Views: 271

KATA SAMBUTAN KETUA MAJELIS GEREJA SABAH PADA
PENTAHBISAN GEREJA YASUS SEJATI KUCHING
Salam sejahtera bagi saudara-saudari kekasih dalam Tuhan Yesus.

Pertama tama saya mau mengucapkan syukur atas berkat Tuhan, telah memberikan kekuatan sehingga mampu menuaikan perintahNya membangun Gereja Yesus Sejati di Kuching. Oleh karena itu melalui kesempatan yang berbahagia ini dengan sejumlah ayat Alkitab marilah kita saling menasehati.

“Karena itu saudara saudara, demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu,supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna ( Roma 12 : 1-2 ).

Paulus menasehatkan jemaat dan berkata ( Persembahkan tubuhmu menjadi persembahan hidup……apa yang telah dilakukan anda adalah sepatutnya ). Persembahan seperti ini ada persembahan sempurna,tentu sangat berbeda dengan persembahan yang disertai pamrih. Persembahan berbentuk sedua itu ada maksud memperolen keuntungan, ibarat suatu usaha perdagangan memakai persyaratan pertukaran selalu berprinsip dengan pengorbanan yang sekecil kecilnya untuk memperoleh keuntungan sebesar besarnya. Akan tetapi persembahan justru sebaliknya, persembahan harus iklas tanpa pamrih. Persembahan adalah pengorbanan murni tidak harap imbalan. Ingat bagaimana cara Tuhan telah menyelamatkan anda? Penyelamatan umat manusia adalah penganugrahan kepada siapa saja dan tidak dapat dibeli dengan uang.

Dalam kitab para rasul pasal 8 terdapat seorang bernama Simon, selalu dengan uang bersahabat dengan teman, berkeinginan dengan uang membeli berkat Tuhan, Rasul Petrus berkata : “uang anda akan binasa bersama anda ! Karena anda anggap anugerah Tuhan dapat dibeli dengan uang” ( Rasul 8 : 20 ). Tuhan memberikan berkat secara gratis,sama halnya jemaat harus berbhakti dengan tulus, sama sekali bukan saling beri atau tukar tambah. Jadi persembahan dengan tulus hati, Seikhlas atas dasar kasih suci adalah Tuhan yang berkenan.

Marilah kita merenung kembali apa yang tersirat dalam Roma pasal 12 ayat 1 dan 2 ! Dalam suatu “ persembahan hidup” adalah betapa indah dan sempurna ? Menginjil bukan karena demi kehidupan, persembahan uang bukan karena status ekonomi. Sewaktu Paulus menginjil di Korintus, juga tidak mau menerima sumbangan mereka. Lain halnya jemaat di philipi pada hal Paulus sudah tidak menjadi gembala sidang diantara mereka, merekapun masih tetap menyumbangkan keperluan rasul Paulus. ( Philipi 4 : 15-19 ). Jadi satu pihak kita harus bekerja untuk Tuhan, satu pihak kita harus dengan sukacita memberikan persembahan.

Paulus karena cinta jiwanya maka menginjil di Philipi karena rindu pekerja rohani maka memikirkan kebutuhan mereka. Diantara mereka tidak memperhitungkan penghasilan mereka dengan persembahan untuk Tuhan. Begitu indah dan tulus persembahannya, tapi mungkin ada pihak tertentu, karena dikaitkan dengan usaha perdagangan mereka, ingin menfaatkan persembahan mendatangkan keuntungan materi, cara dan pikiran demikian sudah menodai persembahan yang murni itu.

Hari ini pentahbisan gedung Gereja merupakan satu persembahan khusus. Mengapa tidak dijadikan suatu kesempatan bagi kita semakan rajin dan mengejar lebih dekat dengan Tuhan ? Apakah bisa membuktikan bahwa kita mempu mengajak dan menarik jiwa, sekaligus sebagai bukti kita ini sungguh bekerja untuk Tuhan? Bukanlah demikian, tapi karena kita memahami panggilan dan keinginan Tuhan. Yakin betul keinginan Tuhan mengandung makna agung, mulia sempurna. Oleh karena itu senantiasa merasa setiap orang hendaknya menerima firman Tuhan, kita semuapun sangat menyukai menerima dan mengerjakan pekerjaan Tuhan. Setiap kali melihat orang bertobat dan menerima Yesus, hati kitapun sangat sukacita. Bila ini memang demikian, keinginan Tuhan dengan mudah berkembang di antara kita, hanya kita semua ini mau sehati. Marilah kita berkarya untuk kesukaan dan keinginan Tuhan.

Diaken Natan Khoo
Ketua Majelis Gereja Sabah

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *