29. Jangan Menganggap Rendah Seorang Dari Anak-Anak Kecil
|

29. Jangan Menganggap Rendah Seorang Dari Anak-Anak Kecil

Memandang yang kaya dan merendahkan yang miskin, juga yang kuat menghina yang lemah, hal tersebut seringkali terjadi di dunia (Yak 2 : 1-4).

Tetapi Tuhan menasihatkan kepada kita, iaitu seorang dari anak-anak kecil ini : Seperti anak-anak kecil yang bodoh (Juga termasuk orang-orang miskin, orang-orang rendah, orang-orang lemah, janda dan yatim piatu), juga jangan memandang rendah akan mereka (Mat 18 : 10-11).

I.       MENGAPA TIDAK BOLEH MERENDAHKANNYA?

1.      Sebab ia pun dipilih oleh Allah (Yoh 15 : 16).

2.      Sebab Tuhan datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hina (Luk 19 : 10).

3.      Bagi orang yang telah bertobat dan kembali kepada Tuhan, janganlah dihina sebagai makhluk dunia (Luk 15 : 10;  Kis 10 : 15).

4.      Sebab antara anggota tubuh tidak boleh saling menganggap rendah (1 Kor 12 : 20-27;  Ef 2 : 19).

5.      Malaikat mereka selalu memandang wajah Allah (Mat 18 : 10).

II.     BAGAIMANA HARUS MELAYANINYA

A.      TERHADAP ANAK-ANAK KECIL

1.      Anak-anak kecil seringkali dianggap rendah oleh orang (Luk 18 : 15).

2.      Tuhan senang kepada anak-anak kecil serta memandangnya (Mat 19 : 13-15).

3.      Bagi yang melayani anak kecil pasti akan memperoleh upah (Mat 10 : 42).

B.      TERHADAP ORANG MISKIN

1.      Orang miskin sering dibenci dan ditinggalkan (Ams 19 : 4, 7;  14 : 20).

2.      Namun Tuhan memilih orang yang miskin (Yak 2 : 5) dan menyelamatkannya (Luk 16 : 22-23).

3.      Jangan menghina orang miskin (Mzm 82 : 4;  Luk 14 : 13).

C.      TERHADAP ORANG YANG MISKIN DAN RENDAH

1.      Orang yang rendah seringkali dihina (Luk 18 : 9-14).

2.      Namun Tuhan memilihnya (1 Kor 1 : 27-28), serta memeliharanya (Rut 3 : 6-11).

3.      Jangan memandang orang dengan rupa (Yak 2 : 1-4).

D.     TERHADAP JANDA DAN YATIM PIATU YANG LEMAH

1.      Para janda dan anak yatim piatu yang lemah seringkali dilalaikan orang (Mat 18 : 10).

2.      Bahkan Allah akan menolong dan menyelamatkannya (Mzm 72 : 12-14). Dan mengutus orang untuk memberi pertolongan (Ayb 29 : 12-16).

 3.      Kerohanian yang lemah pun harus ditolong (Rm 14 : 1;  15 : 1;  Yak 5 : 19).

28. Manusia Tidak Boleh Menipu Diri Sendiri
|

28. Manusia Tidak Boleh Menipu Diri Sendiri

Apabila manusia berpura-pura ada, namun sebenarnya tidak mempunyai, atau sebaliknya, bererti menipu dirinya sendiri (Gal 6 : 3).

I.       MENGAPA TIDAK BOLEH MENIPU DIRI SENDIRI

1.      Sebab mata Allah berada di segala tempat (Ams 15 : 3).

2.      Sebab Allah mengetahui perkataan dan perbuatan manusia (Mzm 139 : 3-4).

3.      Sebab Allah mengetahui fikiran manusia (Mzm 139 : 1-2).

II.     MENGAPA MANUSIA DAPAT MENIPU DIRI SENDIRI

1.      Untuk menutupi dosanya.

a.      Sejak nenek moyang melanggar perintah Allah (Kej 3 : 8-13).

b.      Kain membunuh Habel (Kej 4 : 8-10).

c.      Petrus makan dengan orang kafir (Gal 2 : 11-13).

2.      Untuk memuliakan dirinya.

a.      Saul melanggar perintah Allah (1 Sam 15 : 10-16, 30).

b.      Orang Farisi yang pura-pura berdoa sangat lama (Luk 18 : 9-11;  20 : 46-47).

c.      Ziba menyambut Daud (2 Sam 16 : 1-4;  19 : 24-30).

3.      Untuk memperoleh keuntungan harta.

a.      Akhan tamak untuk memperoleh benda yang binasa (Yos 7 : 10-25).

b.      Gehazi tamak untuk memperoleh hadiah Naaman (2 Raj 25 : 20-25).

c.      Yudas menjual Tuhan, namun masih mendekati Tuhan (Luk 22 : 47-48).

III.    BAHAYA DARI MENIPU DIRI SENDIRI

 1.      Menampakkan kebodohan diri (Ams 28 : 26;  1 Kor 3 : 18-19).

2.      Kerohanian yang tidak maju (Yak 1 : 22-26).

27. Nafsu
|

27. Nafsu

Setiap orang mempunyai nafsu, namun yang dapat mencegah dan merasa cukup jarang dijumpai.

I.       NAFSU

1.      Nafsu manusia tidak terbatas.

a.      Kerana mencari harta (Pkh 5 : 10).

b.      Kerana hidup (Pkh 6 : 7).

c.      Kerana mencari kemewahan (Ams 27 : 20).

2.      Nafsu banyak, kesesakan bertambah.

a.      Nafsu mengejar kenikmatan (Pkh 2 : 4-11).

b.      Nafsu mengejar pengetahuan/hikmat (Pkh 1 : 18;  8 : 16).

c.      Nafsu mengejar kekayaan (Ams 23 : 4-5).

3.      Akhirnya masuk dalam nafsu liang kubur.

a.      Kerana nafsu dan tamak akan harta, sehingga tenggelam dalam kebobrokan serta binasa (1 Tim 6 : 9-10).

b.      Kerana tamak akan emas dan perak, sehingga menjadi batu sandungan (Yeh 7 : 19).

c.      Kerana tamak akan kemewahan, akhirnya Dina diperkosa (Kej 34 : 1-2).

II.     CUKUP

1.      Untuk merasa cukup, perlu belajar (Flp 4 : 11-13).

2.      Yang merasa cukup, petanda bersandar kepada Allah (Ibr 13 : 5-6;  Mat 6 : 31-34).

3.      Merasa cukup, menimbulkan kegembiraan (2 Kor 8 : 2;  Mzm 16 : 11).

4.      Di dalam Tuhan dapat memperoleh kecukupan yang sesungguhnya (Ams 19 : 23;  Mzm 107 : 9;  Mzm 103 : 5).

III.    DI DALAM NAFSU, MEMOHON KECUKUPAN

1.      Setelah percaya kepada Tuhan harus mencari kecukupan dalam meteri (Luk 3 : 10-14).

2.      Ibadah disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar (1 Tim 6 : 6-8).

3.      Di dalam kerohanian, memohon kecukupan (Mzm 17 : 14-15).

26. Bersandar Pada Tuhan Menghapus Kesedihan
|

26. Bersandar Pada Tuhan Menghapus Kesedihan

Meskipun dalam dunia menderita (Yoh 16 : 33), tetapi bagi orang yang berada dalam Kasih Karunia Tuhan, apabila hatinya teguh bersandar padaNya, maka pasti dijagai dengan damai sejahtera (Yes 26 : 1-4), untuk menghapus kesedihan di dunia.

I.       KESEDIHAN DALAM HIDUP

1.      Penghiburan Tuhan (Mat 6 : 25-34).

2.      Pengalaman di dalam Tuhan (2 Kor 8 : 9;  Mat 17 : 27;  Luk 9 : 58).

3.      Ia pasti memelihara (Mzm 37 : 5, 25).

II.     KESEDIHAN DALAM ROHANI YANG LEMAH

1.      Nasihat Paulus (Flp 4 : 6-7).

2.      Pendapat Paulus (Rm 7 : 24-25;  Ef 6 : 10;  2 Kor 12 : 7-9).

3.      Ia pasti menolong (Yak 5 : 13-16).

III.    KESEDIHAN DALAM PENGANIAYAAN

1.      Penghiburan Daud (Mzm 55 : 22).

2.      Pengalaman Petrus (Kis 12 : 4-11).

3.      Ia pasti menjaga dan menyelamatkan (Why 7 : 1-3;  2 Tim 3 : 1-3, 11).

25. Mengecapi Kebaikan Tuhan
|

25. Mengecapi Kebaikan Tuhan

  • Setelah mengecap keindahan dunia, maka manusia dapat merasakan kenikmatannya, apatah lagi Anugerah Tuhan yang lebih baik dan indah (Mzm 34 : 8).

I.       BAGAIMANAKAH KEBAIKAN TUHAN ITU?

1.      Kasih setiaNya manis (Kid 2 : 3).

  • Maria mahu duduk di bawah kaki Tuhan untuk mendengarkan firman (Luk 10 : 38-42).

2.      Jiwa menjadi damai sejahtera (Mzm 103 : 3-4;  131 : 2).

  • Perempuan yang menderita pendarahan selama 12 tahun memperoleh damai sejahtera/kesembuhan (Mrk 5 : 25-29);  Jiwa rasul memperoleh damai sejahtera (Kis 12 : 6;  16 : 25).

3.      Hati dimerdekakan (Yoh 8 : 32, 36).

  • Orang yang dirasuk roh jahat di Gerasa memperoleh kemerdekaan (Mrk 5 : 15).
  • Jiwa Paulus dimerdekakan (Rm 7 : 24-25).

4.      Puas dan senang (Mzm 16 : 2, 9-11;  17 : 15).

  • Simeon melihat Tuhan dan memperoleh penghiburan (Luk 2 : 25-30).
  • Petrus melihat Tuhan (Mat 17 : 4).

II.     BAGAIMANA AGAR DAPAT MENGECAPI ANUGERAH TUHAN?

1.      Harus merindukan Anugerah Tuhan (1 Ptr 2 : 2-3).

  • Orang yang menghina tidak dapat mengecapnya (Luk 14 : 15-24).

2.      Harus bersandar dan berserah (Mzm 37 : 5;  Yes 26 : 3).

  • Nyatakanlah segala hal kepada Tuhan dalam permohonan doa (Flp 4 : 6-7).

3.      Harus puas dengan pengharapan (Flp 4 : 11-12;  1 : 23).

  • Carilah dahulu Kerajaan Allah dan KebenaranNya, serta tekun melayani Tuhan (Mat 6 : 24-34).

III.    BAGAIMANAKAH SETELAH MENGECAP ANUGERAH TUHAN?

1.      Harus rindu dan membalasnya (Ul 8 : 2-18).

2.      Jangan menyia-nyiakannya (2 Kor 6 : 1;  Ibr 2 : 3).

3.      Jangan meninggalkan/murtad (Ibr 6 : 4-8).

24. Cukuplah Kasih Karunia Tuhan Bagimu
|

24. Cukuplah Kasih Karunia Tuhan Bagimu

Firman Tuhan menjadi manusia dan datang di dunia, serta membawa Kasih Karunia yang berkelimpahan (Yoh 1 : 14).

Ia akan memberikan Kasih Karunia itu kepada kita (Ef 1 : 7-8).

Supaya kita menikmatinya seumur hidup (Mzm 30 : 5).

Sehingga Ia berfirman kepada kita : “Cukuplah Kasih KaruniaKu bagimu” (2 Kor 12 : 9).

I.       CONTOH KASIH KARUNIA TUHAN YANG MENCUKUPI

1.      Kasih Karunia di dalam kehidupan.

a.      Dapat bersandar kepada Tuhan (Mat 6 : 25-33).

b.      Seperti janda di Sarfat (1 Raj 17 : 12-16).

2.      Kasih Karunia di dalam penderitaan.

a.      Dalam sakit Tuhan memberi kesembuhan (Yak 5 : 14-15;  Mzm 107 : 17-20).

b.      Seperti Hizkia yang sakit parah, namun Allah menyembuhkan juga (Yes 38 : 1-8).

3.      Kasih Karunia di dalam penganiayaan.

a.      Dalam penganiayaan Allah pasti menjaga dan menyelamatkan (Kis 8 : 1;  12 : 11;  Mat 10 : 28).

b.      Seperti Daniel dengan ketiga sahabatnya (Dan 3 : 16-18;  6 : 19-23).

4.      Kasih Karunia di dalam pengajaran.

a.      Allah pasti mengajar orang yang dikasihiNya (Ibr 12 : 6).

b.      Seperti Daud yang menerima ajaran dari Allah (2 Sam 24 : 14).

5.      Kasih Karunia penyertaan Tuhan.

a.      Tidak takut, kerana bahaya kesukaran (Mzm 27 : 1-3).

b.      Seperti Elisa dengan tentera Aram (2 Raj 6 : 14-17).

II.     SIKAP YANG HARUS ADA SETELAH MEMPEROLEH KASIH KARUNIA

1.      Harus sering memperingatinya (Ul 8 : 1-18).

  • Jangan menjadikan kesia-siaan (2 Kor 6 : 1).
  • Atau mengabaikannya (Ibr 2 : 3).

2.      Harus maju di dalam Kasih Karunia (2 Ptr 3 : 18).

  • Menguatkan diri (2 Tim 2 : 1).

3.      Harus berdiri teguh di dalam Kasih Karunia.

  • Jangan sampai lepas (Gal 5 : 4).