I. ASAL USUL
1. Pada mula Allah menciptakan langit bumi menentukan hari tersebut (Kej 1 : 1 – 2 : 3).
2. Allah menentukan hari itu serta menentukan sebagai hari yang kudus (Kej 2 : 3).
Disebut hari Sabat yang kudus, atau Hari Peristirehatan yang kudus, atau Hari Kudus.
3. Allah memerintahkan umat Israel untuk mentaati hari itu dengan setia (Kel 16 : 21-30).
4. Allah menghendaki hal itu ditentukan dalam 10 Hukum (Kel 20 : 8-11; Ul 5 : 2-15). Iaitu Hukum ke – 4.
- 10 Hukum adalah dasar Hukum Taurat, tidak akan dihapuskan/dihilangkan (Kel 31 : 18; 32 : 15-16). Allah sendiri mengukir di atas batu loh, menandakan tidak akan berubah selamanya.
- Peraturan mengenai jasmani di dalam Hukum Taurat (Upacara peradatan) meskipun sudah terhapus (sebenarnya adalah sempurna) namun perintah yang bersifat moral tidak terhapuskan, bahkan akan lebih teguh (Ibr 7 : 18; 8 : 13; 9 : 1-10; Rm 3 : 31; 8 : 3-4; Ibr 8 : 10; 10 : 16; Mat 5 : 7-32; 22 : 35-40; Yak 1 : 25; 2 : 8-12).
- Apabila akan memasuki Hidup Kekal, hendaklah menuruti segala perintah (Mat 19 : 16-19).
Empat perintah pertama dalam Sepuluh Hukum adalah perintah mengasihi Allah; Enam perintah akhir adalah perintah mengasihi sesama manusia.
Perintah mengasihi Allah ditinjau dari pengetahuan kesusilaan agama juga termasuk Hukum Kebajikan. Sebab segala kebajikan bertitik tolak pada beribadah kepada Allah, yang tidak beribadah kepada Allah akan bersikap menolak kebajikan (Rm 1 : 24-32).
II. MAKNA
1. Iaitu memperingati hari Karunia Allah.
a. Karunia penciptaan (Kel 20 : 11).
b. Karunia penyelamatan (Ul 5 : 15).
- Bangsa pilihan yang lahiriah memperingati penyelamatan dari Mesir, namun kita memperingati penyelamatan dari dosa (Kis 26 : 18).
2. Iaitu perintah pemberian Kasih Allah (Ul 5 : 14; Kel 23 : 12).
Bahasa asli : Hari Sabat mengandung erti peristirehatan bekerja.
3. Iaitu bukti yang diberikan oleh Allah kepada bangsa pilihanNya.
a. Karunia Allah (Kel 16 : 29; Yeh 20 : 12).
b. Bukti bangsa pilihan bangsa (Yeh 20 : 12-20; Kel 31 : 12-17).
- Kita adalah bangsa pilihan rohaniah, maka hendaknya mentaatinya juga (Rm 2 : 28-29; 9 : 6, 8; Gal 3 : 29).
- Barangsiapa bergabung dengan Allah dan melayaniNya, bahkan orang kafir pun hendaknya mentaati Hari Sabat (Yes 56 : 2-8).
4. Melambangkan perhentian di Kerajaan Syurga.
a. Melambangkan akan memperoleh perhentian jiwa dalam Tuhan pada zaman Perjanjian Baru (Mat 11 : 28-29).
b. Melambangkan kelak di Kerajaan Syurga akan menikmati perhentian yang kekal (Ibr 4 : 1-11).
- Lambang Hari Sabat akan digenapi kelak (Rm 8 : 22-23; Why 14 : 13).
- Maka kita memperingati Hari Sabat, juga mengharapkan kedatangan Tuhan kembali (Rm 8 : 18-21, 24-25).
III. MEMBERKATI
1. Allah menjanjikan bahawa orang yang mentaati akan memperoleh berkat (Yes 58 : 13-14; Kej 2 : 3; Ruj : Im 25 : 20-22).
2. Yang tidak mentaati tidak akan memperoleh berkat (Yer 17 : 19-27; Yeh 30 : 13-26; Neh 13 : 15-22; Ruj : 1 Kor 16 : 22).
IV. HARI SABAT HUKUM TAURAT DAN HARI SABAT ANUGERAH
1. Hari Sabat pada Perjanjian Lama adalah Hari Sabat Hukum Taurat (Kol 2 : 16-17; Kel 16 : 26).
Tuhan datang untuk menggenapi Hukum Taurat (Rm 10 : 4; Luk 16 : 16-17).
2. Hari Sabat yang dipegang oleh kita sekarang adalah Hari Sabat Anugerah (Rm 6 : 14-15).
Meskipun Hari Sabat Hukum Taurat, sama harinya dengan Hari Sabat Anugerah, namun maknanya berbeza.
- Tidak ketat dan seram seperti zaman Perjanjian Lama (Kel 35 : 1-3; Bil 15 : 32-36; Mat 12 : 1-8; Mrk 2 : 27).
- Boleh melakukan kebajikan (Mat 12 : 9-12; Mrk 3 : 4; Luk 13 : 10-17; 14 : 1-6).
a. Tuhan mentaati Hari Sabat itu (Luk 4 : 16, 31; 13 : 10, 14).
b. Para murid pun mentaati Hari Sabat (Luk 23 : 56).
c. Paulus pun mentaati Hari Sabat (Kis 13 : 14, 42, 44; 16 : 13; 17 : 2; 18 : 4).
V. ASAL USUL MEMEGANG HARI SABAT
Apabila hendak mengenal Hari Sabat dengan tepat, hendaklah mengetahui perubahan dalam sejarah.
1. Yang mengubah Hari Sabat (Hari Sabtu) menjadi hari Minggu iaitu agama Katolik.
a. Pada th. 321, Kaiser Roman mengumumkan ke seluruh negara, dan memerintahkan bahawa Hari Minggu adalah sebagai hari istirehat.
b. Pada th. 336 di dalam Rapat Laodekia telah menentukan perubahan tersebut dengan rasmi.
c. Di dalam “Tanya jawab pengajaran Katolik”, mengakui perubahan tersebut tanpa dusta.
- Ajaran baru mentaati ajaran lama yang diturunkannya (Mat 15 : 8-9; Yeh 22 : 26).
VI. MENGENAI HARI PERTAMA MINGGU ITU
1. Perintah untuk mentaati hari pertama minggu itu (hari Minggu) tidak tercantum pada Alkitab dimanapun. Kerana Kebangkitan Tuhan dan Pencurahan Roh Kudus, keduanya pada hari pertama minggu itu, maka usul perubahan hari Sabat dan Hari Sabtu menjadi hari Minggu, iaitu tidak berdasar Alkitab.
2. Tuhan terlebih dahulu mengetahui Gereja permulaan akan terus mentaati Hari Sabat dengan tidak berubah (Mat 24 : 20).
- Yoh 20 : 19 – Tuhan menampakkan diri kepada para murid pada hari Minggu.
Pada hari Minggu malam, orang Yahudi mengatakan adalah hari kedua pada minggu itu (Hari Isnin). Maka tidak dapat menjadi bukti untuk memegang pada hari Minggu.
- Kis 20 : 7 – Ini adalah Kebaktian khusus perpisahan, termasuk hari kedua dalam minggu yang dihitung sama.
- 1 Kor 16 : 1-2 – “Disisihkan dan disimpan”. Kalimat ini tidak dapat menjadi sebagai bukti adanya Kebaktian.
VII. MENGENAI HARI TUHAN
1. Tidak ada bukti Hari Tuhan adalah hari Minggu (Why 1 : 10).
2. Tuhan berkata Ia adalah Tuhan atas Hari Sabat (Mat 12 : 8).
3. Pada Perjanjian Lama menyebut Hari Sabat sebagai Hari Sabat Tuhan (Im 23 : 38; Kel 31 : 13; Neh 9 : 14; Yeh 20 : 12-13, 16, 20-21, 24; Yes 58 : 13).
- Sehingga dikatakan Hari Tuhan adalah Hari Sabat lebih tepat.
- Rm 14 : 5-6 :
Pada saat itu, di dalam Gereja Roma, kerana persoalan memegang hari serta makanan, pernah timbul perselisihan pendapat, tetapi hari yang dikatakan di sini bukanlah Hari Sabat, melainkan hari lainnya, entah hari apa tidak diketahuinya.
Paulus di sini menasihatkan tentang Kebenaran yang tidak mempengaruhi hal yang tidak penting, hendakah saling mengasihi.
VIII. CARA MENTAATI HARI SABAT
1. Memperingati penciptaan Allah serta Karunia menyelamatan, bersamaan mengharapkan peristirehatan Kerajaan Syurga (Ruj : Kel 20 : 11; Ul 5 : 15; Ibr 4 : 9-11).
2. Harus berkebaktian (Ruj : Im 23 : 3; Kis 16 : 13).
3. Harus bersaksi (Luk 4 : 31; 13 : 10; Kis 13 : 14-15, 42-44; 16 : 13; 17 : 2-4; 18 : 4; Ruj : Kis 15 : 21).
Menurut Ketentuan Perjanjian Lama, satu hari dimulai dari matahari terbenam sampai matahari terbenam (Im 23 : 32; Neh 13 : 19).