Views: 134

KESAKSIAN

 

Nama saya Yaling marga Yap, lahir 1947 di Sibu, semula adalah jemaat Gereja Methodis Dibaptis pada usia 17 tahun, sehabis baptisan tidak ada kesan mendalam, saat itu memang sering baca Alkitab bahkan pernah raih juara pertama tapi ternyata tidak memiliki perasaan dan pengalaman khusus kaitan dengan rahasia Alkitab.

Kemudian setelah berhenti kerja di rumah sakit pulang kampung meneruskan pendidikan, berhubung usia agak tinggi, hasil ulangan agak jelek, perhatian orang tua terhadap pendidikan saya kurang, akhirnya berhenti sekolah. Cita-cita ingin jadi perawat tak berhasil tentu waktu itu hati sangat pilu.

Saat itu, ideologi komunis sangat berkembang, sambil merenungkan diri sendiri,tidak ada keahlian, lalu melarikan diri menjadi anggota ideologi rakyat jelata sebagai tentera rakyat, empat tahun kemudian gagal juga, dengan tangan hampa datang ke Kuching berumah tangga. Saat itu selain keluarga miskin badanpun sakit sakitan.

Puji syukur atas pengaturan Tuhan suatu saat, meninggalkan kampung halaman menuju Singapura bekerja disana. Pemilik rumah adalah jemaat Gereja Yesus Sejati saat itu kebetulan mengadakan KPI ( Kebaktian Penyebaran Injil ), beliau undang saya ikut hadir. Hari pertama dengar firman Tuhan, tidak ada kesan apa-apa, hanya menyaksikan setiap jemaat tekun berdoa.

Hari kedua kepala saya sakit luar biasa sebenarnya tak bergairah ke Gereja, tapi sangat heran sejak itu, saat doa badan mulai ada gerakan, mula-mula kepala saya bergerak tapi hati melawan, saya berusaha menahan agar kepala tetap dan tak bergerak, tapi justru badan malah bergerak terus, untuk itu saya mohon Tuhan obatinya. Tiba-tiba ada arus panas dari atas turun keseluruh tubuhku,saat itupun saya mulai nangis. Selesai berdoa kepala saya sembuh sebagian. Berikutnya saudara-saudari bantu berdoa, roh kudus mulai bekerja, memerintahkan saya tekun berdoa. Akhirnya setiap pagi saya hafal doa Bapa kami dan nyanyi Kidung Rohani,Usai KPI ( Kebaktian Pengabaran Injil ) setiap kebaktian saya selalu hadir.

Agak lama kemudian saya balik ke Kuching, ikut kebaktian di rumah Saudara Chan, saat doa walaupun mata ditutup, tapi didepan kelopak mata terdapat dua lampu nyala menyorotiku, semula saya curiga terdapat bola lampu sedang nyala, tapi doa dirumah lampu tidak dinyalapun kejadian juga sama. Beberapa bulan kemudian, suatu kali doa sekonyong-konyong sehembus angin masuk kedalam mulut saya, saat itulah saya mulai berbahasa roh, waktu itulah dua buah sorotan sinar pada mataku pun tidak pernah muncul lagi.

Adanya penyertaan roh kudus, firman Tuhan saya semakin paham dan yakin.Kasih Tuhan telah merubah hati saya lalu bertobat, setengah tahun kemudian saya menerima baptisan air. Sesaat saya naik dari sungai badanku terasa ringan sekali, seperti anak-anak semua beban hilang, hati penuh sukacita.

Beberapa tahun akhir-akhir ini, hati selalu bersyukur Tuhan telah menguabah saya, telah mengaruniai keselamatan jiwa bagiku, memberikan harapan hidup kembali kepada saya. Melalui kesempatan bahagia ini, harapan saya kepada siapapun yang telah mendengar dan membaca kesaksian saya ini bersama-sama menikmati berkat Tuhan.Kiraya semua ini saya persembahkan untuk kemuliaan Tuhan.Amin.

 

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *