Ayat Alkitab: Matius 2: 1-12
Pendahuluan: “ Orang-orang majus”: adalah ahli nujum/astrologi pada Zaman Medo-Parsi (Kerajaan Babilonia/Babel pada zaman dahulu). Mereka mempunyai pengetahuan yang luas, adalah penasihat bagi raja. Disebabkan pengaruh iman kepercayaan Daniel yang saleh terhadap kerajaan ini pada zaman dahulu, orang-orang majus juga mula menerima Alkitab Suci, dan amat fasih tentang alkitab, dan menyedari , memohon serta mengharapkan kedatangan Mesias.
“Timur”: bermaksud Babel/Babilonia, yang berjarak 1,000 batu (1,610 km) dari Yerusalem; berjarak 1,620 km dari Betlehem yang terletak di arah selatan dari Yerusalem. “Orang-orang majus dari Timur” demi mencari Kristus, mereka tidak takut akan segala halangan, melalui perjalanan panjang yang memakan tempoh masa beberapa bulan, melintasi gunung, dan padang gurun yang luas, dan akhirnya sampai di Betlehem untuk menyembah kepada Tuhan Yesus Kristus (Bayi yang kudus).
Semangat-semangat mereka menyembah kepada Tuhan dengan hati yang sepenuhnya, memang patut kita contohi!
- Percaya kepada wahyu dengan mendalam, berharap dengan sepenuh hati (2:2).
- Orang-orang majus percaya kepada wahyu dengan mendalam, barulah mereka dapat berharap dengan sepenuh hati (Bilangan 24:17; Mikha 5:2).
- Berharap dengan sepenuh hati barulah mereka dapat memperhatikan segala sesuatu dengan berjaga-jaga.
- Berjaga-jaga dan memberi perhatian, barulah mereka dapat menjumpai bintang Tuhan (Matius 2:2).
◎Kita harus percaya terhadap wahyu bahawa kedatangan kali kedua Tuhan dengan mendalam (Kisah Para Rasul 1: 11; Yudas 14; 2 Petrus 1: 19-20).
◎ Seharusnya kita berjaga-jaga dan memperhatikan tanda-tanda kedatangan Tuhan Kali Kedua (Matius 24:42, 3-14, 29-31).
◎Kita harus berjaga-jaga dan membuat persediaan untuk mengalu-alukan kedatangan Tuhan Kali Kedua (Matius 25:13; Lukas 12: 54-56).
- Rasa haus untuk berjumpa dengan Tuhan dan mengejar hal ini dengan seluruh kekuatan (2:1).
- Melalui perjalanan yang memakan tempoh masa beberapa bulan, mereka menghadapi pelbagai kesukaran, hanya harapanlah yang membolehkan mereka bersabar sampai akhirnya.
- Perjalanan yang berjarak beribu-ribu batu, tetapi iman mereka mendekatkan jarak.
◎ Seharusnya mengatasi segala halangan dengan iman, dan mendekatkan jarak dengan Tuhan (gereja), mendekati dengan semangat yang menyala-nyala: berkebaktian, berdoa, membaca ayat Alkitab, memberi persembahan (Yesaya 55:6; Yakobus 4:8; Ibrani 10: 25).
◎ Mengejar dengan segenap kekuatan, berjerih payah, bersabar melaksanakan kehendak Tuhan, akhirnya pasti dapat berjumpa dengan Tuhan (Hosea 6:3; Lukas 11: 9-10; Ibrani 10: 35-37).
- Mengikuti pimpinan bintang, tidak berjalan di atas jalan sendiri (2:9-10).
- Tanpa pimpinan bintang, perjalanan seakan-akan tanpa arah, maka tidak dapat sampai ke Kristus.
- Sekiranya tidak mengikuti bintang, walaupun wujudnya bintang, dan berjalan di atas jalan diri sendiri; meninggalkan anugerah yang kudus, bagaimanakah dapat mengenali Kristus! (Dan begitu malang, segala jerih payah akan menjadi sia-sia.)
- Iman, rendah hati, berjalan mengikuti bintang tersebut sehingga sampai ke destinasi dan dapat berjumpa dengan Kristus dengan bersukacita.
◎ “Bintang” itu melambangkan Roh Kudus (Wahyu 22: 16; 2 Korintus 3:17).
◎ Orang-orang majus mengikuti pimpinan bintang tersebut dan akhirnya menghadap Tuhan; kita haruslah taat kepada pimpinan Roh Kudus baru dapat datang di hadirat Tuhan (Efesus 2:18; Roma 8:14).
- Pengetahuan yang luas dan kedudukan yang tinggi, tetapi rendah hati (2:1).
- Tidak menafikan Kristus kerana pengetahuan diri sendiri, sebaliknya lebih beriman untuk mencari Kristus。
- Tidak memandang rendah terhadap Kristus kerana pengetahuan diri sendiri, tetapi lebih merendahkan diri untuk menyembah Kristus.
(Boleh diperlihatkan bahawa orang-orang majus mempunyai sikap yang sepatutnya terhadap Kristus – rendah hati)
◎ Matius 5: 3 “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Tuhan…”
◎ 1 Petrus 5: 5-6 “Tuhan menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati…”
◎ Yesaya 57: 15 “Tuhan bersemayam bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati”
- Taati kehendak Tuhan, tidak takut akan kuasa dan pengaruh (2:7-8, 12).
- Perintah Raja Herodes: “…khabarkanlah kepadaku…”.
- Penunjuk Tuhan : “jangan kembali kepada Herodes”.
- Apabila kuasa dan pengaruh dunia bertentangan dengan kehendak Tuhan, haruslah kira beriman teguh, tidak takut akan kuasa serta pengaruh dan hanya mendengar perintah Tuhan.
◎ Apabila apa yang orang lain mahu kita mematuhi adalah bertentangan dengan: kemulian Tuhan, Injil Kebenaran, kebajikan gereja; mendengar kepada Tuhan dan tidak mendengar kepada manusia adalah yang patut.
Ini disebabkan kepercayaan kita, dan yang kita beribadah itu bukan kepada manusia tetapi Tuhan yang sejati (Kisah Para Rasul 4: 19-20; 5:29; Galatia 1:10).
- Mengenali Kristus dengan betul dan beribadah dengan sepenuh hati (2:11).
- Walaupun muda, seharusnya beribadah juga, kerana kita mengenali-Nya sebagai Kristus.
- Walaupun di sisi kita terdapat ibu bapa, tetapi tidak berani untuk bersujud kepada mereka, kerana sedar bahawa mereka ialah manusia.
- Mengenali Tuhan dengan jelas, beribadah hanya kepadaNya, maka kepercayaan menjadi yang asli.
◎ Kita seharusnya mengenali Tuhan tanpa memandang rupa, beribadah dan melayani hanya kepadaNya (Matius 4:10; Filipi 3:8-9).
- Tidak menganggap “palungan” sebagai kecil dan hina. Hanya mahukan Yesus (2 Korintus 3:17; Yohanes 14:6, 5:39), maka bertekad dimiliki Tuhan.
- Tidak menyembah kepada sesiapapun, “Hanya memandang Yesus”, menuruti-Nya dengan sepenuh hati, melayani-Nya (Likas 9: 35-36; Matius 17: 8; Ulangan 13:4).
▲ Manusia adalah yang dicipta, tidak kira betapa tinggi kedudukannya, betapa luas pengetahuannya, betapa besar kasih karunianya, betapa mendalam hubungan dengan anda, semua ini tidak terbanding dengan Tuhan Yesus.
Pada masa yang sama, kita hanya boleh menghormati mereka, mendengar mereka dengan berprinsip dan berbatasan. Tidak boleh mengalihkan semangat beribadah ke atas mereka sekali-kalipun dan menjadikan iman kepercayaan terserong.
- Mempersembahkan hadiah, tidak berasa salah apabila menghadap Tuhan (2:11).
- Berharap dengan berjaga-jaga, mata hati terang, memahami apa yang diperlukan Tuhan (persediaan yang sempurna).
- “Emas” adalah persediaan sebagai wang perjalanan untuk Tuhan ke Mesir.
- “Kemenyan, mur” adalah persediaan rempah–rempah yang digunakan untuk dibubuh ke atas tubuh Tuhan ketika mati (Yohanes 19:39).
- Apa yang ditakuti mereka adalah tidak berpeluang untuk membuat persembahan ketika itu.
(Kemenyan: adalah yang ditapis oleh sejenis pokok yang berminyak harum, apabila dinyalakan akan mengeluarkan sejenis bau yang seperti haruman Bunga Balsamine)
- Mempersembahkan hadiah, tidak berasa salah ketika menghadap Tuhan, menunjukkan kasih terhadap Tuhan yang benar (Ulangan 16: 16-17).
- Orang Timur dari zaman dahulu: perbuatan mempersembahkan hadiah melambangkan ketaatan.
▲ Apa yang harus kita sediakan ketika berjumpa dengan Tuhan?
- Iman yang jauh lebih tinggi nilainya dari emas yang fana (1 Petrus 1: 6-7).
- Kasih yang lebih harum dari kemenyan (Matius 25: 31-46).
- Dipenuhi roh kudus (Matius 25: 1-13).
- Buah hasil dari pekerjaan suci (Matius 25: 14-30).
- Persembahan yang giat demi Tuhan (Markus 12: 41-44, 14: 3-9).
- Beribadah kepada Tuhan dan memahami kebenaran, tidak berjalan di atas jalan yang lama (2: 12, 8).
- Berjalan di atas “jalan lama” adalah berjumpa dengan Raja Herodes (Berjumpa dengan Iblis), beribadah kepada Tuhan dengan sia-sia.
- Berjalan di atas “jalan lama” adalah menyerahkan Yesus (mencemari nama Tuhan), tidak dapat luput dari hukuman dosa. (kerana Raja Herodes manu membunuh Yesus).
◎ Selepas bertaubat dalam kebenaran tidak boleh berjalan menoleh kembali: Tidak berjalan di atas perjalanan kepercayaan dan kelakuan yang lama, supaya tidak memberikan kesempatan kepada syaitan untuk mencemarkan nama Tuhan (Efesus 4: 17-19, 25-32).
◎ Seharusnya berlari di atas jalan yang kudus, berubah hati pemikiran, mengenakan manusia baru, dan memuliakan Tuhan yang sejati atas tubuh kita ( Ibrani 12:1; Roma 12:1-2: Efesus 4: 20-24; 1 Korintus 6: 11, 20).
Kesimpulan:
Orang-orang majus dari Timur, adalah bayangan kepercayaan umat Kristian yang sejati. Kita seharusnya menuruti kehendak Tuhan dan mencontohi mereka, menjadi seorang umat Kristian yang dapat berhadap di hadirat Tuhan tanpa rasa bersalah. Halelujah, Amen!