Tiga Raja Sebelum Perpecahan Monarki
| | |

Tiga Raja Sebelum Perpecahan Monarki

Tiga Raja Sebelum Perpecahan Monarki

[Yohanes Yang]

[1]   Saul

  1. Anak Kisy, seorang suku Benyamin (I Sam 9:1)
  2. Berumur 40 tahun ketika menjadi raja dan memerintah selama 40 tahun (I Sam 13:1; Kis 13:21)
  3. Riwayatnya

Kelebihan

(a)  Seorang yang taat (Isam 9:5)

(b)  Bersopan santun, berbudi – memperingati budi orang Keni (9:7-10; 15:6)

(c)  Rendah hati – sewaktu diutus menjadi raja, ia rasa dirinya tidak layak (9:20, 21; 10:16, 21,22)

(d)  Setelah beroleh kemenangan ia membina mezbah mengucap syukur atas anugerah Tuhan (14:35)

(e)  Sewaktu tidak berhasil, ia tahu menyelidiki diri sendiri (14:36-42)

(f)  Mengumpulkan para pahlawan dan orang gagah perkasa untuk mengikutnya (14:52)

(g)  Menerima pandangan dan nasihat Yonatan supaya jangan membunuh Daud (19:1-6)

Sumbangannya

(a) Menyelamatkan orang-orang Yabesy-Gilead daripada ancaman raja Amon (I Sam 11:1-11)

(b) Berjuang dengan berani demi rakyatnya, berperang melawan segala bangsa lain, melepaskan Israel dari tangan orang-orang yang merampasi mereka dan menjaga kestabilan dan ketenteraman kehidupan rakyat (14:47, 48)

Kekurangan

(a)  Di peringkat mudanya, sewaktu menghadapi masalah, ia tidak tahu bersandar keda Tuhan (I Sam 9:6)

(b)  Melampaui batasan kedudukan identiti sendiri apabila ia bertindak sendiri mempersembahkan korban (13:8-14)

(c)  Sewaktu berperang dengan orang Filistin (berdasarkan iman Yonatan) ia melarang pasukan tenteranya yang mempertaruhkan nyawa dalam peperangan supaya jangan makan (15:6-30)

(d)  Tidak mengakui kesalahan diri ri, bahkan menolak dosa tersebut kepada umat dan meninggikan diri sendiri (15:10-31)

(e)  Tidak membalas budi, sebaliknya menghina (15:1-30; 18:6-9)

(f)  Berikhtiar untuk mencelakai Daud (18:17-30)

(g)  Walaupun digerakkan Roh Allah di Roma, namun masih tidak bertobat (15:1-30; 18:6-9)

(h)  Mencurigai bahwa Daud ingin merampas takhta kerajaannya

(i)  Membunuh para imam dan penduduk di dalam kota imam (22:6-23)

(j)  Masih menganggap bahawa adalah kehendak Allah sewaktu membelakangiNya dan bermuafakat untuk membunuh Daud (23:7-14)

(k)  Sewaktu mengejar Daud sampai ke En-Gedi, jubah luarnya telah dipotong Daud, ia mengakui kesalahan diri sendiri (24:1-22), namun tidak lama kemudian, ia memburu Daud sampai ke padang gurun Zif (26:1-25)

Kesudahannya

(a)  Melanggar perintah Tuhan; setelah ditolak Tuhan ia sentiasa diganggu oleh roh jahat (I Sam 16:14-23)

(b)  Tidak mendapat pertolongan Allah lalu tidak berdaya mengalahkan Goliat (17:1-58)

(c)  Sewaktu berperang dengan orang Filistin, hatinya sangat gelisah lalu ia berseru kepada Allah; namun tidak mendapat jawaban dari Tuhan lalu ia pergi mencari seorang perempuan pemanggil arwah (28:3-25)

(d)  Saul bersama tiga anak laki-laki maju berperang demi negara dan terkorban dalam medan peperangan. Kepala Saul telah dipenggal oleh orang Filistin dan digantung pada tembok. Setelah diketahui oleh orang-orang Gilead-Yobesy, mereka dengan beraninya pergi mengambilnya kembali dan menguburkannya (31:1-13)

[2]   Daud

  1. Anak bongsu Isai, dari kaum Yehuda (I Sam 16:10-13)
  2. Berumur tiga puluh tahun pada waktu ia menjadi raja dan memerintah selama 40 tahun. Menjadi raja di Hebron atas Yehuda selama 7 tahun dan menjadi raja atas Isreal dan Yehuda di Yerusalem selama 33 tahun (II Sam 5:4, 5)
  3. Riwayatnya

Kelebihan

(a)  Pandai main kecapi, pandai bicara, elok perawakan, pahlawan gagah perkasa dan Tuhan menyertai dia (I Sam 16:18-23)

(b)  Bergaul dengan seorang kawan baik, mendapat kebaikan besar (18:1-5)

Δ  Sahabat baiknya, Yonatan memohon belas kasihan dari ayah sendiri deminya (19:1-7)

Δ  Membela dan melindunginya dalam saat-saat yang genting sehingga ia terluput daripada pembunuhan ayahnya (20:1-42)

Δ  Sewaktu dalam kesesakan, ia beroleh galakan dan penghiburan dari Yonatan (23:16-18)

(c)  Sewaktu melarikan diri sampai ke gua Adulam ia menjadi sahabat orang yang dalam kesukaran (22:1, 2)

(d)  Tidak membunuh Saul sewaktu di En-Gedi (24:1-22)

(e)  Menerima permohonan Abigail, tidak membinasakan keluarga Nabal (20:5)

(f)  Tidak membunuh Saul sewaktu berada di Zif (26)

(g)  Sewaktu kehilangan kedudukan, isteri dan anak-anaknya ditawan, menghadapi pemberontakan daripada para pengikut dan sendiri nyaris-nyaris dibunuh, Daud tetap menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan lalu terselamat (30:1-31)

(h)  Apabila mendengar bahawa musuh (ia sendiri tidak menganggap Saul sebagai musuh) telah mati di medan pertempuran, ia tidak mengambil kesempatan untuk bergembira, sebaliknya ia berpuasa dan meratap dan membuat nyanyian ratapan (II Sam 1:1-27)

(i)  Dengan beraninya dia menerima kembali Abner, panglima kepada Saul, iaitu ayah Isyboset (3:12-39)

(j)  Tidak menganggap kematian Isyboset sebagai kesukacitaan (4:5-12)

(k)  Menunjukkan kasih kepada anak Yonatan, iaitu Mefiboset (9:1-13)

(l)  Sabar bertahan menghadapi kutukan dan caci maki Simei (16:5-14)

(m)  Bertoleransi terhadap Absalom, anak yang telah mendurhaka terhadapnya (18:1-33)

(n)  Di bawah pertolongan Allah dan ditambahkan dengan hatinya yang peramah dan pemurah, ia mendapat sokongan penuh setia dari tentera dan rakyat sehingga berjaya membangunkan kerajaan yang kuat dan makmur (23:8-39; I Taw 11:10-12:40)

Sumbangannya

(a)  Bersandar kepada Tuhan untuk membunuh Goliat (I Sam 17:17, 18)

(b)  Melepaskan orang-orang Kehila dari tangan orang Filistin (I Sam 23:1-5)

(c)  Kali kedua ia melarikan diri ke raja Akhis, ia telah berjuang dalam peperangan untuk raja sehingga ia mendapat kepercayaan raja lalu dilantik menjadi kepala pengawal (I Sam 27:1-28:2)

(d)  Setelah menjadi raja, ia menyerang Yerusalem dan menetapkan kota itu sebagai ibukota (II Sam 5:6-12)

(e)  Mengalahkan orang Filistin (5:17-25)

(f)  Memindahkan tabut perjanjian Tuhan ke Yerusalem (6:1-19)

(g)  Menakluki negara-negara asing di sekitarannya, memberi keuntungan kepada rakyat dan memuliakan Tuhan (8: 1-14)

(h)  Berbuat baik dalam tanggungjawab sendiri, mahir dan cekap, berlaku adil dan benar (8:15-18)

(i)  Dihalau keluar dari istana dan sewaktu menghadapi maut, ia tetap tenang dan merancang segalanya dengan teliti (15:13-37; 17:1-23)

(j)  Mengerahkan tentera untuk menghapuskan pemberontakan Seba pada waktu yang tepat  (20:1-22)

(k)  Membela hak orang-orang Gibeon dan melenyapkan kelaparan selama tiga tahun tersebut (21:1-14)

(l)  Bertekad membina Bait Allah, menyediakan bahan-bahan dengan segenap kekuatan (II Sam 7:1-29; I Taw 22, 28, 29)

Kekurangannya

(a)  Disebabkan ia telah menodai Batsyeba, maka ia telah merancang untuk membunuh Uria yang setia terhadapnya (II Sam 11:1-27; 23:8, 39; I Raj 15:5)

(b)  Perhitungan bilangan umat telah membangkitkan murka Allah (II Sam 24:1-25)

Kesudahannya

(a)  Dikutuki Allah kerana berbuat dosa (II Sam 12:1-14)

(b)  Anak yang dilahirkan bersama Batsyeba jatuh sakit lalu mati (12:15-23)

(c)  Keluarga menjadi kucar-kacir; Amnon berpura-pura sakit lalu memperkosa Tamar (13:1-22)

(d)  Absalom yang merencana untuk membalas dendam dan membunuh Amnon (13:23-29)

(e)  Absalom mengadakan pemberontakan ingin membunuh ayahandanya, Daud (15:1-12)

(f)  Absalom menghampiri gundik-gundik ayahnya di depan semua orang (16:20-23)

(g)  Setelah Absalom anak durhaka ini ditikam mati oleh panglima Yoab, barulah Daud kembali ke takhtanya di Yerusalem (18:9-15; 19:1-43)

(h)  Setelah pesanan terakhirnya kepada Salomo, Daud mendapat perhentian bersama-sama nenek moyangnya dan ia telah dikuburkan di kota Daud (I Raj 2:1-2)

[3]   Salomo

  1. Anak kepada Daud; ibunya bernama Batsyeba (I Raj 1:15-17)
  2. Menjadi raja atas seluruh Israel di Yerusalem selama 40 tahun (I Raj 11:42)
  3. Riwayatnya

Kelebihan

(a)  Menghormati ibu (I Raj 1:19, 20)

(b)  Cerdik dan pintar menguruskan segala perkara (I Raj 1:49-53; 2:21-46)

(c)  Sewaktu dinobatkan, ia membawa barisan pemimpin mempersembahkan korban secara besar-besaran di Gibeon (I Taw 1:1-6)

(d)  Tidak memohon panjang umur maupun kekayaan diri, melainkan memohon Tuhan mengaruniakan hikmat demi kebaikan negara (I Raj 3:4-15)

(e)  Mempersembahkan korban kepada Tuhan sebanyak tiga kali setiap tahun (I Raj 9:25)

 Sumbangan

(a)  Mengadili kes-kes yang sukar (I Raj 3:16-28)

(b)  Memperkukuhkan pertahanan negara dan melantik dua belas orang kepala daerah di seluruh Israel (I Raj 4:1-28)

(c)  Hikmatnya melebihi semua orang, menggubah tiga ribu amsal, seribu lima lagu puji-pujian – kitab Amsal, Buku Pengkhotbah dan Kidung Agung adalah hasil karyanya (I Raj 4:29-34)

(d)  Mengikat perjanjian dengan Hiram, raja Tirus untuk mendapatkan bahan-bahan kayu membina Bait Suci (I Raj fasal 5)

(e)  Menggunakan masa 7 tahun membina Bait suci (I Raj fasal 6)

(f)  Menjemput Hiram dari Tirus untuk membuat perkakas-perkakas penuh kesenian di dalam Bait suci (I Raj 7:13-50)

(g)  Memindahkan tabut perjanjian ke dalam Bait Suci, memohon kasih karunia Allah, memberkati seluruh jemaah Israel dan mempersembahkan korban dengan seluruh jemaah (I Raj fasal 8)

(h)  Beroleh perkhidmatan bangsa-bangsa lain, membina dan memperkuatkan kubu-kubu kota, membina juga kota-kota perbekalan, dan kota-kota tempat kereta dan tempat orang berkuda (I Raj 9:15-23)

(i)  Membuat kapal-kapal untuk berurus-niaga dengan negara-negara lain dan menjadi sangat kaya (I Raj 9:26-28; 10:11)

Kekurangan

(a)  Mengambil puteri Firaun sebagai isteri (I Raj 3:1)

(b)  Berhutang kepada raja Hiram (I Raj 9:10-14)

(c)  Mengambil banyak perempuan-perempuan asing sebagai gundiknya, tergoda untuk menyembah berhala (I Raj 11:1-8)

(d)  Menyebabkan umatnya berjerih payah dengan mempergunakan masa 13 tahun untuk membina istana sendiri (I Raj 7:1-8; Ruj: I Raj 12:1-5; Ul 17:14-20)

Kesudahan

(a)  Disebabkan ia membelakangi Allah yang merahmatinya, maka Allah berfirman kepadanya: Akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu. Satu suku akan Kuberikan kepada anakmu oleh kerana hambaKu Daud dan oleh kerana Yerusalem yang telah Kupilih (I Raj 11:9-13)

(b)  Tuhan membangkitkan Hadad, orang Edom dan Rezon, raja Aram menjadi lawannya (I Raj 11:14-25)

(c)  Yerobeam, seorang pegawainya telah memberontak terhadapnya (I Raj 11:26-40)

(d)  Akhirnya raja Salomo mati dalam keadaan tidak aman dan tenteram (I Raj 11:40-43)

Nadab Berbuat Dosa
| | |

Nadab Berbuat Dosa

Nadab Berbuat Dosa

[Chen Jing Rong]

Nas Kitab: Imamat Fasal Sepuluh

Prakata

Ia adalah anak sulung Harun (Kel 6:22; Bil 3:2). Ia pernah juga mengikut Musa, Harun dan tujuh para tua-tua Israel naik ke gunung menghadap Tuhan (Kel 24:1)

[1]   Sebab-Musabab Mempersembahkan Api Asing

Api asing: bukan api yang diambil dari mezbah. Api pada mezbah adalah api dari Allah, yakni api kudus. Api lain adalah ‘api asing’.

  1. Sebab kecongkakan telah melahirkan hati yang tidak hormat dan takut. Ini disebabkan ia baru mendapat kedudukan yang hormat dan mulia sebagai imam.
  2. Kemungkinan ia baru meminum anggur dan mabuk lalu melanggar perintah Tuhan (Im 10:8-9)
  3. Kemungkinan terlalu beremosi atau terburu-buru disebabkan ia telah melihat Allah memanifestasikan cahaya kemuliaan, menurunkan api membakar bahan-bahan korban manakala suara sorak-sorai umat seperti bunyi gurun; disebabkan terlalu gembira sehingga lupa menjaga dan menguasai diri, lalu ia bertindak melampaui batas.

[2]   Akibat Mempersembahkan Api Asing

  1. Keluarlah api dari hadapan Tuhan, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan Tuhan (Im 10:2)
  2. Walaupun telah mati, namun tubuh dan pakaian tidak terbakar (Im 10:5)
  3. Allah memberi perintah kepada Harun, jangan berkabung dan jangan berdukacita atas anak-anaknya yang telah berbuat dosa (Im 10:6)

[3]   Pengajaran Kepada Kita

  1. Setiap yang menduduki tempat tinggi, haruslah berwaspada, haruslah taat dalam segala hal.
  2. Jangan mabuk oleh anggur (Ams 31:4-5; I Tim 3:3, 8; Ef 5:18)
  3. Kita merupakan bangsa terpilih, mempunyai identiti imamat rajani (I Ptr 2:9); andainya berbuat dosa lagi, akan menerima hukuman berat.

 

Nabal, Orang Bebal
| | |

Nabal, Orang Bebal

Nabal, Orang Bebal

[Chen Jin Rong]

Nas Kitab: I Sam Fasal 25 ayat 1-44

[1]   Personaliti Nabal

Ia seorang keturunan Kaleb, tinggal di Maon, mempunyai perusahaan di Karmel, merupakan seorang yang sangat kaya. Isterinya bernama Abigail (2-3)

i. Orang bebal yang personaliti bertepatan dengan namanya

Δ  Tak setandangi pun hambanya (14-17)

ii. Kasar dan jahat perbuatannya (3)

Mencaki-maki Daud dengan perkataan keras (10-11,14)

Seorang dursila yang ganas, tidak seorangpun berani bercakap dengannya (17)

iii. Walaupun kaya namun tidak baik hati (2)

Nabal adalah seorang yang sangat kaya. Kalau mengikut adat orang sebelah timur, waktu musim menuai atau musim pengguntingan bulu domba adalah musim berbuat baik memberi tumpangan kepada pendatang membantu mengurangkan masalah mereka. Kini Daud berada dalam keadaan terdesak lalu mengutus orang pergi meminta bantuan. Bertambah pula hamba-hambanya memberi salam kepada Nabal dengan penuh sopan, tanpa disangkai mereka pula dicaci-maki dan ditolak (4-11, 14).

iv. Tidak mengenang budi, membalas kebaikan dengan kejahatan (15-17, 21)

Daud dan rombongannya merupakan orang-orang yang sangat baik dan ramah; tambahannya mereka menjadi pelindung kepada para gembala Nabal. Maka sepatutnya Nabal harus membalas dengan menghulurkan tangan untuk membantu mereka. Malangnya, Nabal tidak mengenang budi dan membalas pula dengan perkataan caci maki.

v. Berpesata pora dalam kenikmatan dan kemewahan (36)

[2]   Kesudahan Nabal

Permintaan  Daud  yang berpatutan itu pula dicaci-makikan oleh Nabal.  Ini mengakibatkan Daud bertindak agresif mahu membunuhnya; tindakan agresif sedemikian sememangnya tidak bersesuaian dengan ajaran Allah (Ams 25:21-22). Kemuculan Abigail telah menghalanginya lalu mengelakkan suatu pembunuhan. Walaupun demikian, hukuman Allah tetap menimpa Nabal.

  1. Berhenti jantungnya dalam dada dan ia membatu (37)
  2. Dan kira-kria sepuluh hari sesudah itu Tuhan memukul Nabal, sehingga ia mati

 

[3]   Pengajarannya Kepada Kita

  1. Haruslah lemah lembut dalam perbuatan dan pertuturan (Kol 3:12; 4:6; Ams 14:29)
  2. Haruslah banyak berbuat baik dan menjadi kaya dalam kebajikan (I Tim 6:17-19; Ams 3:27)
  3. Jangan lupa akan segala budi dan kebaikan yang diterima (Mzm 103:1-2; 116:12; Luk 17:16)
  4. Balaslah kejahatan dengan kebaikan (Rm 12:17-21; Ams 17:13)

Jangan hidup dalam pesta pora dan kemabukan (Rm 13:13; Luk 21:34)

Natan, Nabi Yang Setia Ikhlas
| | |

Natan, Nabi Yang Setia Ikhlas

Natan, Nabi Yang Setia Ikhlas

[Chen Jin Rong]

Prakata

Natan merupakan seorang nabi yang terkenal di zaman dinasti Daud dan Salomo. Sewaktu Daud telah berbuat dosa, Natan pernah menegur akan perbuatan salahnya (II Sam fasal 12). Pada waktu tua Daud, Natan telah diutus untuk mengurapi Salomo sebagai raja (I Raj 1:11-45); akhirnya ia telah mencatatkan peristiwa riwayat Daud dan Salomo sebagai sebahagian catatan sejarah (I Taw 29:29; II Taw 9:29).

[1]   Personaliti Natan

i. Taat setia kepada Tuhan

Nabi yang bertanggungjawab

‚Taat kepada perintah Tuhan

ii. Setia kepada Daud

Adonia berkomplot merampas takhta Salomo, tetapi Natan tetap setia kepada Daud (I Raj 1:8-10)

Mencatatkan peristiwa riwayat Daud sebagai sebahagian dari catatan sejarah (I Taw 29:29)

iii. Berani menegakkan keadilan

Menegor Daud bahawa ia pasti menerima hukuman atas dosanya (II Sam 12:1-15)

iv. Mempunyai hikmat

Tidak disesatkan oleh komplotan Adonia, bahkan menasihatkan Batsyeba supaya menghadap Daud untuk mengingatkan sumpahan Daud tentang Salomo yang akan menjadi raja (I Raj 1:11-45)

Dengan hikmatnya, Natan telah mereka-cipta satu perumpamaan demi menuntun Daud untuk mengakui dosa sendiri

[2]   Kesudahan

i. Membuat Daud menyesali diri lalu berbalik kepada Tuhan dengan sesungguhnya (II Sam 12:13; Mzm 51)
ii. Berjaya mempertahankan tahkta raja Salomo

[3]   Pengajarannya Kepada Kita

  1. Kita merupakan bangsa terpilih Allah, imamat yang rajani (I Ptr 2:9)
  2. Dengan berani menyatakan kesalahan saudara-saudara (Mat 18:15); lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi (Ams 27:5). Menyelamatkan satu jiwa (Yak 5:19-20)
  3. Taat setia kepada Tuhan (Yak 4:4)
  4. Siapa membenci suap akan hidup (Ams 15:27; Ul 19:16)
  5. Nasihati dan ajari tiap-tiap orang dalam segala hikmat untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus (Kol 1:28)

 

Kemanisan Dan Kepahitan Naomi
| | |

Kemanisan Dan Kepahitan Naomi

Kemanisan Dan Kepahitan Naomi

[Chen Jin Rong]

Nas Kitab: Rut fasal 1

[1]   Kebaikan Personaliti Naomi

Naomi, isteri Elimelekh merupakan salah seorang tokoh penting di dalam Kitab Rut. ‘Naomi’ mempunyai maksud ‘manis’. Berdasarkan maksud namanya kita boleh mendapat gambaran bahawa Naomi pasti seorang perempuan yang baik hati, teramat manis dan disayangi.

i. Ia adalah seorang isteri baik yang manis

Δ  Mendirikan sebuah keluarga yang sangat bahagia manis dan indah (sebelum berangkat ke Moab)

ii. Personaliti sangat manis

Bersifat peramah dan lemah lembut

‚Penyayang dan penuh kasih

ƒTaat kepada suami dalam segala hal

iii. Mempunyai sifat yang manis

Mengasihi menantu perempuan

‚Mencari tempat perlindungan dan kediaman bagi menantu

ƒMengaturkan suatu kesudahan yang baik dan sempurna untuknya

iv. Tetap mengekalkan imannya

Δ  Bersandar pada Tuhan dengan segenap hati walaupun berada dalam kesengsaraan (sekembalinya ke Betlehem)

[2]   Kelemahan Personaliti Naomi

i. Tidak dapat memenangi suami (asyik tunduk kepada suami sehingga pergi ke Moab)
ii. Melalaikan didikan dua anak lelaki

Mahon ~ bermaksud ‘ada penyakit’

Kilyon ~ bermaksud ‘sekatkan’

[3]   Pengajarannya Kepada Kita

i. Tunduklah kepada suami sendiri (I Ptr 3:1-2)

Δ  Menangkannya dengan kelakuan baik (I Ptr 3:2; Ams 31:10-12)

ii. Perhiaskan diri dengan kelemah-lembutan dan ketenteraman yang tidak binasa (I Ptr 3:3-4; Ams 12:4a)

Δ  Pertengkaran seorang isteri adalah seperti tiris yang tidak henti-hentinya menitik (Ams 19:13)

iii. Hajarlah anak selama ada harapan (Ams 19:18; Ams 23:13-14)

iv. Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (Ibr 11:6)

 

Akhan Punca Kecelakaan Sekumpulan
| | |

Akhan Punca Kecelakaan Sekumpulan

Akhan Punca Kecelakaan Sekumpulan

[Chang Jian Er]

Prakata

“…… kerana Akhan …… mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka Tuhan terhadap orang Israel” (Yos 7:1)

Kota Yerikho yang penuh sesak dengan penduduk berjaya dijatuhkan orang Israel tanpa mengeluarkan setitik tenaga pun, sebaliknya kota Ai yang kecil dan sedikit penduduknya telah memukul kalah orang Israel sehingga mereka menjadi sangat tawar hati. Punca-puncanya adalah wajar diselidiki dan direnungi sedalam-dalamnya:

[1]   Latar belakang Peribadi (Yos 7:1)

  1. Suku Yehuda
  2. Cicit Zerah
  3. Cucu Zabdi
  4. Anak Karmi
  5. Maksud asal Akhan ialah: pengacau, pencelaka.

[2]   Proses Dosanya (Yos 7:21)

i. Melihat : melihat di antara barang-barang jarahan (memberi kesempatan kepada Iblis)

Satu jubah yang indah (kemungkinan disulami)

‚ Dua ratus syikal perak (kira-kira 2 kg)

ƒ Sebatang emas lima puluh syikal beratnya (kira-kira setengah kg)

ii. Menginginnya : keinginan mata

iii. Ambil : motif berubah menjadi tindakan

iv. Disembunyikan : cuba  menutupi perbuatan salah sendiri “Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui” (Luk 12:2)

[3]   Akibatnya

i. Melanggar serangkaian firman (Kel fasal 20)

Jangan membunuh [Firman ke-6] : membunuh secara tak langsung (Kel 20:13)

‚Jangan mencuri [Firman ke 8]

ƒJangan tamak [Firman ke 10] (Kel 20:17)

ii. Mencelakai sendiri : mati dilontari batu, semuanya dibakar dengan api dan di atasnya didirikan suatu timbunan batu yang besar.

iii. Mencelakai ahli keluarga : seisi keluarganya dan binatang ternakan, kesemua mati dilontari batu oleh jemaah.

iv. Mencelakai orang ramai : umat Israel terpukul kalah dalam peperangan dengan kota Ai menyebabkan tiga puluh enam pahlawan mereka terkorban.

[4]   Pengajaran

i. Akar segala kejahatan ialah tamak sebab ia menjadikan seseorang menyimpang dari iman (I Tim 6:9-10)

Δ  Dosa ketamakan adalah sama dengan dosa menyembah berhala (Ef 5:5)

ii. Anggota yang membawa kecelakaan turut menjejaskan seluruh jemaat (gereja ~ I Kor 12:26)

Δ Walaupun hanya Akhan seorang berbuat dosa, namun Alkitab berkata: “Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu” (Yos 7:1)