62. Berhikmat Dan Bodoh
|

62. Berhikmat Dan Bodoh

Manusia beranggapan bahawa yang berhikmat belum tentu adalah orang pandai semua;  Dan beranggapan pula bahawa yang bodoh juga belum tentu orang yang bodoh semuanya.

Sebenarnya, siapakah yang berhikmat dan siapakah yang bodoh?

Baiklah kita bahas menurut Alkitab.

I.       DARI SEGI MENYEMBAH KEPADA ALLAH

1.      Bagi orang yang mengenal akan Allah serta berbakti kepadaNya adalah orang yang berhikmat/pandai (Ams 9 : 10;  Ayb 28 : 28).

2.      Bagi Atheisme atau penyembah allah palsu adalah orang bodoh (Mzm 14 : 1;  Rm 1 : 21-23).

II.     DARI SEGI KEPERCAYAAN

1.      Bagi yang rajin dan berjaga-jaga adalah orang berhikmat/pandai (Mat 25 : 4;  Why 16 : 15;  Why 3 : 19).

2.      Bagi yang dingin dan tidak bersiap-siap adalah orang yang bodoh (Mat 25 : 3;  Why 3 : 15-16).

III.    DARI SEGI PERBUATAN

1.      Yang dapat mendengarkan Firman serta melaksanakannya adalah orang yang berhikmat/pandai (Mat 7 : 24-25;  Mzm 111 : 10;  Mat 7 : 21).

2.      Yang tidak mendengarkan serta tidak melaksanakannya adalah orang bodoh (Mat 7 : 26-27;  Yes 32 : 6;  Hos 4 : 6).

IV.    DARI SEGI PERSEMBAHAN

1.      Bagi yang mempersembahkan dengan sukarela adalah orang yang pandai (Luk 16 : 8-9;  Mat 6 : 20-21;  1 Tim 6 : 17-19;  2 Kor 9 : 7).

2.      Hanya mementingkan kesenangan sendiri dan tidak mempersembahkan adalah orang bodoh (Luk 12 : 16-21;  16 : 19-31;  Pkh 5 : 13-17).

V.     DARI SEGI PEKERJAAN KUDUS

1.      Bagi yang rajin bekerja adalah orang pandai (Luk 12 : 42-44;  22 : 28-30;  Mat 25 : 16-17, 20-23;  1 Kor 15 : 53).

2.      Bagi orang yang malas bekerja adalah orang bodoh (Luk 12 : 45-47;  Mat 25 : 26-30).

KESIMPULAN :

Hendaklah menjadi Rohaniawan yang berhikmat (Ef 5 : 15-17;  Ams 9 : 6).

22. Hikmat Tentang Semut
|

22. Hikmat Tentang Semut

Ams 6 : 6-11 : Menerangkan inti dari erti ayat tersebut terdapat pula pada (Ams 30 : 24-25).

Tidak hanya pada semut, namun terhadap segala binatang ciptaan Allah, apabila diperhatikan dengan teliti, semuanya terdapat pengajaran yang baik (Ayb 12 : 7-8).

Apabila manusia tidak diajar, maka tidak dapat sefaham dengan binatang hasil yang tidak berjiwa itu.  Manusia melihat semut dapat memperoleh hikmat, ada beberapa macam pengajaran yang dapat dipelajari :

I.       SANGAT RAJIN

Semut seringkali berjalan-jalan, bekerja dengan semangat untuk mencari makanan, apabila manusia malas dan tidak mahu bekerja, pasti tidak akan memperoleh makanan, juga tidak akan mudah mendapat makanan dari milik orang lain (2 Tes 3 : 10-12).

1.      Tuhan Yesus rajin bakerja sebagai teladan (Yoh 5 : 17).

Tidak hanya tugas kudus dalam pemberitaan Injil, terhadap tugas dalam dunia pun, sejak masih kecil sudah membantu Yusuf sebagai tukang kayu (Mrk 6 : 3).

2.      Musa memimpin bangsa Israel melalui padang gurun selama 40 tahun, telah memimpin 2 juta orang, pasti sangat sibuk, bahkan telah menulis 5 Kitab Musa.

Penguraian dalam Kitab Ulangan sampai matinya, ia tidak beristirehat (Ul 33, 34).

3.      Pekerjaan Paulus (Kis 20 : 24, 27, 31).

Di dalam penjara ia telah menulis 5 buah surat Kiriman untuk jemaatnya.

  • Terhadap tugas jasmani dan rohani ini, apabila kita rajin seperti ini, maka tidak lebih daripada semut.

II.     MENYEDIAKAN MAKANAN UNTUK MASA AKAN DATANG

Pada musim kemarau, ketika makanan berlimpah, maka semut mencari makanan terus menerus, untuk dikumpulkan dan ditimbun sebagai persediaan untuk digunakan saat kekurangan makanan pada musim dingin;  Kita sebagai umat Kristian, harus menyediakan makanan Rohani seperti ini.

  • Sekarang adalah tugas Gereja Benar pada zaman hujan akhir Roh Kudus, iaitu saat makanan Rohani berlimpah, hendaklah Injil Kebenaran dengan segala kekayaannya diam di dalam hati (Kol 3 : 16).

Bersiap-siap apabila kelak mengalami penganiayaan, ketika tidak dapat memajukan pekerjaan kudus, maka barulah dapat dihadapi dengan kekuatan rohani tersebut.  Ketika Yusuf di Mesir, dalam masa tahun kelimpahan, telah menimbun makanan yang sangat banyak, untuk persiapan dalam tahun-tahun kelaparan yang akan datang itu.  Iaitu memberikan teladan kepada kita terhadap Inji ini (Kej 41 : 42-49).

III.    TIDAK EGOIS

Setelah semut menemukan makanan, lalu mengumpulkan teman sejenisnya, dan tidak dimakan sendiri, yakni binatang yang tulus;  Dalam huruf Tionghua ditulis sebagai jenis serangga yang tulus.

  • Tuhan mengajarkan : “Memperoleh dengan cuma-cuma, kerana itu berikanlah pula dengan cuma-cuma” (Mat 10 : 8).

Apabila melakukannya demikian, barulah disebut Kasih;  Barangsiapa mempunyai harta namun tidak memberi kepada orang lain, bagaimanakah Kasih Allah dapat ada di dalam dirinya (1 Yoh 3 : 17;  Yak 2 : 15-17).

  • Ketika Elisa sedang lapar dan orang lain memberikan 20 roti jelai kepadanya, maka ia segera membagikan kepada orang banyak (2 Raj 4 : 42-44).
  • Anak kecil mempersembahkan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan yang ada serta dibagikan oleh Yesus kepada orang banyak, iaitu mempunyai semangat seperti semut.

IV.    SEHATI BERGOTONG ROYONG

Meskipun semut bertubuh kecil, sering kali barang yang lebih besar beberapa puluh kali lipat dari dirinya, dapat digotong hingga sampai ke dalam lobang, iaitu kerana mereka bergotong royong.

Apabila kita dalam segala perkara dapat sehati bekerja sama, maka pasti dapat menyelesaikan tugas yang besar serta sulit, ketika umat Israel menyerang kota Yerikho (Yos 6).

Pekerjaan pada zaman Nehemia untuk memperbaiki bangunan kota Yerusalem, semuanya adalah teladan yang sangat baik.  Kita harus mempunyai semangat bergotong royong dalam melakukan tugas besar seperti semut, dalam melakukan tugas Kudus bagi gereja, sehati sejiwa untuk berjuang (Flp 1 : 27).

V.     MENGETAHUI KESUSAHAN AKAN DATANG, LALU PINDAH TEMPAT UNTUK MENGHINDARINYA

Kita sering melihat, beberapa hari sebelum banjir datang, maka semut dengan bergerombol memindahkan makanannya ke tempat yang tinggi, sungguh merupakan suatu hikmat yang sangat baik.

Pada akhir zaman ini dimana malapetaka akan segera tiba, dan setelah kita melihat Alkitab, maka kita sudah memahaminya;  Bukankah kita segera untuk menghindarinya atau tetap mengasihi dunia seperti Lot?  Pengajaran tentang ayat Kebenaran ini tidak sedikit, apabila membaca beberapa bagian selanjutnya, maka akan lebih mengerti lagi (Kej 19 : 12-19;  Mat 24 : 16-19;  Why 18 : 4;  Yes 51 : 6;  Luk 21 : 29-36).

  • Mempelajari pengajaran tentang semut yang kecil itu, sesungguhnya sangat penting sekali, Kita sebagai manusia jangan sampai kalah dengan bangsa serangga yang sangat kecil itu.

 

Hikmat Dan Tumbesaran Fizikal
| | |

Hikmat Dan Tumbesaran Fizikal

Hikmat Dan Tumbesaran Fizikal

[Cher Fu Min]

Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besarNya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia (Luk 2:52)

[1]   Penambahan Hikmat

i. Carilah hikmat (Pkh 7:25)

Hikmat yang terutama (Ams 4:5-9; Pkh 7:11-12)

Hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya (Mat 11:19; I Kor 2:15)

Hikmat dikaruniakan Allah (Yak 1:5; I Raj 4:29-34)

ii. Tambahkan hikmat (Luk 2:40, 47)

Belajar mengenal Kitab Suci semenjak kecil (II Tim 3:14-17)

Sambil mendengar sambil mengajukan pertanyaan (Luk 2:46)

Hendaklah ingatkan di dalam hati (Kel 3:16; Mzm 119:9-11, 97-100)

Δ        Hikmat yang terbesar ialah memahami akan kehendak Tuhan (Ef 5:15-17; Kol 4:5)

[2]   Bertambah Besar

i. Tumbesaran fizikal membesar selaras dengan peningkatan usia

Tumbesaran fizikal adalah berdasarkan corak kehidupan yang berdisiplin, zat makanan yang mencukupi dan latihan senaman (III Yoh 2)

Kesihatan baik adalah kekayaan terbesar dan dasar segala kejayaan

Anak-anak muda yang kuat ialah kemuliaan (Ams 20:29)

ii. Tumbesaran rohani

Dari kecil sampai menjadi matang (I Kor 3:1-2; 13:11)

Dari minum susu sampai memakan makanan keras (Ibr 5:12-14)

Dari asas-asas pertama sampai kepada perkembangan penuh (Ibr 6:1)

Δ        Mencapai kedewasaan penuh dengan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus (Ef 4:13-16)

[3]   Makin Dikasihi Allah

i. Yang tidak disukai Allah

Hal yang dibenci Allah (Ams 6:16-18)

Hal yang tidak berkenan pada Allah (I Kor 10:5-11)

Yang pada akhirnya menjadi binasa (Ibr 10:38-39)

ii. Yang disukai Allah

Kasih karunia Allah ada padaNya (Luk 2:40)

Makin membesar di hadapan Tuhan (I Sam 2:21, 26)

Hidup bergaul dengan Allah (Mi 6:8)

Δ        Tetapkan arah azam, mendapat kesukaan Allah (II Kor 5:9-10)

[4]   Makin Dikasihi Manusia

i. Tinggal bersama-sama dengan rukun (Luk 2:44; Mzm 133:1)

Jauhi yang jahat dan lakukan yang baik; carilah perdamaian (Mzm 34:15)

Jadi seorang pendamai (Mzm 37:37; Ams 12:20; 16:7)

Berusaha dengan sungguh-sungguh berdamai dengan orang (Rm 12:17-21)

ii. Disukai semua orang (Kis 2:47)

Jadilah terang jadilah garam (Mat 5:13-16; Kol 4:6)

Berlaku ramah terhadap orang lain (II Tim 2:24-26; II Kor 10:1)

Memancarkan firman kehidupan (Flp 2:14-16; I Ptr 2:12)

Δ        Bangunkan orang-orang lain dalam segala hal (I Kor 10:23, 24, 33; 8:1)

Penutup

  1. Bertumbuh dalam karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan (II Ptr 3:18)
  2. Semoga engkau baik-baik dan sihat-sihat sahaja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik sahaja. Sebab aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang, dan memberi kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran. Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran (III Yoh 2-4)

 

Perihal Hikmat
| | |

Perihal Hikmat

Perihal Hikmat

[Chen Wan Fa]

Prakata

Hikmat melebihi emas, perak dan permata (Ams 3:13-15); namun hikmat ada juga yang benar dan palsu. Dasar buktinya seperti berikut (Yak 3:13-18):

[1]      Hikmat Benar – Hikmat Yang Dari Atas (17)

  1. Pertama-tama murni (17)
  2. Selanjutnya pendamai (17)
  3. Peramah, penurut (17)
  4. Penuh belas kasihan (17)
  5. Buah-buah yang baik (17)
  6. Tidak memihak (17)
  7. Tidak munafik (17)

¨       Gamaliel dan Gideon memiliki hikmat yang benar (Kis 5:33-40; Hak 8:1-3)

[2]      Hikmat Palsu – Bukan Hikmat Yang Datang Dari Atas (15)

  1. Dari dunia (15)
  2. Dari nafsu manusia (15)
  3. Dari setan-setan (15)
  4. Ada iri hati (16)
  5. Mementingkan diri sendiri (16)
  6. Ada kekacauan (16)
  7. Segala macam perbuatan jahat (16)

¨       Seperti jemaat Korintus (I Kor 1:10-11; 3:1-3)

[3]     Perolehilah Hikmat Benar

  1. Takutlah akan Allah (Ams 9:10)
  2. Terimakanlah anugerah keselamatan Allah
  3. Mintalah dari Allah (1:5)

Penutup

Hikmat benar memuliakan Allah memanfaatkan manusia manakala hikmat palsu melukai diri dan mencelakakan orang lain. Mohon bertanya, hikmat padamu adalah hikmat jenis mana?

Kajian Kitab Amsal : Allah & Manusia
|

Kajian Kitab Amsal : Allah & Manusia

Unit Empat: ALLAH DAN MANUSIA

[1] Di hadiratNya manusia adalah berdosa (20.9).

[2] Tuhan membalas manusia menurut perbuatan kerjaNya (24.11,12).

[3] Takut akan Tuhan (2.5; 9.10) adalah berkaitan dengan pengetahuan seseorang terhadap Dia (1.7).

[4] Dalam segala lakumu, mesti percaya dan bersandar kepada Tuhan (3.5,7) – akuilah dan ketahuilah, ikutilah, dll. kepada pimpinan ilahi yang bersesuaian dengan rencana manusia tetapi tertakluk kepada Ya atau Tidak dari Tuhan (19.21).

Unit Lima: ASPEK-ASPEK HIKMAT

  • Arahan atau latihan (1.2a, 3a).
  • Kefahaman atau panca indera (1.2b; 2.2).
  • Pengurusan secara bijak (1.3a; 10.5; 12.8).
  • Kepintaran dan kebijaksanaan (1.4b; 1.5; 22.3).
  • Pengetahuan dan pembelajaran (1.5; 2.1-5; 3.6).

Unit Enam: PENCAPAIAN HIKMAT

Hikmat adalah untuk setiap orang yang mengingininya. Ianya sama nilai seperti karaktor. Dan ianya harus dikumpulkan dan disimpan untuk yang lurus dan jujur, untuk orang-orang mulia, untuk orang-orang kudus (2.7-9).

Hikmat datang daripada wahyu dan ilham (2.6; 30.4-6) juga datang dari kemuridan (‘discipleship’) dan disiplin (2.6; 2.4; 2.5); ianya akan melahirkan pertobatan — berbalik daripada kejahatan (9.10; 8.13; 3.7b); mendatangkan kesetiaan dan kasih sayang untuk kehidupannya (8.34f; 9.5,6) dan rela dididik disampai pada kesudahannya (9.9), terbuka kepada perintah-perintah Tuhan (10.8) dan hajaran (3.11f) serta kepada nasihat dan kritikan manusia (13.10; 17.10).

Unit Tujuh: SI BODOH – SUATU DOSA DI HADIRAT TUHAN

[1] Teks yang utama berkenaan si-Pandir ialah Ams fasal 7; kata kerjanya yang asal membentuk perkataan ‘memperbodohkan’ ialah untuk ‘memperdayakan’ atau ‘menggoda’. Di ayat 1.10 Si-Pandir adalah orang yang terlalu senang diperdaya, tertipu dan bersikap bodoh. Dia seorang yang naif (14.15; 22.3) dan tidak bertanggung (1.32). Dia adalah pemalas dan malas berfikir, dan kemungkinan ia memerlukan alat bantu pandang-dengar untuk mentobatkannya (19.25). Ia tidak mempunyai kestabilan (1.22-32) dan hanya gemar bersuka-ria dan mengejar kesia-siaan (12.11).

[2] Si bodoh – kesil (tiga istilah yang paling lazim digunakan: kesil, ewil dan nabal; ianya muncul sebanyak 50 kali). Ia tidak mempunyai kesabaran dalam mencarikan hikmat, juga tidak menumpukan perhatian atasnya (17.24; 17.16). Masalahnya ialah dasar rohaninya dan bukan dasar mental. Ia suka mengulang-ulang perbuatan bodohnya (26.11) dan lebih suka kepada ilusi-ilusi keselesaan (14.8). Dia menolak perasaan takut akan Tuhan (1.29). Di masyarakat ia merupakan gejala ancaman: tidak mempunyai pertuturan kata-kata yang wajar atau berakal (14.7; 17.12; 8.6; 10.23; 29.11).`ewil (19 kali) kebebalan dan kedegilan; sesuatu yang lebih gelap daripada kesil. Ia mendedahkan kebodahan sendiri sebaik saja ia membuka mulutnya (17.28; 24.7; 10.14). Ia tidak mempunyai daya kawalan diri atau keseimbangan diri (20.3; 12.16; 27.3; 29.9), serta tidak sabar terhadap apa jua nasihat (1.7; 10.8; 12.15; 15.5). Nabal (3 kali di kitab Amsal 17.7; 30.22; 30.32), termasuk sifat-sifat di atas tetapi ditambahkan dengan sifat kurang beradab dan tidak berakal, cf. Mzm 14:1; I Sam 25.17. Seseorang yang pemikirannya tertutup kepada Tuhan dan kepada taakulan dan sebab-musabab.

[3] Si pencemooh (lesh) muncul sebanyak 17 kali di kitab Amsal. Ianya berkontras dengan si bijak. Berkenaan orang demikian, sikap mentalnya yang menentukannya dan bukan daya kemampuan mentalnya. Ia menentang sehebat-hebatnya pembetulan dari orang lain (9.7,8; 13.1; 15.12) dan menghalang setiap tindakan yang mengarah kepada hikmat (14.6). Ia memaparkan kepalsuan dan seorang yang senjaga membuat kacau (21.24; 22.10; 29.8), tambahan pula, ia sendiri mencemoohkan para pencemooh (3.34). Sikap dan pengaruhnya yang buruk begitu ketara kelihatan di hadapan orang ramai (24.9).

Unit Lapan: SI MALAS

[1] Ia tidak akan memulakan sesuatu (6.9,10). Sewaktu kita bertanya kepada si malas: “Berapa lama….’ atau ‘Bila…’, kita adalah terlalu muktamad kepadanya. Sebab ia sememangnya tidak tahu.

[2] Ia tidak akan menamatkan sesuatu (12.27) ~ 19.24;26.15.

[3] Ia tidak akan berdepan menghadapi sesuatu. Ia mulai mempercayai alasan-alasan sendiri, ‘kemungkinan ada penjahat di luar…’ (22.13) dan membela kemalasan sendiri; sebab ia menganggap dirinya ‘lebih bijak dari pada tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana’ (26.16). Ia gemar membuat keputusan dengan cara senang (20.4) dan bersikap tidak jujur (26.13-16).

[4] Ia malas tidak mahu berbuat apa-apa (13.4; 21.25f), tidak berupaya (15.19). Ia seorang yang tidak berguna (18.9) dan menjengkelkan (10.26) – kepada setiap majikan yang menjawatnya.

[5] Titik perubahan si malas: Seorang pemalas harus dipermalukan oleh semut (6.6ff) dan pelajari pengajaran-pengajaran utama dari kawanan ini: (1) biarpun tidak ada pemimpin tetapi berinisiatif sendiri untuk melakukan sesuatu secara teratur (6.7); (2) Mereka mengetahui masa dan tahu menyiapkan makanan (musim panas dan musim menuai) (6.8). Begitulah seorang pemalas perlu ‘memberi perhatian’ dan ‘bekerja’. Seorang pemalas kemungkinan akan mendapat hajaran tetapi kemungkinan terlambat dan menyesal kemudian (6.11; 12.24; 24.30,31). Justeru itu, bangunlah, bangkitlah dan perbetulkan serta perbaiki diri dan bertindaklah dengan bijak.

Definisi-definisi Hikmat Israel Purbakala Di Perjanjian Lama
|

Definisi-definisi Hikmat Israel Purbakala Di Perjanjian Lama

[1] Hikmat dan Tradisi

Apliksi-aplikasi perkataan hikmat (Hebrew: chokhmah atau hokhmah): kebolehan membuat pemerhatian secara tajam dan tepat, kepintaran di dalam penemuan atau perancangan dan kebijaksanaan dalam reka cipta.

Alkitab seringkali menyentuh tentang hikmat dan orang-orang bijaksana di negara-negara jiran Israel, khasnya yang di Mesir (Kis 7.22; I Raj 4.30; Yes 19.11,12), di Edom dan Arabia (Yer 49.7; Ob 8; Ayb 1.3; I Raj 4.30), di Babel (Yes 47.10; Dan 1.4,10) dan Fenisia (Yeh 28.3f; Za 9.2). Hikmat adalah dikaitkan dengan tradisi, sekolah-sekolah dan koleksi-koleksi kesusasteraan hikmat yang tidak terpisah dari sosio-keagamaan.

1. Kemahiran Yusuf dalam penafsiran mimpi (Kej 41.39ff).

2. Perempuan bijakasana Tekoa yang menghadap Daud (II Sam 14.2ff).

3. Penghakiman Salomo dalam kes dua orang bayi (I Raj 3.16-28), jawapan-jawapan yang dia berikan kepada soalan-soalan yang diajukan Ratu Seba (I Raj 10.3ff).

Dalam PL, ‘orang-orang bijak’ atau guru-guru bijak adalah tergolong dalam kelas orang-orang penting atau terkenal (cf. Yer 18.18; Ams 1.6; 22.17; Ayb 15.18), di mana mereka adalah setaraf dengan para imam, nabi dan pegawai-pegawai sebagai pucuk pemimpin dalam kehidupan sosial Israel. Mereka selalunya dikaitkan dengan para tua-tua komuniti dan berfungsi sebagai kaunselor. Mereka memperhatikan alam semulajadi, alam manusiawi dan merenung akan masalah-masalah kehidupan serta membekalkan didikan dan tunjuk ajar tentang penentuan dan maksud takdir seseorang. Mereka membandingkan nyawa binatang dengan nyawa manusia (Ams 6.6ff), serta membentukkan moto-moto perlakuan dan berkhidmat sebagai penasihat-penasihat — terutama dalam mendidik generasi muda (Ams 1-9; cf. Mzm 34.37). Kekadangnya ia dipandang sebagai ‘master workman’ [ahli pertukangan yang mahir] (Ams 8.30), membantu Yang Mahakuasa di dalam kerja penciptaanNya. Di dunia, perkataan-perkataan hikmat yang disampaikan akan mengarahkan seseorang untuk membuat keputusan dengan betul dan bertujuan menjamin kebahagiaan seseorang individu, atau untuk kebaikan masyarakat secara keseluruhannya.

[2] Definasi Dan Bentuk Corak Amsal

Istilah “Amsal” dalam bahasa Ibrani ialah mashal, yang menjelaskan dengan terperinci satu penyampaian, yakni satu penyata yang bukan hanya berkaitan dengan satu fakta, tetapi berdiri sebagai sokongan atau mewakili fakta-fakta lain yang berkenaan. Pengamalan mashal adalah berkaitan dengan pemerhatian akan kehidupan dan perwatakan manusia dan ianya selalu disampaikan dalam bentuk atau corak yang pendek serta tepat ke butirannya.

[3] Corak Bentuk Mashal

Mashal merangkumi:

(1) Satu perbandingan yang diekspresikan dan bahasa figuratif dan enikmatik (cf. Ams 1.6);

(2) Cerpen atau kisah-kisah dari Yotam (Hak 9.8-15) dan Yoas (II Raj 10.49);

(3) Perumpamaan-perumpamaan yang terdapat dalam II Sam 12.1-6; 14.5-7; I Raj 20:39f;

(4) Penyampaian alegori seperti yang dibentangkan dalam Yeh 17:2-10; 20.49;

(5) Mashal yang terkenal: I Sam 10.12; 19.24;

(6) ‘Amsal-amsal purbakala’: I Sam 24.13; Yeh 18.2 dan Yer 31.29.