Raja Yoyakhin
| | | |

Raja Yoyakhin

Raja Yoyakhin

[Ling Zheng Xiong]

Nas Kitab: II Raj 24:8-17; 25:27-30; II Taw 36:9-10; Yer 52:31-34.

Yoyakhin: Raja ke-lapan belas atas Yehuda, memerintah selama tiga bulan sepuluh hari di Yerusalem.

[1]      Melakukan Apa Yang Jahat Tepat Seperti Yang Dilakukan Ayahnya

  1. Melakukan segala kejahatan tepat seperti yang dilakukan ayahnya (II Raj 24:9)
  2. Melakukan segala kekejian (II Taw 36:8; rujukkan juga peristiwa-peristiwa tentang raja Yoyakim)

[2]      Membangkitkan Murka Allah Lalu Allah Menyerahkannya Ke Dalam Tangan Raja Babel

  1. Raja Babel mengerahkan pasukan tentera mengepung kota suci (II Raj 24:10)
  2. Menyerah diri (II Raj 24:12b)

– Raja Yoyakhin, ibunya, pegawai-pegawainya, para pembesarnya dan pegawai-pegawai istananya, sama-sama keluarga keluar dari kota dan menyerah diri (II Raj 24:12a)

– Raja Babel menangkap mereka (II Raj 24:12b)

– Segala barang dari perbendaharaan rumah Tuhan dan di dalam istana dirampas (13a)

– Bait Suci yang dibinasakan Salomo turut dimusnahkan (13b)

– Seluruh penduduk Yerusalem diangkut ke dalam pembuangan, semua panglima, pahlawan yang gagah perkasa, tujuh belas ribu orang tawanan, juga semua tukang dan pandai besi; tidak ada yang ditinggalkan kecuali orang-orang lemah (II Raj 24:14-16)

– Raja bersama keluarganya ditawan ke Babel (II Raj 24:15)

[3]     Dilepaskan Pada Usia Tua, Ditahan Sampai Ia Mati

  1. Dalam tahun ketiga puluh tujuh sesudah Yoyakhin dibuang, pada bulan kedua belas, pada tanggal dua puluh lima bulan itu, Ewil-Merodakh, raja Babel telah melepaskannya dari penjara.
  2. Menunjuk belas kasihan atasnya dan memberi kedudukan kepadanya lebih tinggi dari pada kedudukan raja-raja yang ditawan bersama-sama ia (II Raj 25:28).
  3. Boleh mengganti pakaian penjara, hidup di hadapan raja selama hidupnya dan diberikan kepadanya belanjanya, sekadar yang perlu tiap-tiap hari, selama hidupnya (II Raj 25:29-30).
  4. Raja Babel telah memecatkan Yoyakhin dan mengangkat Zedekia sebagai raja boneka menggantikannya (II Raj 24:17).

[4]     Pengajaran

  1. Yoyakhin, sewaktu dikepung, ia menyerah diri, ditangkap, kaum diraja serta pegawai-pegawai dan pahlawan-pahlawan gagah perkasa ditangkap/ditawan, negara binasa keluarga jatuh, Bait Suci dirosakkan, nama Allah terhina, namun Yoyakhin tidak berseru meminta kepada Tuhan.
  2. Disebabkan Yoyakhin menyerah kalah dan tidak melawan, walaupun ia dipelaskan dari penjara ia dilayan dengan baik dan kehidpan dipelihara, namun rakyatnya telah jatuh dalam kesiksaan di negara bangsa asing selama tujuh puluh tahun.
  3. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia (I Kor 15:19), umat Kristian sekali-kali jangan tamak hanya akan keuntungan duniawi (Mat 4:8-10).
  4. Setiap yang mengasihi Allah dan menuruti perintah, Allah akan menunjuk kasih setia kepadanya sampai beribu-ribu keturunan.

 

Raja Zedekia
| | | |

Raja Zedekia

Raja Zedekia
[Ke Zong Yi]

Nas Kitab: II Raj 24:17-25:30; II Taw 36:11-21

Kisah berkenaan Zedekia boleh kita cungkilkan dari pada tulisan-tulisan dalam kitab Perjanjian Lam dan memahami peristiwa berkenaannya. Berikut dibentangkan secara ringkas tentang kejahatan raja Zedekia sebagai pengajaran bahkan sebagai peringatan.

[1] Riwayat Hidup Zedekia
Seperti kita maklum, Zedekia adalah paman Yoyakhin. Ia dilantik menjadi raja oleh raja Babel (II Raj 24:17; I Taw 3:15). Zedekia berumur dua puluh satu tahun waktu ia menjadi raja dan ia merupakan raja terakhir atas kerajaan Yehuda. Tanggungjawap menjadi seorang raja sememangnya amat berat, namun pada waktu itu ia masih muda, bertenaga dan cergas; sepatutnya ia merancangkan strategi-strategi berjuang memerintahkan negara dengan cekap dan memperkukuhkannya. Namun, Zedekia bertindak sesuka hati secara seorangan, membelakangi perintah Allah dan segala yang dilakukannya timbul dari pemikirannya yang salah. Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan tepat seperti yang dilakukan Yoyakim (II Raj 24:19), mengeraskan hati, menutup telinga enggan mendengar nasihat nabi Yeremia, tidak menunjukkan perbuatan baik dan menyebabkan para imam dan rakyat turut melakukan dosa kejahatan sama seperti yang dilakukannya. Akibatnya, membinasakan diri dan mencemari bait Allah.

[2] Dosa Kejahatannya
1. Melakukan ‘tepat seperti’ kejahatan yang dilakukan Yoyakim (II Raj 24:19)
2. Keras hati suka melawan (II Taw 36:12)
3. Menajiskan Rumah Tuhan (II Taw 36:14)
4. Menjatuhkan umat dan para imam ke dalam dosa (II Taw 36:14)

[3] Akibat
• Sendiri mati, kerajaan binasa (II Raj 25:1-7)
Ini memberitahu kita akan akibat perbuatan-perbuatan melakukan kejahatan ~ suatu amaran yang amat serius.

[4] Pengajaran
1. Jangan menuruti perlakuan orang-orang jahat (Ams 1:10; 3:7)
• Umat Kristian seharusnya mempunyai objektif yang tepat, hidup secara realistik dan bertekad menuruti segala ajaran Allah.

2. Rendahkanlah diri dalam seala hal dan awasilah diri (I Ptr 5:5,6; I Kor 10:12)
• Sekali-kali jangan mencontohi hati Zedekia yang sekeras batu.

3. Pimpinlah para pemercaya ke jalan yang sepatutnya (Yer 48:17; Ibr 13:17)

Penutup
Kehidupan manusia di dunia sepatutnya memiliki konsep kehidupan yang tepat dan sikap yang betul sesama manusia. Yang lebih penting ialah selalu membaca dan mengkaji Kitab Suci, memahami kehendak Tuhan, hanya dengan demikian barulah kita dapat dipercayakan dalam setiap tanggungjawab yang Tuhan amanatkan kepada kita.

Dua Raja menyongsong Abram
|

Dua Raja menyongsong Abram

Ayat Alkitab : Kejadian 14 : 17-24

A. Penyongsongan dua raja itu.

1. Melkisedek

(1) Dia seorang imam Allah Yang Mahatinggi, raja Salem. Dia membawa roti dan anggur untuk menyongsong Abram (Kejadian 14:18 ; Ibrani 7:1-3).

(2) Selepas Abram menang dalam peperangan dan kembali, lalu Raja Salem mengatakan “Terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu”(Kejadian 14:20). Dia memuji Tuhan pada tepat waktunya, dan juga mengingatkan Abram supaya memberikan kemuliaan kepada Tuhan.

2. Raja Sodom

(1) Dia raja bagi Kota Sodom yang penuh dengan kejahatan, dan kota tersebut akhirnya dimusnahkan oleh Tuhan (Kejadian 19:24-28).

(2) Dia berpendapat bahawa Abram dapat mengalahkan empat raja itu adalah dengan menggunakan kepintaran dan bakatnya, dan mahu Abram menyerahkan segala harta benda yang dirampas balik kepadanya (Kejadian 24:21).

B. Kepintaran atau ketajaman akal Abram.

1. Kata-kata Melkisedek menjadikan Abram lebih memahami : kemenangan suatu peperangan bukanlah bergantung kepada dirinya dan 318 orang-orangnya yang terlatih, tetapi adalah bergantung kepada bantuan dari Tuhan. Lalu Abram memberikan sepersepuluh dari semua yang dia dapat itu kepada imam, dengan tanda bersyukur dan memuji Tuhan.

2. Terhadap Raja Sodom yang jahat itu, Abram mengatakan dengan tegas : “Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasut pun tidak” (Kejadian 14: 23).

3. Pelajaran dan pengajaran

(1) “Manusia merancang, Allah yang menentukan”

Apa yang difikirkan oleh manusia,dan segala perbuatan tangan manusia itu memang di bawah permerhatian Tuhan. Samaada berjaya atau tidak itu adalah terpulang kepada Tuhan. Kita memerlukan Tuhan untuk meneguhkan perbuatan tangan kita (Mazmur 90:17). Ini sama seperti apa yang disampaikan oleh Paulus dalam surat kepada Jemaat Korintus: Kita ini hanyalah kawan sekerja Tuhan” (1 Korintus 3: 5-9). Maka, kita harus berdoa semasa melakukan kerja, supaya Tuhan menggenapi apa yang kita lakukan itu, pastinya segala perbuatan mereka itu berhasil ( Wahyu 14: 13).

(2) Sekiranya kerja kita itu berhasil, kita harus tahu, kejayaan diperoleh adalah kerana atas anugerah Tuhan, maka haruslah kita memberi segala kemuliaan kepada Tuhan (Mazmur 105 :1).

Kita harus mencontohi Abram yang menolak puji-pujian dan kenamaan dari manusia, dengan hanya memberi kemulian, bersyukur dan memberi persembahan kepada Tuhan (1 Tawarikh 29:12-16).