Jadilah Jemaat Yang Mulia
| | |

Jadilah Jemaat Yang Mulia

Jadilah Jemaat Yang Mulia

[Gao En Feng]

Prakata:

Ef 5:26-27 ~ Jadilah Jemaat yang mulia, di mana jemaat ialah tubuh Tuhan (Ef 1:22-23); haruslah kita suci diri sendiri seperti mana Tuhan Yesus menyucikan Bait Allah (Yoh 2:14-16; Yer 7:11; Luk 19:45). Syarat-syarat menjadi jemaat yang mulia adalah seperti berikut:

I.          Iman Yang Kuat Dan Teguh (Rm 4:19-21)

  1. Jemaat Smirna beriman kuat dan teguh sehingga setia sampai mati (Why 2:8, 11)
  2. Teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula (Ibr 3:14)
  3. Ujilah diri sendiri, apakah tetap tegak di dalam iman (II Kor 13:5)

II.          Perbuatan Yang Sempurna (Yak 2:26)

  1. Miliki cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa lain (I Ptr 2:12)
  2. Pemercaya harus bersinar terang, menerangi angkatan yang gelap (Flp 2:14-16; Mat 5:14-16)
  3. Setiap orang dihakimi setimpal dengan perbuatannya (Mat 7:21)

III.       Kasih Yang Baik-Indah (Why 2:1-5)

  1. Maria yang mengasihi Tuhan mempersembahkan yang paling berharga (Mrk 14:3-6; Ibr 13:16; 3:9; II Kor 9:7)
  2. Teladani Abraham yang mengasihi Tuhan (Kej 14:12-16; Rm 13:8)
  3. Pertunjukkanlah kasih yang benar (I Kor 13:1-7) – ajaran Ishak menggali sumur (Kej 26:15-22; I Tes 3:12)

IV.       Menaruh Kerendahan Hati (Mat 20:20-28)

  1. Menganggap yang lain lebih utama daripada diri sendiri (Flp 2:3)
  2. Hendaklah rendah hati dan jangan membalas kejahatan dengan kejahatan (I Ptr 3:8-9)
  3. Yang rendah hati akan dirahmati dan diselamatkan Allah (I Ptr 5:5; Ayb 22:29)

Kesimpulan:

Kita adalah Bait Allah (I Kor 3:16-17), justru itu, berusahalah menyempurnakan rohani demi membangunkan rumah rohani (Ef 2:18-22), sehingga menjadi Bait yang mulia dan dispersembahkan sebagai persembahan rohani (I Ptr 2:5), berkenan kepada Tuhan (I Kor 6:19-20).

Tiga Keutamaan Mengerjakan Kerja Tuhan
| | |

Tiga Keutamaan Mengerjakan Kerja Tuhan

Tiga Keutamaan Mengerjakan Kerja Tuhan

[Cai Zhen Ming]

Nas Kitab:

Jerih payah di dalam Tuhan tidak sia-sia, banyaklah melakukan kerja Tuhan (I Kor 15:58)

I.             Berdirilah Teguh, Jangan Goyah (58a)

  1. Percayalah pada Tuhan: Tak sesuatu apa jua pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah (Rm 8:35-39)
  2. Percayalah pada Alkitab: Terimakannya sendiri (I Yoh 1:1) mendorong sampai kepada pemercya generasi kedua, ketiga.
  3. Percaya kepada gereja:  ia didirikan oleh Roh Allah, harus beriman terhadap Gereja Benar (Ef 1:18-23)

Δ       Bacalah Alkitab selalu, disebabkan perkataanNya menjadikan kita ada hikmat yang menuntun kepada keselamatan; rasai Tuhan melalui doa, kayakan diri sendiri (II Tim 3:15-17)

II.          Giatlah Selalu (58b)

  1. Dikuasai kasih Tuhan (II Kor 5:14)
  2. Hidup untuk Tuhan, mati untuk Tuhan (II Kor 5:15; Rm 14:7-8)
  3. Kenali akan kepentingan Injil, disebabkan Injil membolehkan seseorang diselamatkan dan memimpin orang kepada kesempurnaan di hadirat Tuhan (Kol 1:23, 28)

Δ       Lima inti penting di dalam Injil: Kelahiran, kematian, kebangkitan, keberangkatan ke Sorga dan kedatangan kembali Tuhan.

4. Waktu tidak lama lagi (Pkh 9:10), selama hari masih siang (Yoh 9:4), selama masih merdeka, selama masih muda, selama masih sihat, jangan sesudah tua baru menyesal tidak bekerja waktu awal ataupun sewaktu sakit baru ingin bekerja membalas Tuhan, sudah terlambat.

III.       Harus Berpengharapan (58c; I Kor 9:10)

  1. Sabar (Yak 5:7), seperti petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya, ia sabar.
  2. Dengan sukarela, pasti menerima upah (I Kor 9:16-17)
  3. Mendapat seratus kali lipat hidup masa kini, mendapat hidup kekal di masa akan datang (Luk 18:28-30)

Δ       (II Tim 4:7-8; II Ptr 1:10-11; II Yoh 8)

Peranan Kaum Saudari Masa Dulu
| | |

Peranan Kaum Saudari Masa Dulu

Peranan Kaum Saudari Masa Dulu

[Cai Zhen Ming]

Nas Kitab: Kej 2:18

I.             Dalam Rumah: Jadikan Keluarga Sendiri Kesaksian Yang Baik

  1. Isteri yang baik (Ams 14:1), rajin menguruskan rumah (Ams 31:15, 27), tidak memerintah atas suami (I Tim 2:12), supaya hati suami mempercayainya dan membantu suami menjadi pengikut Tuhan yang dikenanNya (Ams 31:11, 23)
  2. Ibu yang cekap (Ams 22:6; 13:24), didiklah anak-anak menjadi pengikut Tuhan dan ajarilah anak-anak menjadi pengikut Tuhan dan ajarilah anak-anak sendiri (Mzm 78:4-5; Luk 2:52)
  3. Menantu yang baik (Rut 2:1-3)

II.          Dalam Gereja:

  1. Giat melayani (Mat 27:55-56)
  2. Tekun bersaksi (Kis 18:2-26; Rm 16:3-4)
  3. Belajar dengan berdiam diri (I Tim 2:11; Luk 10:39)

III.       Di Masyarakat

  1. Jauhi takhayul dan dongeng nenek-nenek tua (I Tim 4:7)
  2. Bantu yang miskin dan terlindas (Ams 31:20; Kis 9:36-41)
  3. Jadi terang dunia (Mat 5:14)

Δ       Ams 31:10

Pengalaman Dan Pengenalan Yang Wajib  Bagi Seorang Gembala
| | |

Pengalaman Dan Pengenalan Yang Wajib Bagi Seorang Gembala

Pengalaman Dan Pengenalan Yang Wajib Bagi Seorang Gembala

[Shu Yin Guang]

Prakata:

Tuhan Yesus pernah berpesan pada Petrus: Gembalakanlah domba-dombaNya [pemercaya]; ini merupakan tanggungjawap dan amanat setiap gembala dan janganlah menyia-nyiakan amanat Tuhan (Yoh 21:13-15; Ams 27:23; 22:6)

 I.             Mengapa Perlu Menggembalakan Domba Tuhan?

  1. Demi membalas anugerah (Mzm 103:1-5; II Kor 6:1-4; Luk 17:11-19)
  2. Demi mempergunakan kesempatan untuk melayani (Pkh 9:10-12; Luk 24:1-8)
  3. Demi memperkayakan diri (I Kor 9:26-27; I Tim 4:16)
  4. Demi menuruti perintah Tuhan (Yoh 21:13-15; I Tim 3:14-15)

 II.          Bagaimana Memainkan Peranan Gembala Dengan Baik

  1. Jadikan sendiri sebagai teladan (I Ptr 5:3; Yoh 10:10, 27)
  2. Hormati jawatan sendiri (Rm 1:1-6; 11:13)
  3. Percaya bahwa segala yang dilakukan pasti diganjarkan Tuhan (Ibr 6:10; Why 14:13)

Kesimpulan:

  1. Kerja suci gereja harus berterusan turun-temurun; utama kerja latihan bakal-bakal pengganti (I Tim 1:18; 4:13-14)
  2. Inginkan pekerjaan yang baik (I Tim 3:1; Yes 6:8; Neh 2:17-18)

 

Bagaimana Mendirikan Keluarga Yang Bahagia
| | |

Bagaimana Mendirikan Keluarga Yang Bahagia

Bagaimana Mendirikan Keluarga Yang Bahagia

[Shu Yin Guang]

I.             Kepentingan Keluarga

  1. Segala jenis kasih bermula dari kelurga.
  2. Keluarga ialah tempat kediaman sendiri dan ahli keluarga, juga tempat istirehat sepanjang perjalanan kehidupan seorang insan.
  3. Keluarga ialah tempat terbaik untuk merawati kepanasan hati dan melepaskan kegeraman.

II.          Bagaimana Mendirikan Keluarga Yang Bahagia?

Bukanlah senang mendirikan keluarga yang bahagia, tambahan pula, keluarga adalah berhubungan rapat dengan seluruh manusia disebabkan keluarga berkembangan ke skop kawasan yang agak luas. Bagaimana mendirikan keluarga yang bahagia, berikut dibentangkan beberapa butir sebagai rujukan para seiman:

1. Ibubapa harus beri perhatian khas kepada bimbingan anak-anak (Ef 6:4; Ams 22:6)

   Uruskan dengan berhati-hati masalah-masalah kecil baik dalam kehidupan maupun kepercayaan.

‚   Berprihatin dan memperbanyakkan galakan (Ams 31:1-9; I Tes 4:1)

Δ       Amaran (I Sam 2:12-36)

Hidup berdamai (Mzm 133:1; Ibr 12:14)

2.    Diperkenankan Allah, diendahkan orang lain (Rm 14:17-19)

Allah sentiasa menyertai orang-orang yang berdamai (II Kor 13:11)

3. Takutlah akan Tuhan dan turuti firmanNya (Mzm 128:1-6)

Allah mempunyai damai sejahtera dan berkat (Dan 22:21)

Jauhkan kecurangan dari kemah (Ayb 22:23)

4. Dirikanlah mezbah doa (Ayb 22:27; Flp 4:6-7)

Δ       Kata (pg 55): Keluarga bukan hanya tempat kediaman tubuh fizikal bahkan tempat kediaman jiwa dan roh.

   Keluarga Akwila dan Priskila (I Kor 16:19)

‚   Rumah yang disewa Paulus (Kis 28:30-31)

Kemuliaan Manusia
| | |

Kemuliaan Manusia

Kemuliaan Manusia

[Lai Yin Fu]

Prakata:

Pada mulanya, Allah melakukan kerja penciptaanNya selama enam hari. Apabila segala sesuatu telah siap diciptakan, akhir sekali baru diciptakan manusia, ini disebabkan segala sesuatu adalah disiap-ciptakan untuk manusia. Manusia disebut sebagai roh segala makhluk, yakni binatang yang bertaraf tertinggi. Ini disebabkan manusia pada semulanya adalah anak Allah di mana Allah mengaruniakannya otak, tahu mencipta, mereka-bentuk, memikir, mengkaji-selidik, reti membezakan antara betul atau salah, baik dan jahat; tambahannya, di dalam manusia, ada jiwa dan roh yang bernilai ~ ternyata betapa mulianya umat manusia.

I.  Kemuliaan Semula Sewaktu Dicipta

1. Mempunyai roh manusia yang mulia ~ berlainan dengan binatang-binatang lain (Ruj: Pkh 3:21)

Δ       Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam hidung manusia, demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup (Kej 2:7)

Δ       Allah menjadikan manusia menurut gambarNya sendiri (Kej 1:27). Boleh dibahagikan kepada gambar lahiriah dan gambar batiniah.

2. Mempunyai gambar batiniah Allah ~ kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya (Ef 4:24)

Δ       Pada mulanya, manusia bersifat baik, sebab Allah sememangnya menjadikan manusia itu baik ~ memiliki kasih setia, keadilan dan kekudusan seperti yang dimiliki Allah, terlebih lagi manusia mempunyai kebaikan dan hati nurani.

3. Juga mempunyai gambar lahiriah Allah ~ gambar lahiriah Yesus Kristus

Δ       Sebab Adam adalah gambaran Dia [Kristus] yang akan datang (Rm 5:14)

4. Manusia adalah anak Allah ~ sebab ada gambaran Allah

Δ       Adam adalah anak Allah (Luk 3:38), manakala Allah ialah Bapa Sorga manusia.

5. Adalah tuan dunia ~ mengurus dan mengawal segala sesuatu di dunia

Δ       Allah memberi kuasa kepada manusia untuk berkuasa di atas ikan-ikan di laut, burung-burung di udara dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Dia menghendaki manusia berkuasa di atas bumi (Kej 1:26, 28).

II.     Sifat Semulajadi Syaitan Ialah Perosak

1. Iblis ialah malaikat berbuat dosa (ruj: Yes 14:12-15; Yeh 28:14- 17)

Δ       Ia menyesatkan dunia, mempunyai empat gelaran (Why 28:14-17)

   Naga besar ~ bermaksud kejam [terhadap manusia]

‚   Ular tua ~ bermaksud menyesatkan manusia, licik [menggodai manusia]

ƒ   Iblis ~ bermaksud memfitnah [Allah], mendakwa [manusia]

„   Syaitan ~ bermaksud menentang [yang baik]; melawan [Allah]

2. Kerosakan Iblis (Kej 3:1-6)

Ular yang licik menggodai Hawa sehingga bangkit kecurigaan di dalam hati (1)

Mempergunakan kecurigaan Hawa terhadap perkataan Tuhan untuk menyesatkannya (2-4)

Menimbulkan perasaan ingin tahu dan hati yang ingin menang di dalam Hawa (5)

Memberangsangkan keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup pada Hawa (6a)

Menjatuhkan Adam ke dalam dosa melalui perasaan antara suami isteri dan kepercayaan antara mereka (6a)

III.    Akibat Nenek Moyang Berbuat Dosa ~ Umat Manusia Kehilangan Kemuliaan

1. Jiwa rohani manusia mati (Kej 2:16-17)

Δ       Tuhan pernah berkata: Biarlah orang-orang mati [jiwa rohani telah mati] menguburkan orang-orang mati mereka [jiwa rohani dan jasmani telah mati] (Mat 8:21-22).

2. Gambar batiniah manusia berubah (Ruj: Kej 8:21)

Δ       Mata dosa menjadi terang, takut akan Allah dan menolak dosa kepada orang lain (Kej 2:7-13)

Δ       Manusia diperanakkan dalam kesalahan (Mzm 5:1-7)

3. Hanya mengutamakan gambaran lahiriah ~ mempunyai muka manusia tetapi hati binatang.

Δ       Sengaja tidak mahu mengenali Allah, melakukan hal-hal yang tidak pantas, kejahatan bertambah-tambah tidak terkirakan (Ruj: Rm 1:23-32; II Tim 3:1-5)

Δ       Upah dosa ialah maut, akan menerima hukuman kekal bersama-sama Iblis (Rm 6:23; Mat 25:41)

4. Hilang kelayakan sebagai anak Allah ~ menjadi hamba dosa (Yoh 8:34-35)

Δ       Sesudah berbuat dosa, kedua-dua lelaki dan perempuan turut dikutuk (Kej 3:16-19)

Δ       Diusir dari Taman Firdaus (Kej 3:22-24)

5. Tidak lagi menjadi tuan di atas dunia ~ diserah kepada pemerintahan Iblis (Luk 4:5-6)

Δ       Bumi akan menumbuhkan semak duri dan rumput duri, kena berjerih payah seumur hidup, dengan berpeluh mencari makanan (Kej 3:17-19)

IV.       Anugerah Keselamatan Yesus Kristus ~ Memulihkan Kembali Kemuliaan Manusia

1. Beroleh selamat kerana rahmat, bukan kerana perbuatan (Ef 2:8-9)

Δ       Apabila daun pohon ara menjadi kering, tidak akan dapat menutup kemaluan (Kej 3:7)

Δ       Kulit yang digunakan Allah [membunuh binatang – melambangkan Tuhan Yesus, Anak Domba pengganti dosa], membuat pakaian untuk manusia, baru dapat menutup kemaluan (Kej 3:21)

Δ       Oleh perbuatan manusia, sekali-kali tidak dapat menghapuskan dosa; hanya anugerah keselamatan Allah [Kristus mati di atas kayu salib] sahaja yang dapat melepaskan manusia dari dosa.

2. Adam yang akhir [Yesus Kristus] menjadi roh yang menghidupkan (I Kor 15:45)

Δ       Kedurhakaan Adam menjadikan manusia orang-orang dosa; ketaatan Kristus menjadikan manusia orang-orang benar (Rm 5:19)

3. Oleh kematianNya, Kristus memusnahkan Iblis yang berkuasa atas maut dan membebaskan mereka yang berada dalam perhambaan (Ibr 2:14-15)

Δ       Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru (II Kor 5:17-19)

Δ       Melalui baptisan, kita mati bersama-sama, dikuburkan dan bangkit bersama-sama Tuhan (Rm 6:3-9) ~ jiwa rohani bangkit

4. Oleh iman kita dibaptis dalam Kristus, memulihkan semula identiti sebagai anak-anak Allah, berhak menerima pusaka yang dijanjikan Allah (Gal 3:26-29) – menjadi tuan di atas Kerajaan Sorga.

Δ       Dibaptis menjadi anak-anak Allah, Roh Kudus sebagai bukti (Mat 3:16-17; Rm 8:16)

5. Oleh Roh kita mematikan perbuatan-perbuatan tubuh, maka kita akan hidup; hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging (Rm 8:13-14; Gal 5:16), secara beransur-ansur melahirkan gambaran batiniah Allah.

Penutup

Manusia di dalam kegemilangan haruslah sedar dan memegang firman (Mzm 49:21), berjaga-jaga sambil berdoa setiap hari baru tidak disesatkan (Mat 26:41), tunduk pada Roh Kudus akan beroleh hidup dan damai sejahtera (Rm 8:5-6), lalu mempertahankan kegemilangan orang benar.