[8]  Anak Merdeka Tidak Diikat (Gal 4:21-31)
| | | |

[8] Anak Merdeka Tidak Diikat (Gal 4:21-31)

[8]  Anak Merdeka Tidak Diikat (Gal 4:21-31)

Prakata

  1. Perbandingan perjanjian perbuatan dan perjanjian iman.
  2. Memperbandingkan kasih karunia dan hukum Taurat dengan peristiwa sejarah sebagai perumpamaan.

[1]      Kedua Anak Abraham (Gal 4:21-23)

  1. Sumber tidak sama.
  2. Dilahirkan oleh Sara, perempuan yang merdeka.
  3. Dilahrikan oleh Hagar, perempuan yang menjadi hamba.
  4. Keadaan kelahiran.
    1. Dilahirkan menurut daging:
      1. Menolak janji Allah, tidak menempuh jalan iman (Kej 16:2).
      2. Melambangkan penganut hukum Taurat yang mengandalkan diri sendiri.
      3. Tetap mempunyai status sebagai hamba.
      4. Dilahirkan oleh kerana janji:
        1. Kerana iman (Rm 4:19-22).
        2. Melambangkan orang yang dilahirkan kembali oleh Roh Kudus (Yoh 3:1-8).
        3. Berubah status menjadi merdeka.

[2]      Penjelasan Perumpamaan (Gal 4:24-27)

i. Hagar: Melambangkan hukum Taurat dan janji yang mengikat (24-25).

    1. Ia menjadi hamba: Anak yang dilahirkannya juga menjadi hamba.
    2. Melambangkan perjanjian Sinai: Hukum Taurat dan ikatan.
    3. Diusir dari tanah yang dijanjikan: Milik pusaka berada di luar tanah perjanjian, tidak mempunyai hubungan dengan kasih karunia (Mat 6:16).
    4. Yerusalem duniawi: Simbol hukum Taurat agama Yahudi, juga menjadi hamba.
    5. Sara: Melambangkan kasih karunia dan perjanjian merdeka (26-27).
      1. Ia merdeka: Anak yang dilahirkannya menjadi tuan.
      2. Melambangkan janji Allah: Membuat orang merdeka dan menerima milik pusaka.
      3. Yerusalem sorgawi: Adalah ibu orang rohani, yang merdeka, gereja sejati.

ii. Menggenapi nubuat Alkitab (Yes 54:1-3)
iii. Bersukacitalah si mandul (Yes 54:1-3)

– Pada mulanya ditujukan kepada umat pilihan yang dibuang ke Babel (umat setia yang tersisa).

– Diterapkan pada diri Sara: Pada mulanya tidak dapat melahirkan.

– Melukiskan Yerusalem sorgawi: Selama Perjanjian Lama berada dalam kehampaan dan tidak melahirkan.

iv. Bersorak-sorailah yang tidak pernah menderita sakit bersalin.

– Menunjukkan umat setia yang tersisa secara ajaib kembali ke negerinya.

– Menunjukkan Sara secara ajaib melahirkan.

– Menunjukkan Yerusalem sorgawi didirikan kerana kebangkitan Kristus yang ajaib dari antara orang mati.

v. Yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak daripada yang bersuami.

– Menunjukkan umat yang setia: Seakan-akan telah kehilangan sandaran (selama pembuangan tidak ada negara dan raja).

– Menunjukkan Sara tidak dapat melahirkan: Seakan-akan tidak mempunyai suami.

– Menunjukkan Yerusalem sorgawi: Kumpulan yang dibenarkan kerana iman di dalam kesusahan seakan-akan ditinggalkan Allah. Kristus telah mati disalibkan kerana dosa-dosa manusia, tetapi Ia telah dibangkitkan oleh kuasa Allah sehingga menggenapkan janji. Sekarang, jemaat rohani telah bertambah banyak dan melebihi umat agama Yahudi.

[3]     Diterapkan Pada Galatia (Gal 4:28-31)

  1. Kita adalah anak-anak janji (28): Sama seperti Ishak dilahirkan kerana iman orang tuannya.
  2. Pengenalan yang harus dimiliki anak-anak janji (29-31).
    1. Dianiaya oleh panganut hukum Taurat (29; II Tim 3:12); Yang diperanakkan menurut daging menganiaya yang diperanakkan menurut Roh.
    2. Menjadi ahli waris rohani (30): Yang menurut daging akan diusir, ia tidak layak menjadi anak.
    3. Menikmati kemerdekaan di dalam Kristus (31): Tidak diikat oleh hukum Taurat.

Kata Penutup

Jemaat harus menjaga statusnya sebagai anak yang merdeka.

[7]  Menjaga Kedewasaan Harus Giat Berusaha (Gal 4:1-20)
| | | |

[7] Menjaga Kedewasaan Harus Giat Berusaha (Gal 4:1-20)

[7]  Menjaga Kedewasaan Harus Giat Berusaha (Gal 4:1-20)

Prakata

1. Orang yang berada di bawah Hukum Taurat: Seperti orang yang belum dewasa.

2. Orang yang berada di bawah Mengurung orang di dalam dosa, membuat orang mati (21b-22a).

3. Paulus menjelaskan Hukum Taurat dan kasih karunia dengan proses pertumbuhan.

[1]      Menghargai Status Sebagai Anak (Gal 4:1-7)

Δ Bukan lagi hamba, melainkan anak

i. Tuan dalam status (1-3): Orang yang berada di bawah Hukum Taurat sama seperti anak-anak.

  1. Anak-anak tidak berbeda dengan hamba: Kerana anak-anak belum dewasa, “tidak kuat” menerima warisan.

Δ Menunjukkan orang Yahudi yang diajar menurut Hukum Taurat secara Hukum Taurat secara hurufiah (Kol 2:8): Memperlihatkan ketidakmampuan manusia.

Δ Menunjukkan orang bukan Yahudi yang diajar menurut hati nurani: Juga memperlihatkan ketidakmampuan manusia.

  1. Sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya: Diasuh sampai setelah menjadi dewasa baru layak menguasai warisan.

ii. Tuan dalam hal yang sebenarnya (4-7): Di bawah kasih karunia menjadi anak yang dewasa rohaninya.

  1. Setelah genap waktunya (4a)
  2. Segi Agama:
    -Perjanjian Lama sempurna.

    -Gereja-gereja berdiri (setelah dibuang ke Babel)

    1. Segi Politik:
    2. Segi bahasa: Bahasa Yunani sebagai bahasa umum.
    3. Penebusan Kristus (4b-5)
      1. Firman menjadi manusia (4b)

- Merendahkan diri menjadi manusia (Ibr 1:5), memiliki sifat manusia, adalah manusia seutuhnya, menjadi korban penebus dosa bagi manusia.

– Memiliki sifat Allah: Mempunyai kuasa untuk meremukkan dosa dan maut.

iii. Lahir di bawah Hukum Taurat.

Menggenapkan Hukum Taurat: Melakukan segala kehendak Allah, menggenapkan setiap hal dalam hukum Taurat.

Menebus manusia: Agar manusia diterima menjadi anak.

  1. Agar orang yang percaya menjadi anak (6-7).

Roh Kudus bersaksi (Rm 8:16): Mempunyai hubungan Bapa dan anak.

‚Menjadi anak Allah: Menerima warisan (Rm 8:17).

[2]      Tidak Dengan Mudah Melepaskan Status Sebagai Anak (Gal 4:8-11)

  1. Kamu pernah memperhambakan diri kepada allah-allah palsu (8).
  2. Sekarang kamu sudah percaya Tuhan: Telah mendapat status sebagai anak (9), dan telah dikenal Allah.
  3. Mengapa memperhambakan diri lagi kepada roh-roh dunia (9-11)?
    1. Diikat oleh paham hukum Taurat (Kol 2:16-17): Dengan teliti memelihara hari-hari, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun.
    2. Iman akan menjadi sia-sia, tidak berdaya mengalahkan dosa.

[3]     Mengingatkan Orang-Orang Galatia Supaya Memelihara Statusnya Sebagai Anak (Gal 4:12-20)

Δ Persahabatan Paulus dengan orang-orang Galatia.

i. Mengharapkan kamu menikmati kemerdekaan lagi (12a): Jangan melakukan hal yang sama seperti dulu.

  1. Jadilah sama seperti aku: Dari hukum Taurat berbalik kepada kemerdekaan kasih karunia.
  2. Akupun telah menjadi sama seperti kamu: Bangsa kafir tidak diikat oleh hukum Taurat.

 ii. Belum pernah kualami sesuatu yang tidak baik daripadamu (12b-14).

  1. Tidak menghina aku (13-14): Mengerti arti Injil yang sebenarnya.
  2. Manusia pada umumnya menganggap, mendapat penyakit adalah hukuman dari Allah (Yoh 9:1-2; Kis 28:4).
  3. Menyambut aku sama seperti menyambut malaikat dan Kristus: Percaya akan janji Allah.
  4. Sekarang, di manakah bahagia imanmu itu (15-16)
    1. Mengenang kasih rohani yang dahulu (15)
      1. Pernah merasa puas di dalam kasih karunia: Belajar pada kasih Kristus, ada kekuatan untuk mengasihi orang.
      2. Mengasihi Paulus lebih daripada mengasihi diri sendiri (II Kor 12:7): Rela ‘mencungkil’ mata dan memberikannya kepada Paulus.
      3. Sekarang telah menjadi musuh (16)

Δ Kerana Paulus telah memberitakan kebenaran, dan kerana bujukan dari guru-guru palsu

iii. Waspada terhadap keaktifan yang tidak tulus (17-18)

  1. Perhatikan motivasi menarik domba: Menghalangi pintu anugerah.
  2. Giat melayani harus ditambah dengan pengetahuan: Harus dinyatakan dalam perkara-perkara yang baik dengan motivasi yang murni.

iv. Pengharapan Paulus (19-20)

  1. Rela menderita sakit bersalin lagi.
  2. Semoga rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.
  3. Semoga dapat menghilangkan nada menegor.

Kata Penutup

Kalau orang Galatia ingin mendapatkan hidup yang matang, bersandarlah pada firman kehidupan Tuhan Yesus dan pertolongan Roh Kudus, buanglah hati yang lama menjadi manusia baru di dalam Kristus.

[6]  Apakah Kegunaan Hukum Taurat? (Gal 3:19-29)
| | | |

[6] Apakah Kegunaan Hukum Taurat? (Gal 3:19-29)

[6]  Apakah Kegunaan Hukum Taurat? (Gal 3:19-29)

 Prakata

  1. Paulus membantah:
  2. Diselamatkan kerana perbuatan.
  3. Dibenarkan selain kerana iman, harus ditambah dengan perbuatan melakukan Hukum Taurat.
  4. Kalau Hukum Taurat tidak mengubah janji Allah kepada Abraham, dan tidak menambahkan apa-apa pada janji iman, apakah gunanya Hukum Taurat?
  5. (Gal 3:19-29) menjawab pertanyaan ini.

[1]      Hukum Taurat Memantulkan Pelanggaran Manusia (Gal 3:19-22)

i. Kegunaan Hukum Taurat hanya sementara (19a).

  1. Untuk menyatakan pelanggaran manusia: Sama seperti sebuah cermin, orang dapat melihat dirinya sendiri dengan jelas (Rm 3:20; 5:20).
  2. Untuk menyatakan bahwa manusia memerlukan Juruselamat: Menantikan Anak yang dijanjikan itu datang.
  3. Kristus datang, kegunaan Hukum Taurat yang sementara itu berakhir.

ii. Hukum Taurat adalah nombor dua dalam janji (19b-22)

  1. Perlu ada Pengantara: Menuntutkan kedua belah pihak harus memegang janji (19b).

Δ Allah tidak secara langsung memberikan Hukum Taurat kepada manusia: Diberikan melalui malaikat dan perantara (Musa) (Im 26:46; Ul 5:5, 22-26; 33:2; Kis 7:53)

  1. Janji diberikan Allah secara langsung kepada manusia (20; Ibr 2:1-3; Kis 7:52-53)
  2. Hukum Taurat tidak dapat membantu manusia menerima janji Allah (21-22)
    1. Hukum Taurat sama sekali tidak bertentangan dengan janji Allah
    2. Kegunaan Hukum Taurat dan janji tidak sama:

-Kegunaan Hukum Taurat: Mengurung orang di dalam dosa, membuat orang mati (21b-22a).

-‚Kegunaan janji: Manusia hidup kerana iman (22b).

 

[2]      Tujuan Hukum Taurat Yang Sebenarnya (Gal 3:23-24)

Δ Dilihat dari sudut sejarah: Paulus menjadikan sejarah seperti manusia dengan ungkapan kata ‘kita’. ‘Kita’ di sini mengungkapkan pengalaman orang Yahudi, juga mengungkapkan pengalaman orang dunia.

i. Hukum Taurat membuat orang melihat secara jelas bahwa dirinya adalah hamba dosa.

    1. Bagi orang Yahudi: Hukum Taurat menunjukkan perintah pada loh batu.
    2. Bagi orang bukan Yahudi: Menunjukkan hati nurani.

ii. Hukum Taurat seperti penjara: Manusia dijaga, kehilangan kemerdekaan (23).

iii. Hukum Taurat seperti guru (penuntun) (24).

  1. Mengajar kita hidup tertib.
  2. Menuntun orang mengenal Allah: Berbagai lambang dari Hukum Taurat membuat kita mengenal Kristus dan cara diselamatkan.

[3]     Hukum Taurat Mendesak Orang Supaya Mengutamakan Iman (Gal 3:25-29)

  1. Menjadi dewasa kerana iman (25): Tidak berada di bawah pengawasan penuntun, telah dapat bersandar keapda Allah Bapa.
  2. Menjadi anak-anak Allah kerana iman (26): Percaya Kristus Yesus.
  3. Mengenakan Kristus kerana dibaptis (27): Menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematianNya dan kebangkitanNya (Rm 6:1-10; I Kor 6:17), menunjukkan sudah menjadi dewasa, mempunyai rupa Allah.
  4. Kerana iman menjadi satu di dalam Kristus (28; Kis 13:1; 16:1; Yak 2:1-9; Ef 5:21-33); Menjadi satu keluarga.
  5. Menerima milik pusaka kerana iman (29).
    1. Menjadi keturunan Abraham kerana milik Kristus.
    2. Dan berhak menerima janji Allah.

Kata Penutup

Hukum Taurat dan keselamatan saling melengkapi, hanya dengan bersandar kepada keselamatan Kristus manusia dapat menggenapkan Hukum Taurat, hidup menyatakan rupa Allah.

[5]  Orang Benar Akan Hidup Oleh Iman  (Gal 3:1-18)
| | | |

[5] Orang Benar Akan Hidup Oleh Iman (Gal 3:1-18)

[5]  Orang Benar Akan Hidup Oleh Iman (Gal 3:1-18)

Prakata

  1. Membela doktrin tentang dibenarkan kerana iman.
  2. Nasihat supaya belajar kebenaran: Banyak orang setelah percaya Tuhan masuk lagi ke dalam hukum Taurat sehingga menderita sengsara. Hal itu disebabkan mereka tidak menyelidiki Kitab Suci dengan sungguh-sungguh.

[1]      Dibenarkan Kerana Iman Bukan Kerana Perbuatan (Gal 3:1-5)

Δ Dasar bukti pengalaman iman kepercayaan orang-orang Galatia.

i. Orang yang bodoh (1a).

  1. Bodoh: Orang yang tidak mau berfikir, tidak dapat mengecap kebaikan Injil.
  2. Kerana itu imannya sering terjerumus ke dalam iman rutin, tidak mengerti dengan benar erti dibenarkan kerana iman.
  3. Mudah tersesat oleh doktrin palsu (pemikiran yang salah) (Mat 13:13, 15; Yes 6:9-10).

Δ Manusia sering berbuat atau membedakan yang benar dan yang salah berdasarkan rupa luar.

ii. Fikirkanlah salib Kristus (1b).

  1. Disalibkan: Bentuk pasif yang telah dilakukan, menunjukkan peristiwa sejarah, mempunyai khasiat yang berlangsung terus-menerus.
  2. Dilukiskan dengan terang di depanmu: Nubuat Perjanjian Lama telah menyatakan hal ini (Rm 15:4; Ef 3:3).

ii. Fikirkanlah kerana apa menerima Roh Kudus? (2)

  1. Melakukan hukum Taurat?
  2. Percaya kepada pemberitaan Injil? (Rm 8:16-17)
  3. Menerima Roh Kudus adalah cara yang baik untuk mendapatkan jawabannya (Ef 1:13-14; Why 19:7-9)

iii. Telah mulai dengan Roh, apakah diakhiri di dalam daging? (3)

  1. Orang yang mendapat kasih karunia tidak lagi berada di dalam penjara dosa (Rm 8:9-11), sudah merdeka kerana percaya kepada Kristus.
  2. Kerana iman, dalam segala hal berdoa dan menghasilkan banyak buah Roh (I Tes 5:17-19; Gal 5:25, 18-22).
  3. Apakah mau mengakhirinya di dalam daging? (Za 4:6): Manusia? Sesungguhnya dicapai dengan mengandalkan usaha manusia? Sesungguhnya, di bawah kolong langit ini tiada seorangpun yang berbuat baik dan tidak berbuat dosa (Pkh 7:10).

iv. Apakah sia-sia menderita untuk Tuhan? (4)

  1. Menderita untuk Tuhan tidak akan sia-sia (I Kor 15:58; Mat 5:10-11; I Ptr 2:20-21).
  2. Kalau tidak menurut kehendak Allah akan menjadi sia-sia: Apabila kehendak manusia lebih tinggi daripada kehendak Allah (Mat 7:21; Rm 12:1-2), sukarlah masuk ke dalam Kerjaan Allah.

v. Mengapa Allah memberi kasih karunia (melakukan tanda mujizat) (15).

  1. Meneguhkan Injil yang diberitakan (Mrk 16:15-20).
  2. Menyatakan bukti kerasulan (II Kor 12:12).
  3. Membuktikan Roh Kudus masih bekerja di antara jemaat Galatia yang percaya Injil.

[2]      Prinsip Dibenarkan Kerana Iman (Gal 3:6-14) 

Δ Kitab Perjanjian Lama sebagai dasar.

i. Abraham dibenarkan (6-9).

  1. Dibenarkan kerana iman (6) (Kej 12; 15:6; 17:24-26).
  2. Tujuan sunat: Untuk menyatakan perjanjian Allah dan dikuduskan (Kej 17:10-24), sebagai perantara, bukan penyebab dibenarkan.
  3. Siapakah anak-anak Abraham (7): Mereka yang hidup dari iman.
  4. Olehmu segala bangsa akan diberkati (8-9): Menjanjikan bangsa bukan Yahudi akan diselamatkan kerana percaya ‘Engkau’ [Kristus] (Kej 12:3).

ii. Hukum Taurat mendatangkan kutuk (10-14).

Δ Menghancurkan semua harapan terhadap hukum Taurat (10-12).

  1. Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat (10) (Ul 27:6).
  2. Melakukannya dengan sempurna baru akan beroleh hidup (Im 18:5): Menyatakan bahwa orang benar dengan jelas mengetahui bahwa beroleh hidup hanya kerana percaya Kristus, bukan kerana melakukan hukum Taurat.
  3. Tiada orang yang hidup kerana melakukan hukum Taurat: Hukum Taurat mengutamakan perbuatan, tidak melihat iman.
  4. Bagaimana menyelamatkan mereka yang dikutuk di bawah hukum Taurat (13-14)
    1. Penebusan Kristus (13; Ul 21:23): Kristus menerima kutuk ganti kita.
    2. Manusia kerana iman (4)
      1. Terlepas dari kutuk: Berkat bagai Abraham dilimpahkan kepada bangsa bukan Yahudi melalui Yesus.
      2. Mendapat Roh Kudus yang dijanjikan: Juga kerana percaya Kristus.

[3]     Berlakunya Janji Akan Dibenarkan (Gal 3:15-18)

  1. Janji berasal dari Allah, tiada seorangpun dapat menghapusnya (15; Kej 15:12)
    1. Mengadakan perjanjian dengan cara menumpahkan darah.
    2. Allah melawati daging-daging itu, Abraham tidak melawatinya, menunjukkan janji itu diadakan oleh inisiatif Allah.
    3. Menjanjikan keturunannya akan menjadi banyak seperti bintang-bintang di langit.
    4. Janji itu menunjuk kepada Kristus (16; Kol 1:16-19), hanya ‘Dia’ sebagai ahli waris segala janji.
    5. Hukum Taurat tidak dapat mengubah janji (17), janji sudah ada sebelum hukum Taurat.
    6. Menerima milik pusaka berdasarkan janji (18): Milik orang yang percaya Yesus.

Kata Penutup

  1. Hukum Taurat adalah firman Allah kepada Musa: “Kamu harus ……… kamu harus………” Janji adalah firman Allah kepada Abraham: “Aku akan …… Aku ……”.
  2. Janji berbicara tentang rencana, kasih karunia, inisiatif, dan Hukum Taurat berbicara tentang tanggung jawab, pekerjaan, kewajiban, perbuatan, dan ketaatan manusia.
  3. Janji menunjukkan kasih karunia dan iman. Hukum Taurat menunjukkan keadilan dan perbuatan baik.

Δ Hanya janji membuat orang diselamatkan.

[4] Memanifestasikan Kebaikan Injil (2:11-21)
| | | |

[4] Memanifestasikan Kebaikan Injil (2:11-21)

[4] Memanifestasikan Kebaikan Injil (2:11-21)

Prakata

  1. Dalam hal menegur rasul besar, Paulus menyatakan kelayakannya sebagai rasul.
  2. Menegaskan kalau Injil berubah, sia-sialah Kristus mati, dan sia-sia jugalah kepercayaan manusia.

[1]      Berani Membela Injil (Gal 2:11-14)

i. Menentang Petrus (11-12)

  1. Petrus berbuat salah: Paulus menentangnya secara terang-terangan
  2. Petrus mengetahui erti kasih karunia yang sebenarnya (Kis 10:9-18; Mrk 7:19; Ef 2:13-15)
  3. Takut kepada orang-orang dari kalangan Yakobus

-Orang-orang yang mencanangkan sunat datang dari Yerusalem.
-Kerana takut kepada mereka: Merosak semangat kesatuan (I Kor 10:17), menyangkal kebenaran (Kis 10:9-18).

ii. Orang yang lainnya turut berlaku munafik (13): Terpengaruh oleh Petrus

  1. Barnabas juga turut terseret oleh kemunafikan mereka.
  2. Merasa malu kerana Injil adalah dosa besar.

iii. Menyingkapkan kemunafikannya di hadapan orang banyak (Mat 14; 18:17; I Tim 5:20)

  1. Kerana Petrus tidak berjalan dengan tulus: Orang yang berada di dalam kasih karunia malah berkompromi kepada hukum Taurat.
  2. Orang yang hidup di dalam kasih karunia mana boleh memaksa orang lain hidup di dalam hukum Taurat lagi? Berbuat menurut keinginan daging?

[2]      Menegaskan Pentingnya Injil (Gal 2:15-16)

  1. Walaupun orang Yahudi bukan bangsa kafir (15), mereka diselamatkan juga harus melalui iman.
  2. Dibenarkan kerana iman (16).
  3. Manusia datang ke hadapan Allah kerana iman, dibenarkan oleh kerana iman dalam Kristus.
  4. Kami (orang Yahudi) juga dibenarkan kerana iman: Orang Yahudi juga dibenarkan oleh kerana iman dalam Kristus.
  5. Setiap orang harus dibenarkan kerana iman, tiada seorangpun yang dibenarkan oleh kerana melakukan hukum Taurat

Δ Melakukan hukum Taurat tidak dapat dibenarkan: Kerana mengandalkan cara-cara manusia tidak akan dapat mengalahkan dosa.

Δ Perbuatan Petrus sepertinya mengacaukan kasih karunia.

[3] Bersaksi Tentang Kebaikan Injil (Gal 2:17-21) – Pengalaman Paulus

i. Apakah Kristus pelayan dosa? (17-18)

  1. Kristus menghendaki bangsa Yahudi dan bangsa bukan Yahudi menjadi satu; menjadi satu kerana dibenarkan oleh kerana iman.
  2. Apakah berdosa kalau berada bersama jemaat bukan Yahudi? (17) Bangsa bukan Yahudi dibenarkan kerana iman, apakah mereka tetap orang berdosa?

Δ Jika perbuatan Petrus benar, bererti keselamatan Kristus menjadi sia-sia.

ii. Setelah menerima keselamatan masih melakukan hukum Taurat, ia adalah orang berdosa (18), kerana telah kehilangan iman.

  1. Hendaklah mati oleh hukum Taurat (19a).
    1. Hukum Taurat hanya membuat orang menjadi lemah: Pengalaman yang lalu (Rm 7:18-19).
    2. Hukum Taurat membunuh orang (menghukum orang) (Rm 3:23; 7:1).
    3. Hendaklah mati oleh hukum Taurat: Tidak lagi berbuat oleh hukum Taurat. Sebelum mengakui dosa dan ketidakmampuan diri sendiri tidak akan bersandar kepada Allah (I Tim 1:15).
  1. Hendaklah hidup di dalam Kristus (19b-21)
    1. Hidup untuk Allah:
      1. Disalibkan bersama dengan Kristus: Terpisah dari dosa dan dibenarkan, yakni menerima baptisan (Rm 6:3-8)    15
      2. Kristus hidup didalam aku: Kristus menjadi tuan, biarkan Roh Kudus diam di dalam hati (Rm 8:9)

iii. Hidup oleh iman dalam Anak Allah.

-Percaya Ia mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku: DarahNya berkhasiat, kasih karuniaNya tak terlupakan (II Kor 5:14).

-Percaya bahwa kasih Tuhan dapat mengubah hidup manusia (Kol 1:27; Ef 3:20; II Ptr 1:4), memiliki sifat Allah.

  1. Tidak berani meremehkan kasih karunia Allah
    1. Tidak hidup menurut daging: Menunjukkan tidak berbuat menurut hikmat dunia.
    2. Tidak berdasarkan perbuatan baik atau pengekangan diri: Menunjukkan tidak berbuat menurut cara manusia
    3. Kalau dibenarkan kerana melakukan hukum Taurat, buat apa percaya Yesus.

Kata Penutup

Orang benar akan hidup oleh iman (Rm 1:17), menunjukkan manusia dibenarkan buakn kerana melakukan hukum Taurat, melainkan kerana percaya kepada Tuhan Yesus. Kerana kasih dan penyelamatan Kristus telah menggenapi hukum Taurat (Rm 4:16; 13:8; Mat 5:17-19).

[3]  Alasan Aku Pergi pula Ke Yerusalem (Gal 2:1-10)
| | | |

[3] Alasan Aku Pergi pula Ke Yerusalem (Gal 2:1-10)

[3]  Alasan Aku Pergi Pula Ke Yerusalem (Gal 2:1-10)

Prakata

  1. Walaupun Paulus menerima ajaran dari Allah secara langsung, ia tidak menjadi tinggi hati, sebaliknya sanggup berhubungan dengan anggota tubuh yang lain. Ia pergi pula ke Yerusalem kerana suatu penyataan.
  2. Rasul-rasul yang lain juga bersaksi untuknya bahwa ‘ia adalah rasul’.

[1]      Untuk Meneguhkan Injil Yang Diberitakan (Gal 2:1-2)

  1. Pergi berdasarkan suatu penyataan (1-2a).
    1. Setelah lewat empat belas tahun.
    2. Pergi bersama-sama dengan Barnabas, dan Titus dibawa juga.
  2. Bersaksi tentang penginjilan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi (2b).
    1. Menceritakan penginjilan kepada bangsa bukan Yahudi (Kis 15:4-11).
    2. Untuk melawan umat Kristen aliran agama Yahudi.

- Berbicara tersendiri kepada mereka yang terpandang: Mengadakan komunikasi yang baik dengan pemimpin gereja.

– Agar hukum Taurat tidak menghalangi keselamatan: Memastikan bahwa Injil telah membebaskan orang dari ikatan hukum Taurat.

[2]      Contoh-Contoh Untuk Membela Kebenaran Injil (3-5) Dan Mengalahkan Penganut Hukum Taurat (Gal 2:5-9)

  1. Rasul-rasul tidak menyuruh Titus menyunatkan dirinya (3).
    1. Titus mewakili orang bukan Yahudi.
    2. Kasih karunia mengalahkan tata cara hukum Taurat: Dibenarkan kerana iman telah menggenapi hukum Taurat.
  2. Saudara-saudara palsu berusaha mencari kelemahan dalam kasih karunia (4).
    1. Saudara palsu: Penganut hukum Taurat.
    2. Pencobaan dari saudara palsu: Supaya orang memegang hukum Taurat semula sehingga kehilangan kebebasan di dalam Kristus.
    3. Kebenaran Injil: Kerana diselamatkan bukan oleh hukum Tuarat, agar kebenaran tetap ada; kompromi tidak boleh dilakukan.

[3]     Untuk Mengejar Kesehatian Di Dalam Kebenaran (Gal 2:6-10)

  1. Dipercayakan (6-8).
    1. Orang-orang terpandang tidak memaksakan sesuatu kepadaku? Kuasa memberitakan Injil bukan mengandalkan nama baik orang lain.
    2. Memastikan pelayananku memberitakan Injil kepada bangsa bukan Yahudi: Sama seperti Petrus memberitakan Injil kepada orang Yahudi.
    3. Digerakkan oleh satu Roh yang sama dan dipercayakan.
  2. Tanda persekutuan (9): Menunjukkan mengakui, percaya, bersahabat, bersekutu.
  3. Mengingat (10).
    1. Mengingat orang-orang miskin: Mengetahui kebutuhan orang lain.
    2. Sungguh-sungguh melakukannya: (I Kor 16; II Kor 9; Rm 15)

Kata Penutup

  1. Mengingat kembali adalah untuk menjelaskan pentingnya membela kebenaran.
  2. Membuktikan hak kerasulan, bekerja sama dengan rakan sekerja yang lainnya.