Lihatlah Setiap Hal Dengan Jelas
[Hsu Tong Lin]
Prakata
Sewaktu Tuhan Yesus memberitakan Injil di dunia, Ia tiba di Betsaida. Di situ orang membawa kepadaNya seorang buta untuk disembuhkan; Tuhan meludahi mata orang itu dan meletakkan tanganNya atasnya dan bertanya: “Sudahkah kau lihat sesuatu?” Lalu orang itu memandang ke depan dan berkata: “Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon”. Kemudian Tuhan meletakkan lagi tanganNya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas (Mrk 8:22-26).
Sesungguhnya orang buta adalah sangat kasihan sebab tidak dapat melihat! Sewaktu berjalan, perlu dituntuni orang lain dan setiap perilaku kehidupan tidak senang juga; tidak dapat membezakan keadaan sebenar terang dan gelap, warna-warna, wajah muka, setiap hak dan perkara melainkan terpaksa bergantung kepada deria dengar atau pengalaman-pengalaman tertentu untuk memahami segalanya.
Tetapi, lebih kasihan ialah orang yang buta mata jasmani ditambahkan dengan buta mata hatinya! Semenjak nenek moyang berbuat dosa, umat manusia mulai menjadi milik Iblis (I Yoh 3:8) di mana mata hati telah dibutakan sehingga tidak dapat mengenali Allah, sampailah terang mulia Injil Tuhan Yesus datang untuk menyembuhkan lalu dapat melihat segala sesuatu dengan jelas (II Kor 4:3-4)
Apakah sebenarnya yang harus kita lihat dengan jelas? Berikut dibentang beberapa butir sebagai rujukan dan nasihat bersama.
[1] Jelas Melihatkan Allah
- Beribadah kepadaa Tuhan adalah kewajipan setiap orang (Pkh 12:13). Namun ada perbezaan antara Allah benar dengan yang palsu; kita harus beribadah kepada Tuhan Pencipta (Rm1:19-25), bukan saja kita boleh mengenali Allah melalui segala sesuatu (Ayb 12:7-10), bahkan pada hari ini para pemercaya Gereja Benar disertai Allah serta tanda mujizat ~ berdasarkan pengalaman dalam doa, kita tahu dengan sedalam-dalamnya bahwa Allah yang dilayani adalah Allah yang benar (I Yoh 3:24; Yoh 3:2)
- Faham akan tujuan menyembah Allah: damai sejahtera dan hidup kekal (Ayb 22:21; Yoh 17:3). Ini disebabkan Roh Kudus membuka mata hati kita lalu membuktikan bahwa kasih Allah menerimakan aku (Ef 1:17-19; Rm 5:5)
- Akuilah Tuhan dalam segala lakumu (Ams 3:5-7). Ini disebabkan Allah memelihara kamu, maka serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya (I Ptr 5:7; Mzm 37:5)
- Selidikilah apakah dia kehendak Tuhan pada setiap waktu dan di dalam setiap perkara (Rm 12:1-2); janganlah jadi orang bebal, lakukanlah hal yang berkenan di hati Tuhan (Ef 5:8-10, 15-17). Hanya mereka yang melakukan kehendak Bapa Sorga baru dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga (Mat 7:21-23); bersukacitalah senantiasa, tetaplah berdoa, mengucap syukurlah dalam segala hal, jalani kehidupan yang menampakkan kekudusan (I Tes 5:15-17); 4:3-7). Allah menghendaki supaya semua orang bertobat dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran; tidak menghendaki satupun orang yang binasa, melainkan setiap orang beroleh keselamatan (I Tes 5:9; I Yoh 2:25)
- Ketahuilah bahwa Allah adalah Maha Berada, menyelidiki dan mengawasi seluruh bumi; sedang memeriksa pertuturan, perbuatan dan hati pemikiran setiap orang (Mzm 139:1-4). Marilah kita teladani doa Daud: “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranKu; lihatlah, apakah jalanKu seorang, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal” (Mzm 139:23-24)
- Mohon pada Tuhan untuk membuka hati kita agar kita memahami jalan keselamatan, penuh pengharapan, lebih mendekat pada Tuhan dari sehari ke sehari sehingga dengan mata sendiri kita memandang Tuhan (Kis 16:14-15; Mat 17:1-4; Ayb 42:5)
[2] Melihat Orang (Mrk 8:24-25)
i. Hormatilah semua orang (I Ptr 2:17)
Jagalah dahulu ahli keluarga sendiri dan sanak saudara (I Tim 5:8)
Hormatilah janda-janda yang benar-benar janda (I Tim 5:3)
Ingatlah orang-orang miskin (Gal 2:10; I Yoh 3:17-18; Ams 14:21, 31; 22:2; Luk 16:19-31). Sedarilah akan orang-orang tertindas dan bantulah orang-orang yang lemah (Luk 10:31-37; Kis 20:34-35)
Janganlah menjadi orang yang tidak mengenang budi (Kej 13:8-13; II Tim 3:1-5)
Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar (I Tim 5:17)
ii. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar (Kol 4:5)
Lihatlah sejelas-jelasnya orang yang baik dengan orang jahat (Yes 5:20; I Raj 13:18-22)
Berhati-hatilah dalam pengaulan (I Kor 15:33; Ams 18:24)
Contohilah orang-orang yang mempunyai akhlak baik; yang berbuat baik adalah milik Tuhan (Ibr 13:7; Flp 4:8-9; III Yoh 11).
iii. Banyak mencungkil orang-orang berbakat dan latihlah para pekerja (II Tim 2:2; I Tim 3:10)
Kerja-kerja suci gereja memerlukan pelbagai macam orang berbakat, kemudian dibahagikan kepada pelbagai lapisan penguasa, masing-masing menunaikan tanggungjawap pelayanan demi membangunkan tubuh Kristus (Ef 4:11-12; Rm 12:3-8; I Ptr 4:9-11; Kis 6:2-4)
Musa mempunyai Yosua sebagai pembantu (Kel 17:8-14; 24:13; 33:11; Ul 3:28; 34:9)
Barnabas menerimakan Markus dan melatihkannya menjadi perabot untuk maksud yang mulia (Kis 15:36-39; II Tim 4:11)
Paulus memilih Silas dan melatihkan Timotius (Kis 15:40-16:3)
iv. Menangkan seberapa banyak orang sedapat mungkin (I Kor 9:16-23; Mat 9:36-38; Yoh 4:35). Lakukanlah kesemua hal untuk kemuliaan Allah dan kebaikan orang (I Kor 10:23, 32, 33; Ef 4:29)
[3] Lihatlah Iblis Sejelas-Jelasnya
- Fahami asal-usul dan sifat Iblis (Yes 14:12-15; Yeh 28:14-17; Yoh 8:44). Ianya sekali-kali bukan hantu yang berubah dari manusia setelah mati; ia adalah roh yang berjalan keliling untuk mencari orang yang dapat ditelan, yaitu menyesatkan manusia di dunia (Ayb 1:7; Ef 6:12; 2:2-3; I Ptr 5:8)
- Ia menggodai manusia dengan patung-patung berhala, ahli-ahli sihir dan pemanggil-pemanggil arwah untuk menyesatkan orang (Yer 10:14-15; Kis 16:16; 8:9-12; I Sam 28:8-20)
- Ia mempergunakan manusia untuk memberitakan firman palsu, menurunkan roh palsu atas manusia dan melakukan juga tanda mujizat untuk menyesatkan manusia (I Tim 4:1; II Tim 4:3, 4; Mat 24:23-24; Ul 13:1-3; I Yoh 4:1-6; II Tes 2:9-12)
- Kita tidak berkompromi dengannya, juga tidak memberi kesempatan untuknya, melainkan kita mengenakan seluruh perlengkapan rohani untuk melawannya (Mat 4:1-11; Ef 4:27; 6:11-17)
- Berjaga-jagalah di dalam doa supaya jangan jatuh dalam pencobaan (Mat 26:41); mendekat pada Tuhan maka Tuhan akan mendekat pada kita, tunduklah kepada Allah dan lawanlah ia maka ia akan lari dari pada kita (Yak 4:7, 8; I Ptr 5:8-9).
[4] Lihatlah Diri Sendiri Dengan Sejelas-Jelasnya
i. Fahami jalan sendiri (Ams 14:8; Mat 7:1-5)
¨ “Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati” (Ams 16:2; 21:2; I Sam 16:7)
¨ Doa Daud kepada Tuhan: “Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari. Lindungilah hambaMu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar” (Mzm 19:13-14)
ii. Kenalpasti akan karunia yang Allah berikan kepada kita (Rm 12;3; I Ptr 4:9-11; I Kor 4:6-7; I Tim 4:14-16).
iii. Sedari akan tanggungjawap sendiri (I Kor 9:16-17), rela berkorban (Kis 20:22-24), jadilah seorang hamba yang setia (Mat 24:45-47)
iv. Kiranya kita mempunyai kebijaksanaan untuk mengerti dan memperhatikan kesudahan sendiri (Ul 32:29; Pkh 7:1, 2, 8)
¨ Masa hidup manusia singkat dan penuh penderitaan, kesukaran dan sia-sia belaka (Mat 16:26; Mzm 90:10-12; Yak 4:13-15); hanya orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan (Pkh 8:12), peliharalah diri pada setiap waktu di dalam kasihNya, pasti beroleh hidup kekal (Yud 20-21)
Kesimpulan
Tatkala Roh Kudus Tuhan Yesus membukakan mata hati kita, kita disinari cahaya kemuliaan kebenaran sehingga kita bukan lagi orang-orang buta; kini mata hati kita telah disembuhkan Tuhan sehingga dapat melihat sejelas-jelasnya kehendak baik yang Tuhan aturkan bagi setiap kita, juga melihat bahwa pada hakikatnya setiap orang adalah perabot yang Tuhan mahu gunakan, maka haruslah menjadi rapih tersusun masing-masing menyatakan fungsi keanggotaannya demi membangunkan jemaat menjadi satu. Kita juga mengenalpasti bahwa setan tidak henti-henti merencanakan muslihat untuk mencelakai dan menyerang kita, justru itu harus juga kita berjaga-jaga tidak membenarkan ia menyelusup masuk untuk merosakkan kerja suci. Terlebih lagi kita telah melihat diri sendiri dengan jelas ~ baik di dalam penyempurnaan rohani, usaha dan ketekunan di dalam kerja, maupun di dalam iman, kebajikan, pengetahuan …… haruslah bertumbuh maju, sehingga dapat menjadi teladan seluruh jemaat lalu dapat masuk ke dalam kerajaan Allah dengan hak yang penuh (II Ptr 1:5-11; I Ptr 4:12-16)