Firman Dua Hala Kasih
| | |

Firman Dua Hala Kasih

[Huang Zheng Hong]

Prakata:

Kasih bukan hanya melakukan firman, bahkan tidak boleh hanya melakukan firman, mesti saling di antara dua pihak; seandainya hanya satu pihak yang menerima, ianya tidak tahan lama untuk jangka panjang.

I.     Saling Berprihatin

  1. Prihatin dan kerinduan kehidupan seharian perlu ditunjukkan dengan perbuatan
  2. ‘Rm 12:15’ ~ bersukaciata dengan orang yang bersukacita (berkongsi) akan menjadi lebih bersukacita.
  3. ‘Gal 6:2’ ~ berdukacita dengan orang yang berdukacita (saling menanggung beban) akan menjadi lebih senang dan ringan

Δ       Naomi dan Rut (Rut 1:6-11)

–  Naomi berfikir bagi Rut, menantu mudanya, tidak memikiri diri sendiri

–  Rut tidak sampai hati meninggalkan Naomi (Rut 1:14)

II.    Saling Menghormati

  1. Rendahkan diri dengan mengikat pinggang (I Ptr 5:5-6)
  2. Antara suami dan isteri (I Ptr 3)

–  Mikha tidak menghormati Daud (II Sam 6:16-23)

‚ – Abraham dan Sara

ƒ – Akwila dan Priskila

III.       Saling Menerima

    1. ‘I Kor 12:21-26’
    2. ‘Rm 15:17’

– Bapa kepada anak yang sesat menerimanya tetapi abang sulung tidak sanggup (Luk 15:25-32)

– Kain dan Habel (Kej 4:8)

– Yusuf dan saudara-saudara (Kej 50:15-21)

Δ       Harus saling mengampuni sebelum dapat saling menerima (Kol 3:12-13; Mat 18:21-23, 24-35; Ef 4:32)

IV.       Saling Melayani (Gal 5:13-15)

  1. Pertengkaran menyebabkan perpecahan keluarga; persengketan menyebabkan kerusuhan negara.
  2. (Mat 20:20-28)
  3. (Mat 25:34-41)

26. Berjalan Sejauh Dua Mil
|

26. Berjalan Sejauh Dua Mil

Mat 5 : 41-44 : Ketika Tuhan memberitakan hal ini, adalah merupakan suatu pengajaran yang sangat penting bagi murid-muridNya, untuk pemupukan dan melaksanakan Firman Allah.

Sumber sejarah “Berjalan sejauh dua mil” :

Menurut catatan para ahli sejarah, pada saat itu tentara Romani menangkap orang-orang Yahudi untuk mengangkut dan mengisi makanan, lalu memerintahkan untuk berjalan sejauh dua mil (1 mil di negara Roma sangat jauh).  Sehingga orang-orang Yahudi tidak mahu dan berikhtiar untuk melarikan diri, tetapi kalau ketahuan, pasti akan menerima penganiayaan/siksaan, namun Tuhan Yesus mengajarkan kepada mereka, agar mahu berjalan dua kali lipat, yakni berjalan sejauh 2 mil.  Apabila mereka mahu melaksanakan dengan cara itu, sebenarnya dapat menggerakkan hati tentera Romani, sehingga memperoleh perlakuan yang baik (diperlakukan dengan baik).

Firman Tuhan mengajar untuk berjalan sejauh 2 mil, Tuhan bukan mengajar, tetapi Ia sendiri memberikan teladan.

Dalam Mat 20 : 28 dikatakan, bahawa Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani sebagai hamba, bahkan mahu membasuh kaki murid-muridNya;  Serta mengajarkan pula, agar mengasihi musuh, dan berdoa bagi yang menganiaya (Mat 5 : 44).

Maka itu kita harus belajar melakukan pengajaran “berjalan sejauh 2 mil” tersebut.

I.       MELAKSANAKAN DALAM FIRMAN

Setelah mendengarkan Firman, harus dilaksanakan barulah akan memperoleh berkatnya (Yak 1 : 22-25).  Tetapi bukan hanya melaksanakan apa yang harus dilakukan, melainkan harus melaksanakan sampai melewati batas, iaitu melaksanakan lebih banyak.  Harus bisa mengasihi musuh yang dibenci.

Dalam Alkitab terdapat banyak contoh :

1.      Abraham menyelamatkan Lot yang telah meninggalkan dia, dan menyelamatkan juga penduduk Sodom (Kej 14).

2.      Ishak memperlakukan dengan baik kepada orang Filistin yang dahulu telah mencelakainya (Kej 26 : 18-22, 26-31).

3.      Ketika Yusuf pergi ke Sikhem dan tidak menemukan para abangnya, lalu berjalan lagi ke Dotan untuk mencarinya (Kej 37 : 12-17).

4.      Yusuf dijual ke Mesir oleh para abangnya, sehingga telah menderita selama 10 tahun lebih, dan setelah menjadi Perdana Menteri, ia mahu mengampuni kesalahan para abangnya, serta memimpin keluarganya ke tempat tinggalnya dan menghidupi atau memelihara mereka (Kej 45 : 4-10;  47 : 11-12;  50 : 21).

II.     MELAKSANAKAN DALAM TUGAS

Terhadap tugas yang diwajibkan, harus dilakukan dengan bertanggungjawab.

Sekalipun bukan tugas yang harus dilakukannya, namun harus dilakukan dengan senang hati/sukarela;  Atau orang lain yang harus bertanggungjawab, namun tidak mampu melakukannya, maka wajib membantu untuk melakukannya.

  • Terhadap tugas yang memperoleh kehormatan, sudah tentu harus dilakukan sebagai kewajibannya, tetapi terhadap tugas yang tidak memperoleh upah, juga harus dilakukan dengan senang hati, semua itu dilakukan dalam tugas “Berjalan sejauh 2 mil”.
  • Terutama tugas kudus dalam penginjilan, bakti terhadap Gereja.  Dan bagi penginjil yang menerima biaya penghidupan tentu harus dilakukan dengan rajin.  Tetapi hal itu bukanlah yang dimaksud “Berjalan sejauh 2 mil”.

Tetapi bagi umat Kristian yang tidak menerima kehormatan, yang dilakukan dengan kehendak sendiri, serta melakukan dengan baik, tidak memegahkan diri sedikitpun, dapat disebut “Berjalan sejauh 2 mil”.

Demikian pula semangat penderitaan Injil Rasul Paulus, yakni suatu teladan yang patut dicontoh (Kis 20 : 33-35;  24;  2 Kor 12 : 15;  1 Kor 11 : 1).

III.    DALAM HAL PERSEMBAHAN

Orang kaya yang sering memberi persembahan, tidak dapat disebut “berjalan sejauh 2 mil”.  Yang melakukan persembahan perpuluhan, belum dapat disebut “berjalan sejauh 2 mil”.  Kerana hanya merupakan yang harus dilakukan sahaja (Luk 11 : 42;  Mal 3 : 10).

  • Yang dilakukan oleh jemaat Makedonia, barulah dapat disebut “berjalan sejauh 2 mil” (2 Kor 8 : 1-4).  Persembahan dari janda dapat disebut juga (Mrk 14 : 41-44;  1 Raj 17 : 12-15).
  • Ketika membangun bangunan Gereja, sebab jemaat tidak banyak serta miskin, namun dapat mempersembahkan segala yang dimilikinya;  Bahkan ada yang sampai menjual tanahnya, menjual ternaknya.  Hal itu dapat disebut “Berjalan sejauh 2 mil”.
  • Gereja yang ingin berkembang, terdapat beberapa unsur : Apabila banyak jemaat yang mahu berjalan sejauh 2 mil, maka Gereja pasti berkembang, dan setiap orang pun pasti akan memperoleh berkat.