Artinya benar-benar dapat dimakan dan diminum yaiut dalam Perjamuan Kudus .Oleh kerana itu di dalam Sakremen Perjamuan Kudus,yang kita makan dan minum bukanlah lambing melainkan benar-benar tubuh dan darah Tuhan yang rohani.

vii) Oleh kerana menjadi tubuh dan darah Tuhan rohani maka Perjamuan Kudus adalah makanan dan minuman rohani.Paulus berkata:”mereka semua makan makanan rohani yang sama dan ,sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka,dan batu karang itu ialah Kristus”(I Kor.10:4).Di sini Paulus mengatakan bahwa yang dmakan dan diminum bangsa Israel adalah makanan dan minuman rohani.

iiv) Sejak dahulu pun Gereja Yesus Sejati berpandangan,ketika seseorang dibaptis,maka dalam air Baptisan ada darah Tuhan yaitu darah Tuhan yang rohani dan bukan darah yang bersifat materi.(I Yoh.5:6-7; Yoh.19:34)

B.BAHAN PERJAMUAN KUDUS

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

​1.Roti
i)Menggunakan roti yang beragi dan telah diberi bahan penyedap.
​​ii)Menggunakan kue biasa atau kue bundar tipis atau biscuit.
​​iii)Menggunakan lebih dari satu roti.
​​iv)Menggunakan satu roti,setelah diucap berkat,roti dipotong-potong dengan pisau.

​2.Air anggur
i)Menggunakan arak anggur.
​​Catatan :arak anggur adalah air anggur yang telah mengalami proses peragian atau beralkohol)
​​ii)Menggunakan sirup beraroma anggur.
​​iii)Mengucap berkat dengan menggunakan satu cawan.

• Bahan Perjamuan Kudus-Gereja Orthodok Yunani:-Bahan Perjamuan Kudus memakai roti yang beragi,arak yang berwarna merah dan air.Maksud dari ketiga bahan tersebut adalah untuk memperingati kematian Tuhan Yesus dimana dari tubuh Tuhan Yesus mengalir air dan darah(Yoh.19:34).
• Bahan Perjamuan Kudus-Gereja Roma Katolik:-Bahan Perjamuan Kudus memakai kue bundar tipis kecil buatan khusus.
• Bahan Perjamuan Kudus-Gereja Lutheran:-Bahan Perjamuan Kudus memakai roti dan arak anggur.Roti boleh dibuat dari jelai,gandum,atau beras.Roti boleh beragi,dengan rasa manis atau asin,boleh dipotong-potong dengan pisau,boleh dipecah-pecah dengan tangan.Arak anggur boleh dari jenis apa saja.Dalam perkembangannya gereja Lutheran memakai roti atau kue tipis yang tidak beragi dan air anggur.
• Bahan Perjamuan Kudus-Gereja Presbiterian,Gereja Baptis,Gereja Advent dan Gereja Pentakosta:-Bahan Perjamuan Kudus boleh menggunakan roti biasa atau kue dan arak anggur.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1.Roti

i) Roti tidak beragi
Roti yang tidak beragi terbuat dari tepung gandum dan air,tanpa dibubuhi ragi atau bahan penyedap lainnya.Tidak menggunakan roti yang beragi atau keburukkan atau kemunafikan.Perjamuan Paskah dalam Perjanjian Lama melambangkan Perjamuan Kudus dalam Perjanjian Baru(I Kor.5:7).Perjamuan Paskah waktunya bergandengan dengan hari raya roti tidak beragi(Im.23:4-6).Oleh kerana itu dalam Perjamuan Paskah dilarang keras makan roti yang beragi.Demikian pula dala Perjamuan Kudus dilarang menggunakan roti yang tidak beragi melambangkan Tubuh Yesus yang tidak berdosa(I Kor.5:6-8).

ii) Satu ketul roti
Hanya menggunakan satu ketul roti,sebab tubuh Kristus hanya satu(I Kor.10:17).Satu ketul roti melambangkan hubungan gereja adalah satu tubuh di dalam Kristus.Mendapat bagian dalam roti yang satu juga menyatakan persekutuan satu tubuh yang akan menerima Perjamuan Kudus jumlahnya banyak,tetapi roti yang digunakan untuk Perjamuan Kudus tetap harus satu ketul.Seperti halnya dalam Perjamuan Paskah walaupun jumlah anggota keluarganya banyak tetapi tetap harus menggunakan seekor domba Paskah (Kel.12:3). Anak domba Paskah melambangkan Kristus(I Kor.5:7).
iii) Sesudah diucap berkat,roti yang tidak beragi tidak boleh dipotong-potong dengan pisau tetapi dipecah-pecahkan dengan menggunakan tangan,seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.Setiap jemaat mendapat sepotong roti kecil(Mat.26:26;I Kor.11:24).Mengapa roti yang tidak beragi tersebut tidak boleh dipotong-potong dengan pisau?Sebab anak domba Paskah juga tulangnya tidak ada yang dipatahan.Anak domba Paskah tulangnya tidak ada yang dipatahkan menunjukkan Tuhan Yesus ketika disalibkan,tidak ada satu pun tulang-Nya yang dipatahkan(Kel.12:46;Yoh.19:33-36).

​​2.Air anggur(cawan)
​​i)Menggunakan Air(buah)anggur(Mat.26:29),tidak menggunakan arak anggur,sebab arak anggur adalah air anggur yang sudah mengalami proses peragian atau beralkohol.
​​ii) Air anggur tidak harus berwarna merah,yang penting adalah air anggur.Alkitab tidak ada pembatasan mengenai hal ini.
iii) Air anggur dimasukkan ke dalam sebuah cawan besar dan sesudah diucap berkat dituangkan ke dalam cawan-cawan kecil lalu dibagikan kepada jemaat.Setiap jemaat menerima satu cawan kecil(Luk.22:17,20).

C. ARTI MENERIMA PERJAMUAN KUDUS.

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
​1. Menerima Perjamuan Kudus hanyalah memperingati kematian Tuhan.
​2. Menerima Perjamuan Kudus tidak mempunyai khasiat apa-apa.
​3. Menerima Perjamuan Kudus tidak bersifat rahasia.
​4. Menerima Perjamuan Kudus tidak mempunyai arti rohani yang dalam.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

​1. Menerima Perjamuan Kudus berarti memperingati kematian Tuhan(I Kor.11:25-26;Luk.22:19).

​2. Menerima Perjamuan Kudus berarti menerima bersama tubuh dan darah Tuhan(I Kor.11:27;10:16;Mat.26:26-28;Yoh.6:54).

​3. Menerima Perjamuan Kudus mempunyai arti rohani yang dalam dan bersifat rahasia.

​4. Menerima Perjamuan Kudus mempunyai khasiat:-
​​i) Bersekutu menjadi satu roh dengan Tuhan(Yoh.6:56).
​​ii) Akan memperoleh hidup kekal.(Yoh.6:54a)
​​iii) Akan dibangkitkan pada akhir zaman(Yoh.6:54b).
​​iv) Akan hidup selamanya(Yoh.6:53,57).

D. PEMBATASAN DALAM MENERIMA PERJAMUAN KUDUS.

• Gereja Katolik:-​​
i) Roti dan cawan berisi air anggur diterima oleh pejabat kudus yang melaksanankan Perjamuan Kudus.
ii) Jemaat hanya boleh menerima roti saja.
iii) Anak-anak tidal boleh menerima Perjamuan Kudus.
iv) Sebelum menerima Perjamuan Kudus jemaat harus berpuasa,dengan letentuan 3 jam sebelum menerima Perjamuan Kudus tidak boleh makan dan 1 jam sebelum menerima Perjamuan Kudus tidak boleh minum.Hal ini bertujuan agar jemaat menghormati Tuhan.

• Gereja Orthodok Yunani:-​
i) Jemaat boleh menerima roti dan arak.
ii) Anak-anak yang sudah dibaptis boleh menerima Perjamuan Kudus.

• Gereja Lutheran:-​​
i) Selain jemaat tidak diperbolehkan menerima Perjamuan Kudus.
ii) Anak-anak belum boleh menerima Perjamuan Kudus,sebab anak-anak belum mengerti apa dan bagaimana menguji diri sebelum menerima Perjamuan Kudus.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Jemaat harus menerima roti dan cawan berisi air anggur (Kel.12:43-45;48-49;Bil.9:13),yang bukan jemaat tidak boleh menerima Perjamuan Kudus.Ketika Tuhan Yesus mengadakan Perjamuan Kudus,murid-murid menerima roti dan cawan,tidak ada seorang pun yang dikecualikan.(Mat.26:26-27).Paulus berkata kepada jemaat Korintus bahwa mereka semua menerima bersama tubuh dan darah Tuhan(I Kor.10:16;I Kor.11:26).

2. Anak-anak yang telah dibaptis adalah orang-orang yang sudah menjadi milik Tuhan,maka mereka boleh menerima Perjamuan Kudus(Mat.10:16).

3. Orang yang belum dibaptis tidak boleh menerima Perjamuan Kudus(Kel.12:43;I Kor.10:16).

i) Di dalam hokum Taurat ditetapkan bahwa hanya orang yang telah menjadi Jemaah(telah disunat)yang boleh makan Perjamuan Paskah yaitu makanan daging anak domba Paskah,roti tidak beragi dan sayur pahit(Kel.12:43-47;Kel.12:8).Perjamuan Paskah melambangkan Sakremen Perjamuan Kudus(I Kor.5:7-8).Oleh kerana itu orang yang belum dibaptis(bukan jemaat)tidak boleh menerima Perjamuan Kudus.

ii) Kerana tubuh dan darah Tuhan adalah kudus,maka orang yang belum menerima baptisan pengampunan dosa yaitu syarat untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah,maka belum layak menerima roti dan cawan.

iii) Meskipun jemaat dari gereja lain telah dibaptis,tetapi kerana Sakremen Baptisan Air mereka tidak ada khasiat mengampuni dosa,maka mereka tetap tidak boleh menerimanya.

iv) Dalam 1 Kor.10:16 disebutkan”Persekutuan”(Koinonia).Sakremen Perjamuan Kudus disebut juga sebagai”Persekutuan Kudus”(Holy Communion).Orang yang belum percaya Tuhan,jemaat dari gereja lain dan orang yang belum dibaptis di Gereja Yesus Sejati mereka tidak boleh menerima Perjamuan Kudus di Gereja Yesus Sejati sebab keberadaan mereka adalah di luar persekutuan Gereja Yesus Benar.

​4. Jemaat yang berbuat dosa yang mendatangkan maut,tidak boleh menerima Perjamuan Kudus(I Yoh.5:16-17).

i) Dosa yang dilakukan jemaat,ada yang mendatangkan maut,juga ada yang tidak mendatangkan maut(I Yoh.5:16-17).Jemaat yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut asalkan bertobat memohon pengampunan Tuhan maka dapat menerima roti dan cawan sebab darah Tuhan ditumpahkan agar dosa terampuni(Mat.28:28),maka darah-Nya selamanya berkhasiat membersihkan dosa(I Yoh.1:7-9).Tetapi jika berbuat dosa yang mendatangkan maut,maka tidak ada korban untuk penebusan lagi,dan tidak dapat bertobat kembali,oleh kerana itu ia tdak boleh menerima roti dan cawan Perjamuan Kudus(Ibr.6:4-8;10:26-29).

ii) Dari arti”Persekutuan”orang yang berbuat dosa yang mendatangkan maut bererti bukan lagi menjadi anggota dari persekutuan tubuh Kristus sebab ia telah kehilangan kelayakan menerima roti dan cawan dalam persekutuan dengan anggota tubuh Kristus yang lain.

iii) Jemaat harus menguji diri sebelum menerima Perjamuan Kudus(I Kor.1!:27-32).Jemaat yang dengan cara yang tidak layak makan roti dan minum cawan Tuhan maka berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.Oleh kerana itu jemaat harus menguji diri dan baru sesudah itu makan roti dan minum cawan Tuhan.Di gereja Korintus ada jemaat dengan cara tidak layak makan roti dan minum cawan Tuhan,sehingga banyak di antara mereka yang lemah

​5. Menerima Perjamuan Kudus harus diterima di satu tempat (Kel.12:46;29-30;I Kor.10:16-17).

i) Di dalam hokum Taurat ditetapkan bahwa anak domba Paskah harus dimakan dalam sebuah rumah dan tidak keluar rumah(Kel.12:46).Sebab Perjamuan Paskah yang mula-mula diadakan pada malam hari menjelang bangsa Israel akan ke luar dari Mesir. Pada waktu itu,Malaikat di luar rumah sedang membunuh anak sulung bangsa Mesir,maka tidak boleh melangkah ke luar rumah satu langkah pun,supaya terhindar dari tulah(I Kor.10:16-17).

ii) Di dalam zaman Perjanjian Baru,menerima Sakremen Perjamuan Kudus berarti ikut dalam persekutuan tubuh Kristus,maka harus menerima roti dan cawan Tuhan bersama-sama di satu tempat(I Kor.10:16-17).

​6.Pada waktu akan menerima Perjamuan Kudus,tidak harus berpuasa sebab Tuhan mendirikan/mengadakan perjamuan Kudus ketika makan Paskah(Luk.22:14-22).

​E. CARA JEMAAT MENERIMA ROTI DAN CAWAN:

• Gereja Orthodok Yunani:-​Roti,arak dan air dicampur menjadi satu dalam sebuah sendok.

• Gereja Katolik:-​​Pada waktu menerima roti,jemaat akan diberi sebuah roti bundar tipis buatan oelh pastor.Roti tersebut di dalam mulut tidak boleh digigit,tetapi dibiarkan hancur sendiri di
Dalam mulut.

• Gereja Lutheran:-​​Jemaat berlutut di depan mimbar lalu menerimanya dengan sikap hormat.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1.Roti yang tidak beragi setelah diucap berkat dalam nama Tuhan Yesus lalu dipecah-pecahkan dengan tangan dan diberikan kepada jemaat.Setiap jemaat memperoleh satu potong roti kecil(Luk.22:19;Mat.26:26;I Kor.11:24).

2.Cawan besar berisis air anggur setelah diucap berkat lalu dituangkan ke dalam cawan-cawan kecil dan diberikan kepada jemaat.Setiap jemaat memperoleh satu cawan kecil berisi air anggur(Luk.22:20;Mat.26:27;I Kor.11:25).

3.Roti dan air anggur Perjamuan Kudus tidak boleh ditinggalkan sampai esok pagi(Kel.12:10;34:25).

Soal Jawab Dasar Kepercayaan
| |

Soal Jawab Dasar Kepercayaan

Soal Jawab  : PERJAMUAN KUDUS

Terjemahan oleh: Rose Patsy 

Soalan 1

Perjamuan kudus bukanlah perkara yang wajib diadakan. Mengambil roti dan cawan adalah sekadar tradisi untuk memperingati kematian Tuhan semasa zaman para rasul. Pada zaman ini, terdapat banyak cara lain untuk umat Kristian memperingati kematian Tuhan.      

  • Setelah Tuhan Yesus mengucap syukur, memecah roti dan memberikannya kepada pengikut-pengikut-Nya, Dia berseru, ”Inilah daging-Ku yang diserahkan bagimu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku” (Luk 22:19; lihat juga I Kor 11:23-25). Tuhan jelas memberi arahan bahawa perjamuan kudus adalah cara untuk memperingati kematian-Nya. Melalui perjamuan kudus, kita memberitakan kematian Tuhan (I Kor 11:26). Bagaimanakah pula kita boleh mengetepikan kepentingan perjamuan kudus?
  • Mengambil bahagian dalam roti dan cawan untuk memberitakan kematian Tuhan dilaksanakan bukan sahaja oleh para rasul malah semua pemercaya walaupun pada zaman moden sehinggalah kedatangan semula Tuhan (I Kor 11:26).
  • Mengambil bahagian dalam roti dan cawan semasa perjamuan kudus bukan sekadar tatacara tradisi atau formaliti. Perbuatan ini membawa makna yang besar dan keberkesanan rohaniah.

Soalan 2

Perjamuan kudus hanyalah semata-mata waktu untuk kita memperingati kematian Tuhan.

  • Walaupun perjamuan kudus adalah suatu waktu iaitu kita memperingati dan memberitakan kematian Tuhan, namun beberapa fungsi rohaniah yang penting berlaku pada masa tersebut. Apabila kita mengambil bahagian dalam perjamuan kudus:

1. Kita bersatu dengan Tuhan di dalam Roh Kudus (I Kor 10:16; istilah Yunani untuk ‘perjamuan’ dalam I Kor 16:16  adalah ‘Koinonia’ yang bermaksud ‘persahabatan’; Yoh 6:56); dan kita juga bersatu sesama kita (I Kor 10:17).

2. Kita menerima hidup kekal (Yoh 6:53-54).

3. Kita akan dibangkitkan pada akhir zaman (Yoh 6:54).

Soalan 3

‘Transubstansiasi’ bermaksud setelah diberkati, roti dan jus anggur bertukar secara fizikal menjadi daging dan darah Tuhan Yesus. ‘Konsubstansiasi’ bermakna daging  dan darah fizikal wujud bersama roti dan jus anggur. Kenapakah Gereja Yesus Benar tidak bersetuju dengan kedua-dua pandangan ini? 

  • Roti dan jus anggur menjadi daging dan darah Tuhan setelah doa ucapan syukur.  Dengan memakan dan meminum perjamuan, kita memperolehi kesan rohaniah yang dijanjikan oleh Tuhan. Tetapi dari segi fizikalnya, roti dan jus itu tidak berubah bentuk.
  • Manna yang dimakan oleh kaum Israel di padang gurun merupakan gambaran awal kepada roti sejati dari syurga iaitu daging Tuhan Yesus (Yoh 6:31-33; 49-51). Menurut Paulus, kaum Israel memakan ‘makanan rohani’ dan meminum ‘minuman rohani’ (I Kor 10:3-4).  Bayangan awal ini adalah dari segi pengertian rohani. Oleh itu semasa perjamuan kudus, kita mengambil bahagian dalam daging dan darah rohani Tuhan.
  • Tuhan Yesus berkata, ”Rohlah yang memberi hidup, darah daging sama sekali tidak berguna” (Yoh 6:63). Di sini Tuhan mengulas kembali perenggan sebelumnya (ayat 32-57) kerana pengikut-pengikut-Nya sukar menerima ungkapan ini (ayat 60). Dalam erti kata lain, daging dan darah yang dimaksudkan oleh Yesus adalah daging dan darah rohani dan bukan fizikal.

Soalan 4

Simbolisme menerangkan bahawa roti dan cawan hanya sekadar simbolik kepada daging dan darah Yesus. Mengapakah pandangan ini salah? Tuhan Yesus tidak mungkin telah memberikan daging dan darah-Nya kepada pengikut-pengikut-Nya sedangkan Dia belum lagi disalibkan semasa Dia memberi syukur terhadap roti dan cawan.

  • Apabila Tuhan Yesus memulakan perjamuan kudus, Dia tidak melafazkan “Ini menggambarkan daging-Ku”  atau  “Ini menggambarkan darah-Ku”; sebaliknya, Yesus berkata  “Inilah daging-Ku”  dan  “Inilah darah-Ku” (Mat 26:26; 28).
  • Tuhan Yesus berseru “daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman”  (Yoh 6:55).  Semasa perjamuan kudus, roti yang kita makan sebenarnya adalah tubuh Tuhan Yesus dan cawan yang kita minum sebenarnya adalah darah Tuhan Yesus.  Walau bagaimanapun, daging dan darah itu adalah secara rohani dan bukan secara fizikal (lihat soalan sebelumnya).

Soalan 5

Hanya paderi sahaja yang boleh mengambil bahagian dalam kedua-dua roti dan cawan. Pemercaya lain boleh mengambil bahagian dalam perjamuan roti sahaja.

  • Apabila Tuhan Yesus memulakan perjamuan kudus, pengikut-pengikut-Nya mengambil bahagian dalam kedua-dua roti dan cawan (Mat 26:26-27). Mereka merupakan golongan pemercaya dan bukan paderi.
  • Apabila Paulus menulis kepada jemaat di Korintus berkenaan dengan perjamuan kudus, dia secara khususnya menuliskan kepada kesemua jemaat di sana (lihat I Kor 10:16; 11:26). Oleh itu, semua pemercaya berhak untuk mengambil bahagian dalam roti dan juga cawan.

Soalan 6

Mengapakah gereja anda tidak membenarkan mereka yang bukan ahli Gereja Yesus Benar untuk mengambil bahagian dalam perjamuan kudus?

  • Dalam Kitab Perjanjian Lama, bangsa asing tidak dibenarkan memakan paskah (Kel 12:43). Jamuan Paskah adalah bayangan awal kepada perjamuan kudus dalam Kitab Perjanjian Baru (I Kor 5:7-8). Oleh itu, sesiapa yang tidak mengambil bahagian dalam penyelamatan Tuhan tidak boleh mengambil bahagian dalam perjamuan kudus kerana mereka adalah orang asing dalam kerajaan Tuhan.
  • Daging dan darah Tuhan adalah kudus dan suci; sesiapa yang dosanya masih belum dibersihkan melalui pembaptisan tidak layak untuk mengambil bahagian dalam perjamuan kudus (lihat I Kor 11:27-29). Hanya mereka yang telah menerima pembaptisan untuk penghapusan dosa secara benar dan tepat yang berhak menerima perjamuan kudus.
  • Perjamuan kudus adalah satu persahabatan (Koinonia) di kalangan pemercaya dalam gereja. Mereka yang tidak percaya atau mereka yang bukan seiman dengan kita tidak tergolong dalam persahabatan gereja sejati ini. Oleh itu, mereka tidak boleh mengambil bahagian dalam perjamuan kudus.
Penglihatan Sewaktu Perjamuan Kudus
| |

Penglihatan Sewaktu Perjamuan Kudus

Timotius Borubui

Dalam nama Tuhan Yesus menyampaikan kesaksian. Peristiwa ini berlaku kira-kira dua puluh tahun lalu yakni, sekitar tahun 1980-an. Kesaksian ini saya simpan dalam hati selama ini, syukur puji Tuhan, tahun 2007 saya ungkitkan semula pengalaman rohani ini untuk dikongsi bersama demi menguatkan lagi dasar kepercayaan kita terhadap kebenaran sakramen perjamuan kudus.

Peristiwa ini berlaku semasa Kebaktian Kebangunan Rohani dan Penginjilan (KKR) di Gereja Yesus Benar, Berungis, Tuaran. Pada kemuncak kebaktian itu, sakramen perjamuan kudus telah dilaksanakan. Pdt. Stefanus Tham[1] sedang memberkati roti perjamuan kudus dengan doa kata-kata akal (menggunakan bahasa Cina), sementara kata-kata doa pendeta itu diterjemahkan oleh Pdt. Thomas Kam ke dalam bahasa Malaysia.

Niat dalam hati saya sewaktu kata-kata berkat itu diucapkan adalah mendengar dengan teliti dan cuba menghafal isi kandungan doa pendeta itu. Tujuan saya berbuat demikian supaya saya dapat menggunakan kata-kata berkat itu apabila saya mengendalikan perjamuan kudus pada masa hadapan.

Sementara saya mendengar dengan penuh perhatian kata-kata doa pemberkatan itu, tiba-tiba suara Pdt. Stefanus Tham dan Pdt. Thomas Kam hilang daripada pendengaran saya. Saya seperti berada di suatu tempat yang sunyi, tenang dan udaranya nyaman. Pada saat itu saya tidak tahu berada di mana kerana bunyi kipas gereja dan suara orang di sekeliling saya juga tidak kedengaran lagi.

Tiba-tiba saya melihat di depan saya seorang lelaki yang baru mati terbungkus seperti roti gulung. Sangat hairan bahawa walaupun kelihatan terbungkus namun jelas kelihatan seluruh tubuh, muka, kepala, badan dan kakinya bengkak. Sementara saya memerhatikannya, timbul dalam hati saya untuk mengetahui siapakah orang yang telah mati itu.

Tiba-tiba suasana itu berubah! Saya berada dalam keadaan seperti sedang menonton televisyen yang tiba-tiba terputus bekalan elektrik. Keadaan gelap beberapa saat lamanya, dalam fikiran saya ketika itu masih tertanya-tanya siapakah orang yang mati itu. Kemudian saya melihat suatu benda seperti kain yang lebar terbentang turun dari atas. Serentak dengan itu tempat itu menjadi terang semula.

Saya melihat benda yang turun dari atas itu adalah seekor kambing jantan besar putih bersih yang baru mati. Kambing itu disembelih lehernya dengan luka yang besar dan darahnya sedang mengalir ke tanah. Oleh kerana posisi kambing itu adalah kepalanya menghadap ke arah saya, maka saya dapat melihat dengan jelas, darah itu masih mengalir. Tiba-tiba saya mendengar orang berkata “amin”.

Penglihatan itu hilang sebaik sahaja saya mendengar perkataan “amin” yang diucapkan oleh Pdt. Stefanus, saat itu baru saya sedar bahawa apa yang berlaku adalah suatu penglihatan yang ajaib.

Apabila selesai perjamuan kudus waktu itu, saya berasa ada sesuatu yang mendorong saya untuk menyampaikan kesaksian ini kepada jemaat. Lantaran itu, saya memberitahu  peristiwa yang saya lihat semasa doa pemberkatan roti kepada semua yang hadir di gereja ketika itu. Semoga Tuhan dimuliakan. ☺


[1] Kini Penatua Stefanus Tham

3. Sakramen Perjamuan Kudus
|

3. Sakramen Perjamuan Kudus

I.       ASAL USUL

1.      Didirikan oleh tuhan Yesus (Mat 26 : 17-19, 26-29;  Mrk 14 : 12-16, 22-25;  Luk 22 : 7-20).

2.      Perintah tuhan Yesus harus dilaksanakan seperti itu (Luk 22 : 19).

3.      Tuhan Yesus pun memberi petunjuk kepada Paulus mengenai hal tersebut (1 Kor 11 : 23-25;  Gal 1 : 11-12).

II.     MAKNA

1.      Iaitu Sakramen memperingati Kematian Tuhan (1 Kor 11 : 26).

a.      Roti melambangkan tubuh Tuhan yang dipecahkan bagi kita (1 Kor 11 : 24;  Luk 22 : 19).

b.      Cawan melambangkan darah perjanjian Tuhan yang dicurahkan bagi kita (1 Kor 11 : 25;  Luk 22 : 20).

    • Perjanjian Baru iaitu perjanjian pengampunan dosa (Ibr 8 : 6-13;  10 : 16-17;  Yer 31 : 31-34;  Rm 11 : 27).
    • Perjanjian Baru didirikan berdasarkan darah Tuhan (Ibr 9 : 11-28;  10 : 29;  13 : 20).
    • Tuhan mati dan disalibkan kerana dosa-dosa kita (1 Ptr 2 : 22-25;  Yes 53 : 4-6;  Rm 4 : 25;  5 : 6-8).

Lambang : gunung batu yang dipukul melambangkan Tuhan (1 Kor 10 : 4;  Kel 17 : 5-6;  Mzm 78 : 15-16, 20).

2.      Menerima tubuh dan darah Tuhan bersama-sama (1 Kor 10 : 16).

a.      Roti dan cawan kerana diberkati sehingga menjadi tubuh dan darah Tuhan (Mat 26 : 26-28;  1 Kor 11 : 29).  Perjamuan Kudus bukan hanya sebagai lambang, tetapi dilaksanakan melalui pimpinan Roh Kudus, dan bukan di dalam hal material, melainkan di dalam roh berubah menjadi daging dan darah Tuhan, dan kita menyebutnya sebagai perubahan roh.

    • Daging Tuhan adalah benar-benar makanan, dan darah Tuhan adalah benar-benar minuman (Yoh 6 : 55-58).
    • Makanan yang sebenarnya adalah makanan rohani, dan minuman yang sebenarnya adalah minuman rohani (1 Kor 10 : 3-4;  Yoh 6 : 52, 60-63).

Manna melambangkan Tubuh Tuhan, dan air gunung batu melambangkan darah Tuhan.

3.      Orang yang makan tubuh dan minum darah Tuhan, iaitu mempunyai hidup kekal, dan akan bangkit pada akhir zaman (Yoh 6 : 53-54).

Lambang : Manna melambangkan tubuh Tuhan (Yoh 6 : 32-35, 47-51;  1 Kor 10 : 3).

III.    LAMBANG HARI PASKAH (Kol 2 : 16-17).

1.      Perjamuan Hari Paskah melambangkan perjamuan malam Tuhan (1 Kor 5 : 7-8).

a.      Hari Paskah adalah untuk memperingati penyelamatan Allah terhadap bangsa Israel (Kol 12 : 1-42;  13 : 3-10).

Roti tanpa ragi dan sayur pahit adalah melambangkan penderitaan di Mesir (Ke 12 : 8, 39), disebut juga roti penderitaan (Ul 16 : 3).

b.      Perjamuan Tuhan adalah untuk memperingati penyelamatan Tuhan terhadap kita (1 Kor 11 : 23-26).  Roti dan cawan menyatakan penderitaan dan kematian Tuhan (Ruj : Mrk 10 : 38;  14 : 36;  Yoh 18 : 11).

2.      Domba Hari Paskah melambangkan Kristus (1 Kor 5 : 7;  Kel 12 : 3-9).

    • Seekor anak domba (Kel 12 : 3) : Menyatakan penyelamatan tunggal (Kis 4 : 12).
    • Anak domba jantan tak bercela dan berumur 1 tahun (Kel 12 : 5) : Menyatakan bahawa Tuhan tidak bernoda (1 Ptr 1 : 19;  Ibr 9 : 14;  2 Kor 5 : 21;  1 Yoh 3 : 5;  Yoh 8 : 46;  Luk 23 : 14, 41).
    • Penyembelihan (Kel 12 : 6) : Menyatakan bahawa Tuhan adalah seperti domba yang dihela ke tempat penyembelihan untuk menerima kematian (Kis 8 : 32-35;  Yes 53 : 7-10;  Flp 2 : 8;  Why 5 : 6;  13 : 8).
    • Bubuhan darah (Kel 12 : 7) : menyatakan bahawa Tuhan mencucurkan darah untuk menyelamatkan kita (Ibr 9 : 12;  Ef 1 : 7;  Why 1 : 5;  5 : 9).
    • Dipanggang di api (Kel 12 : 8-9) : Menyatakan penderitaan yang dirasakan oleh Tuhan di atas kayu salib, seumpama dipanggang oleh api (Mat 27 : 46;  Mrk 15 : 34;  Mzm 22 : 1-9;  Ibr 2 : 9).
    • Tulang tidak boleh patah (Kel 12 : 46) : Dari sini dapat terlihat penggenapan janji yang dilambangkanNya (Yoh 19 : 36).
    • Matius, Markus, Lukas, ketiga Inji ini menjelaskan lambang Perjamuan Hari Paskah, terutama memperingati Perjamuan Tuhan pada Hari Paskah dengan menetapkan Perjamuan Kudus (Mat 26 : 17-19;  Mrk 14 : 12;  Luk 22 : 7).
    • Injil Yohanes menjelaskan lambang anak domba Hari Paskah, terutama memperingati Hari penyembelihan anak domba Tuhan yang dipantek di kayu salib (Yoh 19 : 14-31;  Ruj : Yoh 18 : 28, 39;  13 : 1;  1 : 29, 36).

IV.    PELAKSANAAN

1.      Hari dan waktu.

a.      Tidak perlu menentukan waktu.

Waktu adalah lambang, kita tidak perlu mentaatinya (Gal 4 : 10-11;  Kol 2 : 16-17).

b.      Tidak terbatas pada malam hari.

Hari Paskah adalah memperingati “Malam berjaga-jaga bagi Tuhan” maka harus diadakan pada malam hari (Kel 12 : 42;  Ul 16 : 1).

Perjamuan Tuhan ditentukan pada malam hari, tetapi penderitaan Tuhan adalah pada siang hari, maka tidak perlu dipastikan waktunya.

c.      Tidak terbatas pada jumlah.

Sering mengadakannya sampai Tuhan datang kembali (1 Kor 11 : 26).

2.      Bahan-bahan yang diperlukan.

a.      Roti :

Harus menggunakan roti tanpa ragi (1 Kor 5 : 6-8).

Ragi menyatakan kejahatan (Luk 12 : 1).

Hanya menggunakan satu ketul roti (1 Kor 10 : 17;  Ef 4 : 4).

b.      Cawan :

Harus menggunakan sari anggur (Mat 26 : 29;  Mrk 14 : 25;  Luk 22 : 18).

Bahasa aslinya : Yang dihasilkan dari pohon anggur, bukan arak anggur.

Arak anggur adalah beragi, maka tidak boleh digunakan, apabia dalam Sakramen Perjamuan Kudus menggunakan arak anggur adalah tidak tepat (Im 10 : 8-9;  Yeh 44 : 21).

3.      Cara.

a.      Harus demi Nama Tuhan (Mat 18 : 20).  Sebab Tuhan adalah Tuan dalam Perjamuan (sudah pasti yang memimpin Sakramen harus mempunyai Roh Kudus).

b.      Harus memperingati Kematian Tuhan (1 Kor 11 : 23-26).

c.      Mula-mula memberkati roti, kemudian memberkati cawan (1 Kor 11 : 23-25).

Luk 22 : 17 – Cawan hari Paskah.

Luk 22 : 19 – Cawan Perjamuan Kudus.

Luk 22 : 20 – Cawan Perjamuan Tuhan.

Perjamuan Tuhan adalah dilaksanakan pada Perjamuan Hari Paskah, cawan dalam Luk 22 : 17 adalah cawan hari Paskah, bukan cawan Perjamuan Kudus.

d.      Roti harus dipecahkan dengan tangan (1 Kor 11 : 24).

V.     MENERIMA

1.      Orang yang masih belum percaya tidak boleh menerimanya.

Roti tanpa ragi : Orang berdosa tidak dapat menerimanya.

Satu roti :   Tak ada sangkut paut dengan orang yang belum percaya.

Lambang : Orang kafir tidak boleh makan (Kel 12 : 43, 45).

2.      Tidak boleh sembarang menerima (1 Kor 11 : 27).

a.      Tidak boleh bersikap tidak saleh (1 Kor 11 : 20-22, 33-34).

Pada saat itu, bersamaan dengan pelaksanaan Perjamuan Kudus, terdapat orang yang menggaduhkan suasana ketertiban dengan bermabuk-mabukan arak.

b.      Yang berdosa tidak boleh menerima (1 Kor 11 : 28-32).  Setelah bertobat, barulah boleh menerimanya.  Tetapi bagi orang yang berbuat dosa mematikan, sama sekali tidak boleh menerimanya.

c.      Hendaklah menghindarkan benda-benda berhala (1 Kor 10 : 18-22).

Lambang : Orang yang belum disunat tidak boleh memakannya (Kel 12 : 44, 48-49).

3.      Harus menerima pada satu tempat (1 Kor 11 : 20;  10 : 16-17).  Sebab menerima Perjamuan Tuhan dan bergabung denganNya (Yoh 6 : 56).

Umat Kristian di dalam Tuhan pun harus bersekutu (1 Kor 10 : 17;  Yoh 17 : 11, 21-22;  Ef 4 : 3).

Lambang : Harus dimakan dalam satu rumah (Kel 12 : 46).

Perjamuan Kudus tidak boleh disisakan sampai pagi (Kel 12 : 10).

VI.    TEKAD

Orang yang menerima Perjamuan Tuhan harus menentukan ketekadan sebagai berikut :

1.      Harus hidup bagi Tuhan (2 Kor 5 : 14-15;  Rm 14 : 7-8;  1 Kor 6 : 19-20).

Lambang : Kuduskanlah bagi Tuhan semua anak sulung (Kel 13 : 1-2, 11-15).

2.      Harus hidup dengan suci (1 Kor 5 : 6-13).

    • Dengan roti tanpa ragi.

Lambang : memegang hari tanpa ragi (Kel 12 : 15-20).

3.      Harus saling mengasihi.

Roti adalah satu (1 Kor 10 : 17).

Tubuh adalah satu (1 Kor 12 : 12-30).

Lambang : Seekor anak domba dimakan untuk satu keluarga (Kel 12 : 3-4, 46).

4.      Harus menanti Kerajaan Syurga.

Yoh 6 : 54 – Pengharapan Kebangkitan.

1 Kor 11 : 26 – Pengharapan Kedatangan Tuhan kembali.

    • Hari Paskah tidak hanya melambangkan Perjamuan Tuhan, juga melambangkan Kerajaan Syurga (Luk 22 : 16;  Mat 26 : 29;  Mrk 14 : 25).  Ketika kita melaksanakan Perjamuan Tuhan, bersamaan juga harus mengharapkan Perjamuan Kerajaan Syurga (Luk 13 : 28-29;  22 : 29-30;  Why 19 : 7-9).

Lambang : Paskah yang mula-mula adalah dalam perjalanan berangkat ke negeri Kanaan (Kel 12 : 11).

BAB 12 PERJAMUAN KUDUS
|

BAB 12 PERJAMUAN KUDUS

I.             Penetapan Perjamuan Kudus

1. Perjamuan Kudus adalah didirikan oleh Tuhan Yesus sendiri (Luk 22:19, 20)

Δ        Pada malam Tuhan Yesus dijual, Dia makan Perjamuan Paskah bersama-sama murid-muridNya di sebuah rumah di Yerusalem (Luk 22:7-15).

Δ        Perjamuan Kudus didirikan pada waktu mengadakan Perjamuan Paskah. Cawan dalam Lukas fasal 20 ayat 17 adalah cawan hari Paskah; ayat 19 adalah roti Perjamuan Kudus, ayat 20 adalah cawan Perjamuan Kudus.  Kerana firman dan pemberkatan Tuhan atas roti dan cawan itu, maka jadilah Perjamuan  Kudus.

2. Tuhan menetapkan Perjamuan Kudus, juga memerintahkan murid-muridNya berbuat seperti apa yang Dia lakukan (Luk 22:19), oleh sebab itu, gereja harus mengadakan Perjamuan Kudus.

3. Setelah naik ke Sorga, Tuhan memberi petunjuk lagi kepada Paulus tentang Perjamuan Kudus (I Kor 11:23-25; Lihat: Gal 1:11, 12).

 

II.          Erti Perjamuan Kudus

1.      Memperingati kematian Tuhan Yesus (I Kor 11:26)

Hari Raya Paskah pada zaman Perjanjian Lama adalah untuk memperingati anugerah besar Allah yang menyelamatkan bani Israel di Mesir (Kel 11:21-27; 13:3).  Perjamuan Kudus pada zaman Perjanjian Baru adalah khusus untuk memperingati Tuhan Yesus mati demi kita (Luk 22:19; I Kor 11:24, 25).  Maka pelaksana harus menguraikan penderitaan dan kematian Tuhan sebelum memecahkan roti dan mengucap syukur, supaya jemaat mengenang dan bersyukur pada Tuhan.  Intinya seperti berikut:

Δ        Demi kita Tuhan dilahirkan di palungan, miskin seumur hidup, tidak ada tempat untuk meletakkan kepalaNya (II Kor 8:9; Luk 2:6, 7 ; 9:58).  Demi kesalahan kita Tuhan ditangkap, diolok-olok, dicambuk, dicaci maki, diludahi, dikenakan mahkota duri, kemudian dipakukan di atas kayu salib, mencucurkan darah, menderita dan mati (Rm 4:25; Mat 27:18-50; Mzm 22:12-16).

Δ        Kerana menanggung dosa kita, RohNya ditinggalkan oleh Allah, turun ke dunia orang mati dan mengalami maut untuk kita (Mat 27:45-52; Ibr 2:9; Kis 2:30-32).

Δ        Terima kasih pada Tuhan, ganjaran yang mendatangi keselamatan bagi kita ditimpakan kepadaNya dan oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh (Yes 53:4-6).

2.       Persekutuan dengan darah dan tubuh Tuhan (I Kor 10:16)

Δ        Memecah roti menunjukkan pengorbanan Tuhan (I Kor 11:24; Luk 22:20).

Δ        Setelah mengucap syukur, roti dan cawan menjadi tubuh dan darah Tuhan (Mat 26:26-28; I Kor 11:29).

Δ         Barangsiapa makan daging Tuhan dan minum darah Tuhan, ia mempunyai hidup yang kekal dan Tuhan akan membangkitkan dia pada akhir zaman (Yoh 6:53, 54).

Menerima Perjamuan Kudus adalah suatu hal yang amat rahsia. Paulus berkata pada waktu tersebut di antara jemaat Korintus, kerana ada yang tidak mengakui tubuh Tuhan, sembarangan menerimanya, sehingga ada yang sakit atau mati (I Kor 11:28-30).  Dia juga mengambil perbandingan dari memakan persembahan berhala, menganggap bahwa memakan persembahan berhala adalah: “Bersekutu dengan roh-roh jahat” (I Kor 10:19, 20), dan menerima Perjamuan Kudus adalah memakan Perjamuan Tuhan, bersekutu dengan Tuhan (I Kor 10:21, 22).  Tuhan Yesus pernah berkata: “Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam Dia” (Yoh 6:56).  Maka dapat diketahui, bahwa Perjamuan Kudus adalah Persekutuan Roh yang rahsia, yang menerimanya menurut aturan, akan mendapat hidup Tuhan yang berlimpah-limpah dari Perjamuan Kudus, dan dipelihara Tuhan, pada hari kiamat akan bangkit dan berubah diangkat naik ke Sorga.  Maka harus mengenal bahwa Perjamuan Kudus adalah anugerah Tuhan, pahala yang besar dan menerimanya dengan penuh syukur dan saleh.

 

III.       Pelaksanaan Perjamuan Kudus

1.      Jumlah kalinya dan waktu

Δ        Ada yang berpendapat 1 tahun 1 kali pada Hari Raya Paskah.  Namun hari raya merupakan lambang, jadi kita tidak perlu melakukannya (Gal 4:10, 11).  Kalau memang Perjamuan Kudus untuk ‘memperingati kematian Tuhan’, juga bersekutu dengan Tuhan olehnya, maka tidak perlu membatasi jumlah kalinya, sebelum Tuhan datang kembali, boleh sering-sering mengadakannya (I Kor 11:26).

Δ        Mengenai waktu, walaupun Perjamuan Kudus Tuhan didirikan pada malam hari, tapi penderitaan Tuhan adalah pada siang hari, maka waktu pelaksanaannya tidak terbatas malam atau siang.

2.      Bahan Perjamuan Kudus

Δ        Harus menggunakan roti tidak beragi: Pada zaman Perjanjian Lama, tidak boleh menggunakan ragi pada hari raya Paskah, maka roti yang digunakan Tuhan pada Perjamuan Kudus tidak beragi (Im 23:4-6).  Ragi menunjukkan dosa, kejahatan, tidak boleh memakan roti yang beragi sebagai tubuh Tuhan (I Kor 5:7, 8; Lihat: Mat 16:5-12).

Δ        Hanya satu roti: tubuh Tuhan hanya satu, maka biar bagaimana banyak orangnya, hanya menggunakan satu roti, besar kecilnya roti adalah menurut banyak sedikitnya bilangan orang (Ef 4:4; I Kor 10:16, 17).

Δ        Harus menggunakan jus anggur: arak sudah beragi, tidak dapat mewakili darah Tuhan yang tak berdosa.  Menggunakan arak pada Perjamuan Kudus adalah tidak sesuai (Im 10:8, 9; Yeh 44:21).  Cawan Tuhan harus menggunakan jus anggur (Mat 26:29; Mrk 14:25).

3.      Pelaksana Perjamuan Kudus

Δ        Secara prinsipnya, melaksanakan hal-hal kudus harus dilakukan oleh penatua, diaken atau penginjil (Lihat: Kel 30:30).

Δ        Harus dilaksanakan dalam nama Tuhan Yesus, sebab Tuhan adalah Tuan dari Perjamuan Kudus (Mat 18:20).  Gereja Roh Kudus adalah kerajaan Allah, Perjamuan KudusNya adalah Perjamuan yang disertai Tuhan (Mat 26:29).

Δ        Setelah inti kebenaran Perjamuan Kudus disampaikan lalu berlutut bersama-sama, pelaksana mengucap syukur dengan doa akal, kemudian memecahnya dengan tangan, dan membagikannya pada jemaat (Mat 26:26).  Selanjutnya mengangkat cawan dan mengucap syukur, lalu dibagikan pada jemaat (Mat 26:27).

4.       Bagaimana menerima Perjamuan Kudus

Δ        Harus siap dengan kekudusan; harus memberitahu jemaat sebelum Perjamuan Kudus, supaya mempersiapkan diri dengan kekudusan – membuang ragi (I Kor 5:6-8; 11:27, 28; 10:18-21).

Δ        Mengakui daging dan darah Tuhan: roti dan cawan telah menjadi daging dan darah Tuhan setelah diucap syukur oleh firman Tuhan, maka jangan menganggap sebagai roti dan cawan biasa, supaya jangan sampai dihukum (I Kor 11:29, 30).

Δ        Harus menerimanya di satu tempat: ketika menerimanya harus penuh ketenangan, serius dan saleh, saling menunggu, jangan kacau, jangan dibawa keluar gereja, harus menerimanya dalam satu tempat (I Kor 11:33; 10:16, 17; Lihat Kel 12:46).  Sisa Perjamuan Kudus tidak boleh disimpan sampai esok pagi (Lihat: Kel 12:10).

Δ        Orang yang belum dibaptis di gereja kita tidak boleh menerimanya, demikian juga orang yang melakukan dosa maut (Lihat: Kel 12:43, 45; Ezr 2:62, 63; I Kor 11:27-30).

5.      Setelah menerima Perjamuan Kudus

Δ        Harus bertekad hidup demi Tuhan, sebab Tuhan mengasihi kita sehingga mengorbankan diri untuk kita (II Kor 5:14, 15; Rm 14:7, 8).

Δ        Harus hidup dalam kekudusan, seperti pada zaman dulu, setelah makan Perjamuan Paskah, harus memegang Hari Raya Tak Beragi (I Kor 5:6-13; Kel 12:15-20).

Δ        Harus saling mengasihi, bukan saja bersekutu dengan Tuhan, harus juga bersekutu dengan saudara seiman dalam Tuhan, menjadi satu tubuh, sebab kita semua bersekutu dalam satu roti (I Kor 10:17; 12:12-27).

Δ        Harus menanti kedatangan Tuhan, bangkit pada hari kiamat, pulang ke Sorga  (I Kor 11:26; Yoh 6:54; Why 19:7-9)

Renungan Semasa Doa Perjamuan Kudus
|

Renungan Semasa Doa Perjamuan Kudus

Haleluya!

Tuhan Yesus Kristus yang dikasihi:

Betapa kami rindu Engkau! Kerana Kamu mengasihi kami, mengorbankan diri demi kami, telah menanggungkan hukuman dosa bagi kami, menyelamatkan kami menjauhi dari kuasa si iblis, meninggalkan kematian. Kami telah diselamatkan, tetapi Engkau telah menerima hukuman. Kami berteriak gembira, tetapi ini adalah kesudahan penderitaanMu di atas kayu salib…

Pada masa ini, kami umpama datang ke Golgota, berdiri di bawah salibMu untuk memandang kepadaMu. Kami umpama melihat kedua-dua tangan dan kakiMu dipaku atas kayu, melihat darah bernilaiMu mengalir dari kayu salib. Kami melihat tubuhMu yang telah dipukul, sehingga semua bahagian tubuhMu telah cedera. Kami melihat wajahMu yang murung dan sakit, penderitaan selama enam jam. Hati kami telah pecah. Ya Tuhan yang dikasihi! Apakah yang harus kami lakukan untuk menyembuhkan kecederaanMu dan menghiburkan hatiMu yang luka?!

Yesus yang dikasihi: membenarkan kami rabah tubuhMu, menggunakan tangan kami mngenakan minyak kasih untuk Engkau supaya lukaMu dapat sembuh. Kami rela dipapah oleh tanganMu yang dipaku, mengikutiMu selamanya, berada di sisiMu, mengasihiMu untuk selama-lamanya! Amin.