Views: 68

Kefasikan orang berdosa dan kasih setia Allah (Mazmur 36:1-13)

1 Untuk pemimpin biduan. Dari hamba TUHAN, dari Daud.

2 Dosa bertutur di lubuk hati orang fasik;
rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu,

3 sebab ia membujuk dirinya,
sampai orang mendapati kesalahannya dan membencinya.

4 Perkataan dari mulutnya ialah kejahatan dan tipu daya,
ia berhenti berlaku bijaksana dan berbuat baik.

5 Kejahatan dirancangkannya di tempat tidurnya,
ia menempatkan dirinya di jalan yang tidak baik;
apa yang jahat tidak ditolaknya.

6 Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit,
setia-Mu sampai ke awan.

7 Keadilan-Mu adalah seperti gunung-gunung Allah,
hukum-Mu bagaikan samudera raya yang hebat.
Manusia dan hewa Kauselamatkan, ya TUHAN.

8 Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah!
Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu.

9 Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu;
Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.

10 Sebab pada-Mu ada sumber hayat,
di dalam terang-Mu kami melihat terang.

11 Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau,
dan keadilan-Mu bagi orang yang tulus hati!

12 Janganlah kiranya kaki orang-orang congkak menginjak aku,
dan tangan orang fasik mengusir aku.

13 Lihat, orang-orang yang melakukan kejahatan itu jatuh;
mereka dibanting dan tidak dapat bangun lagi.

Tajuk:
Betapa berharganya kasih setia Tuhan

Tema:
Melihat betapa bernilainya kasih setia asal pemikiran-pemikiran orang-orang fasik

Latar belakang:
Mazmur yang dikarang Daud dan pemimpin biduan untuk dinyanyikan dalam waktu ibadah Bait Suci. Daud telah membuat perbandingan di antara konsep orang-orang jahat terhadap Allah. Dengan hubungan dia sendiri dengan Tuhan, di mana ianya memanifestasikan betapa besarnya berkat menjadi seorang hamba Tuhan. Bagi orang-orang fasik, mereka berani berbuat dosa disebabkan tidak takut akan Tuhan dan menyangka pandangan melihat segala ciptaan Tuhan. Dari satu segi ia memuji memasyhurkan kasih setia dan kekuatan kuasa Tuhan. Dari segi yang lain melihat juga orang-orang fasik yang berbuat jahat.

Kategori:
Tergolong sebagai nyanyian sistematik yang menunjukkan kerinduan dan mencintai Bait Suci dan aturcara ibadah.

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
Berkaitan dengan 35:27, memandangkan Allah berkenan manusia menerima damai sejahtera dan sama kategorinya dengan fasal 23, 42, 43, 65, 73, 84, 100, 134

Garis kasar:
(I) Kedahsyatan dosa (2-5)

1. Dosa di dalam lubuk hati (2-3)
a. Dosa bertutur di lubuk hatinya
b. Rasa takut pada Allah tidak ada padanya

(2) Dosa di mulut (4)
a. Perkataannya ialah kejahatan dan tipu daya
b. Berhenti berlaku bijaksana dan berbuat baik

(3) Dosa pada tangan (5)
a. Kejahatan dirancangkannya di tempat tidurnya
b. Kejahatan dilakukan pada siang hari
c. Asyik berkompromi dengan kejahatan

(II) Kebaikan tak terhingga Allah (6-7)
a. kasih sampai ke langit
b. setiap sampai ke awan
c. Keadilan seperti gunung-gunung
d. Hukum bagaikan samudera raya yang hebat
~ Manusia dan hewan diselamatkan

(III) Tempat perlindungan orang-orang benar (8-10)
1. Ada damai sejahtera
~ Kasih setia Allah adalah perlindungan yang terbaik

2. Akan dikenyangkan
~ Menikmati lemak di rumah Tuhan

3. Ada sukacita
~ Minum dari sungai kegirangan

4. Ada hidup kekal
~ padaMu ada sumber hayat

5. Ada terang
~ Di dalam terangMu

(IV) Doa orang benar (11-13)
1. Semoga orang benar akan menang
a. Semoga Tuhan melanjutkan kasih setia kepada orang yang mengenal
b. Berlaku adil ke atas orang-orang yang tulus hati

2. Semoga orang-orang jahat gagal dan binasa
a. Tidak membenarkan orang-orang congkak menginjak
b. Tidak membenarkan orang-orang fasik mengusir
c. BIarlah orang-orang yang melakukan kejahatan itu jatuh dan tidak bangun lagi.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *