Matius- panduan pemahaman Alkitab
Daftar isi
Tuntunan untuk mengadakan Pemahaman Alkitab
Menggunakan panduan ini
1. Yesus dan Kerajaan Syurga
2. Silsilah dan kelahiran Juruselamat
3. Kunjungan orang-orang Majus dan Pelarian ke Mesir
4. Persiapan Pelayanan
5. Pencobaan dan Permulaan Pelayanan
6. Warga negara kerajaan Allah
7. Hukum-hukum Kerajaan Allah
8. Ibadah sejati dalam Kerajaan Allah
9. Sikap dalam kerajaan Allah
10. Pengujian kewarganegaraan Benar dalam Kerajaan Allah
11. Kuasa dan Wewenang Yesus (1)
12. Kuasa dan Wewenang Yesus (2)
13. Kuasa dan Wewenang Yesus (3)
14. Pengutusan kedua belas rasul
15. Yesus ditolak (1)
16. Yesus ditolak (2)
17. Yesus ditolak (3)
18. Perumpamaan kerajaan Syurga (1)
19. Perumpamaan kerajaan Syurga (2)
20. Yesus ditolak dan Yohanes Pembaptis dihukum mati
21. Memberi makan orang banyak dan berjalan di atas air
22. Kekudusan benar
23. Menyembuhkan dan memberi makanan
24. Pengakuan Yesus sebagai Kristus
25. Transfigurasi
26. Mengasihi dan mengampuni
27. Pelayanan di Yudea (1)
28. Pelayanan di Yudea (2)
29. Masuk ke Yerusalem
30. Pertentangan di Bait Allah (1)
31. Pertentangan di Bait Allah (2)
32. Kecaman atas ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi
33. Kembalinya Yesus (1)
34. Kembalinya Yesus (2)
35. Pengkhianatan dan pengadilan Yesus (1)
36. Pengkhianatan dan pengadilan Yesus (2)
37. Kematian dan penguburan Yesus
38. Kebangkitan Yesus dan amanat Agung
Jawaban pertanyaan
Referensi
Tuntunan untuk mengadakan pemahaman Alkitab
Bacalah dengan seksama
Pengamatan adalah langkah paling mendasar dalam mempelajari Alkitab. Salah penafsiran seringkali terjadi kerana tidak membaca dengan seksama. Apabila kita mengetahui apakah yang disampaikan dalam ayat-ayat Alkitab, barulah kita dapat menafsirkan maksudnya. Bacalah dengan baik tiap-tiap ayat di awal pelajaran, berulang kali hingga anda dapat mengenalinya dengan baik. Perhatikanlah kata-kata, kalimat, struktur alinea, hubungan, penekaan, dan juga segala hal yang tidak biasa. Dengan demikian, anda akan menemukan hal-hal yang tidak akan anda temukan apabila anda hanya sekadar membaca sepintas lalu.
Gunakan pensil
Sibukkan pena atau pensil anda dengan mencatat pengamatan dan fikiran anda sembari membaca ayat-ayat Alkitan. Tandai kata-kata dan kalimat kunci. Catatlah perhubungan antara kata, kalimat, dan alinea. Mencatat pengamatan anda akan membantu anda memusatkan perhatian pada tulisan Alkitab dan meninggalkan kesan yang jauh lebih dalam pada fikiran anda. Catatan anda juga akan menjadi bahan referensi yang berharga di kemudian hari saat anda kembali meninjau ayat-ayat yang sama.
Belajar dengan doa
“Tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Kudus” (I Kor. 2:11). Tuntunan Roh Kudus adalah kunci nenuju pemahaman dan pengilhaman firman Allah. Berdoalah setiap hari dan mohonlah pada Allah untuk mengungkapkan kebenaran firmanNya kepada anda. Setiap kali menemukan ayat-ayat yang sulit, bersandarlah pada Roh Kudus dengan memohonkannya dalam doa anda. Melalui kehidupan doa, Allah akan membuka mata rohani anda untuk mengetahui kehendakNya dan memberikan kekuatan untuk melakukannya.
Dengarkanlah firman berbicara kepada anda
Pemahaman Alkitab bukanlah pelajaran akademis. Arah pemahaman Alkitab adalah untuk mengubah pemikiran, sikap, perilaku, dan gaya hidup pembaca agar seturut dengan kehendak Allah. Tujuan akhirnya adalah untuk mengamalkan firman Allah dalam kehidupan kita. Allah mengungkapkan kehendakNya kepada orang-orang yang rendah hati. Jadi, pelajarilah Alkitab dengan sikap yang mahu diajar dan ditegur. Apabila anda rela menjadikan firman Allah sebagai cermin yang meneliti kelemahan-kelemahan anda dan bersedia untuk menjalankan perintahNya, pemahaman Alkitan anda akan mencapai tujuan yang dimaksud.
Metode Langsung
Panduan ini tidak dimaksudkan sebagai bacaan santai. Gunakanlah panduan ini sebagai alat untuk menambahkan efektivitas Pemahaman Alkitab atau diskusi kebenaran anda. Gunakanlah runag isian yang disediakan untuk mencatat fikiran dan pengamatan anda.
Garis besar
Salah satu latihan di bawah bagian “Pengamatan” adalah untuk mencatat garis besar ayat-ayat Alkitab. Luangkanlah waktu untuk melakukan latihan yang penting ini, kerana ini akan menolong anda mendapatkan gambaran besar seluruh ayat-ayat yang bersangkutan, dan begitu juga hubungan-hubungannya. Bagian ini juga melatih anda menuliskan garis besar tanpa secara seksama dan sepenuhnya. Cobalah menuliskan garis besar tanpa harus menyalin judul-judul perikop dan Alkitab anda. Setiap garis besar haris mencerminkan tema utama dalam alinea Alkitab dengan tepat.
Kata-kata kunci
Kata kunci adalah kata-kata yang memberikan arti pada tulisan atau berhubungan dengan tema utama. Kata kunci seringkali ditemukan berulang kali untuk memberikan penekaan. Kata kunci memberitahukan anda tentang siapa, apa, kenapa, di mana, mengapa, dan bagaimana. Kerana tidak ada hal yang benar atau salah dalam hal kata kunci, daftar kata-kata anda mungkin akan berbeda dengan kata-kata kunci yang disediakan di akhir buku ini.
Durasi pelajaran
Walaupun pelajaran-pelajaran dalam panduan ini dirancang untuk diskusi pemahaman Alkitab, kadang-kadang suatu pelajaran terlalu panjang untuk satu sesi. Apabila ini terjadi, pemimpin pemahaman Alkitab yang memulai pelajaran harus memberitahukan pemimpin berikutnya sampai di manakah pelajaran berakhir dan hasil diskusi yang didapati pada pelajaran sebelumnya
Jawaban-jawabn Pertanyaan
Pada akhir buku ini terdapat jawaban-jawaban yang berlaku sebagai petunjuk apabila anda membutuhkan pertolongan. Mengingat ada banyak pertanyaan tidak mempunyai jawaban yang umum, gunakanlah jawaban yang disediakan di akhir buku ini hanya sebagai referensi. Dengan merenungkan jawaban-jawaban pertanyaan ini sebagai titik awal, anda akan mempu menghasilkan jawaban yang lebih lengkap dengan usaha anda sendiri.
Mempersiapkan diskusi pemahaman Alkitab
Sebelum memimpin diskusi pemahaman Alkitab, anda haris terlebih dahulu mempelajari pelajaran itu sebelumnya untuk memahami bahan dengan baik. Lalu pilihlah pertanyaan-pertanyaan berdasarkan jumlah waktu yang tersedia untuk diskusi, jumlah, umur dan latar belakang peserta, tingkat pengetahuan Alkitab mereka, dan sebagainya. Cobalah juga membuat sendiri pertanyaan-pertanyaan pengamalan yang menurut anda cocok dengan kebutuhan peserta.
Metode induksi
Pendekatan induksi adalah cara mempelajari Alkitab yang efektif. Cara ini menggunakan tiga langkah dasar: pengamatan, penafsiran, dan pengamalan.
• Pengamatan: apakah yang dikatakan Allah? Bagaimana Ia mengatakannya? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini menolong anda untuk membaca ayat-ayat Alkitab dengan waspada dan melengkapi anda untuk menafsrikan dengan tepat.
• Penafsiran: Apakah erti dan maksudnya? Saat menjawab pertanyaan seperti itu, biarkanlah Alkitab menafsirkan dirinya sendiri, apabila mungkin. Simaklah konteks yang meliputi dirinya itu (di ayat-ayat sekitarnya), begitu juga konteks yang lebih luas (meliputi fasal dan seluruh Alkitab) untuk konteks yang lebih luas dimaksudkan. Mintalah Roh Kudus untuk menerangi hati anda untuk mengetahui hal-hal rohani yang ingin Allah sampaikan kepada anda
• Pengamalan: bagaimanakah anda dapat melakukannya? Pertanyaan-pertanyaan pengamalan mendororng anda untuk berfikir tentang apakah yang ingin anda ajarkan kepada anda melalui pelajaran ini. Apakah perintahNya? Apakah kelemahan yang sedang Ia tunjukkan? Dorongan apakah yang Ia berikan kepada anda hari ini?Dengan meneliti hubungan anda dengan Allah dan bertindak sesuai dengan firmanNya, barulah firman Allah dalam Alkitab menjadi hidup.
Kerana urutan pertanyaan-pertanyaan dalam panduan ini secara umum mengikuti urutan tulisan Alkitab, kita tidak mengelompokkan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan tiga langkah yang disebutkan di atas. Sebagai gantinya, kita menggunakan symbol-simbol untuk menunjukkan tipe-tipe pertanyaan. Dengan menolong anda untuk mengenali tiga jenis pertanyaan ini, kami berharap anda akan mendapatkan kemampuan untuk membuat pertanyaan-pertanyaan bererti untuk pelajaran pribadi selanjutnya, begitu juga dalam diskusi pemahaman Alkitab.
Catatan kaki
Terdapat dua nombor yang menyertai setiap kutipan, contohnya, (4/134). Nombor sebelah kiri menunjukkan sumber referensi yang dicantumkan di akhir buku ini. Nombor kedua menunjukkan halaman sumber referensi yang memuat kutipan tersebut.
1 Yesus dan Kerajaan Syurga
Penulis
Secara umum gereja awal menyatakan Matius sebagai penulis kitab ini walaupun kitab ini sendiri tidak memberitahukan siapakah penulisnya. Di ayat. 10:3, disebutkannya Matius sebagai pemungut cukai tidak ditemukan dalam injil Markus mahupun Lukas; penjelasan yang rendah hati ini dapat menjadi petanda bahawa Matius adalah penulis kitab ini.
Penerima
Dari kitab ini jelas (lihat bagian Karakterisik-Karaterisik Khusus) bahawa pembaca awal sebagian besar adalah orang Yahudi, yang juga adalah pendengar awal pesan Injil dari Tuhan kita. Injil ini mengasumsikan suatu tingkat pengenalan tertentu pada kitab-kitab Perjanjian Lama dan tradisi bangsa Yahudi. Namun injil ini tidak hanya terbatas bagi pembaca bangsa Yahudi saja. Sebagai contoh pada bagian akhir injil ini, tercatat bahawa Tuhan Yesus memerintahkan bagian akhir injil ini, tercatat bahawa Tuhan Yesus memerintahkan murid-murid untuk mengabarkan injil kepada segala bangsa (28:19). Injil ini mungkin juga ditujukan kepada jemaat gereja agar mereka dapat memiliki pemahaman lengkap mengenai kehidupan, pengajaran dan misi pelayanan Juruselamat melalui orang-orang dalam hal ini para rasul, yang mengenalNya secara langsung.
Waktu
Kemungkinan besar pada tahun 60-an M.
Tempat
Kita tidak memiliki bukti yang pasti mengenai tempat penulisan atau sasaran Kitab Matius.
Tujuan/ Peristiwa
Penulis tidak menyebutkan tujuan penulisan injil secara khusus. Dari temanya, kita dapat menarik beberapa kemungkinan:
1. Untuk menunjukkan bahawa Yesus adalah Mesias, yang dilahirkan sesuai dengan janji sebagai keturunan Abraham dan Daud.
2. Untuk sepenuhnya memelihara pengajaran Yesus dan menyampaikan secara terstruktur.
Karakterisik-Karakterisik Khusus
1. Disebutkannya silsilah Yesus, mulai dari Abraham, bapa bangsa yang terpilih, melalui Daud, Raja yang daripadanya Mesias akan datang.
2. Penggunaan ungkapan “kerajaan Syurga” berulangkali.
3. Banyaknya referensi mengenai berbagai nubuat dalam kitab Perjanjian Lama dan bagaimana nubuat-nubuat ini dipenuhi di dalam Yesus.
Ayat utama
“Inilah silsilah Yesus Kristus, Anak Daud, Anak Abraham” (1:1)
Survel
Telusurilah seluruh kitab ini secara sekilas untuk memperoleh gambaran umum dan membuat catatan deskriptif pada bagan B.
Dalam kitab Matius kita dapat melihat dua tempat yang disebutkan penulis untuk mengindikasikan hal-hal pokok dalam pelayanan dengan memakai kata “sejak saat itu”. 2 indikasi ini menandakan 3 tahapan kehidupan Yesus:
1. Persiapan (1:1-4; 16): kitab ini dimulai dengan kehidupan Yesus danperlawanan dari Herodes, yang melambangkan kekuasaan duniawi. Yohanes Pembaptis datang mengabarkan tentang pertobatan untuk mempersiapkan misi pelayanan Yesus. Baptisan Yesus merupakan pemberitakan pelayanan Yesus ,dan pencobaanNya mempersiapkanNay untuk menghadapi segala tentangan dan perlawanan Iblis.
2. Pemberitakan Injil dan Penyembuhan (4:17; 16:20): Sebagian besar pelayanan Yesus yang berpusat di daerah Galilea, ditujukan pagi kebutuhan orang-orang secara umum. PelayananNya dimulai dengan pemberitakan kerajaan Syurga dan panggilan untuk bertobat. Melalui pemberitaanNya, Yesus menunjukkan kepada orang-orang kerajaan syurga dan memberikan kuasaNya kepada murid-murid agar mereka dapat turut memberitakan kerajaan Syurga. Melalui tanda dan mujizat, Yesus juga menunjukkan kuasa dan wewenang kerajaan Allah.
3. Penggenapan akhir pelayanan Yesus dan Amanat Agung (16:21-28:20): Tahapan kedua kehidupan Yesus diakhiri dengan pertanyaanNya tentang jati diriNya kepada murid-muridNya. Sekarang, di tahapan yang terakhir, Ia mulai mengungkapkan tentang pederitaan Yesus. Yesus mengubah penekanan pelayananNya dari penyembuhan dan mengusir setan menjadi pengajaran dan peringatan. Perlawanan, khususnya dari kelompok-kelompok agama Yahudi, terus berkembang hingga mereka berencana untuk membunuh Yesus. Setelah semua nubuat tentang penderitaan dan kematianNya digenapi, Yesus dikuburkan, tetapi kemudian bangkit kembali. Setelah menerima segala kuasa kerajaan Syurga, Yesus menugaskan murid-muridNya untuk pergi ke sepenjuru dunia untuk meneruskan pelayanan dan berjanji untuk terus menyertai mereka.
Tema
Kerajaan Allah
Khabar baik kerajaan Syurga menggema di seluruh kitab-kitab injil. Seperti Yohanes Pembaptis, Yesus juga memulai pelayananNya dengan memberitakan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Syurga sudah dekat” (3:2; 4:17). Kedatangan Kerajaan Allah sangatlah kuat, kerana “hingga sekarang, Kerajaan Syurga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya” (11:12). Yesus membawa kerajaan Syurga ke bumi dengan pengajaranNya yang penuh kuasa dan mujizat penyembuhan dan pengusiran roh-roh jahat yang tak terbilang banyaknya (12:22-28). Pada penghujung pelayananNya, melalui pengorbanan dan kebangkitanNya Ia membuka pintu gerbang menuju kerajaan Syurga, agar orang-orang dari segala bangsa dapat menjadi anak-anakNya.
Pesan kerajaan Syurga secara bertahap terungkap dalam 5 khotbah besar. Dalam khotbah di bukit (fasal 5-7), Ia memberitahukan hukum-hukum rohani di dalam kerajaan Syurga, dan mengajarkan bahaea hanya mereka yang menuruti kehendak Bapa di Syurga yang dapat masuk ke dalam kerajaan Syurga. Pada khotbah kedua (fasal 10). Ia memberikan kuasa kepada murid-muridNya dengan karunia untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh-roh jahat, dan memerintahkan mereka untuk mengabarkan khabar baik tentang kerajaan Syurga. Di khotbah ketiga (fasal 13), melalui perumpamaan-perumpamaan Ia mengajarkan bagaimana Allah akan menetapkan kerajaanNya di sepanjang sejarah. Khotbah terakhir (fasal 24, 25), Yesus mengarahkan perhatian para pendengarNya pada penghakiman dan penggenapan kerajaan Allah di hari-hari terakhir. Mereka yang tetap waspada, tekun, dan penuh kasih akan masuk ke dalam kerajaan syurga, sementara mereka yang malas, tidak menurut, dan egois dan dienyahkan.
Walaupun kerajaan Syurga “diserong”, orang-orang yang rendah hati dan taat akan mendapatkannya. Sebaliknya, orang-orang yang membenarkan diri menentang pelayanan Yesus dan memilih untuk diam di luar kerajaan Syurga. Kerajaan Allah akan direbut daripada mereka dan diberikan kepada mereka yang menghasilkan buah (21:43). Beberapa orang lain tidak dapat masuk kerana cinta mereka kepada wang menghalangi mereka untuk mengasihi Allah dan sesama manusia (19:16-24). Ketika Yesus datang di hari terakhir, akan diadakan perjamuan pernikahan Anak Domba Allah (8:11-12; 22:1-4; 25:1-13). Orang-orang benar akan disambut dan diberkati, sementara mereka yang tidak layak akan ditolak.
Kebenaran
Banyak di antara pengajaran Yesus membahas kebenaran. Kebenaran adalah kesesuaian dengan sifat-sifat ilahi Allah yang diekspresikan melalui kehendak dan perintah-perintahNya. Kita diajarkan untuk mencari kerajaan Allah dan kebenaranNya (6:33). Kita akan untuk mencari kerajaan Allah dan kebenaranNya (6:33). Kita akan mendapatkan berkat apabila kita lapar dan haus akan kebenaran (5:6). Kita akan memiliki kerajaan Syurga apabila kita dianiayai kerana kebenaran (5:10). Orang benar akan masuk ke dalam kehidupan yang kekal, dan bersinar seperti matahari di dalam kerajaan Allah (13:43; 25:46), tetapi orang berdoa akan diusir keluar ke dalam kegelapan.
Namun kebenaran yang dituntun Allah jauh berbeda dengan kebenaran bersifat hukum yang ada dalam hukum-hukum dan peraturan yang kasat mata. Kebenaran benar dimulai dari pertobatan yang rendah hati. Yesus berkata, “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (9:13). Pesan Yesus penuh dengan teguran keras dan peringatan kepada orang-orang yang sombong dan membenarkan diri, kerana Allah melihat sikap-sikap demikian sebagai kejahatan. Dalam pengajaran di bukit, Tuhan mendefinisikan kebenaran sebagai ketaatan yang berasal dari lubuk hati. Kebenaran seperti itu, yang jauh melampaui ketaatan palsu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Tauratm adalah kebenaran yang dituntun agar dapat masuk ke dalam kerajaan Allah (5:20). Kerana itu, Yesus mengajarkan kita untuk melihat kepada Bapa Syurgawi, bukan pada kesalehan manusia yang terlihat di mata: “Kerana itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di Syurga adalah sempurna” (5:48). Tidak hanya itu, Tuhan juga hidup sesuai dengan ajaranNya sendiri melalui ketaatanNya pada kehendak Bapa di sepanjang hidupNya, sehingga Ia dapat “menggenapkan seluruh kehendak Allah”
Anak Allah
Yesus bukan hanya anak Abraham dan Daud. Terlebih lagi, Ia adalah Anak Allah. Setelah Yesus dibaptis, Bapa syurgawi mengurapiNya dengan Roh Kudus, dan menyatakan kepada semua orang bahawa Ia adalah Anak yang Ia kasihi (3:16-17). Walaupun Iblis berusaha mengelabui Yesus dengan menantang, “Jika Engkau Anak Allah…” Yesus tahu bahawa menjadi Anak Allah bukanlah kekuasaan duniawi. Tugas ilahiNya bukanlah semata untuk menyelamatkan umat Allah dari dosa (1:21). Walaupun demikian, dari kuasa ilahi Tuhan, orang-orang melihat bahawa Ia adalah Anak Allah dan menyembahNya (14:33). Bahkan setan-setan pun harus mengakuiNya sebagai Anak Allah dan harus tunduk pada kuasaNya (8:29)
Pengakuan Petrus yang diilhamkan Roh Kudus bahawa Yesus adalah Kristus, Anak Allah yang hidup, merupakan puncak perkembangan injil (16:16). Pengakuan itu segera diikuti dengan nubuat Kristus akan penderitaan, kematian dan kematianNya. Jadi Tuhan menunjukkan diriNya sebagai Anak Allah melalui ketaatanNya ke dalam kematian dan pekerjaan penebusan. Ketika Yesus dipaku di kayu salib, orang-orang tidak percaya mengejekNya, berkata bahawa apabila Ia sungguh-sungguh Anak Allah, seharusnya Ia menyelamatkan diriNya sendiri (27:40,43). Tetapi penggenapan keselamatan Allah melalui kematianNya yang menghasilkan kebangkitan orang-orang kudus dan terbelahnya Bait Suci, menunjukkan bahawa Ia sungguh-sungguh adalah Anak Allah (27:54). Sebagai Anak Allah, Yesus mencapai segala tugas yang diembankan Allah kepadaNya. Semua orang yang percaya kepada Yesus, Anak Allah, dapat diselamatkan dari dosa, dan mewarisi kehidupan kekal.
Kuasa
Sebagai Anak Allah yang diutus ke dunia untuk mendirikan kerajaan Allah, Tuhan Yesus melakukan tugasNya dengan kuasa ilahi yang luar biasa. Ia mengajar dengan penuh kuasa, membawa kekuatan yang mengubah hidup melalui firmanNya (7:29). Ia menyembuhkan orang lumpuh, menunjukkan kuasaNya untuk mengampuni (9:6). Ia juga memberikan kuasa kepada murid-muridNya untuk mengusir setan dan menyembuhkan penyakit (10:1). Melihat pengajaran dan perbuatanNya yang besar, bahkan iman kepala dan tua-tua di Yerusalem ingin mengetahui dari manakah kuasaNya berasal (21:23). Saat memberikan amanat kepada murid-muridNya setelah Ia bangkit dari kematian, Tuhan mendasari pernyataanNya akan kekuasaan ilahiNya, “KepadKu telah diberikan segala kuasa di Syurga dan di bumi” (28:18). Saat Ia akan datang dalam kerajaanNya, Ia akan datang dengan kuasa dan kemuliaan (24:30; 26:64), dan Ia akan menerima hormat dan pujian sebagai Raja atas segala raja.
Kata-kata kunci/ Ungkapan
Anak-anak Daud, Imanuel, Raja atau orang-orang Yahudi, digenapi, nabi-nabi, hukum Taurat, memberitakan, bertobat, kerajaan Syurga, kebenaran, mengikuti, menyembuhkan, iman, imbalan, Bapa syurgawi, memasuki, mengutus, penghakiman, tanda, bersih, menderita, angkatan yang jahat.
Ketertkaitan modern
Pada satu tingkatan, Injil Matius memberikan catatan rinci tentang hidup Yesus dan mencatat pengajaranNya dalam struktur yang tertata rapi. Di tingkatan lain, Injil Matius menyatakan kepada orang-orang Yahudi dan seluruh dunia bahawa Raja dan Juruselamat telah datang, seperti yang telah Allah beritakan melalui nabi-nabi di Perjanjian Lama. Yesus, Anak Allah, datang untuk memberitakan khabar baik kerajaan Allah dan menyerahkan nyawaNya demi menyelamatkan umat Allah dari dosa. Penulis injil ini memanggil semua orang untuk bertobat dan menerima Kristus, agar mereka dapat masuk ke dalam kerajaan Syurga. Injil ini bukan hanya merupakan khabar baik kepada orang-orang Yahudi di masa para rasul, tetapi juga orang-orang Yahudi di masa para rasul, tetapi juga orang-orang dari segala bangsa dan segala zaman. Agar dapat diselamatkan dari dosa dan mewarisi hidup kekal, kita juga memegang erat kerajaan Allah dan menerima kebenaran yang Allah tuntun melalui pekerjaan penebusan Yesus Kristus.