[Hou En Yuan]
Nas Kitab: Mrk 10:46-52; Luk 1:35-43
Prakata:
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahawa Allah ada, dan bahawa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia (Ibr 11:6). Justeru demikian, iman seseorang adalah ditunjukkan melalui perbuatannya (Yak 2:14-26; Mrk 2:3-5). Justeru itu, kita dapat melihatkan iman Bartimeus di dalam proses Tuhan menyembahkannya berdasarkan imannya.
I. Manifestasi Iman Bartimeus
1. Berseru memohon Yesus mengasihaninya (Mrk 10:47; Luk 18:38)
Memohon ialah manifestasi iman (Rm 10:13-14)
Tuhan berjanji, yang meminta pasti menerima (Mat 7:7-11)
Janganlah kuatir tentang apa pun juga, memohonkanlah kepada Allah segala hal tersebut (Flp 4:6-7)
2. Ia tidak takut pada rintangan, melainkan semakin keras berseru (Mrk 10:48)
Iman dapat mengatasi segala halangan (Mat 17:20; Mrk 2:3-5)
Iman setelah melalui pengujian akan menampakkan nilainya (I Ptr 1:6-7)
Tuhan menasihatkan murid-murid supaya berdoa dengan tidak jemu-jemu (Luk 18:1-8)
3. Ia menanggalkan jubahnya, segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus (Mrk 10:40-50)
Adanya iman, akan menyerahkan segala beban kepada Tuhan (Mat 11:28; I Ptr 5:7)
Letakkanlah segala macam jenis beban (Ibr 12:1-2)
Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya (Mat 6:31-33)
4. Katanya: “Rabuni, supaya aku dapat melihat” (Mrk 10:51)
Permintaan yang beriman haruslah menurut kehendak Allah juga (I Yoh 5:14-15)
Seandainya salah berdoa, tidak akan menerima apa-apa (Yak 4:2-3; Luk 12:13-14)
Roh Kudus berdoa meminta bagi pihak pemercaya menurut kehendak Allah (Rm 8:26-27)
5. Setelah ia dapat melihat, ia mengikuti Yesus dalam perjalanannya (Mrk 10:52)
Ia tidak tertarik oleh dunia (I Yoh 2:15-17)
Ia memuliakan Allah sepanjang perjalanan (Luk 18:43; II Kor 6:1-2)
Ternyata imannya lebih bernilai setelah dikaruniai (Luk 17:11-19)
II. Hasil Yang Diperoleh Dari Imannya
1. Melebihi tegoran orang ramai (Mrk 10:48; Luk 18:39)
Ada iman, tidak akan takut kepada kebencian orang lain (Yoh 15:18-19)
Ada iman, tidak akan takut terhadap penganiayaan musuh (Flp 1:28-30; Mat 5:10-12)
Ada iman, pasti melepasi segala macam rintangan (Ibr 11:29-30)
2. Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!” (Mrk 10:44)
Imannya dipandang berat Tuhan (Mat 15:21-28)
Iman mengarahkan seseorang ke hadirat Tuhan (Ibr 4:14-16)
Sewaktu Tuhan datang kembali, orang benar akan beroleh hidup oleh iman (Ibr 10:37-39)
3. Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” (Mrk 10:51)
Oleh imannya, Tuhan rela melakukan sesuatu untuknya (Mat 9:27-29)
Bapa sorga lebih lagi mengasihi anak-anakNya (Yoh 1:12; Mat 7:11)
Tuhan berjanji, asal saja meminta di dalam iman, pasti menerima (Mrk 11:24)
Meminta sesuatu di dalam nama Tuhan, Tuhan akan melakukannya (Yoh 14:13-14)
Kata Yesus: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau” (Mrk 10:52)
4. Pada saat itu juga ia dapat melihat – iman ialah syarat jitu beroleh kasih karunia (Mrk 9:23-24)
Injil ialah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya (Rm 1:16)
Sebab kerana kasih karunia kita diselamatkan oleh iman (Ef 2:8; Rm 5:21-25)
III. Dari Mana Datangnya Iman Bartimeus (Luk 18:35-38)
1. Ia pernah mendengar prihal Yesus, orang Nazaret (Mrk 5:25-29)
Iman datang dari mendengar (Rm 10:17; Mat 13:9, 43)
Mendengar firman mesti diselaraskan dengan iman (Ibr 4:2; Mat 13:13-15)
Harus menaruh hati yang lemah-lembut untuk menerima firman (Luk 8:15; Yak 1:19, 21)
2. Ia memahami nubuatan di dalam Alkitab (Mat 22:41-46)
Kitab Suci memberi kesaksian tentang Yesus (Yoh 5:39)
Pelajari Alkitab memahami kebenaran (Kis 17:11-12; I Tim 2:4,7)
Kitab Suci memberi hikmat untuk menuntun kepada keselamatan (II Tim 3:14)
3. Ia mengetahui bahwa Yesus orang Nazaret ialah Anak Daud
Ketahuilah sendiri siapa yang dipercayai (II Tim 1:12; Mat 16:15-18)
Iman harus didirikan di atas firman (Yoh 6:27, 66-69)
Berusahalah bertumbuh besar di atas firman kebenaran (Ef 4:13-14; Ibr 5:12; 6:2)
Kesimpulan:
Allah adalah Allah maha penyayang dan maha adil; padaNya ada anugerah kelimpahan untuk diberikan kepada manusia, asal saja kita menerimakannya dengan iman. Bartimeus mengenali Yesus adalah Kristus, oleh itu ia beriman kuat terhadap Yesus dan sanggup mengatasi setiap halangan untuk tampil ke hadapan Tuhan demi menerima anugerah Tuhan. Yang lebih ternilai, setelah matanya dapat melihat, ia rela mengikuti Tuhan Yesus dalam perjalananNya sambil memuliakan Tuhan sehingga setiap yang melihatnya turut memuliakan Tuhan. Ternyata, iman yang benar, bukan sahaja menjadikan seseorang dikaruniai anugerah Tuhan, bahkan menjadikan juga orang-orang lain memuliakan Tuhan.
Sekiranya rasa diri kekurangan, cubalah lihat kepada orang yang lebih kekurangan daripada diri kita.
Sekiranya kita hanya ada peluang sekali untuk melayani Tuhan, mengapakah tidak mengambil kesempatan yang ada selagi masih hidup?