Jika Engkau Berbuat Baik
| | |

Jika Engkau Berbuat Baik

Jika Engkau Berbuat Baik

[Lai Yin Fu]

Prakata

Orang pertama di dalam Alkitab yang mempersembahkan korban, juga orang pertama yang tidak berkenan kepada Allah ialah anak sulung Adam, yaitu Kain. Sambil ia mempersembahkan korban, ia juga berbuat dosa dan ini adalah suatu perkara yang harus dijadikan peringatan untuk kita di dalam penyempurnaan rohani. Ia telah membunuh adiknya, Habel disebabkan dengki dan membencikannya (Kej 4:1-15).

[1]   Bahan Korban Bukanlah Sebab Tidak Berkenan Kepada Allah

  1. Yang Allah kehendaki ialah belas kasihan, bukan persembahan (Hos 6:6; Mat 12:7)
  2. Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik daripada persembahan korban orang bodoh (Pkh 4:19)
  3. Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati (I Sam 16:7)
  4. Segala sesuatu adalah kepunyaan Allah, persembahkanlah syukur sebagai korban (Mzm 50:7-14)
  5. Tidak mungkin darah lembu dan domba menghapuskan dosa (Ibr 10:3-4)

Δ  Terbukti bahawa Kain persembahkan hasil tanah manakala Habel persembahkan domba, tidaklah berkaitan dengan samada berkenan atau tidak kepada Allah.

[2]   Sebab-Sebab Kain Tidak Berkenan Kepada Allah ~ Perbuatan Tidak Baik

i. Congkak dan egoistik (Kej 4:3-5)

Δ  Ia beranggapan ia sebagai abang sulung, maka ia berstatus lebih tinggi daripada orang lain lalu Allah pasti berkenan padanya.

Δ  Manusia yang berbuat kejahatan sekali-kali tidak dapat menawan hati Allah dengan korbanan. Oleh itu, walaupun mempersembahkan korban, namun tidak akan berkenan kepada Allah

Δ  Allah mengasihani orang yang rendah hati (Yak 4:6)

ii. Iri hati dan membenci (Kej 4:6,8)

Δ  Iri hati membusukkan tulang (Ams 14:30)

Δ  Membenci saudara bererti membunuh di dalam hati dan tidak akan beroleh hidup kekal (I Yoh 3:15)

Δ  Yang mengasihi saudara bererti sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup (I Yoh 3:14, 16)

iii. Tidak mendengar nasihat (Kej 4:7)

Δ  Berbuat dengan sesuka hati, tidak rela mendengar nasihat (Rat 3:40)

Δ  Anak yang bijak mendengar didikan, tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikan (Ams 13:1)

Δ  Suatu hardikan dapat menyedar-insafkan orang berpengertian (Ams 17:10)

iv. Licik dan pembunuh (Kej 4:8)

Δ  Kain penuh tipu daya muslihat, apabila mendapati tidak seorang  pun yang melihatnya, lalu ia membunuh Habel secara kejam (Ams 26:24)

Δ  Yoab membunuh Abner yang setia dan baik (II Sam 3:27)

Δ  Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya (Ams 12:5-6)

v. Tidak mahu mengakui dosa (Kej 4:9-10)

Δ  Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi (Mzm 32:1, 5)

Δ  Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi (Ams 28:13, 14)

Δ  Yang dikehendaki Allah ialah jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk (Mzm 51:18, 19)

vi. Berkompromi mengampuni diri (Kej 4:11-15)

Δ  Dia telah berbuat salah dan takut dihukumi, namun tidak mendisiplinkan diri secara ketat

Δ  Yunus mengakui dosa dan rela mengorbankan diri demi keselamatan orang lain (Yun 1:9-12)

Δ  Hamba jahat yang dibelas kasihani tuannya namun tidak pula membelas kasihani orang lain, pasti Bapa Surga akan membalas padanya secara ketat dan serius (Mat 18:32-35)

Penutup

Semoga kita semua akan berbuat dengan baik, tetap mengerjakan keselamatan diri dengan takut dan gentar, agar kita menjadi anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat, melainkan seperti bintang-bintang yang bercahaya (Flp 2:12-16).

Permintaan Allah Yang Rasional
| | |

Permintaan Allah Yang Rasional

Permintaan Allah Yang Rasional

[Lai Yin Fu]

Prakata

Manusia sememangnya mempunyai permintaan asas untuk meneruskan kehidupan dari segi makanan, pakaian, kediaman, pergerakan dan lain-lain. Namun permintaan yang tidak rasional dalam kehidupan akan mengakibatkan berbagai keresahan dan kekacauan. Paulus menasihatkan para pemercaya supaya mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup serta melayani Allah dengan roh yang menyala-nyala (Rm 12:1, 11) ~ ini merupakan permintaan Allah terhadap manusia.

 [1]  Permintaan Allah Adalah Sangat Rasional

Prinsip permintaan Allah ialah “setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut” (Luk 12:48b)

i. Permintaan iman (Ibr 11:6)

Δ  Allah yang Mahakuasa menghendaki supaya manusia percaya akan kewujudanNya, kasih setia serta pemberianNya.

ii. Permintaan kebaikan (Mi 6:8)

Δ  Allah yang Maha sempurna menghendaki supaya manusia berlaku adil, mencintai kesetiaan dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah.

iii. Permintaan kesempurnaan (Mat 5:48)

Δ  Allah mengaruniakan kebenaran dan Roh Kudus agar manusia mengejar untuk menjadi sempurna, sama seperti Bapa di Syurga adalah sempurna.

iv. Permintaan persembahan (Mal 3:10)

Δ  Segala-gala adalah diberikan Allah, persembahan persepuluhan adalah persembahan yang paling asas.

v. Permintaan karunia (Rm 12:5-8)

Δ  Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah (I Ptr 4:10)

vi. Permintaan ketaatan (Ruj: Ayb 1:21)

Δ  Allah mengasihani orang yang rendah hati (Yak 4:6)

vii. Permintaan tahu merasa cukup (I Tim 6:6-8)

Δ  Manusia datang dan pergi dengan tidak membawa apa-apa, asal ada makanan dan pakaian yang diberikan Allah, cukuplah.

viii. Permintaan berbuat baik (I Tim 6:17-19)

Δ  Melakukan kebaikan berdasarkan apa yang ada pada kita, akan menjadi kaya dalam hal-hal yang baik (II Kor 8:12)

ix. Permintaan pengujian (I Kor 10:13)

Δ  Allah tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita; seandainya tidak dapat menanggungnya, Allah akan memberikan jalan ke luar.

x. Permintaan bekerja (Mat 26:14-17, 29)

Δ  Allah memberikan tanggungjawab berdasarkan kemahiran dan bakat, oleh itu, mereka yang berusaha dalam kerja pasti mendapat upah (II Yoh 8)

[2]   Permintaan Manusia Harus Juga Rasional

Prinsip permintaan manusia: Kuasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kita masing-masing (Rm 12:3)

i. Terhadap diri sendiri: Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri (Ams 11:17)

Δ  Demi kesihatan diri, janganlah asyik melakukan kerja tambahan siang dan malam sehingga menjejaskan tubuh, tidak perlu memaksa diri mengikut orang lain memberi persembahan yang terlalu banyak, ikutlah kemampuan diri; jangan memaksa diri mengerjakan kerja suci tertentu mengikut orang lain, ikutlah karunia yang ada pada diri sendiri; janganlah memaksa diri berpuasa seperti orang lain, berpuasa sahaja menurut tahap iman dengan hati yang suci.

ii. Terhadap orang lain: Mengikhtiarkan segalanya bagi orang-orang lain, dengan tujuan membangunkan mereka agar mendapat kebaikan (I Kor 9:22; 10:23, 24, 33)

Δ  Hubungan sesama manusia ~ antara bapa dengan anak, adik-beradik, suami-isteri, mertua-menantu, guru-murid, sahabat-sahabat dan lain-lain, seseorang itu harus meminta kepada yang lain secara rasional.

iii. Terhadap Allah: Allah telah mengaruniakan kepada kita Anak kekasihNya sendiri, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu yang kepada kita (Rm 8:32)? Justeru itu, permintaan kita kepada Allah haruslah secara rasional.

Δ  Asal sahaja bersesuaian dengan kehendak dan waktu Tuhan, kalau kita meminta kepada Allah berdasarkan keperluan sendiri, pasti Allah berikan.

Penutup

Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihiNya (Rm 8:28)

Kebaikan Dan Kasih Setia Allah
| | |

Kebaikan Dan Kasih Setia Allah

Kebaikan Dan Kasih Setia Allah

[Lai Yin Fu]

Prakata

Mengenali Allah akan beroleh ketenteraman dan keuntungan, namun perlu mengenaliNya melalui firmanNya sendiri (Ayb 22:21, 22). Berikutnya kita akan mengenali kebaikan dan kasih setia Allah melalui Mazmur Daud (Mzm 86:5).

[1]   Kebaikan Tuhan ~ Rela Mengampuni Orang

Rela mengampuni orang ialah titik kemuncak kebaikan

i. Allah mengabulkan enam kali berturut-turut doa syafaat Abraham untuk kota Sodom

¬  Daripada lima puluh orang benar meminta sehingga sepuluh orang benar (Kej 18:20-24, 32)

­     Kota Sodom ialah kota yang penuh kekerasan dan pecabulan yang sesungguhnya tidak layak diampuni (Kej 19:4-9)

®    Disebabkan tidak tercarikan orang benar dalam kota tersebut maka akhirnya ia tetap dimusnahkan (Kej 19:24, 25)

¯  Namun, malaikat telah memimpin Lot dan seisi keluarga keluar dari kota itu (Kej 19:15-17)

ii. Allah mendengar doa syafaat Musa untuk umat Israel

¬    Ketika Musa mengundur-undurkan turun dari gunung, umat Israel telah sujud menyembah anak lembu emas dan mempersembahkan korban kepadanya (Kel 32:1, 7, 8)

­         Musa memohon kepada Tuhan agar berbalik dari murkaNya dan jangan membinasakan umat Israel (Kel 32:9-14)

®   Bani Lewi telah membunuh seramai kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu demi menghapuskan dosa (Kel 32:25, 28, 35)

Δ  Terbukti bahawa Allah sesungguhnya amat rela mengampuni manusia, namun yang telah berbuat dosa tidak akan dianggap tidak berdosa.

iii. Tuhan Yesus rela mengampuni para penganiayaNya yang fasik (Luk 23:33, 34)

¬  Sewaktu Tuhan dipakukan pada kayu salib, seluruh tubuhNya cedera, mengalirkan darah dan menderita kesakitan tak terhingga, namun mengampuni orang-orang Yahudi yang menganiayaNya.

­Oleh kerana kasih, sewaktu di atas kayu salib, Tuhan telah memanjatkan beberapa patah perkataan yang amat penting kepada Bapa di Syurga, iaitu memohon mengampuni orang-orang yang menganiayaiNya.

®    Kesabaran Tuhan yang begitu penuh kebaikan dan kemurahan sepatutnya menggerakkan hati kita untuk mengampuni orang lain.

iv. Mengakui dosa dan bertaubat kepada Tuhan pasti diampuni dan disucikan (I Yoh 1:8-9)

¬  Perkataan ‘menyucikan’ dalam tatabahasa asal Ibrani ialah ‘mulai dari sekarang sampai selama-lamanya’. Ini menunjukkan setiap orang yang telah melalui baptisan air, darah bernilai Tuhan akan terus-menerus berada pada diri orang tersebut, yakni mempunyai khasiat menyucikan kita dari segala kejahatan.

­Berkenaan dosa yang mendatangkan maut, kita tidak boleh bantu berdoa untuk memohon pengampunan (I Yoh 5:16-17)

®  Berkenaan dosa yang tidak mendatangkan maut, asal sahaja kita mengakui dosa, kita akan diampuni, ini disebabkan Tuhan rela mengampuni manusia.

v. Pengajaran-pengajaran

¬    Yang mengasihi musuhnya boleh menjadi anak-anak Allah (Mat 5:43-45, 48)

­Barangsiapa yang mengampuni kesalahan orang, Bapa di Syurga juga akan mengampuninya (Mat 6:14, 15)

®    Ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain (Kol 4:12-13)

[2]   Kasih Setia Tuhan ~ Memberi Kepada  Yang Meminta

Memberi secara cuma-cuma adalah titik kemuncak kasih setia.

i. Allah mendengar permohonan raja Hizkia

¬  Sewaktu raja Hizkia mendengar bahawa ia akan mati, ia pun menangis dan memohon kepada Tuhan agar memanjangkan umurnya (Yes 38:1-3)

­Tuhan memperpanjangkan hidupnya lima belas tahun lagi dan memberikan tanda kepadanya (Yes 38:4-8)

ii. Tergeraklah Tuhan Yesus oleh belas kasihan dan menyembuhkan seorang pesakit kusta

¬    Seorang pesakit kusta datang berlutut di hadapan Tuhan Yesus dan memohon belas kasihanNya (Mrk 1:40)

­Tuhan Yesus mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu dan mentahirkannya (Mrk 1:41-42)

iii. Tuhan mengasihani dan menyembuhkan seorang anak yang kerasukan roh jahat

¬    Memohon bantuan Tuhan demi anak yang diganggu oleh roh jahat (Mrk 9:20-22)

­Tuhan tidak akan menolak semata-mata kerana iman manusia tidak mencukupi (Mrk 9:23-24)

®    Tuhan Yesus menegur roh jahat dengan keras dan memberi ketenteraman kepada anak tersebut (Mrk 9:25-27)

iv. Panggilan Tuhan ingin menyelamat-sembuhkan orang buta

¬    Bartimeus, seorang buat telah berseru memohon Tuhan Yesus agar mengasihaninnya (Mrk 10:46-47)

­Walaupun ditegur oleh orang banyak, namun ia semakin keras memohon kepada Tuhan (Mrk 10:48)

®    Tuhan Yesus bertanya akan keperluannya lalu menyembuhkannya sehingga ia dapat melihat semula (Mrk 10:49-52)

v. Pengajaran-pengajaran

¬    Sebagaimana kita kehendaki supaya orang perbuat kepada kita, perbuatlah juga demikian kepada mereka (Luk 6:31)

Bagi orang yang sebagaimana, kita menjadi seperti dia (I Kor 9:22)

®    Janganlah menahan dari berbuat baik seandainya kita mampu melakukannya (Ams 3:27)

Penutup

Menaruh fikiran dan perasaan seperti mana yang terdapat dalam Yesus.

Firman Tentang Kasih Dan Kejahatan
| | |

Firman Tentang Kasih Dan Kejahatan

Firman Tentang Kasih Dan Kejahatan

[Lai Yin Fu]

Prakata

Usia manusia hanyalah beberapa puluh tahun dan terpaksa menghadapi begitu banyak pilihan dan membuat keputusan. Bagi umat kristian, prinsip kehidupan yang dipegang adalah ‘jauhi yang jahat, lakukan yang baik’ (Rm 12:20)

[1]   Definisi Kasih Dan Kejahatan

  1. Kasih (kata kerja) ialah suka, rindu dan suatu usaha (Ruj: I Kor 13:6; 14:1); namun ia bukanlah tidak boleh mengasihi atau tiada yang dikasihi, melainkan ada prinsip-prinsip yang perlu dipegang iaitu yang ‘patut dikasihi’ dan yang ‘tidak patut dikasihi’
  2. Dekati yang baik, dan berkenaan yang ‘jahat’, itu harus dibenci. Andai kata seseorang bertindak dengan segenap kekuatan untuk menjauhi dan membenci akan kejahatan, maka ianya secara langsung memiliki prinsip-prinsip membenci akan kejahatan itu.

[2]   Sukailah Hal-Hal Yang Baik

  1. Haruslah tahu membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Rm 12:2; Mi 6:8)
  2. Mendekatlah pada hal-hal yang baik dan benar (Ibr 5:13-14, Flp 4:8-9)
  3. Banyak melakukan hal-hal yang memuliakan Tuhan (Yes 43:7; I Kor 10:31)
  4. Lakukanlah hal-hal yang mendatangkan kebaikan keapda orang-orang lain (I Kor 10:33)
  5. Rinduilah buah Roh Kudus (Gal 5:16, 22, 23)
  6. Rinduilah perkataan Allah (Yes 15:16; Mzm 119:97-105)

[3]   Jauhilah Yang Jahat

  1. Haruslah menjauhi kejahatan, dan menaruh perasaan benci akan hal-hal yang melawan kebenaran (Yak 3:14-16)
  2. Jauhilah kejahatan tidak mengenali Allah, hal yang tidak rasional dan tidak benar (Rm 1:28-32)
  3. Hindarilah perkataan-perkataan atau hal-hal percabulan, kotor dan serakahan (Ef 4;25-5:7)
  4. Hindarilah kehidupan dalam dosa (Gal 5:13, 16-21)
  5. Pergaulan yang buruk merosakkan kebiasaan yang baik (I Kor 15:33; Ams 18:24)

[4]   Pilihan Antara Kasih Dengan Kejahatan

  1. Takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan (Ams 3:7; Pkh 12:13)
  2. Mohon Tuhan mengaruniakan hikmat rohani agar kita tahu membedakan yang benar dengan palsu atau yang baik dengan jahat (I Kor 2:10, 15)
  3. Mohon Tuhan mengaruniakan iman yang teguh agar tahu membuat pilihan atas yang baik dan berpendirian teguh mempertahankannya (I Yoh 5:4; I Ptr 5:7-9)

Penutup

Keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera, justeru itu haruslah hidup menurut Roh (Rm 8:5-6; Gal 5:25); berjaga-jagalah dan berdoalah demi mengalahkan segala kelemahan (Mat 26:40-41)

Perihal Orang Kaya
| | |

Perihal Orang Kaya

Perihal Orang Kaya

[Lai Yin Fu]

‘Kekayaan’ boleh dirumuskan kepada emas, perak, wang tunai, dokumen-dokumen bernilai, kebendaan dan lain-lain; ‘orang kaya’ ditujukan kepada hartawan. Justeru itu, dalam erti kata lain ataupun dari skop maksud yang luas, dalam seumur hayat kita, asal sahaja kita lebih kuat berbanding dengan orang-orang lain dalam aspek-aspek tertentu, maka kita adalah orang kaya dari aspek tersebut. Ini merupakan pemberian kasih karunia Allah yang mana manusia harus pergunakannya dengan sebaik-baiknya; seandainya tidak, kecemerlangan kendiri pula menjadi batu sandungan yang akan mematikan diri sendiri. Orang kaya seandainya hanya bersandar kepada kekayaan sendiri dan memandang ringan akan kedudukan dan kekuasaan Allah, ia akan kehilangan kesempatan untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.

i. Orang kaya dari segi harta pusaka

Δ  Orang kaya mengutamakan harta pusaka lalu melepaskan peluang untuk mengikut Tuhan (Mat 19:16-22)

Δ  Orang kaya yang bodoh tidak tahu berfikir dan merancang untuk hidup kekal sendiri (Luk 12:16-22, 15)

Δ  Akar segala kejahatan ialah cinta wang. Sebagai orang kaya kita harus berbuat baik memberi sedekah dan menjadi kaya dalam hal-hal baik (I Tim 6:8-11; 17-19)

ii. Orang kaya dari segi bakat dan kemahiran

Δ Keturunan anak-anak Nuh ingin membina menara Babel yang puncaknya sampai ke langit demi memasyhurkan nama sendiri dan tidak menjunjung besar Tuhan. Ini mengakibatkan Allah tidak berkenan lalu mengacau-bilaukan bahasa manusia (Kej 11:1-9)

Δ Manusia selalu membuat rancangan-rancangan besar untuk diri sendiri semata-mata kerana mempunyai kemahiran dan bakat yang tinggi. Pada hakikatnya kemahiran dan bakat adalah diterima daripada Tuhan, apakah yang dapat dimegahkan oleh manusia (I Kor 4:7)

Δ Adanya kemahiran dan bakat, haruslah menjadi pengurus yang baik dari kasih karunia Allah (I Ptr 4:10)

iii. Orang kaya dari segi budi pekerti

Δ Manusia selalu bersandar kepada budi pekerti yang baik untuk masuk ke dalam Syurga. Namun, manusia diselamatkan atas kasih karunia oleh iman dan bukan hasil pekerjaan sendiri (Ef 2:8, 9)

 Δ  Ayub adalah seorang yang dipuji Tuhan sebagai orang benar. Namun sewaktu jatuh dalam pengujian, sifatnya yang menganggap diri sendiri benar telah terbongkar (Ayb 1:1, 8-12; 27:1-6)

Δ  Siapa yang menyangka bahawa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh (I Kor 12:12); berusahalah menjadi sama seperti Bapa di Syurga di dalam segala hal (Mat 5:48)

iv. Orang kaya dari segi hikmat dan kebijaksanaan

Δ   Sewaktu muda, raja Salomo memohon hikmat dan diperkenankan Allah (I Raj 3:7-13)

Δ  Sewaktu tua, disebabkan ia mencintai ramai perempuan asing, tergoda oleh kaum wanita menyebabkan ia kehilangan ‘hikmat takut akan Allah’; mulai membina bukt-bukit pengorbanan untuk patung-patung berhala, membangkitkan murka Tuhan dan mengakibatkan perpecahan monarki (I Raj 11:1-4, 11)

Δ  Janganlah menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan; percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati dan akuilah Dia dalam segala lakumu (Ams 3:5-8)

v. Orang kaya dari segi kecantikan

Δ  Ketampanan dan kecantikan Absalom melebihi semua orang, khususnya rambutnya; lalu ia berikhtiar memikat hati rakyat, berkomplot untuk memberontak terhadap ayahnya (II Sam 14:25, 26; 15:1-6)

Δ  Sewaktu Yoab mengerahkan tentera untuk meredakan kerusuhan, rambut Absalom yang cantik itu tersangkut pada dahan sebatang pokok sehingga ia tergantung, lalu dibunuh Yoab (II Sam 18:9, 10, 14, 15)

Δ   Pada hakikatnya, kecantikan ialah memiliki kasih di dalam hati. Manusia melihat apa yang berada di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati. Oleh yang demikian, umat Kristian sepatutnya berusaha mengejar ‘kecantikan batiniah’ (I Sam 16:6, 7; I Ptr 3:3, 4)

vi. Orang kaya dari segi kesempatan

Δ  Segala yang terjadi pada manusia adalah berdasarkan kesempatan (Pkh 9:11, 2); ada sesetengah orang menggunakan kesempatan untuk berbuat baik menakala ada juga yang menggunakannya untuk berbuat jahat.

Δ   Lot beroleh kesempatan untuk memilih tanah yang baik di sebelah timur, tetapi secara perlahan-lahan ia berkemah semakin dekat dengan Sodom, iaitu kota yang penuh dosa (Kej 13:8, 13). Terbukti, kesempatan yang baik di depan mata tidaklah semestinya baik; sebaliknya walaupun tidak ada kesempatan yang baik, tidaklah semestinya tidak baik.

Δ  Segala sesuatu diperbolehkan, tetapi bukan segala sesuatu berguna ~ hanyalah hal-hal yang dapat memuliakan Allah dan mendatangkan kebaikan kepada manusia sahaja yang baik dan benar (I Kor 10:23, 31, 33).

vii. Orang kaya dari segi masa

Δ  Sementara barisan depan sedang berperang, barisan yang berada di belakang, yakni Daud tertidur sehingga lewat, hatinya tergoda apabila melihat seorang perempuan cantik lalu berbuat dosa besar dan membawa kecelakaan kepada seluruh keluarganya (II Sam 11:1-5)

Δ  Setelah air bah, Nuh menjadi mabuk oleh anggur lalu telanjang dan membawa akibat buruk, iaitu mengutuki Kanaan, cucunya sendiri (Kej 9:18-25).

Δ  Sewaktu ada waktu lapang, janganlah berfikir secara sembarangan atau mengejar kenikmatan di dalam dosa; pergunakanlah waktu yang ada, perhatikan dengan saksama bagaimana kita harus hidup, janganlah mabuk oleh anggur kerana angkatan sekarang adalah jahat dan penuh dosa (Ef 5:15-18)

viii. Orang kaya dari segi kuasa

Δ  Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan (Ams 16:18); orang-orang yang memegang kekuasaan teramat senang menjadi congkak sehingga menggunakan kuasa untuk berbuat jahat, membelakangi hati nurani sendiri.

Δ  Akibat daripada kecongkakan dan tinggi hati, raja Uzia terjerumus dalam perbuatan-perbuatan jahat. Disebabkan tidak mahu mendengar nasihat, ia sendiri telah masuk ke dalam Bait Allah dan membakar ukupan lalu berdosa terhadap Tuhan dan ditulahi penyakit kusta sehingga hari kematiannya (II Taw 26:1, 4, 5, 16, 20).

Δ   Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, seandainya kita mampu melakukannya (Ams 3:27).

ix. Orang kaya dari segi kedudukan

Δ  Terdapat sesetengah orang, sebaik sahaja beroleh kedudukan ia akan melakukan penganiayaan berdasarkan kuasa, namun Alkitab menasihatkan kita supaya bersukacita dengan orang yang bersukacita, menangis dengan orang yang menangis, menaruh perasaan seperti di hati orang lain, hendaklah sehati sefikir; janganlah memikirkan perkara-perkara yang tinggi tetapi arahkanlah diri kepada perkara-perkara yang sederhana (Rm 12:15, 16).

Δ  Rehabeam tidak mendengar nasihat orang-orang tua, sebaliknya mendengar kata-kata congkak daripada generasi muda, mengakibatkan sepuluh suku mengadakan pemberontakan dan kerajaan beraja mulai berpecah (I Raj 12:3-11, 16, 17, 20).

Δ  Kedudukan dan tanggungjawab ratu Ester dengan sepenuhnya adalah untuk menyelamatkan orang-orang Yahudi (Est 4:13, 14). Kita seharusnya mempergunakan kedudukan dan status yang Allah karuniakan untuk melayani jemaat, seiman dan kerja suci dengan segenap kekuatan.

x. Orang kaya dari segi kenamaan

Δ  Nama yang harum lebih baik dan pada minyak yang mahal (Pkh 7:1); namun terdapat juga orang yang dicelakai oleh nama masyhur sehingga tidak dapat hidup secara bebas malahan membangkitkan kebencian orang sehingga ingin membunuhnya.

Δ Puji-pujian manusia juga menguji seseorang (Ams 27:21). Atas sebab puji-pujian daripada kaum perempuan ke atas Daud, telah mengakibatkan Saul begitu dengki dan benci akan Daud dan nyaris-nyaris Daud dibunuhnya (I Sam 18:6-11).

Δ  Seandainya terkenal baik, haruslah lebih lagi memuliakan Bapa di Syurga dengan perbuatan-perbuatan baik (Mat 5:16)

Penutup

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku (Mzm 23:1, 2). Asal sahaja disertai Tuhan, kita adalah orang kaya; dengan adanya Tuhan sebagai sandaran, kita akan memiliki segalanya sebab selain dari Tuhan tidak ada yang baik bagi kita (Mzm 16:1, 2).

Tuhan Mahu Kita Mengerjakan PekerjaanNya
| | |

Tuhan Mahu Kita Mengerjakan PekerjaanNya

Tuhan Mahu Kita Mengerjakan PekerjaanNya

[Wang Min Chang]

Prakata

Tuhan mengamanahkan dua amanat besar kepada kita:

(1) Beritakan Injil,  (2) Gembalakan kawanan pemercaya (Mat 28:18-20). Nas khotbah ini hanyalah menyentuh tentang pemberitaan Injil sebagai tanggungjawab yang perlu ditunaikan.

[1]   Kepentingan Memberitakan Injil

  1. Kata Tuhan: “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, kerana itu berikanlah pula dengan cuma-cuma” (Mat 10:8)
  2. Tuhan memerintahkan orang Gerazim yang kerasukan roh jahat supaya bersaksi demiNya (Mrk 5:18-19)
  3. Tuhan mahu kita memberitakan Injil ke seluruh dunia (Mrk 16:15)
  4. Memberitakan Injil merupakan tindakan terbaik untuk membalas kasih karunia Tuhan (Mzm 116:12-14)

[2]   Mengapa Tidak Pergi Memberitakan Injil?

i. Asyik sahaja hidup dalam suasana penuh anugerah dan kesejahteraan akan menyebabkan kita lupa akan identiti dan pekerjaan sendiri.

Δ Misalnya Petrus (Mrk 9:2-8) ~ secara cuma-cuma kehilangan anugerah dan kesejahteraan.

Δ Janganlah kita hanya hidup di dalam anugerah dan kesejahteraan sehingga melalaikan kerja Tuhan (Mat 3:9-10)

ii. Perasaan takut: takut kehilangan kekayaan, segan-silu dan takut malu.

Δ  Misalnya Musa. Tuhan menghendakinya memimpin umat Israel keluar dari Mesir dan disebabkan berasa takut, maka ia mengemukakan begitu banyak alasan untuk menolak. Ia juga menjadi dolak-dalih kita menolak kerja Tuhan pada hari ini. Oleh itu, kita harus pertimbangkan:

 Siapakah kita ini (Kel 3:11)

Δ  Fahamilah kehormatan dan kemuliaan identiti sendiri (Kel 3:12; I Ptr 2:9)

Apakah yang harus aku menjawab kepada mereka (Kel 3:13)

Δ  Perkenalkan Tuhan, saksikan anugerah Tuhan (Kel 3:14; Mrk 5:18-19)

Mereka tidak akan percaya kepadaku (Kel 4:1)

Δ  Allah pasti menggunakan tanda-tanda mujizat untuk meneguhkan firman yang diberitakan (Kel 4:2-9; Mrk 16:20)

 Aku tidak pandai bicara (Kel 4:10)

Δ  Allah pasti memberi bakat bicara (Kel 4:11; Luk 21:15)

Δ  Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa (I Kor 4:20)

[3]   Bagaimanakah Kita Harus Bekerja?

Andreas sebagai contoh (Yoh 1:40-42)

i. Carikan sasaran (Yoh 1:40-41a)

Berdoa

Pilih dan tetapkan objektif

Pergi kepadanya

ii. Saksikan anugerah Tuhan (Yoh 1:41b)

Secara ringkas dan senang difahami

Kenalpasti akan tema – Tuhan Yesus adalah Juruselamat

iii. Pimpin ke hadirat Tuhan (Yoh 1:42)

Mengajarnya bagaimana berdoa

Membawanya ke gereja

Penutup

Bekerjalah dengan segera selama masih siang sebab malam akan datang (Yoh 9:4)