Bahu Membahu
| |

Bahu Membahu

“Pekerjaan ini besar dan luas, dan kita terpencar pada tembok, yang satu jauh dari pada yang lain. Dan kalau kamu mendengar bunyi sangkakala di suatu tempat, berkumpullah ke sana mendapatkan kami.Allah kita akan berperang bagi kita!” – Nehemia.4:19-20

Para pekerja yang memperbaiki tembok di masa Nehemia, pergi ke tempat mereka dibutuhkan, menguatkan bagian-bagian yang keropos, dan memasang pasak, paku dan palang pada pintu-pintu tembok. Setiap pekerja senantiasa membawa pedang yang terhunus di sisi pinggannya, kerana musuh dapat menyerang kapan saja saat mereka sedang bekerja. Bayangkan melakukan pekerjaan bangunan sambil menentang-nenteng senjata, yang tentu saja menghalangi gerakan dan menambah berat benda-benda yang harus dibawa. Walaupun merepotkan, mereka mengambik sikap waspada ini kerana keselamatan diri mereka mempengaruhi keselamatan seluruh kota Yerusalem.

Kembali ke masa sekarang, kita juga menghadapi risiko yang sama seperti mereka, sebagai pekerja rumah Tuhan. Melayani tanpa memupuk rohani sendiri sama seperti bunuh diri rohani, dan semakin lama kita melayani, kita akan semakin mudah dijatuhkan oleh serangan si jahat. Ingatlah, kita memupuk rohani kita tidak hanya untuk keselamatan Syurgawi kita, tetapi juga keselamatan mereka yang bergantung pada pekerjaan pelayanan kita. Seperti di masa Nehemia, pelayanan pada hari ini terus bertumbuh semakin ekstensif. Akan selalu ada bagian-bagian yang harus kita perbaiki, dan pintu-pintu gerbang yang harus kita bangun. Seringkali kerana kurangnya jumlah pekerja pelayanan, kita mengambil berbagai pelayanan sekaligus. Ketika kita melayani dengan tekun, perhatian kita untuk memenuhi tugas bagi Allah kadang dapat menjadi seperti sebuah pandangan dalam terowongan. Kita menjadi buta dan tidak memperhatikan kebutuhan saudara-saudari kita, atau malah melihat mereka sebagai penghalang yang mencegah kita melakukan pelayanan dengan cara yang kita kira benar.

Mereka yang membangun tembok Yerusalem, masing-masing mempersiapkan diri menghadapi ancaman serangan, tetapi juga siap dengan segera meninggalkan pekerjaan mereka untuk menolong saudara mereka. Marilah kita juga memegang teguh prinsip bahawa pertumbuhan rohani kita dan saudara-saudari kita haruslah menjadi prioritas utama.

Walaupun prinsip ini dapat memberikan kita ketidaknyamanan atau tampaknya pekerjaan pelayanan berjalan lambat dengan cara ini, bila kita tahu apa yang terpenting dalam pelayanan kita, Allah sendiri akan berperang untuk kita.

Renungan:

Langkah nyata apakah yang dapat anda ambil hari ini untuk membentengi diri anda menghadapi serangan rohani? Saat melayani bersama dengan saudara-saudari seiman di gereja, apakah anda memusatkan perhatian lebih banyak pada kemajuan dan hasil, atau kesihatan rohani masing-masing saudara-saudari anda?

33. Bagaimana Umat Kristian Harus Melayani Semua Orang
|

33. Bagaimana Umat Kristian Harus Melayani Semua Orang

  • Umat Kristian juga hidup dalam dunia, dan harus hidup bersama dengan semua orang di dunia.  Tetapi bagaimanakah harus melayani semua orang?

I.       SABAR TERHADAP SEMUA ORANG (1 Tes 5 : 14)

1.      Firman Allah disebut sebagai Firman yang harus ditekuni (Why 3 : 10).

2.      Orang yang bersabar/bertekun sampai akhir baru dapat diselamatkan (Mat 10 : 22).

3.      Orang bijak baru dapat meredakan amarah (Ams 29 : 11).

II.     BERDAMAI DENGAN SEMUA ORANG (Rm 12 : 18).

1.      Umat Kristian tidak boleh bertengkar (2 Tim 2 : 24).

2.      Allah memanggil kita untuk hidup dalam damai sejahtera (1 Kor 7 : 15;  Rm 14 : 19).

3.      Orang yang dapat hidup bersama dengan rukun, mempunyai hidup yang kekal (Mzm 133 : 1-3).

III.    BERBUAT BAIK KEPADA SEMUA ORANG (Gal 6 : 10)

1.      Orang yang berbuat baik berasal dari Allah (3 Yoh 11).

2.      Jangan jemu-jemu berbuat baik (2 Tes 3 : 13).

3.      Orang yang berbuat baik baru dapat bangkit untuk hidup yang kekal (Yoh 5 : 29;  Rm 2 : 7, 10).

IV.    MEMBERITAKAN INJIL KEPADA SEMUA ORANG (Kis 10 : 42)

1.      Adalah perintah dari Tuhan Yesus (Mrk 16 : 15;  Mat 28 : 19).

2.      Adalah yang diperlukan semua orang (Rm 10 : 12-14).

3.      Dapat kebahagiaan atau celaka (Ams 11 : 25-26;  1 Kor 9 : 16-19).

  • KESIMPULAN:

Apabila kita dapat menepati seperti ini untuk melayani semua orang, maka pasti berkenan kepada Allah dan manusia.

32. Bagaimanakah Harus Melayani Tuhan Yesus?
|

32. Bagaimanakah Harus Melayani Tuhan Yesus?

  • Tuhan Yesus sebenarnya adalah gambar Allah (Ibr 1 : 3).  FirmanNya pernah menjadi Manusia dan turun ke dalam dunia, kerana dosa kita telah dipantek di atas kayu salib.  Bagaimanakah kita harus melayaniNya?

I.       HARUS PERCAYA KEPADA TUHAN YESUS

1.      Yang percaya kepada Allah harus percaya kepada Tuhan Yesus (Yoh 14 : 1, 11).

2.      Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus baru dapat diselamatkan (Kis 16 : 30-31;  2 : 21;  4 : 12).

3.      Orang yang percaya kepada Tuhan pasti tidak dipermalukan (1 Ptr 2 : 6).

II.     HARUS MENDENGAR PERKATAAN TUHAN YESUS

1.      Allah Bapa ingin supaya kita mendengarkan Dia (Mat 17 : 5).

2.      Orang yang mendengarkan perintah (Firman) Tuhan, maka Tuhan dan Allah Bapa pasti diam bersama-sama dengan dia.

3.      Orang yang mendengarkan Firman Tuhan mempunyai hidup yang kekal (Yoh 10 : 27-28).

III.    HARUS MELAYANI TUHAN YESUS

1.      Harus sering melayani Tuhan (Rm 12 : 11;  16 : 18).

2.      Orang yang melayani Tuhan harus mengikut Tuhan (Yoh 12 : 26).

3.      Orang yang melayani Tuhan pasti akan memperoleh pahala (Kol 3 : 24).

IV.    HARUS MENANTIKAN TUHAN YESUS

1.      Di dunia tiada pengharapan, hanyalah menantikan penebusan dari Tuhan (Rm 8 : 23).

2.      Kita adalah warga Kerajaan Syurga, dan dari situ kita menantikan kedatangan Tuhan (Flp 3 : 20).

3.      Apabila menantikan sampai pada penyataan Tuhan, maka akan bersama-sama memperoleh bagian dari Kerajaan Syurga (1 Kor 1 : 7-9).

  • KESIMPULAN:

Apabila kita percaya kepada Tuhan, mendengarkan Tuhan, melayani Tuhan, menantikan Tuhan, maka dari Tuhan akan memperoleh hidup yang kekal serta kebahagiaan sebagai pahala.

Membincangkan Perihal Melayani Manusia Dari Buku Yakobus
| | | | |

Membincangkan Perihal Melayani Manusia Dari Buku Yakobus

Pendahuluan:

Sikap dan prinsip yang harus ada dalam melayani manusia.

A. Jangan memandang muka (Yak 2: 1)
1. Manusia salah menilai Kristus yang mulia menurut ukuran manusia. (2 Kor 5: 16; Yes 53: 2 – 3)
2. Paulus dilihat bersikap lemah dan perkataan-perkataannya tidak bererti. (2 Kor 10: 9 – 10; 1 Kor 4: 13)

  • Manusia melihat apa yang di depan mata, Tuhan melihat hati. (1 Sam 16: 7)

B. Jangan memandang berat akan yang kaya dan memandang ringan akan yang miskin (Yak 2: 2 – 3)
1. Miskin dan kaya adalah buatan tangan Tuhan. (Ayb 34: 19; Ams 22: 2)
2. Tidak membezakan antara mulia atau hina berdasarkan miskin atau kaya. (Ul 1: 17; Mzm 113: 7 – 8; Ams 15: 20)

  • Jangan menindas orang miskin. (Ams 14: 21, 31)

C. Jangan membuat pembedaan di dalam hati (Yak 2: 4)
1. Jangan hanya mendengar dari satu pihak. (Ams 18: 17)
2. Jangan memandang bulu. (Ams 24: 23 – 24, 28: 21)

  • Jangan ada niat peribadi atau prasangka. (1 Tim 5: 21)

D. Jangan bertindak sebagai hakim dengan pemikiran yang jahat (Yak 2: 4)
1. Penghakiman yang kejam meruntuhkan manusia. (Mat 7: 1 – 5; Yak 4: 11 – 12)
2. Nasihat dan dorongan kasih membangunkan manusia. (Ams 27: 5 – 9; 2 Kor 13: 10)

  • Jangan menghakimi. (Luk 6: 36 – 37)

E. Jangan menahan upah (Yak 5: 4 – 5)
1. Jangan berhutang dengan orang lain. (Im 19: 3)
2. Layanan antara tuan dan hamba. (Kol 4: 1; Ef 6: 5 – 9)

  • Janganlah berhutang apa-apa kepada siapa pun juga. (Rm 13: 8)

F. Prinsip Tuhan dalam melayani manusia (Yak 2: 5 – 8)
1. Tuhan tidak membedakan orang. (Kis 10: 34)
2. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Mrk 12: 30 – 31)
Kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan (Kol 3: 12 – 14)

Kesimpulan:

Tuhan Yesus berkata: “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.”(Mat 7: 12)