Sabar Di Tengah Penderitaan
| |

Sabar Di Tengah Penderitaan

“Kerana itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar samapi telah turun hujan musim gugur dan hujam musim semi”- Yakobus.5:7

Saat bekerja di lading Tuhan, sudah barang tentu kita menghadapi keadaan-keadaan yang menentang. Bila kesulitan itu nampak besar dan kelihatannya terlalu besar dan kelihatannya terlalu berat untuk kita pikul, kita mulai kehilangan kesabaran.

Melalui Yakobus, Allah mengajarkan kita untuk menghadapi keadaan dengan belajar dari petani. Di masa lalu, tidak ada perkiraan cuaca dengan satelit, penyiaran air automatis, pestisida, pupuk kimia, atau kendali suhu yang menolong petani bercocok tanam. Setelah si petani membajak sawahnya dan menaburkan benih, ia hanya dapat menunggu Tuhan. Petani hampir-hampir tidak punya kendali dalam keadaan itu, dan ini mendesaknya menjadi sabar dan menaruh kepercayaan kepada Allah.

Bagaimana agar kita dapat menjadi sabar seperti petani di masa kesusahan?

1. Tetap memusatkan perhatian kepada Tuhan. Yakobus mendorong kita untuk meneguhkan hati dan tetap tegar, dan menyedari bahawa kedatangan Tuhan sudah semakin dekat(Yak.5:8). Apabila kita menyakini pandangan bahawa kita yang singkat di bumi, maka kita akan tahu bahawa “yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan” (I Kor.3:7)

2. Tahan lidah kita. Di saat menghadapi tekanan yang tinggi, kita cenderung bersungut-sungut. Namun Yakobus memperingatkan kita, “saudara-saudara,janganlah kamu besungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu” (Yak.5:9). Kita perlu mengawasi bahasa kita, “Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi Syurga mahupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakana ya, jika tidak hendaklah kamu katakana tidak, supaya kamu jangan kena hukuman” (Yak.5:12)

3. Belajar dari teladan-teladan kesabaran dalam penderitaan. Yakobus menyebutkan Ayub dan nabi-nabi ,dengan berkata, “Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan” (Yak.5:10). Bagi kita, teladan-teladan ini dapat kita lihat pada hamba-hamba Tuhan atau pekerja-pekerja pelayanan yang diam-diam menanggung pelayanan mereka. Mari kita belajar dari contoh-contoh ini dengan memusatkan perhatian kepada Tuhan, dengan diam dan memegang teguh janji kerajaan Allah.

Renungan:

Bagaimana anda menangani kesulitan saat melayani Tuhan?

Bahagian 20: Kecemburuan Dan Penderitaan
| | | |

Bahagian 20: Kecemburuan Dan Penderitaan

Bahagian 20: Kecemburuan Dan Penderitaan

Nas kitab: 11:1-33

[1]      Disebabkan Jemaat Korintus Bersabar Terhadap Rasul-Rasul Palsu

i. “Sebab aku cemburu keapda kamu dengan cemburu ilahi”.

Δ Cemburu ilahi (Yak 4:5) ~ “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diinginiNya dengan cemburu”. Mereka pernah diasuh-didikkan oleh Paulus, menerimakan anugerah kelimpahan Allah, sehinggakan karunia-karunia mereka tak terbandingi jemaat lain, namun tidak pula tahu membedakan pekerja benar atau palsu.

Δ Kasih Allah sekali-kali tidak sabar melihat orang-orang yang dikasihiNya berbuat dosa; begitu juga Paulus tidak dapat bersabar melihat jemaat Korintus yang dikasihinya itu disesatkan.

ii. Kerana aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus (11:2).

Δ Injil telah diberitakan kepada mereka dan menerima perjanjian yang diikat dengan darah, juga dilahirkan kembali, menjadikan mereka umpama perawan suci dipertunangkan kepada Kristus. Justeru itu, jemaat tidak sepatutnya mempunyai kekasih lain, selain dari Kristus.

iii. Amaran (11:3).

“Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus”.

À “Sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya” (3).

Á  Jika ada seorang datang (4a).

a) Memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan.

b) Memberitakan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima.

c) Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

d) Kamu sabar saja (4a).

Δ Kalimat ini adalah sindiran Paulus, bukan menunjukkan ia setuju akan itu.

[2]      Jemaat Korintus Menghina Bahwa Paulus Tidak Layak Menjadi Rasul Dan Membahaskannya

i. “Tetapi menurut pendapatku sedikitpun aku tidak kurang dari pada rasul-rasuk dan tak ada taranya itu” (5).

“Jikalau aku kurang dalam hal-hal berkata-kata, tidaklah demikian dalam hal pengtahuan, sebab kami telah menyatakan kepada kamu pada segala waktu dan di dalam segala hal” (6).

ii. “Apakah aku berbuat salah,………kerana aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma?” (7).

iii. Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu! (8).

iv. “…Aku tidak menyusahkan seorangpun, ………dalam segala hal aku menjaga diriku …..dan aku akan tetap berbuat demikian” (9).

Δ Paulus sesungguhnya amat mengawasi diri dengan selalu berkata secara rendah hati: “Kerana aku adalah yang paling hina dari semua rasul…..” (I Kor 15:9). Namun disebabkan ia ingin membalikkan semula para pemercaya yang sesat maka terpaksa ia menerangkan identitinya: sedikitpun aku tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu” ~ ini membuktikan jawatan kerasulan yang Tuhan berikan kepadanya.

[3]     Kesungguhan Kasih Paulus Terhadap Jemaat

i. Hidup memancari hidup kebenaran Kristus: Kebenaran Kristus di dalam diriku (10).

ii. Menegaskan sentimen yang tidak palsu: “Mengapa tidak? Apakah kerana aku tidak mengasihi kamu? Allah mengetahuinya” (11).

iii. Bertekad teguh berpegang kepada prinsip terus mengasihi mereka: “Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan”.

À Berketetapan tidak mahu menerima pembekalan jemaat, ‘dalam segala hal aku menjaga diriku…dan aku akan tetap berbuat demikian’ … walaupun tidak menerima pembekalan jemaat Korintus, dia tetap mengasihi mereka.

Á ‘Untuk mncegah mereka yang mencari kesempatan’: tujuannya untuk menutupkan mulut rasul-rasul palsu, ia berketetapan tidak mahu menyusahkan pemercaya, yaitu tidak menerima pembekalan mereka demi membongkarkan kemunafikan dan muslihat mereka.

a) “Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul dan pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus” (13).

b) “Hal ini tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat terang ….. kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka” (14,15).

[4]     Menyatakan Identiti Sendiri Dalam Keadaan Terpaksa

i. Meminta jemaat Korintus menerima kebodohannya.

À “Jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh. Dan jika kamu juga menganggap demikian, terimalah aku sebagai orang bodoh supaya akupun boleh bermegah sedikit”.

Δ “Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahawa ia boleh bermegah” (17).

Versi terjemahan baru: ‘Bukan apa yang Tuhan ingin kukatakan cuma aku berkata sebarangan secara bodoh’.

Á “Kerana banyak orang yang bermegah secara duniawi, aku mau bermegah juga” (18)  ~ ditujukan kepada rasul-rasul palsu yang bermegah akan puji-pujian duniawi yang sia-sia. Untuk kebaikan seiman-seiman lemah, Paulus sendiri terpaksa juga bermegah-megah sedikit agar yang benar dan  palsu dapat dibezakan.

 “Sebab kamu suka sabar terhadap orang bodoh, kerana kamu begitu bijaksana” (19-20) ~ kamu sendiri menganggap diri sendiri bijak, juga berdaya membedakan segala hal, bersabar jugalah terhadap aku.

à “Dengan sangat malu aku harus mengakui, bahwa dalam hal semacam itu kami terlalu lemah” (21).

Δ Aku berkata sedemikian dalam keadaan terpaksa, sehingga menurunkan taraf identiti aku.

ii. Menceritakan identiti uniknya dengan berani (21b-23).

À ‘Aku berkata dalam kebodohan’: bukan untuk kemuliaan diri sebab Paulus sememangnya tidak pernah membangkit-bangkit tentang identitinya bahkan tidak ingin memperkatakannya.

Á  Identitinya:

‘Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani!’ (22a).

‘Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel!’ (22b).

‘Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham!’ (22c).

‘Apakah mereka pelayan Kristus? Aku lebih lagi!’ (23a).

‘Aku lebih banyak berjerih lelah…’(23b).

[5]     Pengalaman Menderita Demi Kebenaran

i. Penderitaan dan bahaya jasmani.

À  Aspek kesiksaan (23-24).

a) Sering di dalam penjara (Kis 16:23).

b) Lima kali disesah, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan (Ul 25:3).

c) Kerap kali dalam bahaya maut (Kis 16:25; 28:4).

d) Tiga kali didera (Kis 16:22-23).

e) Satu kali dilempari batu (Kis 14:19).

Á Aspek menderita (27).

a)  Banyak berjerih lelah dan bekerja berat (Kis 18:2-4; I Kor 4:12).

b) Kerap kali tidak tidur: tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi berjerih payah siang malam (II Tes 3:8).

c) Lapar dan dahaga (I Kor 4:11).

d) Kedinginan dan tanpa pakaian (I Kor 4:11).

  Bahaya kesusahan (25-27).

a) Tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam terkatung-katung di tengah laut.

b) Dalam perjalanan sering diancam bahaya banjir.

c) Bahaya penyamun.

d) Bahaya dari kaum sebangsa: orang Yahudi merencana untuk membunuhnya (Kis 9:23).

e) Bahaya dari pihak orang-orang bukan Yahudi.

f) Bahaya di kota: ada yang merencana untuk membunuhnya (Kis 21:31).

g) Bahaya di padang gurun.

h) Bahaya di tengah laut.

i) Bahaya dari pihak saudara-saudara palsu: yang menyusup masuk, mereka yang menyelundup ke dalam untuk menghadang kebebasan…(Gal 2:4).

ii. Pelbagai macam bebanan jiwa (28-29).

À Kuatir akan kesemua jemaat…… ‘urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat’.

“Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah?”.

Δ “Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah” (I Kor 9:22).

“Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?”.

Δ “Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus (I Kor 8:12).

[6]     Bersyukur Atas Anugerah Penyelamatan Tuhan (30-33)

i. Bersyukur kepada Bapa Sorga: “Allah tahu, bahwa aku tidak berdusta” (31b).

À Memperingati kasih karunia pemilihan Tuhan: “Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku” (30).

‘Kelemahanku’ ditujukan kepada waktu lampau apabila ia masih seorang penentang Kristus (Kis 9:1-2).

Á Melepaskan aku dari raja Damsyik: ‘Di Damsyik wali negeri raja Aretas menyuruh  mengawal kota orang-orang Damsyik untuk menangkap aku’ (32).

Δ  Paulus tetap bertahan dalam keazamannya sampai pada akhirnya, setia menderita demi  Tuhan.

Bahagian 2: Penghiburan Dalam Penderitaan
| | | | | |

Bahagian 2: Penghiburan Dalam Penderitaan

Bahagian 2: Penghiburan Dalam Penderitaan

Nas Kitab: 1:3-11

Prakata

Dengan kesaksiannya dan pengalaman sendiri, yakni bagaimana ia menderita demi Injil serta dihiburkan Tuhan, Paulus mendorong jemaat Korintus supaya bertahan dalam penderitaan dan sama-sama nikmati kasih karunia dan penghiburan bersama Paulus.

[1] Allah Adalah Allah Yang Penuh Belas Kasihan Dan Mengaruniakan Penghiburan (1:3)

  1. Allah berfirman: “Akulah, Akulah yang menghibur kamu” (Yes 51:12).
  2. Kesaksian Paulus: sewaktu dianiaya dan dimasukkan ke dalam penjara dan dikawal dengan ketat oleh kepala penjara, Allah yang penuh belas kasihan, telah membangkitkan gempa bumi lalu pintu penjara terbuka dan menyelamatkan Paulus dan Silas daripada dibunuh (Kis 16:19-27).

[2] Penderitaan Membekali Para Pemercaya Dengan Dua Lapisan Makna (1:4)

  1. Penderitaan membawa penghiburan secara langsung kepada Tuhan: “Yang menghibur kami dalam segala penderitaa” (1:4a).
  2. Hiburkan orang-orang yang menderita berdasarkan pengalaman sendiri: “sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah” (1:4b).

[3] Mendapat Bagian Berlimpah-Limpah Dalam Kesengsaraan Kristus, Demikian Pula Oleh Kristus Akan Menerima Penghiburan Berlimpah-Limpah (1:5)

1. ‘Kesengsaraan Kristus’: cawan pahit Yesus (Mat 20:23; Yes 53:4).

2. ‘Mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus’:

– Menderita kerana menjadi seorang Kristian dan memberi kemuliaan kepada Allah atas nama ini (I Ptr 4:16).

– Menderita kerana berbuat baik, dipandang sebagai yang manis dan menyenangkan Tuhan (I Ptr 2:2-25).

– Menderita kerana memberita Injil dan tidak menganggap Injil sebagai yang memalukan (II Tim 1:8-12).

3. ‘Oleh Kristus, menerima penghiburan berlimpah-limpah’:

- Setelah Paulus dan Barnabas dihalau ke luar kota…… mereka berangkat ke Ikonium.

Δ Melakukan mujizat besar di Likaonia di Listra (Kis 13:50; 14:8).

– Kerana Injil, Paulus telah dilempari batu oleh orang ramai dan diseret ke luar kota (Kis 14:19).

Δ Ketika murid-murid berdiri mengelilingi dia, ia telah bangkit lalu masuk ke dalam kota dan menguatkan hati murid-murid (20-22).

– Sewaktu di dalam penjara Filipi, Allah membangkitkan gempa bumi pada waktu tengah malam sehingga kesemua pintu penjara dibuka (Kis 16:26).

Δ Seisi rumah kepala penjara percaya pada Tuhan dan mendapat kegembiraan besar (Kis 16:30-34).

[4] Penderitaan Paulus Memanfaatkan Jemaat Korintus (1:6)

1. “Kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu” (6a).

Δ  Demi Injil, Paulus dengan sungguh-sungguhnya bersaksi kepada orang-orang Yahudi bahawa Yesus adalah Kristus namun ia dianiaya dan difitnah. Mulai dari itu, ia membuat keputusan memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa lain, lalu ia tiba di Korintus dan memberitakan Injil di situ (Kis 18:5-8).

2. “Jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu”.

Δ Sewaktu mulai memberita Injil di Korintus, Allah telah menghiburnya di dalam penglihatan: “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau”. Seandainya Allah turut bekerja, maka ramai orang akan percaya pada Tuhan (Kis 18:9).

3. “Sehingga kamu beroleh kekuataan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga” (6c).

Δ Sostenes, kepala rumah ibadat turut menderita kesengsaraan bersama-sama para rasul apabila ia dipukuli orang ramai (Kis 18:12-17; II Tim 3:11).

4. “Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, kerana kami tahu, bahawa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kamu, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami” (7).

Δ Seperti diwahyukan dalam penglihatan, para rasul dan jemaat Korintus sama-sama bertahan dalam kesengsaraan namun memastikan Injil tetap diberitakan ke seluruh tempat, membangunkan jemaat Korintus (Kis 18:10).

[5] Kesaksian Paulus Mengalami Pelbagai Penderitaan (1:8-9)

“Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu”.

1. “Akan penderitaan yang kami alami di Asia kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat” (8).

Δ Ditujukan kepada peristiwa di Efesus di mana seorang tukang perak, Demetrius, telah menghasutkan orang ramai menimbulkan huru-hara; orang ramai mendengar hasutannya lalu seluruh kota menjadi huru-hara (Kis 19:23-29).

2. “Sehingga kami putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati” (8b, 9).

Δ Orang ramai menangkap Paulus dan teman-temanya dan mereka ramai-ramai membanjiri gedung… (Kis 19:29).

[6] Iman Dan Pengharapan Yang Lahir Dari Kesengsaraan (1:10)

1. Dulu: “Dari kematian yang begitu negri, Ia telah dan akan menyelamatkan kami” (10).

– Dilempari batu oleh orang ramai sehingga mati, diseret ke luar kota, Allah menyelamatkannya hidup semula (Kis 14:19,20).

– Dipenjarakan kedua-dua kaki diikat dalam pasungan yang kuat (Kis 16:19-29).

– Diselamatkan Allah dari keributan huru-hara di Efesus (Kis 19:35-41).

Δ Sewaktu kita berada dalam kesengsaraan, kita mengimbas kembali akan anugerah yang pernah diterima maka ianya akan menguatkan semula iman kita (Mzm 117:11-15).

2. Kini: “Akan menyelamatkan kami” (10b).

 – Yesus Kristus tetap sama, baik kelmarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya (Ibr 13:8).

‚- Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti” (Mzm 46:2).

3. Kelak: “Ia akan menyelamatkan kami lagi” (10c)

– “Tuhan adalah Penolongku, Aku tidak akan takut” (Ibr 13:6; Mzm 27:1).

– “Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang oleh Dia datang kepada Allah” (Ibr 7:25).

Δ Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan AnakNya yang kekasih (Kol 1:13).

[7] Meminta Bantu Doa (1:11)

1. Meminta jemaat Korintus bantu doa: “kamu juga turut membantu mendoakan kami” (11a).

Δ Versi Li: “Kamu harus juga, oleh kerana kami, saling menyokong di dalam doa”.

2. Memohon Tuhan mengaruniai orang banyak: “supaya banyak orang mengucap syukur” (11b).

Δ Versi Sze Gao: “Disebabkan banyak orang memohonkan kasih karunia untuk kami”.

3. Agar pintu anugerah keselamatan terbuka demi menyelamatkan segala bangsa “atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami” (11c).

Renungan Semasa Doa Perjamuan Kudus
|

Renungan Semasa Doa Perjamuan Kudus

Haleluya!

Tuhan Yesus Kristus yang dikasihi:

Betapa kami rindu Engkau! Kerana Kamu mengasihi kami, mengorbankan diri demi kami, telah menanggungkan hukuman dosa bagi kami, menyelamatkan kami menjauhi dari kuasa si iblis, meninggalkan kematian. Kami telah diselamatkan, tetapi Engkau telah menerima hukuman. Kami berteriak gembira, tetapi ini adalah kesudahan penderitaanMu di atas kayu salib…

Pada masa ini, kami umpama datang ke Golgota, berdiri di bawah salibMu untuk memandang kepadaMu. Kami umpama melihat kedua-dua tangan dan kakiMu dipaku atas kayu, melihat darah bernilaiMu mengalir dari kayu salib. Kami melihat tubuhMu yang telah dipukul, sehingga semua bahagian tubuhMu telah cedera. Kami melihat wajahMu yang murung dan sakit, penderitaan selama enam jam. Hati kami telah pecah. Ya Tuhan yang dikasihi! Apakah yang harus kami lakukan untuk menyembuhkan kecederaanMu dan menghiburkan hatiMu yang luka?!

Yesus yang dikasihi: membenarkan kami rabah tubuhMu, menggunakan tangan kami mngenakan minyak kasih untuk Engkau supaya lukaMu dapat sembuh. Kami rela dipapah oleh tanganMu yang dipaku, mengikutiMu selamanya, berada di sisiMu, mengasihiMu untuk selama-lamanya! Amin.

Walaupun Tuhan
|

Walaupun Tuhan

“Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia.” (Yes 30:20)

Ada sebuah cerita: Ada satu kerang berkata kepada satu kerang yang lain: “Saya ini amatlah menderita! Pasir yang berat dan bulat itu membuatkan aku sangat menderita.” Kerang yang satu lagi menjawab dengan megah: “Syukurlah, dalam badan aku tidak ada kesakitan disiksa oleh butir pasir, dalam dan luar badanku dalam keadaan amat baik.” Pada waktu itu, ada seekor ketam yang melewati sana dan berkata kepada kerang yang angkuh: “Ya! Kamu memang amat selesa, namun hasil daripada kesabaran menahan penderitaan kawanmu itu, adalah demi menghasilkan sebutir mutiara yang tiada bandingan keindahannya!”

Kayu salib dalam kehidupan umat Kristian, bagaikan sebutir “pasir” yang tidak menyenangkan. Ia meransang kita, agar digerakkan semua fungsi hidup, untuk melapisinya, mencernakannya, sabar terhadapnya, memperbaikinya; sesudah itu, menjadi akhlak yang tidak bercacat cela seperti mutiara.

Hidup yang bernilai adalah tercipta daripada penderitaan, besar kecil nilainya adalah secara perbandingan dengan jangkamasa singkat atau panjang penderitaan yang ditanggung — terhadap Musa, kehidupan selama 40 tahun di padang gurun; terhadap Ayub, pengujian yang berat; terhadap Yusuf, dijual, menjadi hamba abdi, masuk ke dalam penjara, telah menghasilkan fungsi pembentukan mutiara.

Bagaimanakah dengan diri kita?

Adakah kita sentiasa meluahkan ketidakpuasan dan sungut-sungutan terhadap Tuhan kerana perkara-perkara yang tidak mujur dalam kehidupan? Asalkan diri kita dapat merasakan nilai penderitaan, barulah dapat lebih mendekati Tuhan. Tuhan kita adalah Tuhan murah kasih dan mencurahkan pelbagai penghiburan, dalam segala penderitaan, Dia pasti akan menghiburkan kita, agar kita dapat ditenangkan hati untuk menerima “butir pasir” yang tidak menyenangkan dalam kehidupan kita. Maka, kepercayaan sesudah pengalaman itu, pastinya bersinar terang seperti mutiara.