|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 34

Dalam Perlindungan TUHAN (Mazmur 34: 1-23)

1 Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya
di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi.

2 Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu;
puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.

3 Kerana TUHAN jiwaku bermegah,
biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan
bersukacita.

4 Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku,
marilah kita bersama-sama memasyurkan nama-Nya!

5 Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku,
dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.

6 Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya,
maka mukamu akan berseri-seri,
dan tidak akan malu tersipu-sipu.

7 Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar;
Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

8 Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang
takut akan Dia,
lalu meluputkan mereka.

9 Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

10 Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus,
sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!

11 Singa-singa muda merana kelaparan,
tetapi orang-orang yang mencari Tuhan, tidak
kekurangan sesuatu pun yang baik.

12 Marilah anak-anak, dengarkanlah aku,
takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu!

13 Siapakah orang yang menyukai hidup,
yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik ?

14 Jagalah lidahmu terhadap yang jahat
dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;

15 jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik,
carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

16 Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar,
dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;

17 wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat
untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.

18 Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar,
dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.

19 TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati
dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

20 Kemalangan orang benar banyak,
tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;

21 Ia melindungi segala tulangnya,
tidak satu pun yang patah.

22 Kemalangan akan mematikan orang fasik,
dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung hukuman.

23 TUHAN membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya,
dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Tajuk:
Kecapilah betapa baiknya Tuhan

Tema:
Kelayakan : Hanya orang benar dan orang jujur yang tahu memuji-muji

Latar belakang:
1. Ditulis oleh Daud apabila dikejar oleh raja Gat dan melarikan diri ke gua Adulam (I Sam 21)

2. Setelah terlepas dari bahaya, Daud mengucap syukur dengan bersaksi memuji perlindungan Tuhan dan berseru kepada umat supaya sama-sama memuji Tuhan, bersandar kepada Dia dan takut akan Dia.

3. Sewaktu Daud keluar dari Akhis, dia berseru dan mencari Allah lalu berangkat ke dalam gua Adulam. Walaupun waktu itu kekurangan benteng yang mengelilingi sebagai pelindung, juga kedengaran singa mengaum-aum namun dia percaya bahwa Allah pasti menjaganya lalu ia dipenuhi iman untuk bersaksi dan memuji Tuhan.

Kategori:
Nyanyian Abjad

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
a. Sama-sama adalah nyanyian abjad seperti fasal 9, 10, 25, 34, 37, 110-112, 119, 145
b. Nubuat di Mzm 34:21 telah tergenap pada diri Tuhan (Yoh 19:36)

Garis kasar:
I. Memuji Tuhan dengan segenap hati (2-4)

(1) Bertekad memuji Tuhan pada segala waktu (2-3)
~ Biarpun lancar atau tidak

(2) Menghendaki semua orang memashurkan Tuhan (4)

II. Menceritakan pengalaman dikaruniai (5-8)
(1) Aku telah mencari Tuhan (5)
~ Tuhan telah melepaskan aku dari segala kegentaran

(2) Aku pernah menunjukkan pandanganku kepada Tuhan (6)
~ Tidak akan malu tersipu-sipu

(3) Aku pernah berseru kepada Tuhan (7-8)
a. Menyelamatkan aku dari segala kesesakan
b. Malaikat Tuhan berkemah di sekelilingku

III. Menasihati orang sama-sama mengecapi anugerah keselamatan Tuhan (9-11)
1. Berbahagialah orang yang berlindung padaNya (9)
2. Tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia (10)
3. Setiap yang mencari Dia, tidak kekurangan sesuatupun yang baik (11)
~ Melebihi singa-singa muda

IV. Takut kepada Tuhan ialah rahsia utama dikaruniai (12-17)
(1) Kebaikan takut akan Tuhan (12-13)
a. Menikmati umur panjang
b. Menikmati yang baik

(2) Cara takut akan Tuhan (13-17)
a. Jagalah lidah
b. Jauhilah yang jahat
c. Carilah perdamaian

(3) Sebab -musabab takut Tuhan
a. Allah menjaga orang-orang benar
b. Allah mendengarkan orang-orang benar
c. Wajah Tuhan menentang orang-orang jahat
d. Allah melepaskan orang-orang benar
(1) Memandang berat akan hati yang patah dan jiwa yang remuk
(2) Banyak kemalangan, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu
(3) Melindungi segala tulangnya
e. Tuhan membebaskan jiwa
~ Tidak akan menanggung hukuman

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 33

Puji-pujian kepada Allah Israel (Mazmur 33:1-22)

1 Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN!
Sebab memuji-muji itu tidak layak bagi orang-orang jujur.

2 Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi,
bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!

3 Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru;
petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai!

4 Sebab firman TUHAN itu benar,
segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.

5 Ia senang kepada keadilan dan hukum,
bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.

6 Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan,
oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.

7 Ia mengumpulkan air laut seperti dalam bendungan,
Ia menaruh samudera raya ke dalam wadah.

8 Biarlah segenap bumi takut akan TUHAN,
biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia!

9 Sebab Dia berfirman, maka semuanya itu;
Dia memberi perintah, maka semuanya ada.

10 TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa;
Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa;

11 tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya,
rancangan hati-Nya turun-temurun.

12 Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN,
suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!

13 TUHAN memandang dari sorga,
Ia melihat semua anak manusia;

14 dari tempat kediaman-Nya Ia menilik
semua penduduk bumi.

15 Dia yang membentuk hati mereka sekalian
yang memperhatikan segala pekerjaan mereka.

16 Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa;
seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan.

17 Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan,
yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan.

18 Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia,
kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,

19 Untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut
dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

20 Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN.
Dialah penolong kita dan perisai kita!

21 Ya, kerana Dia hati kita bersukacita,
sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.

22 Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami,
seperti kami berharap kepada-Mu.

Tajuk: Bersorak-Sorailah Di Dalam Tuhan

Tema:
Setelah Daud sendiri beroleh kasih karunia Tuhan, ia memahami sedalam-dalamnya kekuatan kuasa Tuhan lalu menasihatkan orang agar takut akan Tuhan

Latar belakang:
a. Setelah menghabiskan peperangan melawan orang-orang Amon dan Aram dan terselamat, maka Daud pun bermazmur, bersorak-sorai memuji dan mengucap syukur kepada Tuhan (II Sam fasal 12

b. Fasal ini adalah ucapan yang disampaikan orang-orang benar. Siapa pula orang-orang benar …… yaitu setiap orang yang dilimpahi anugerah keselamatkan dan dosa diampuni lantas menyanyikan nyanyian puji-pujian.

c. Fasal ini menceritakan kekuatan kuasa penciptaan Tuhan dan keajaiban Dia berkuasa di atas seluruh semesta alam

Kategori:
Nyanyian ibadah

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
1. Bertemakan ibadah kepada Tuhan sama seperti fasal 21, 30, 47, 48, 63, 65-67, 84, 95, 96, 98, 100, 101, 111-113, 116, 117, 133, 134, 138, 144, 148, 150

2. Fasal ini berkaitan rapat dengan fasal 32, sebab Mzm 33:1 mengulangi semua Mzm 32:11 yaitu “Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam Tuhan!”. Ternyata kedua-dua fasal adalah saling berkaitan / bersambungan. Namun sifat kedua-dua fasal tidaklah sama. Fasal yang terdahulu adalah nyanyian menyesali dosa beroleh selamat di mana ia penuh dengan perasaan yang mengharukan. Menyusul seterusnya ialah fasal ini yang menyanyikan nyanyian gembira tentang penyelamatan dan menasihati serta mengajar orang-orang haruslah sujud menyembah Tuhan.

Garis kasar:
I. Bersorak- sorailah memuji Tuhan (1-3)

a. Sebab : Adalah sepatutnya dan layak bagi orang-orang yang dikaruniai untuk memuji Tuhan

b. Kelayakan : Hanya orang benar dan orang jujur yang tahu memuji-muji

c. Cara:
(1) Dengan suara (1)
(2) Dengan alat muzik (2)
(3) Di dalam roh (nyanyian baru) (3)

II. Mengapa perlu bersorak-sorai memuji Tuhan (4-11)
(1) Tuhan penuh kasih setia (4-5)
a. Firman Tuhan itu benar
b. Perbuatan Tuhan setia
c. Rancangan hati Tuhan adil

(2) Tuhan penuh kuasa (6-9)
a. Penciptaan langit dan segala tenteranya
b. Penciptaan air laut dan samudera raya
c. Berfirman maka semuanya jadi; memberi perintah maka semuanya ada
~ Takutlah akan Tuhan

(3) Tuhan penuh hikmat (10-11)
a. RancanganNya mengatasi segala bangsa
b. Rancangan hatiNya mengatasi suku-suku bangsa
~ Tak terbatasi maupun tertandingi

III. Bagaimana bersorak-sorai di dalam Tuhan (12-19)
1. Memandang utama pilihan Tuhan (12-15)
~ Tuhan menyelidiki sampai dasarnya

2. Berharap kepada kekuatan kuasa Tuhan (16-19)
~ Tidak bermegah atas kuda dan tentera

IV. Percaya kepada Tuhan dengan segenap hati (20-22)
a. Jiwa kita menanti-nanti
b. Hati kita bersukacita di dalam Dia
c. Hati kita berharap kepada kasih setia Tuhan

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 32

Kebahagiaan orang yang diampuni dosanya (Mazmur 32:1-11)

1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran.
Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya,
yang dosanya ditutupi!

2 Berbahagialah manusia,
yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN,
dan yang tidak berjiwa penipu!

3 Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu
kerana aku mengeluh sepanjang hari;

4 Sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat,
sumsumku menjadi kering,
seperti oleh teriknya musim panas.

5 Dosaku kuberitahukan kepada-Mu,
dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan;
aku berkata : “Aku akan mengaku kepada TUHAN
pelanggaran-pelanggaranku”
dan Engkau mengampuni kesalahan kerana dosaku.

6 Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu,
selagi Engkau dapat ditemui;
sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi,
itu tidak melandanya.

7 Engkaulah persembunyian bagiku,
terhadap kesesakan Engkau menjaga aku,
Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak.

8 Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu
jalan yang harus kautempuh;
Aku hendak memberi nasihat,
mata-Ku tertuju kepadamu.

9 Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal,
yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les
dan kekang,
kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.

10 Banyak kesakitan diderita orang fasik,
tetapi orang percaya kepada TUHAN
dikelilingi-Nya dengan kasih setia.

11 Bersukacitalah dalam TUHAN
dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar,
bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!

Tajuk:
Berkat telah tiba

Tema:
Berkat hanya diterima apabila seseorang bertobat, diampuni Tuhan dan mengorak langkah mengusahakan kemajuan.

Latar belakang:
1. Fasal nyanyian ini ditulis oleh Daud selepas satu setengah tahun dia berbuat dosa dan sewaktu dia insaf (II Sam 11, 12)

2. Kemungkinan dia menulis dahulu fasal 51, tidak lama kemudian baru dia menulis fasal ini, menceritakan pengalaman sebelum dan selepas bertobat. Oleh itu, isi kandungannya amat terperinci dan fasal ini bertujuan juga menjadi suatu amaran.

Kategori:
Nyanyian pujian peribadi, nyanyian penginsafan [nyanyian penyesalan dosa]

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
a. Adalah nyanyian menyesal akan dosa sendiri seperti fasal 6, 38, 39, 51, 102, 130, 143

b. Juga adalah nyanyian pengajaran sama seperti fasal 42, 44, 45, 52-55, 74, 78, 88, 89, 142

c. Pernah juga digunakan dalam kitab Roma fasal 4 dan kitab-kitab surat Paulus

Garis kasar:
~ Pembuka fasal ini : “Dari Daud Nyanyian Pengajaran”, tujuannya memberi amaran kepada manusia agar jangan berbuat dosa.

I. Sewaktu Allah tidak memperhitungkan itu sebagai dosa (1-2)
a. Diampuni pelanggarannya
b. Ditutup dosanya
c. Tidak berjiwa penipu

II. Sewaktu mengakui dosa sendiri (3-5)
1. Memberitahu kesiksaan di dalam dosa (3-4)
a. kesiksaan di dalam dosa (3-4)
~Tulang-tulang menjadi lesu dan mengeluh sepanjang hari

b. Bebanan dosa
~ Sum-sumku menjadi kering

2. Memberitahu dosa kejahatan sendiri (5)
~ Mendapat pengampunan

III. Memohon kepada Tuhan tepat waktunya (6-7)
(1) Selagi dia boleh ditemui (6)
a. Berdoa dan berseru dengan saleh
b. Selagi penghukuman belum datang
~ Sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melanda aku

(2) Bersembunyi di dalam tempat persembunyianNya (7)
a. Menjaga aku terhadap kesesakan
b. Mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak

IV. Sewaktu percaya dan taat kepada Tuhan (8-11)
(1) Menerima pengajaran, jalan dan nasihat (8)
~ Jalan yang harus ditempuh

(2) Tidak seperti kuda dan bagal yang tidak berakal (9)
~ Taat kepada Tuhan dengan hati yang rela

(3) Percayalah kepada Tuhan (10)
a. Tidak menderita kesakitan
b. Pasti dikelilingi kasih setia
c. Bersukacita dan bersorak-sorai

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 31

Aman dalam tangan Tuhan (Mazmur 31:1-25)

1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud.

2 Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung,
 janganlah sekali-kali aku mendapat malu.
Luputkanlah aku  oleh karena keadilan-Mu,

 3 sendengkanlah telinga-Mu kepadaku,
bersegeralah melepaskan aku!
Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan,
kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!

 4 Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku,
 dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan
membimbing aku. 

5 Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring
yang dipasang orang terhadap aku,
sebab Engkaulah tempat perlindunganku.
 
6 Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku;
 Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. 

7 Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala
 yang sia-sia,
tetapi aku percaya kepada TUHAN.

 8 Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu,
sebab Engkau telah menilik sengsaraku,
 telah memperhatikan kesesakan jiwaku,

 9 dan tidak menyerahkan  aku ke tangan musuh,
tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang.

10 Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; 
karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku.

11 Sebab hidupku habis dalam duka
dan tahun-tahun umurku dalam keluh kesah;
kekuatanku merosot karena sengsaraku,
dan tulang-tulangku menjadi lemah. 

 12 Di hadapan semua lawanku aku tercela, 
menakutkan bagi tetangga-tetanggaku, 
dan menjadi kekejutan bagi kenalan-kenalanku;
mereka yang melihat aku di jalan lari dari padaku.

13 Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati,
telah menjadi seperti barang yang pecah.

14 Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik,
-ada kegentaran dari segala pihak!  –
mereka bersama-sama bermufakat mencelakakan aku,
mereka bermaksud mencabut nyawaku. 

15 Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN,
aku berkata: “Engkaulah Allahku!” 

16 Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku
dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang
mengejar aku! 

17 Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu,
selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!

18 TUHAN, janganlah membiarkan aku mendapat malu, 
sebab aku berseru kepada-Mu;
biarlah orang-orang fasik mendapat malu
dan turun ke dunia orang mati dan bungkam.

 19 Biarlah bibir dusta menjadi kelu,
yang mencaci maki orang benar
dengan kecongkakan dan penghinaan!

 20 Alangkah limpahnya kebaikan-Mu
yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau,
yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu,
di hadapan manusia!

 21 Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu
terhadap persekongkolan orang-orang;
Engkau melindungi mereka dalam pondok
terhadap perbantahan lidah.

 22 Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya
ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib
pada waktu kesesakan!

23 Aku menyangka dalam kebingunganku:
“Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu.”
Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara
permohonanku,
ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong.

 24 Kasihilah TUHAN,
hai semua orang yang dikasihi-Nya!
TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan,
tetapi orang-orang yang berbuat congkak
diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.

25 Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu,
hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!

Tajuk:
Anugerah Keselamatan Yang Ajaib

Tema:
Walaupun jatuh ke dalam keadaan yang kelihatan seolah-olah langsung tiada kebangkitan semula, namun akhirnya berjaya juga diselamatkan kerana mengharapkan kasih setia Tuhan.

Latar belakang:
1. Fasal ini ditulis Daud samada sewaktu dianiayai Saul (I Sam 23, di Kehila), ataupun sewaktu pemberontakan Absalom (II Sam 15)

2. Ada sesetengah cendekiawan Alkitab berpendapat ayat 2-9 adalah ditulis Daud dan ayat 10-25 adalah ditulis Yeremia, sebabnya seperti berikut:
a. Citarasa / nada penyampaian ayat 2-4 fasal ini adalah bersamaan dengan kata pembuka fasal 71. Tambahannya, kitab Perjanjian Lama Septuagint bahasa Yunani jelas menyatakan itu ditulis oleh Daud. Justeru itu, ayat 2-9 fasal ini adalah merupakan hasil karangan Daud.

b. Ayat 14 fasal ini kalau dibandingkan dengan Yer 20:1-3, 10 yang mencatat tentang keadaan Yeremia dianiaya oleh Pasyhur, kepala rumah Tuhan waktu itu, kedua-dua catatannya sama sekali tiada perbezaan.

c. Nada penyampaian ayat 18 fasal ini sama juga seperti yang dicatatkan di Yer 20:11, 18

d. Ayat 21 yang dicatatkan dalam fasal ini sama juga dengan catatan Yer 36:26 berkenaan Yeremia dan Barukh disembunyikan Allah beberapa tahun lamanya

e. Catatan ayat 22 fasal ini sama dengan Yer 1:18

Kategori:
Nyanyian pujian peribadi (8, 9, 20-25)

Garis kasar:
I. Yang berlindung kepadaNya tidak akan kecewa (2-9)
(1) Allah ialah tempat perlindungan yang kukuh (2-5)
a. Selama-lamanya tidak mendapat malu
b. Penuh keadilan
c. Menuntun dan membimbing
d. Mengeluarkan dari jaring

(2) Kepada Tuhan aku serahkan jiwaku (6-9)
a. Kerana Allah setia, Dia membebaskan aku
b. Kerana Allah boleh dipercayai, Dia mengalahkan berhala yang sia-sia
c. Kerana Allah penyayang, Dia menilik sengsaraku
d. Kerana Allah menyelamatkan, aku tidak diserahkan ke dalam tangan musuh

II. Yang berlindung padaNya akan dikasihani (10-14)
(1) Sewaktu di dalam kesesakan (10-11)
a. Mengidaplah mataku
b. Merana jiwa dan tubuhku
c. Hidup habis dalam duka
d. Tahun-tahun umurku habis dalam keluh-kesah
e. Kekuatan merosot
f. Tulang-tulang menjadi lemah

(2) Sewaktu ditindas orang (12-13)
a. Lawanku mencela aku
b. Dicaci-maki tetangga-tetangga
c. Kenalan-kenalan meninggalkan aku
d. Hilang dari ingatan orang

(3) Sewaktu nyawa terancam (14)
a. banyak orang berbisik-bisik
b. Kegentaran dari segala pihak
c. Musuh bermufakat mencelakakan aku
d. Bermaksud mencabut nyawaku

(4) Tetapi aku, aku percaya kepada Tuhan (15)

III. Yang berlindung padaNya akan dipelihara (16-19)
~ Hal seumur hidup harus diserah ke dalam tanganNya
a. Hal seumur hidup harus diserah ke dalam tanganNya
b. Sinarilah dan selamatkan aku
c. Jangan membiarkan aku mendapat malu
d. Hentikan perkataan congkak musuh

IV. Yang berlindung padaNya memuji Dia (20-25)
(1) Alangkah limpahnya kebaikan Tuhan (20-21)
~ Allah ialah tempat naungan tersembunyi

(2) Kasih setia yang ajaib (22-23)
~ Allah ialah kota yang kuat

(3) Menjaga orang-orang setiawan (24-25)
a. Allah ada pembalasan yang adil
b. Allah menguat dan meneguhkan orang yang berharap kepadaNya

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 30

Nyanyian syukur kerana selamat dari bahaya (Maz 30:1-13)

1 Mazmur. Nyanyian untuk pentahbisan Bait Suci. Dari Daud.

2 Aku akan memuji Engkau, ya TUHAN,
sebab Engkau telah menarik aku ke atas,
dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku.

3 TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong,
dan Engkau telah menyembuhkan aku.

4 TUHAN, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati,
Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur.

5 Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya,
dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus!

6 Sebab sesaat saja Ia murka,
tetapi seumur hidup Ia murah hati;
sepanjang malam ada tangisan,
menjelang pagi terdengar sorak-sorai.

7 Dalam kesenanganku aku berkata:
“Aku takkan goyah untuk selama-lamanya!”

8 TUHAN, oleh kerana Engkau berkenan,
Engkau telah menempatkan aku di atas gunung yang kokoh;
ketika Engkau menyembunyikan wajah-Mu, aku terkejut.

9 Kepada-Mu, ya Tuhan, aku berseru,
dan kepada Tuhanku aku memohon;

10 “Apakah untungnya kalau darahku tertumpah,
kalau aku turun ke dalam lobang kubur?
dapatkah debu bersyukur kepada-Mu
dan memberitakan kesetiaan-Mu?

11 Dengarlah, Tuhan, dan kasihanilah aku,
TUHAN, jadilah penolongku!”

12 Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang
menari-nari,
kain kabungku telah Kaubuka,
pinggangku Kauikat dengan sukacita,

13 supaya jiwaku menyanyikan mazmur bagi-Mu
dan jangan berdiam diri.
TUHAN, Allahku, untuk selama-lamanya
aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.

Tajuk: Memuji Keselamatan Tuhan

Tema: Nyanyian pujian Daud memuji dan bersyukur kepada Tuhan yang melepaskannya dari maut.

Latar Belakang:
1. Mengikut catatan pembuka fasal ini, boleh diketahui nyanyian ini ditulis Daud pada waktu pentahbisan Bait Suci. Kalau merujuk kepada peristiwanya, tidak mungkin Daud ada melibatkan diri di dalam pentahbisan Bait Suci. Perkataan ‘Bait Suci’ di dalam bahasa asalnya tidaklah berapa jelas maksudnya. ‘Bait’ kemungkinan ditujukan kepada Bait Suci ataupun rumah istana Daud. Tambahannya dalam bahasa asal perkataan yang digunakan ialah ‘rumah’ bukan ‘bait’. Ada sesetengah pihak berpendapat sewaktu Daud menghitungkan jumlah umat, dia tidak mempersembahkan perak korban penghapus dosa seperti yang telah ditetapkan (30:11-16; II Raj 24) lalu Allah menurunkan bencana di dalam kemurkaan. Kemudian Daud telah membelikan tempat pengirikan Arauna orang Yebus itu, dan mendirikan mezbah, mempersembahkan korban kepada Tuhan lalu Allah menghentikan penyakit sampar. Dari itu Daud menuliskan nyanyian ini mengucap syukur kepada Tuhan dan kemudiannya nyanyian ini turut dinyanyikan di dalam upacara pentahbisan Bait Suci (sila baca Mzm 24).

2. Meninjau isi kandungannya, ini merupakan suatu nyanyian kesyukuran yang ditulis Daud setelah dia mengalami penyiksaan yang umpama membawa maut dan bersyukur kerana anugerah besar Tuhan yang menyelamatkannya dari maut dan dunia orang mati.

Kategori:
Fasal ini tergolong sebagai nyanyian pujian peribadi

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
1. sama adalah seperti fasal 3, 7, 18, 34, 51, 52, 54, 56, 57, 59, 60, 63
2. Ayat 4 dan fasal 16 ayat 10 (Kis 2:27) adalah ayat-ayat suci yang berkaitan, yaitu bernubuat tentang Mesias.
3. Sesaat saja Allah murka tetapi seumur hidup Ia murah hati, ini adalah serba bersamaan dengan ajaran Tuhan (Yoh 14:27; 16:20, 22, 33)

Garis kasar:
I. Pengistiharan puji-pujian (2-4)
~ Aku mau memuji Engkau

(1) Engkau telah menaikkan aku ke atas
~Tidak memberi musuh-musuhku bersukacita

(2) Engkau telah menyembuhkan aku
~ Sewaktu aku berteriak meminta tolong

(3) Engkau telah menyelamat-hidupkan aku
~ Sewaktu aku di dunia orang mati

II. Huraian puji-pujian (5-6)
~ Segenap bangsa harus memuji Tuhan

(1) NamaMu diperingati
~Sama-sama memuji nama KudusNya

(2) Seumur hidup Ia murah hati
~ MurkaNya sesaat sahaja

(3) Dia memberi sukacita
~ Kesedihan dan kedukaan hanya seketika, sementara dan singkat

III. Motif puji-pujian (7-12)
~ Memuji anugerah keselamatan Tuhan

(1) Kerana aku bermegah diri maka Allah menyembunyikan wajah
a. Sewaktu kesenangan, menganggap diri sendiri selamanya tidak akan goyah
b. Sewaktu kesenangan, menganggap diri sendiri selamanya tidak akan goyah

(2) Kerana aku berseru, maka Tuhan mendengar
a. Hati memohon dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan

b. Berharap dapat memasyhurkan Tuhan
~ Sesudah turun ke lubang kubur, apakah dapat menceritakan kesetiaan Tuhan

c. Memohon Tuhan menjawab aku
~ Kasihani dan menolong

d. Allah telah mendengar aku
~ Ratapan menjadi sukacita

IV. Aspirasi puji-pujian (13)
~ Bertekad menyanyi memuji Tuhan
a. Menyanyi di dalam ketulusan
b. Berterusan untuk selama-lamanya

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 29

Kebesaran Allah dalam badai (Mazmur 29:1-11)

1 Mazmur Daud.
Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi,
kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!

2 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya,
sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan!

3 Suara TUHAN di atas air,
Allah yang mulia mengguntur,
TUHAN di atas air yang besar.

4 Suara TUHAN penuh kekuatan,
suara TUHAN penuh semarak.

5 Suara TUHAN mematahkan pohon aras,
bahkan, TUHAN menumbangkan pohon aras Libanon.

6 Ia membuat gunung Libanon melompat-lompat seperti anak lembu.
dan gunung Siryon seperti anak banteng.

7 Suara TUHAN menyemburkan nyala api.

8 Suara TUHAN membuat padang gurun gemetar,
TUHAN membuat padang gurun Kadesh gementar.

9 Suara TUHAN membuat beranak rusa betina yang mengandung,
bahkan, hutan digundulinya;
dan di dalam bait-Nya setiap orang berseru: “Hormat!”

10 TUHAN bersemayam di atas air bah,
TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.

11 TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya,
TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera.

Tajuk:
Memuji Keperkasaan Tuhan

Tema:
Memuji kebesaran kemuliaan kekuatan Tuhan tatkala melihat kilat, guntur dan hujan.

Latar belakang:
1. Ada orang beranggapan fasal ini ditulis oleh Daud mengucap syukur apabila Tuhan menurunkan hujan setelah kemarau selama tiga tahun (Mzm 21:2-11)

2. Ada orang beranggapan fasal ini ditulis oleh Daud mengucap syukur apabila Tuhan menurunkan hujan setelah kemarau selama tiga tahun (Mzm 21:2-11)

3. Memandangkan kedua-dua pandangan di atas kekurangan bukti yang kukuh, justeru itu kita tidak dapat pastikan fasal ini adalah hasil tulisan mana-mana waktu. Namun yang kita boleh pastikan ialah fasal ini adalah pengarangan Daud. Merujuk kepada isi kandungan fasal ini, kita boleh ketahui, sewaktu Daud melihat alam semulajadi, keperkasaan dan kedahsyatan Tuhan dimanifestasikan di dalam guruh, kilat, hujan dan badai. Dari itu lahir perasaan takut akan Tuhan. Ini merupakan sebuah karangan nyanyian terindah yang menghuraikan keperkasaan Tuhan melalui alam semulajadi.

Kategori:
Fasal ini tergolong sebagai nyanyian naratif memuji dan memasyuhurkan keagungan kekuasaan Tuhan.

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
1. Menggunakan suara guntur dan badai hujan menggambarkan suara kewibawaan Tuhan, sama seperti bunyi guruh di kitab Wahyu (Why 10:3). Sama seperti gambaran yang dicatatkan dalam kitab Ayub (37:4, 5)

2. Sama dengan fasal 8, 65, 104, 147 dan 148 yang tergolong sebagai nyanyian beralunan dengan keajaiban ciptaan semulajadi Tuhan.

3. Alkitab juga banyak kali menggunakan suara guruh untuk melambangkan penghakiman Kristus pada hari penghakiman (Yoh 12:28-31; Why 10:1-6, 16; Kel 19:16; Luk 17:24; Yes 2:11-14)

Garis kasar:
Pembuka fasal ini ‘Mazmur Daud’

I. Marilah sama-sama memuji Tuhan (1-2)
(1) Penghuni sorgawi Tuhan
~ Mengingatkan kesemua malaikat di Sorga
a. Empunyakan kemuliaan dan kekuatan kepada Allah
b. Hanyalah Tuhan yang layak

(2) Sujudlah kepada Tuhan
~ Berhiaskan kekudusan

II. Memuji keperkasaan semarak Tuhan (3-9)
1. Allah mengguntur
(1) Bunyi guruh menggoncangkan langit dan bumi (3-4)
~ Di atas air dan air yang besar ditujukan kepada hujan salju dari langit (Mzm 18:12)

(2) Kilat menyambar setiap perusuk padang gurun (5-9)
a) Bunyi guruh menggoncangkan sebelah utara (5-7) :
Menghapuskan setiap keangkuhan dan ketinggian hati

b) Bunyi guruh menggoncangkan sebelah selatan (8-9) :
Menghapuskan kemegahan manusia [umpama rusa melompat-lompat]

2. Sama-sama memuji kemuliaan Tuhan
~ Setiap yang di dalam Bait Tuhan memuji kekuasaan penghakiman Tuhan

III. Percaya dengan yakin bahwa Allah pasti berkati (10-11)
~ Roh Kudus mengingatkan semua orang yang dikarunia untuk diselamatkan

1. Allah bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya
~ Air bah sama dahsyatnya dengan badai, hujan , kilat dan guruh

2. Allah pasti memberi kekuatan
~ Allah boleh dipercayai

3. Allah memberi damai sejahtera
~ Allah boleh didekati