Belajar Dari Hamba Tua: Taat Dalam Apa yang Diamanahkan
Ayat Alkitab: Kej 24: 1-60
Pengenalan: Kerja mencari jodoh merupakan salah satu bahagian yang penting dalam kerja penggembalaan. Ia memainkan peranan yang penting dalam mengekalkan para belia, iman kepercayaan keluarga jemaat dan juga rohani.
Tuhan mengilhamkan “Alkitab” mencatatkan peristiwa tentang hamba tua Abraham. Ini memberi inspirasi kepada para hamba yang melayani Tuhan, khasnya memberikan arahan yang nyata dalam kerja mencari jodoh.
Perlambangan:
- Abraham: Tuhan.
- Ishak yang bujang: Anak-anak Allah, belia-belia yang belum bernikah.
- Hamba tua: Teman sekerja yang dipercayakan dan diamanahkan tugas dalam kumpulan mencari jodoh.
Hamba tua diamanahkan tugas mencari jodoh untuk Ishak:
- Arah pencarian jodoh.
- Jangan perkenalkan perempuan Kanaan (orang kafir) (24: 3).
- Perkenalan di dalam negeri dan bangsa yang sama (Memperkenalkan seiman dalam gereja) (24: 4).
- Prinsip pencarian jodoh.
- Tempat di mana mereka berada adalah tempat yang diberkati yang dijanjikan Tuhan (Gereja adalah Tanah Kanaan rohaniah).
- Tidak membenarkan Ishak meninggalkan tempat yang dijanjikan Tuhan (Mencegah iman kepercayaan seiman dalam gereja menjadi tawar, malahan diasimilasikan lalu meninggalkan gereja benar) (24: 5).
- Sikap pencarian jodoh.
- Sehati bersandar kepada Tuhan pastinya akan dipimpin (24: 7).
- Berusaha sedaya upaya; berjaya atau tidak, itu urusan Tuhan (24: 8).
Hamba tua bersumpah akan menyempurnakan amanah yang diberikan: (24: 9)
Proses pencarian jodoh hamba tua:
- Berdoa sepanjang perjalanan, menguasai semua perkara (24: 11-24, 26-27).
- Memperhatikan dengan teliti, mengenalpasti kehendak Tuhan (24: 21).
- Adakah dipadankan oleh Tuhan (24: 14).
- Bagaimana akhlaknya (24: 14: kasih, memahami, sopan, rajin).
- Memerhatikan bagaimana Tuhan memimpin (24: 21: Apa yang dipimpin Tuhan pastinya berjaya tanpa halangan).
- Tidak mahu dilayani sebelum menjayakan urusan yang baik (24: 33).
- Tidak berputus asa sebelum tugas diselesaikan, menampakkan ketaatan.
- Kerja tidak dapat berkembang dengan baik jika menerima layanan terlebih dahulu.
- Gunakan kesaksian dengan baik, hapuskan keraguan (24: 34-50).
- Kesaksian tentang keluarga pihak yang lain diberkati (Berkat dari Tuhan, kepercayaan, dan kelebihan yang lain) (24: 34-36).
- Kesaksian tentang pernikahan dipimpin Tuhan (24: 37-50).
- Mantap dalam tugas, baik dalam mengatur langkah.
- Kenal pasti sasaran (lelaki, perempuan), fahami keadaan terlebih dahulu (Terlebih dahulu memahami situasi Ribka) (24: 13–26).
- Merisik kepada ibu bapa (presiders) (24: 50).
- Minta pernyataan yang pasti dari pihak yang berkenaan (24: 58).
- Hadiah ganjaran, kedua-dua pihak berpuas hati (24: 22, 53).
- Pihak lelaki rela hati.
- Pihak perempuan berpuas hati.
- Kedua-dua pihak mensyukuri nikmat Tuhan.
- Mas kahwin yang sederhana, bergantung kepada keupayaan.
- Pantas dan cekap, tidak meninggalkan masalah untuk masa hadapan (24: 33, 54-60).
- Sesuai dengan kehendak Tuhan, tidak perlu bimbang.
- Mimpi yang banyak untuk malam yang panjang, takut memberi peluang kepada si Iblis.
- Bersyukur setelah berjaya, memberi kemuliaan kepada Tuhan (24: 26. 52).
- Tidak meminta ganjaran setelah berjaya, memainkan peranan yang baik (Rujuk 2 Raj 5: 15-17; Luk 17: 9-10).
Kesimpulan: Kerja mencari jodoh merupakan kerja suci agung yang menunjukkan kasih dan juga mulia di hadapan Tuhan. Kita seharusnya mencontohi hamba tua Abraham, melaksanakannya dengan taat dan teliti.
