Views: 160

I.     Mengapa Harus Memberi Pesembahan?

1.      Sebab segala sesuatu adalah milik Tuhan

Δ        Dunia dan segala isinya adalah kepunyaan Allah (Mzm 50:10-12; 89:11)

Δ        Allahlah yang memberikan kekuatan untuk memperoleh kekayaan (Ul 8:18; I Taw 29:12; I Sam 2:7)

Δ        Sumber asal tenaga untuk bekerja – nyawa, adalah diberikan Allah (Yak 4:13-15; Ul 32:39)

Δ        Kita adalah pengurus–pengurus rumah Allah, harus berbuat segala sesuatu menurut kehendak Tuan kita (Luk 16:1, 2)

 2.      Allah memerintahkan kita memberi persembahan

Δ        “Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu” (Ams 3:9; Ul 26:1-3, 10)

Δ        Kata Tuhan: “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi……tetapi kumpulkanlah bagimu harta di Sorga” (Mat 6:19, 20)

Δ        Allah berfirman: “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan  supaya ada persediaan makanan di rumahKu” (Mal 3:10)

Δ        “Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan” (Ibr 13:16)

3.      Untuk membalas anugerah Allah

Δ        Kerana begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal kepada kita (Yoh 3:16; I Yoh 3:16)

Δ        Allah mengampuni dosa kita dengan cuma-cuma (Rm 3:23-25; Mzm 103:2,3; rujuk: Kis 2:38; 22:16)

Δ        Menyebut kita sebagai anak Allah, dan mengaruniakan Roh Kudus sebagai bukti (Gal 4:6; Ef 1:13, 14; Rm 5:5; 8:15, 16)

Δ        Menyembuhkan segala penyakit kita dan memberi makanan yang kita perlukan (Mzm 103:3; Kis 14:15-17)

Δ        Ketika bani Israel sembuh dari penyakit kusta, mereka harus mengambil dua ekor domba jantan dan seekor domba betina dan tiga persepuluh efa tepung yang diolah dengan minyak sebagai korban sajian serta satu log minyak (Im 14:1, 2, 10, 11). Penyakit kusta kita – dosa – sudah dibersihkan, adakah kita mempersembahkan kepada Allah persembahan yang lebih banyak dari mereka? (rujuk: Luk 17:12-19; II Kor 5:14, 15)

II.          Harus Bagaimana Memberi Persembahan?

1.   Persembahan Persepuluhan

(1)     Asal usul persembahan persepuluhan

a)       Abraham memberikan seperpuluh dari semuanya kepada Melkisedek – Imam Allah Yang Mahatinggi (Kej 14:18-20)

Δ        Yang menjadi anak-anak Abraham harus mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukannya (Yoh 8:39)

Δ        Orang yang dibaptis masuk ke dalam Kristus adalah keturunan Abraham (Gal 3:27-29)

b)       Yakub juga pernah bernazar akan memberi persembahan persepuluhan (Kej 28:22)

c)       Pada waktu Musa, persembahan persepuluhan dimasukkan ke dalam hukum Taurat dan ditetapkan sebagai ‘persembahan kudus bagi Tuhan’ agar umat melakukannya (Im 27:30, 32)

d)       Waktu Hizkia memulihkan kepercayaan bangsanya, ia memerintahkan umat untuk persembahkan persepuluhan (II Taw 31:4-8)

e)       Setelah Nehemia kembali ke Babel, ia memerintah umat melaksanakan persembahan persepuluhan (Neh 10:37, 38; 12:44; 13:10-12)

f)        Pada waktu Maleakhi, umat ditegur sekeras-kerasnya oleh Allah kerana tidak persembahkan ‘persepuluhan yang harus dipersembahkan’ (Mal 3:8-10)

g)       Waktu Tuhan Yesus datang ke bumi, persembahan persepuluhan adalah yang lazim diamalkan bangsa Yahudi (Luk 18:18)

h)       Tuhan berkata tentang persembahan persepuluhan: ‘Yang lain’ (persembahan persepuluhan) ~ jangan diabaikan (Mat 23:23; Luk 11:42). KataNya lagi: “Berikanlah kepada Allah (menunjukkan persepuluhan – Im 27:30) apa yang wajib kamu berikan kepada Allah (Mat 22:21)

(2)     Kegunaan persepuluhan

a)    Persepuluhan adalah bahagian yang patut diterima para pekerja Allah

i)      Abraham persembahkan sepersepuluh kepada imam Allah (Kej 14:18, 20)

ii)     Allah memberikan kepada bani Lewi persembahan persepuluhan sebagai milik pusaka mereka, sebab mereka melaksanakan kerja-kerja Kemah Pertemuan (Bil 18:21, 24)

Δ        Anak sulung umat Israel adalah dikhususkan bahagi Allah (Kel 13:12, 13). Namun demikian, Allah memilih kaum Lewi sebagai ganti bani Israel yang lahir terdahulu. Justeru demikian, ditetapkan ke sebelas suku Israel harus memberi persembahan persepuluhan kepada kaum Lewi (Bil 3:40-41). Orang Lewi juga harus mengeluarkan sepersepuluh daripada itu untuk dipersembahkan kepada Allah (Bil 18:25, 26; Neh 10:38)

iii) Kata Paulus: “Tuhan telah menetapkan bahawa orang yang memberitakan Injil, seperti orang Lewi pada Perjanjian Lama, harus hidup dari persembahan umat -persepuluhan dan lain-lain (I Kor 9: 13, 14; rujuk: I Kor 9:11; Luk 10:7; I Tim 5:17, 18)

Δ        Paulus pernah mencari nafkah kehidupan dengan membuat kemah disebabkan tidak ada yang memberi tumpangan kepadanya (Kis 18:1-3; 20:32). Namun dia berpesan juga kepada Timotius: “Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian berkenan kepada komandannya” (II Tim 2:4-7). Katanya lagi: “Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri?” (I Kor 9:7)

Δ        Allah berfirman: “Hati-hatilah, supaya jangan engkau melalaikan orang Lewi, selama engkau ada di tanahmu” (Ul 12:19; 14:27)

b)    Sebahagian dari persembahan persepuluhan boleh digunakan untuk perayaan pertemuan-pertemuan ibadah kepada Tuhan (Ul 14:22-26)

c)     Sebahagian dari persembahan persepuluhan boleh dibekalkan untuk membantu anak yatim, janda dan orang asing (Ul 14:28, 29; 24:12, 13)

2.      Persembahan Sukarela

Δ        Persembahan persepuluhan adalah yang ‘wajib diberikan’ dan ‘jangan diabaikan’; jika tidak dibayar, maka dikirakan berbuat dosa ‘menipu Allah’ (Mal 3:8). Mempersembahkan yang lahir terdahulu dan yang terbaik dari buah bungaran juga merupakan ketetapan Allah (Kel 13:12, 13; 23:19; Neh 10:33, 36). Korban bakaran, korban sajian dan korban keselamatan adalah korban-korbanan penting bani Israel persembahkan kepada Allah (rujuk: Im fasal 1 hinga 3). Selain itu, bani Israel juga sangat giat memberi persembahan untuk membangun Bait Allah dan memberi sedekah kepada orang miskin dan melarat.  Kedua macam persembahan ini juga tidak boleh kurang bagi umat kristen. Namun demikian, cara persembahan haruslah berdasarkan kerelaan hati masing-masing. Oleh itu ianya disebut sebagai persembahan sukarela. Berikut adalah contoh dan pengajaran dari kedua persembahan tersebut baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

(1)   Untuk membangun Kemah Pertemuan atau Bait Allah

a)       Orang Israel telah mempersembahkan barang-barang untuk membuat Kemah Pertemuan (Kel 25:1-7)

b)       Raja Daud dan kepala-kepada suku memberikan persembahan dengan segenap kekuatan untuk membangun Bait Allah (I Taw 29:1-9)

c)       Raja Yoas memerintah rakyatnya memberi persembahan sukarela untuk memperbaiki Bait Allah (II Raj 12:4, 5)

d)       Raja Yosia mengumpulkan wang untuk memperbaiki Bait Allah (II Raj 22:3-5)

e)       Rakyat persembahkan emas, perak dan harta benda dengan sukarela untuk membangun kembali Bait Allah (Ezr 1:4-11; 2:68, 69)

f)        Nehemia mengorbankan harta dan tenaganya untuk membaiki tembok kota (Neh 5:14-19)

(2)   Untuk membantu anak yatim, janda dan orang-orang miskin

a)       Allah dengan khasnya memerintahkan bani Israel supaya memperhatikan anak yatim, janda, orang asing dan mereka yang miskin (Kel 22:21-24); sama juga di zaman Perjanjian Baru: Yak 1:27; Gal 2:10.

b)       Untuk saudara yang miskin, pada akhir tujuh tahun harus adakan penghapusan hutang (Ul 15:1-11; rujuk: Rm 12:13)

c)       Pada waktu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu, harus kau tinggalkan itu bagi orang miskin, bagi orang asing serta anak yatim dan janda (Im 19:9, 10; Ul 24:19-22)

d)       Pada tahun ketujuh tidak boleh membajak ladang dan segala penghasilan yang tumbuh di ladang pada tahun itu harus diberikan kepada orang miskin di antara seluruh bangsa (Kel 23:10, 11)

e)       Tuhan Yesus berkata: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, …. dan ikutlah Aku” (Mat 19:21)

f)        Zakheus membagikan setengah daripada miliknya kepada orang miskin (Luk 19:8)

g)       Jemaat di Makedonia memberikan bantuan yang melampaui kemampuan mereka kepada orang-orang kudus di Yerusalem (II Kor 8:1-5)

3.      Semangat Memberi Persembahan

(1)     Rela hati

a)       Allah berfirman: “Dari setiap orang yang terdorong hatinya haruslah kamu pungut persembahan khusus kepadaKu” (Kel 25:2, 5)

b)       “Para kepala puak, para kepala suku Israel, para kepala pasukan seribu dan pasukan seratus, juga para pemimpin pekerjaan untuk raja memberikan persembahan dengan penuh kerelaan” (I Taw 29:6-9)

c)       “Pada hari tenteramu (Tuhan) bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan…” (Mzm 110:3)

d)       “Jangan dengan sedih hati atau kerana paksa, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (II Kor 9:7; 8:3)

(2)     Tulus hati

a)       Raja Daud dan rakyatnya memberikan persembahan dengan penuh ketulusan dan setia (I Taw 29:9, 11)

b)       Jemaat-jemaat di Makedonia dengan kerelaan sendiri meminta dan mendesak kepada kami (menunjukkan sangat tulus hati), supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus (II Kor 8:4)

c)       Kata Tuhan: “Jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu” (Mat 6:3, 4)

(3)     Persembahkan yang terbaik

a)       Harus persembahkan yang tidak bercacat cela (Im 22:17-25; Mal 1:6-8)

b)       Persembahkan yang terbaik dari buah bungaran (Ams 3:9; Kel 23:19)

c)       Persembahkan yang lahir terdahulu (Kej 4:4)

d)       Abraham persembahkan yang terbaik (Ibr 7:4)

(4)     Memberi persembahan dengan segenap kekuatan

a)       Jemaat-jemaat di Makedonia memberikan bantuan yang melampaui kemampuan mereka pada waktu sengsara dan miskin (II Kor 8:1-3)

b)       Maria persembahkan minyak narwastu dengan ‘segenap kemampuan’ (Mrk 14:8, 1-9; Yoh 12:1-8)

c)       Janda miskin persembahkan semua yang ada padanya (Luk 21:1-4)

d)       Para pemercaya pada zaman rasul-rasul persembahkan semua harta kekayaan oleh gerakan Roh Kudus (Kis 2:44, 45; 4:32-37)

e)       Tuhan berkata: “Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, daripadanya akan banyak dituntut dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, daripadanya akan lebih banyak lagi dituntut” (Luk 12:48)

(5)     Memberikan persembahan tepat pada waktunya

a)       Selagi kamu berkecukupan (I Tim 6:17,18)

b)       Selagi hari-hari yang malang belum datang (Pkh 11:2; rujuk: Yeh 7:19)

c)       Selagi wang masih berguna – waktu Tuhan datang wang tidak ada gunanya lagi (Luk 16:9)

d)       Selagi masih hidup (Pkh 9:10)

e)       Selagi Tuhan memerlukannya:

i)      Yusuf menguburkan Tuhan Yesus tepat waktunya (Luk 23:50-53; Mrk 15:42-46)

ii)     Nikodemus persembahkan minyak mur dan minyak gaharu tepat waktunya dan dibubuhkan pada tubuh Tuhan (Yoh 19:39, 40)

Δ        Walaupun beberapa pengikut kaum perempuan telah mempersiapkan rempah-rempah dan wangi-wangian, dibawa ke kuburan Tuhan untuk membubuhi mayatNya, namun tiada lagi kesempatan kerana Tuhan sudah bangkit (Luk 23:56; 24:1, 2)

III.       Faedah Memberi Persembahan

1.      Bagi pekerjaan kudus Tuhan

(1)     Supaya ada persediaan makanan di rumah Allah (Mal 3:10)

(2)     Supaya lebih banyak pekerja memunculkan diri, bekerja untuk Tuhan dengan segenap hati (rujuk: II Tim 2:4; I Kor 9:7-11; Flp 4:15, 16; Neh 13:10, 11; Mat 9:37, 38)

(3)     Supaya semua kerja suci – misalnya: melatih para pekerja, penginjilan menyebarkan Injil, penginjilan kesusasteraan, membina dan memperlengkapi bangunan gereja dan lain-lain – boleh berjalan dengan lancar, sehingga memuliakan Allah dan membawa faedah bagi mnusia. Di waktu Zerubabel, kerja membangunkan Bait Allah terhalang kerana umat hanya mementingkan diri sendiri (rujuk: Hag 1:2-8)

2.      Bagi orang yang mendapat bantuan

(1)     Supaya orang miskin mendapat bantuan dalam kehidupannya (I Yoh 3:17, 18; Yak 2:15, 16; Ul 15:6)

(2)     Supaya iman mereka terdorong sehingga semakin bersyukur kepada Allah dan memuliakanNya (II Kor 9:12, 13)

(3)     Supaya mereka mendoakan serta memberkati orang yang membantunya (II Kor 9:14; Ayb 29:13; 31:20)

3.      Bagi penyumbang

(1)     Jasmani mendapat berkat

Δ        “Orang yang baik hati akan diberkati, kerana ia membagi rezekinya dengan si miskin” (Ams 22:9)

Δ        “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu” (Ams 19:17)

Δ        “Allah akan membuat mereka berkecukupan di dalam segala sesuatu” (II Kor 9:8; Ul 15:10; Ams 3:9, 10; 11:24, 25)

Δ        Tuhan akan meluputkan dia pada waktu celaka (Mzm 41:2)

Δ        Kerana Dorkas berbuat kebajikan, suka menderma, maka ia mendapat anugerah yang begitu istimewa dari Allah, yakni bangkit dari maut (Kis 9:36-41)

(2)     Rohani mendapat berkat

Δ        Kerana Kornelius sering memberi sedekah, maka perbuatannya diperingati Allah sehingga ia beroleh anugerah keselamatan – menerima Roh Kudus, memperoleh hidup dan menerima baptisan pengampunan dosa (Kis 10:1-8, 44-48)

Δ        “Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaranNya tetap untuk selamanya” (II Kor 9:9)

Δ        “Memberi sedekah adalah untuk mengumpulkan harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya untuk mencapai hidup yang sebenarnya” (I Tim 6:17-19; Mat 6:20)

Δ        “……supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi [kerajaan Sorga]” (Luk 16:9; rujuk: Mat 19:20)

Δ        Tuhan berkata: “Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Mat 6:21). Memberi persembahan membolehkan seseorang lebih memperhatikan dan prihatin akan hal-hal Tuhan, lantas lebih mendekat kepada Tuhan.

4.      Akibat orang yang tidak memberi persembahan

(1)     Akan menjadi miskin (Ams 11:24)

(2)     Doanya tidak didengar Tuhan (Ams 21:13)

(3)     Membangkitkan murka Allah:

a)       Umat tidak memberi persembahan persepuluhan menyebabkan mereka dikutuk Allah (Mal 3:8,9)

b)       Kerana tidak memperhatikan Bait Allah maka kehilangan anugerah Allah (Hag 1:9-11)

c)       Kerana raja Belsyazar tidak memuliakan Allah, bahkan menodai pula  perkakas Bait Allah, maka ia dihukum Allah sehingga mati dan bangsanya musnah (II Taw 32:25)

Δ        Kita harus memperingati perkataan Tuhan Yesus: “Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima” dan bertekad memberikan persembahan dengan segenap kemampuan untuk membalas anugerah Allah agar banyak orang mendapat faedah dan diperkenankan Allah (Kis 20:35)

Δ        Selain mempersembahkan harta dengan segenap kemampuan untuk kerja-kerja suci, umat kristen harus juga mempersembahkan tubuh sendiri sebagai persembahan hidup, mengerjakan pekerjaan kudus dengan segenap kekuatan dan ‘hidup untuk Tuhan’ (Rm 12:1; 14:7, 8)

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *