Bahagian 19: Batas-Batas Daerah Kerja Yang Dipatok Allah
| | | |

Bahagian 19: Batas-Batas Daerah Kerja Yang Dipatok Allah

Bahagian 19: Batas-Batas Daerah Kerja Yang Dipatok Allah

Nas kitab: 10:12-18

[1]      Tidak Memuji Diri Di Atas Jerih Payah Orang Lain (12)

Δ Setelah Paulus mennggalkan Korintus, datang ‘penginjil palsu’ untuk mendapatkan sokongan dan penghormatan pemercaya, lalu mereka memuji dan menghebohkan diri sendiri sehingga menghasut dengan berkata bahwa Paulus bukan seorang rasul . Mereka meninggikan diri sendiri dan para pemercaya tidak tahu membedakannya lalu disesatkan.

Δ Paulus menerangkan: “Memang kami tidak berani menggolongkan diri dengan orang-orang tertentu  yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka” (10:12).

Δ Para pendeta palsu yang tidak ada surat pujian dari jemaat, mereka sendiri memuji diri sendiri (3:1), menilai sendiri dengan ukuran sendiri, dengan menganggap tidak ada standard lain yang lebih tinggi daripada mereka sendiri dan menjadikan diri sendiri sebagai standard. Alangkah bodohnya mereka ini!

[2]      Tidak Mau Bermegah Melampaui Batas (13-16)

i. “Sebaliknya kami tidak mau bermegah melampau batas, melainkan tetap di dalam batas-batas daerah kerja yang dipatok Allah bagi kami, yang meluas sampai kepada kamu juga” (13).

 “Sebab dalam memberitakan Injil Kristus kami telah sampai kepada kamu” (14a).

Δ Kedua-dua ayat tersebut menunjuk dengan sejelas-jelasnya apabila Paulus ada di Korintus, para pendeta yang bercita-cita tinggi pergunakan kesempatan, ingin menjadikan kejayaan antara jemaat Korintus sebagai hasil kerja mereka sendiri. Justru itu, dengan tegasnya Paulus mengesahkan: “Sebab dalam memberitakan Injil Kristus, kami telah sampai kepada kamu… seolah-olah kami belum pernah sampai kepada kamu” (Kis 18:1-11).

ii. Tidak merebut kejayaan dan tidak menggolongkan hasil kerja orang lain sebagai bahagian sendiri.

“Kami tak bermegah atas pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain di daerah kerja yang tidak dipatok untuk kami” (15a).

“Tetapi kami berharap, bahawa apabila imanmu makin bertumbuh, kami akan mendapat penghormatan lebih besar lagi di antara kamu, jika dibandingkan dengan daerah kerja yang dipatok untuk kami” (15b).

“Ya, kami hidup, supaya kaim dapat memberitakan Injil di dareah-daerah yang lebih jauh daripada daerah kamu” (16a).

“Dan tidak bermegah atas hasil-hasil yang dicapai orang lain di daerah kerja yang dipatok untuk mereka” (16b).

[3]     Hendaklah Bermegah Di Dalam Tuhan (17-18)

i. Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji (18a).

ii. Melainkan orang yang dipuji Tuhan (18b).

Bahagian 18: Kewibawaan Rasul
| | | |

Bahagian 18: Kewibawaan Rasul

Bahagian 18: Kewibawaan Rasul

Nas kitab: 10:1-11

[1]      Tidak Hidup Secara Duniawi (10:1)

Δ Paulus disalah-fahamkan jemaat Korintus, di mana mereka berkata: “Dia hanyalah berani tegas dalam suratnya, tidak sedemikian sewaktu berdepan muka dengannya”.

  1. “Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapin berani terhadap kamu bila berjahuan” (1a).
  2. “Aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah” (1b).

Δ Sebenarnya, sewaktu Paulus sedang menggembala jemaat di Korintus, para pemercaya masih sangat suci murni, maka tidak perlu bertindak keras maupun tegas. Hanya setelah Paulus meninggalkan tempat itu barulah masalah timbul. Lantas, memanglah ia perlu menegor secara tegas dalam suratnya. Itulah yang menyebabkan jemaat salahfaham akannya.

[2]      Tidak Berjuang Secara Duniawi (10:2,3)

i. “Ada orang-orang tertentu yang menyangka bahawa kami hidup secara duniawi”.

      “Sebagaimana aku berniat bertindak keras terhadap…” (2).

ii.  “Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi” (3).

[3]     Berjuang Dengan Bersandarkan Kuasa Allah (10:4-5)

i. “Senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi” (4a).

“Melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng” (4b).

ii. “Mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala fikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” (5).

[4]     Kekuasaan Melaksanakan Amanat (6-11)

i. Kekuasaan rohani dilaksanakan dalam persekutuan rohani.

“Bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna” (6b).

Δ Hanyalah setelah para pemercaya tertentu dapat bersatu hati dengan Paulus dan menyokongnya, baru kemudian ia menghadapi mereka dengan kuasa kerasulannya ….“Untuk menghukum setiap kedurhakaan”.

ii. Membedakan ahli pekerja dan pemercaya yang benar dengan yang palsu.

 “Tengoklah yang nyata di depan mata kamu!” (7a).

Δ Versi terjemahan baru: kamu melihatkan sesuatu secara lahiriah.

“Kalau ada seorang yang benar-benar yakin bahawa ia adalah milik Kristus, hendaklah ia berfikir di dalam hatinya bahawa kami juga adalah milik Kristus sama seperti dia” (7b).

Δ Paulus mengajukan soalan berikut kepada jemaat Korintus: para penginjil palsu berkata dengan yakin bahwa mereka adalah milik Kristus, bahkan ada kuasa dari Kristus. Mereka ini harus berfikir di dalam hati, apakah tanda-tanda bukti Kristus? Berdasarkan apa, dikatakan bahwa mereka mempunyai kuasa sebagai rasul Kristus?  Lantas ia menyuruh jemaat Korintus menguji-selidiki dan pertimbangkan dengan teliti, jangan disesatkan lagi.

iii. Dilaksanakan demi membangunkan pemercaya.

“Bahkan, jikalau aku agak berlebih-lebihan bermegah atas kuasa, yang dikaruniakan Tuhan kepada kami untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan kamu” (8a).

“Maka dalam hal itu aku tidak akan mendapat malu” (8b).

Δ Paulus percaya dengan yakin bahwa kuasa kerasulan yang ada padanya tidak disalahgunakan, melainkan digunakan secara berpatutan, sehingga hati nuraninya tidak rasa bersalah maupun malu.

iv. Penggunaan kuasa, bukan omongan atau ancaman kosong.

À Sesetengah orang salah menyangka bahawa Paulus pergunakan kuasa untuk mengancam dan menakutkan para pemercaya.

“Sebab, kata orang, surat-suratnya memang tegas dan keras, tetapi bila berhadapan muka sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak bererti” (10).

Á Sesetengah mereka yang tidak taat pada Paulus, pula berkata: “Hanyalah dia menulis secara begitu tegas, tidak semestinya ia akan bertindak seperti itu”.

Δ Paulus menerangkan: “Tetapi hendaklah orang-orang yang berkata demikian menginsafi, bahwa tindakan kami bila berhadapan muka, sama seperti perkataan kami dalam surat-surat kami bila tidak berhadapan  muka” (11).

Δ Paulus sememangnya bukan menakut-nakuti ataupun mengancam para pemercaya, melainkan ia sekali-kali tidak berkompromi dalam bertindak secara tegas menghadapi dosa kejahatan. Sewaktu perlu digunakan kuasa kerasulannya, ia pasti gunakan.

Bahagian 17: Pemberian Sukarela Dan Upah
| | | |

Bahagian 17: Pemberian Sukarela Dan Upah

Bahagian 17: Pemberian Sukarela Dan Upah

Nas kitab: 9:6

[1]      Ketetapan Upah (6)

‘Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit’.

‘Orang yang menabur banyak, akan menuai banyak’.

‘Camkanlah itu’.

[2]      Persembahkan Menurut Kerelaan Hati (7)

“Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya”.

Δ Berbuat menurut tahap kerelaan sendiri.

“Jangan dengan sedih hati”.

Δ Tidak merasa sedih hati setelah memberi pesembahan, melainkan pertahankan kemurahan hati itu.

“Atau kerana paksaan”.

Δ Jangan kerana inginkan kemuliaan dan kehormatan, atau takut sendiri ketinggalan di belakang, juga bukan kerana didesak maupun dipaksa.

“Sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita”.

[3]     Diperkenan Dan Penerimaan Upah (8-9)

“Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu”.

  1. “Supaya kamu senantiasa berkecukupan” (8b).

“Di dalam segala sesuatu” (8c).

“Malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan” (8d).

Δ “Menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi, dan dengan demikian mengumpulkan suatu dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya (I Tim 6:18,19).

Δ Banyak benih, buah akan bertambah-tambah (10).

“Ia yang menyediakan benih bagi penabur dan roti untuk dimakan” (10a).

Δ Maksudnya: yang rela menabur (memberi sedekah) demi Tuhan, Tuhan akan bekalkan benih untuknya.

“Dan melipatgandakannya”.

Δ Yaitu siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi lagi sehingga ia berkelimpahan (Mat 13:12).

“Dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu”.

Δ Kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian (Flp 1:9) serta penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah (Flp 1:11; Kol 1:10,11).

  1. “Kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati (11a).
  2. “Yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh kerana kami” (11b).

Δ Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya; ada yang menghemat secara luarbiasa, namun selalu kekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan; siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum (Ams 11:24-25).

[4]     Pengalaman: “Syukur Kepada Allah Kerana KaruniaNya Yang Tak Terkatakan itu!” (15)

  1. Orang-orang kudus dibantu: “Pelayanan kasih ini mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus” (12).
  2. Allah dimuliakan: “Melimpahkan ucapan syukur kepada Allah” (12b).

“Dan sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah kerana ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan kerana kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang” (13).

  1. Kebajikan diperingati pemercaya: “Sedangkan di dalam doa mereka, mereka juga merindukan kamu  oleh kerana kasih karunia Allah yang melimpah ke atas kamu” (14).

Kata penutup:

“Syukur kepada Allah kerana karuniaNya yang tak terkatakan itu” (15).

Allah menjadikan para penyumbang wang sendirinya mengecapi karunia Allah yang tak terkatakan itu, juga menjadikan mereka yang dibantu, turut mengecapi karunia Allah yang tak terkatakan. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Rm 8:28).

Bahagian 16: Pujian Dan Nasihat
| | | |

Bahagian 16: Pujian Dan Nasihat

Bahagian 16: Pujian Dan Nasihat

Nas kitab: 9:1-5

[1]      Paulus Memegahkan Para Pemercaya Akhaya Kepada Orang Makedonia (1-2)

“Tentang pelayanan kepada orang-orang kudus tidak perlu lagi aku menuliskannya kepada kamu” (1) ~ yaitu berkenaan penderitaan dan kemiskinan yang melanda Yerusalem, jemaat Korintus sudah maklum sejelas-jelasnya, tidak perlu dijelaskan lagi dalam surat.

“Aku telah tahu kerelaan hatimu tentang mana Aku megahkan kamu kepada orang-orang Makedonia, kataku: Akhaya sudah siap sedia sejak tahun yang lampau. Dan kegiatanmu telah menjadi perangsang bagi banyak orang” (2).

Δ ‘Sudah siap sedia’ ~ bukanlah bermakna jemaat Korintus telah siap mengumpulkan wang tersebut, melainkan pengumpulan wang telah dimaklumkan kepada mereka tahun lalu, dan mereka telah berjanji dengan penuh rela. Justeru itu, Paulus pun bersaksi tentang hasrat baik mereka kepada orang-orang Makedonia sehingga banyak orang terharu olehnya. Namun tanpa disangkakan wang tersebut masih belum siap dikumpulkan, lalu Paulus merasa bimbang bahawa apa yang dimegahkannya adalah sia-sia belaka.

[2]      Menasihati Supaya Siap Sediakan Wang Persembahan Yang Telah Dijanjikan (3-4)

“Aku mengutus saudara-saudara itu, agar kemegahan kami dalam ini atas kamu jangan ternyata menjadi sia-sia, tetapi supaya supaya kamu benar-benar siap sedia seperti yang telah kukatakan” (3).

“Supaya, apabila orang-orang Makedonia datang bersama-sama aku, jangan mereka mendapati kamu belum siap sedia” (4a).

“Sehingga kami – untuk tidak mengatakan kamu- merasa malu atas keyakinan kami itu” (4b)

[3]     Perbuatan Secara Praktikal Untuk Membuktikan Yang Dipersembahkan Adalah Secara Rela (5)

“Sebab itu aku merasa perlu mendorong saudara-saudara itu untuk berangkat mendahului aku, supaya mereka lebih dahulu mengurus pemberian yang telah kamu janjikan sebelumnya” (5a).

“Agar nanti tersedia sebagai bukti kemurahan hati kamu dan bukan sebagai pemberian yang dipaksakan” (5b).

Δ Paulus mempunyai satu kebiasaan memegahkan seseorang di belakang, namun ia takut juga apa yang dimegahkannya adalah sia-sia belaka. Memandangkan jemaat Koritus telahpun setahun lalu berjanji memberi wang bantuan namun masih bertangguh-tangguh, belum menyiapkannya, tambahannya dari kata-kata nasihat Paulus boleh diketahui itupun bukan disebabkan jemaat Korintus tidak mampu melainkan mereka tidak giat dan sungguh-sungguh (8:12).

Δ Demi kemuliaan dan kemegahan jemaat Korintus, maka ia mengutus saudara-saudara mendahuluinya agar dapat membukti-nyatakan persembahan mereka adalah menurut kemurahan hati dan bukan kerana paksaan.

Bahagian 15: Pengumpulan Wang Dan Dapat Dipercayai
| | | |

Bahagian 15: Pengumpulan Wang Dan Dapat Dipercayai

Bahagian 15: Pengumpulan Wang Dan Dapat Dipercayai

Nas kitab: 8:6-24

[1]      Pengumpulan Wang (8:6-15)

i. Menasihati Titus menyelesaikan pelayanan kasihnya (6)

‘Maka sekarang’ pada waktu itu tanah Yehuda dilanda kelaparan besar (Kis 11:27-28), dan pada waktu  itu jemaat-jemaat Makedonia membantu dengan segenap kekuatan dalam memberi sumbangan, maka Titus dinasihati untuk memotivastikan pelayanan kasih tersebut.

Δ  ‘Pelayanan kasih’ ~ budi baik memberi persembahan membekali orang-orang kudus, di mana ianya memuliakan Tuhan, juga menyatakan hati yang rela memberi persembahan (8:4,19).

“Selesaikan jugalah perlaksanaan ini” (6) ~ suatu nasihat, dorongan dan harapan.

ii. Nasihat dan dorongan kepada jemaat Korintus (8:7-12).

– Mendorong menurut karunia yang ada pada mereka.

Maka sekarang, menurut seperti kamu yang kaya dalam segala sesuatu ~ dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu  terhadap kami – demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini (8:7).

Mendorong menurut kesungguhan jemaat Makedonia (8).

“Aku menyatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keihklasan kasih kamu” (8).

– Mendorong berdasarkan kasih karunia besar Kristus.

“Kerana kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita, Yesus Kristus, bahawa Ia, yang oleh kerana kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh kerana kemiskinanNya”  (9).

– Desakan:

a) Memang sudah sejak tahun yang lalu kamu mulai melaksanakannya dan mengambil keputusan utnuk menyelesaikannya juga (10).

b) Jangan lagi berlengah-lengah: “Maka sekarang selesaikan jugalah pelaksanaan itu! Hendaklah pelaksanaannya sepadan dengan kerelaanmu dan lakukanlah itu dengan apa yang ada padamu” (11).

c) Sebab jika kamu rela memberi maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu (12).

– Kesetaraan (13-14):

a) “Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keinginan, tetapi supaya ada keseimbangan” (13).

Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan  (14).

b) “Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekuranan” .(15)

[2]      Dapat Dipercayai (8:16)

i. Demi memuliakan Tuhan, hindarilah daripada dicela (supaya dipercayai semua orang).

– ‘Memikirkan yang baik’ (21a).

Hindarkan hal ini: bahwa ada orang yang dapat mencela kami dalam hal pelayanan kasih yang kami lakukan dan yang hasilnya sebesar ini (20).

– Bukan hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di hadapan manusia (21b).

ii. Mencalon-utuskan tiga orang wakil mengirimkan wang bantuan (16-19)

– Titus: seorang utusan yang giat dan utusan jemaat-jemaat (16-17, 23).

­Seorang saudara lain: yang terpuji di semua jemaat kerana pekerjaannya dalam pemberitaan Injil dan ia telah dicalonkan oleh jemaat-jemaat (18-19).

– Lagi seorang saudara lain: seorang yang giat, telah beberapa kali diuji dan ternyata selalu berusaha untuk membantu, yang dipercayai jemaat-jemaat (22).

iii. Percaya dengan yakin mereka dapat menunaikan amanat berat itu (23-24).

– Titus: teman Paulus yang kerja bersama-sama dengannya untuk jemaat (23a).

Dua orang yang lain: adalah utusan jemaat-jemaat dan suatu kemuliaan bagi Kristus (23b).

Kata penutup:

Kerana itu tunjukkan kepada mereka di hadapan jemaat-jemaat bukti kasihmu dan bukti kemegahanku atas kamu (24).

Bahagian 14: Kasih Karunia Istimewa Allah Kepada Makedonia
| | | |

Bahagian 14: Kasih Karunia Istimewa Allah Kepada Makedonia

Bahagian 14: Kasih Karunia Istimewa Allah Kepada Makedonia

Nas kitab: 8:1-5

[1]      Paulus Bersaksi Demi Jemaat Makedonia

Jemaat Makedonia: Filipi, Tesalonika, dan lain-lain…

“Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia” (8:1).

Δ Teladan baik Makedonia: “Sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya” (I Tes 1:7-8).

[2]     ‘Meskipun Mereka Sangat Miskin, Namun Mereka Kaya Dalam Kemurahan’

i. Dalam pelbagai penderitaan (8:2a).

Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus (I Tes 1:6).

Δ Sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu kerana ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita (II Tes 1:4).

ii. “Meskipun mereka sangat miskin, namun kaya dalam kemurahan” (2b).

Δ Jemaat Filipi menanggung derita bersama-sama Paulus dan membekali keperluannya. Paulus sendiri mengesahkan: “Tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu” (Flp 4:15-16).

Δ Paulus menerimakan budi baik mereka, juga memberkati mereka: “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus” (Flp 4:18-19).

iii. “Mereka telah memberikan menurut kemampaun mereka bahkan melampaui kemampuan mereka” (3).

iv. “Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus” (4).

Δ Pada waktu itu kelaparan besar melanda tanah Yehuda (Kis 11:27-28), jemaat Makedonia, tanpa mempertimbangkan keadaan miskin sendiri, mereka dengan penuh kasih  mengambil bahagian dalam pelayanan membekali orang-orang kudus (II Kor 8:4; Kis 11:29-30).

[3]     Persembahkan Diri Menurut Kehendak Allah (8:5)

i. ‘Memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan’ (8:5a).

ii. ‘Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah” (8:5b).

Δ  “Memberi diri mereka kepada Allah”.

Δ Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup ……. itu adalah ibadahmu yang sejati (Rm 12:1).

“Kemudian oleh kerana kehendak Alalh juga kepada kami” (5c).

Δ Seseorang yang benar-benar melayani Tuhan akan mengamalkan kehidupan memberi persembahan ~ segalayang difikir dan dibuat adalah untuk kebaikan Tuhan. Sewaktu umat Tuhan ditimpa penderitaan kekurangan dan kesesakan, ia akan membantu dengan segenap kekuatan; ini disebabkan segala yang ada padanya datang dari pada Tuhan; setiap yang takluk kepada Allah di dalam Kebenaran, pasti persembahkan wang dengan penuh kerelaan untuk dipergunakan Tuhan.