Prinsip-Prinsip Yang Wajib Dimiliki Seorang Pemimpin
[Gao En Feng]
Prakata:
Barisan pemimpin mempunyai jawatan tungasan yang penting, yaitu sebagai hamba-hamba Tuhan (I Kor 9:19; II Kor 4:5), justeru demikian, janganlah jadi seorang buta yang memimpin jalan (Luk 6:39), supaya jangan jatuh ke dalam lubang kebinasaan, melainkan bawalah para pemercaya ke dalam kesempurnaan di hadirat Tuhan (Kol 1:28-29) baru demikian, tidaklah mempesia-siakan pilihan Tuhan.
I. Bawakan Masalah-Masalah Sampai Ke Hadirat Tuhan
Bawalah dan serahkan setiap bebanan kepada Tuhan (beban gereja, beban pemercaya, beban kerja (I Ptr 5:7-9), disebabkan seumur hidup manusia tertakluk di dalam tangan Tuhan (Mzm 31:2)
II. Beriktiar Memahami Keperluan Dan Permintaan Pemercaya
Δ Kenallah baik-baik keadaan kambing dombamu, perhatikanlah kawanan dombamu (Ams 27:23)
Δ Cari kembali yang hilang, sembuhkan yang luka (Yeh 34:15-16)
III. Bertahan Menghadapi Kesakitan Kritikan
Δ Teladani Tuhan yang sabar menghadapi celaan dan kritikan bangsa Yahudi (Yoh 1:47; Yes 53:2-3; Mat 13:53-47; Yoh 8:46-49)
Δ Teladanilah para rasul yang sabar dalam setiap pekerjaan (Kis 4:18-19; I Tes 5:14)
IV. Harus Menaruh Hati Yang Berbelas Kasihan
Δ Tergerak hati orang Samaria oleh “belas kasihan” (Luk 10:29-37)
Δ Jawapan yang lemah lembut meredakan kegeraman (Ams 15:1). Contoh: Hak 8:1-3
V. Mempunyai Semangat Berjuang Dan Setia Di Dalam Kerja
Δ Yang diminta daripada Allah terhadap kita ialah boleh dipercayai (I Kor 4:1-2)
Δ Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela (I Ptr 5:2-4)
VI. Tidak Boleh Kekurangan Doa
Δ Mendoakan tahap kerohanian sendiri (Mrk 1:35; Mat 26:41; Ibr 5:7; Mat 18:19)
Δ Mendoakan seluruh jemaat (I Tes 1:2-6)
VII. Jangan Terjerumus Dalam Kecongkakan
- Malaikat yang berbuat dosa (Yes 14:12-15)
- Amaran dari pembinaan menara Babel (Kej 11:4-9)
- Uzia yang memberanikan diri mempersembahkan kroban (II Taw 26:16-20)
- Nebukadnezar yang sesat dalam kecongkakan (Dan 4:28-32)
Kesimpulan:
Beberapa butir yang dibentangkan di atas adalah dijadikan dorongan bersama sesama para pemimpin. Kiranya Tuhan mengaruniakan Roh hikmat, iman yang berani agar setiap pemimpin kita menaruh hati seperti pada Tuhan Yesus, sama-sama membantu kerja suci gereja, agar kerja suci gereja akan berkembang maju manakala iman seluruh jemaat ditegurkan memuliakan nama Tuhan (Flp 2:5, 12-13; II Tes 1:11-12).