Views: 116
Kebesaran Allah dalam badai (Mazmur 29:1-11)
1 Mazmur Daud.
Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi,
kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!
2 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya,
sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan!
3 Suara TUHAN di atas air,
Allah yang mulia mengguntur,
TUHAN di atas air yang besar.
4 Suara TUHAN penuh kekuatan,
suara TUHAN penuh semarak.
5 Suara TUHAN mematahkan pohon aras,
bahkan, TUHAN menumbangkan pohon aras Libanon.
6 Ia membuat gunung Libanon melompat-lompat seperti anak lembu.
dan gunung Siryon seperti anak banteng.
7 Suara TUHAN menyemburkan nyala api.
8 Suara TUHAN membuat padang gurun gemetar,
TUHAN membuat padang gurun Kadesh gementar.
9 Suara TUHAN membuat beranak rusa betina yang mengandung,
bahkan, hutan digundulinya;
dan di dalam bait-Nya setiap orang berseru: “Hormat!”
10 TUHAN bersemayam di atas air bah,
TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.
11 TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya,
TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera.
Tajuk:
Memuji Keperkasaan Tuhan
Tema:
Memuji kebesaran kemuliaan kekuatan Tuhan tatkala melihat kilat, guntur dan hujan.
Latar belakang:
1. Ada orang beranggapan fasal ini ditulis oleh Daud mengucap syukur apabila Tuhan menurunkan hujan setelah kemarau selama tiga tahun (Mzm 21:2-11)
2. Ada orang beranggapan fasal ini ditulis oleh Daud mengucap syukur apabila Tuhan menurunkan hujan setelah kemarau selama tiga tahun (Mzm 21:2-11)
3. Memandangkan kedua-dua pandangan di atas kekurangan bukti yang kukuh, justeru itu kita tidak dapat pastikan fasal ini adalah hasil tulisan mana-mana waktu. Namun yang kita boleh pastikan ialah fasal ini adalah pengarangan Daud. Merujuk kepada isi kandungan fasal ini, kita boleh ketahui, sewaktu Daud melihat alam semulajadi, keperkasaan dan kedahsyatan Tuhan dimanifestasikan di dalam guruh, kilat, hujan dan badai. Dari itu lahir perasaan takut akan Tuhan. Ini merupakan sebuah karangan nyanyian terindah yang menghuraikan keperkasaan Tuhan melalui alam semulajadi.
Kategori:
Fasal ini tergolong sebagai nyanyian naratif memuji dan memasyuhurkan keagungan kekuasaan Tuhan.
Hubungan dengan gulungan kitab lain:
1. Menggunakan suara guntur dan badai hujan menggambarkan suara kewibawaan Tuhan, sama seperti bunyi guruh di kitab Wahyu (Why 10:3). Sama seperti gambaran yang dicatatkan dalam kitab Ayub (37:4, 5)
2. Sama dengan fasal 8, 65, 104, 147 dan 148 yang tergolong sebagai nyanyian beralunan dengan keajaiban ciptaan semulajadi Tuhan.
3. Alkitab juga banyak kali menggunakan suara guruh untuk melambangkan penghakiman Kristus pada hari penghakiman (Yoh 12:28-31; Why 10:1-6, 16; Kel 19:16; Luk 17:24; Yes 2:11-14)
Garis kasar:
Pembuka fasal ini ‘Mazmur Daud’
I. Marilah sama-sama memuji Tuhan (1-2)
(1) Penghuni sorgawi Tuhan
~ Mengingatkan kesemua malaikat di Sorga
a. Empunyakan kemuliaan dan kekuatan kepada Allah
b. Hanyalah Tuhan yang layak
(2) Sujudlah kepada Tuhan
~ Berhiaskan kekudusan
II. Memuji keperkasaan semarak Tuhan (3-9)
1. Allah mengguntur
(1) Bunyi guruh menggoncangkan langit dan bumi (3-4)
~ Di atas air dan air yang besar ditujukan kepada hujan salju dari langit (Mzm 18:12)
(2) Kilat menyambar setiap perusuk padang gurun (5-9)
a) Bunyi guruh menggoncangkan sebelah utara (5-7) :
Menghapuskan setiap keangkuhan dan ketinggian hati
b) Bunyi guruh menggoncangkan sebelah selatan (8-9) :
Menghapuskan kemegahan manusia [umpama rusa melompat-lompat]
2. Sama-sama memuji kemuliaan Tuhan
~ Setiap yang di dalam Bait Tuhan memuji kekuasaan penghakiman Tuhan
III. Percaya dengan yakin bahwa Allah pasti berkati (10-11)
~ Roh Kudus mengingatkan semua orang yang dikarunia untuk diselamatkan
1. Allah bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya
~ Air bah sama dahsyatnya dengan badai, hujan , kilat dan guruh
2. Allah pasti memberi kekuatan
~ Allah boleh dipercayai
3. Allah memberi damai sejahtera
~ Allah boleh didekati
