Naik Sampai Ke Bawah
| |

Naik Sampai Ke Bawah

“Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambmu; sama seperti hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.”-Matius.20:26-28

Apakah anda mempunyai cita-cita rahsia dalam hidup? Sebagian orang membidik cita-cita mereja, tetapi nampaknya mereka bukan penembak ulung. Ambilah murid-murid Yesus sebagai contoh. Ibunda dari dua muridNya mempunyai cita-cita yang tinggi. Ia ingin agar anak-anaknya mendapatkan kedudukan yang paling tinggi di antara pengikut-pengikut Yesus. Yesus memperingatkan bahawa untuk mendapatkannya bukanlah jalan-jalan di pantai. Untuk mendapatkannya, mungkin membutuhkan pengorbanan nyawa. Lalu Yesus memberitahukan mereka rahsia keberhasilan yang sesungguhnya,di dalam “perusahaan Kristian”. Bidiklah lebih rendah.

Eksekutif-eksekutif korporat modern mungkin akan menolak cara Tuhan Yesus untuk mencapai karir yang tinggi. Tetapi seorang Kristian ada dalam bisnis melayani orang lain. Yesus mampu memulainya dari tingkat yang paling rendah dan tetap di sana; Ia adalah hamba yang sempurna, taat pada Allah dan melayani orang lain. Yesus adalah satu-satunya yang dapat mencapai tingkat yang cukup rendah untuk menyelamatkan kita, dan pekerjaanNya berhasil digenapi saat Ia dibangkitkan. Sekarang, sebagai pemimpin yang baik, Yesus menginspirasikan kita untuk melakukan yang sama.

Seiring dengan usaha dan pertumbuhan kita dalam “perusahaan Kristian”, kita berusaha sebaik-baiknya untuk meneladani mereka yang telah mendirikan “perusahaan” ini. Rasul-rasul bukanlah sekadar sekumpulan eksekutif yang mengambil keputusan untuk dijalani orang lain. Mereka turut turun ke lading dan menumbuhkan orang-orang Kristian yang baru. Mereka kadang-kadang pulang dengan tangan kotor dan tubuh yang berdarah-darah. Bahkan beberapa “eksekutif penting” terbunuh dalam pekerjaan mereka.

Ribuan orang Kristian telah “pensiun” dan saat ini kita ada untuk menggantikan mereka. Pelayanan apakah yang dapat kita lakukan? Apakah ini mengantarkan Pak “Anu” ke gereja tiap minggu? Apakah itu membacakan cerita tentang Yusuf ke anak-anak Indria di Sekolah Minggu-untuk yang ke-743 kali? Apakah itu membersihkan aula gereja? Apakah itu menghadapi makian dan cemooh saat kita mencoba membalas kejahatan dengan kebaikan? Satu hal yang pasti,u ntuk mencapai “jenjang karir”tertinggi, anda harus berjuang mencapai yang paling bawah.

Pelayanan Doa
| | |

Pelayanan Doa

Pelayanan Doa

[Wang Min Chang]

Prakata

Kata Paulus: “Saudara-saudara, doakanlah kami” (I Tes 5:25). Paulus merupakan seorang penginjil yang berpendidikan, penuh kuasa kewibawaan dan kekuatan, namun ia juga yang meminta saudara-saudara berdoa untuknya. Terbukti betapa sukar dan pentingnya kerja pemberitaan Injil itu. Tambahannya, kerja doa merupakan suatu yang sekali-kali tidak boleh kekurangan dalam pelayanan. Bagaimanakah kita berdoa untuk melayani Tuhan?

[1]   Memohon Tuhan Mengaruniakan Keberanian Kepada Para Penginjil Untuk Bersaksi Demi Tuhan (Kis 4:29, 30)

  1. Tanpa keberanian, tidak akan berani bersaksi, bahkan tidak berani mengakui secara terus terang bahawa diri sendiri adalah seorang Kristian (Mat 26:69-75)
  2. Ada keberanian, barulah berani menyatakan apa yang patut dinyatakan (Ef 6:19-20)
  3. Berani bersaksi barulah memimpin banyak orang kepada Tuhan (Kis 11:19-21)
  4. Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan melainkan roh yang membangkitkan kekuatan (II Tim 1:7)

[2]   Memohon Tuhan Membolehkan Para Penginjil Segera Memberitakan Firman Agar Firman Tuhan Beroleh Kemajuan (II Tes 3:1)

  1. Memohon Tuhan membuka pintu pemberitaan (Kol 4:3)
  2. Memohon Tuhan memimpin ke tempat-tempat yang belum diberitakan Injil (Rm 15:20)
  3. Memohon Roh Kudus memimpin ke tempat-tempat orang yang telah dipilihNya (Kis 8:26; 10:9)

[3]   Memohon Tuhan Mengaruniakan Bakat Bicara Kpada Para Penginjil Untuk Memberitakan Rahasia Inil (Ef 6:19)

  1. Bakat bicara adalah dikarunia Tuhan (Kel 4:11-15; Luk 21:15)
  2. Memohon Roh Allah sendiri memimpin agar menyampaikan mesej yang sebenarnya (Mat 10:20)
  3. Hanyalah melalui bakat bicara yang dikaruniakan Roh Kudus sahaja yang menjadikan orang-orang faham dan hati terharu (Kis 2:4-8, 37)

[4]   Memohon Tuhan Bekerjasama Dengan Para Penginjil Supaya Tanda Mujizat Dimanifestasikan (Mat 10:1; Kis 4:30-31)

  1. Tanda mujizat meneguhkan firman yang diberitakan (Mrk 16:20)
  2. Tanda mujizat menyakinkan orang-orang kafir (Rm 15:18)
  3. Tanda mujizat menjadikan orang ramai menghormati kita (Kis 5:12-13)
  4. Dengan nyatanya tanda mujizat, makin lama makin bertambah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan (Kis 5:12-14)

[5]   Memohon Tuhan Membantu Para Penginjil Berdaya Mengalahkan Si Jahat (II Tes 3:2-5)

  1. Para penginjil perlu berjuang melawan si jahat (Ef 6:12; Kis 26:17, 18)
  2. Si jahat berkuasa atas dunia ini (Ef 2:2)
  3. Tuhan akan melepaskan kita dari setiap usaha yang jahat (II Tim 4:17,18)
  4. Memohon Tuhan meneguhkan perbuatan tangan kita (Mzm 90:17)

[6]   Semua Orang Saling Mendoakan (Kol 4:12)

  1. Menggenapkan kehendak Tuhan (Kol 4:12a)
  2. Berkeyakinan penuh (Kol 4:12b)
  3. Dapat berdiri teguh (Kol 4:12c)

Penutup

Memohon agar Roh Tuhan menggerakkan kesemua pemercaya, banyak melayani Tuhan dengan doa agar kerja pemberitaan Injil Tuhan akan berkembang luas sehingga ke seluruh dunia, dari dekat sampai jauh demi menyelesaikan amanat besar yang dipesankan Tuhan.

Teladan Cemerlang Pelayanan
| | |

Teladan Cemerlang Pelayanan

Teladan Cemerlang Pelayanan

[Wang Min Chang]

Prakata

Perbuatan dan perlakuan hamba yang mengikut Saul untuk sama-sama mencari keledai yang hilang adalah wajar kita teladani. Ini memandangkan kita semua adalah hamba-hamba Tuhan.

[1]   Berprihatin Akan Milik Pusaka Tuhan (I Sam 9:4-6)

  1. Mencari keledai tuan dengan semangat penuh iman, kesabaran, kesungguhan sambil berdoa.
  2. Anak-anak adalah milik pusaka dari pada Tuhan (Mzm 127:3)
  3. Umat Tuhan (para pemercaya) adalah milik pusaka dari pada Tuhan (Mzm 33:12; Ul 4:20)

[2]   Mengutamakan Iman Kepercayaan (I Sam 9:6)

  1. Tetap mengutamakan iman kepercayaan walaupun dalam kesibukan
  2. Jangan jadikan kesibukan sebagai penghalang antara kita dengan Tuhan (Luk 14:16-24; Ams 6:9-11)
  3. Bertobatlah dan lakukan apa yang kita lakukan pada semulanya (Ibr 3:14; Why 2:4, 5)

[3]   Setia (I Sam 9:7-8)

  1. Menunjukkan kesetiaannya sewaktu diperlukan oleh Tuhan
  2. Kesetiaan adalah syarat perlengkapan seorang hamba (I Kor 4:2; Luk 16:10; Mat 6:24)
  3. Seberapa banyak yang diterima dari pada Tuhan, harus sumbangkan dengan sepenuhnya (Mat 25:20-22)

[4]    Taat (I Sam 9:25-27)

  1. Berangkat dahulu seperti disuruh oleh Saul
  2. Taat adalah akhlak yang wajib bagi seorang hamba (I Ptr 2:18)
  3. Taat adalah syarat untuk beroleh berkat (Luk 11:27, 28)
  4. Tuhan Yesus taat kepada kehendak Allah (Yoh 4:34; 5:30; 6:38)
  5. Kata Paulus: Hendaklah menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus (Flp 2:5)
  6. Hendaklah kita taat sepenuhnya kepada perkataan Tuhan.

 

Empat Keperluan Dalam Pembelajaran Pelayanan
| | |

Empat Keperluan Dalam Pembelajaran Pelayanan

Empat Keperluan Dalam Pembelajaran Pelayanan

[Wang Min Chang]

Prakata

Pelayanan pada hakikatnya juga merupakan suatu latihan. Latihan perlu ada langkah-langkahnya serta garis panduan. Justeru itu, berikut dibentangkan empat aspek sebagai rujukan bersama dalam pembelajaran pelayanan:

[1]     Perlu Berdoa

  1. Doa semalam-malaman (Luk 6:12)
  2. Doa sepanjang hari (Mzm 71:8)
  3. Tetaplah berdoa (I Tes 5:17; Why 4:8)
  4. Berpuasa dan berdoa (Mat 17:21; Mrk 9:29)

[2]   Perlu Membaca Alkitab

  1. Membaca di waktu pagi (ruj: Mzm 119:147, 148)
  2. Membaca setiap hari (ruj: Kis 17:11; 8:28)
  3. Membaca seumur hidup (ruj: Ul 17:18-21; Kol 3:16)

[3]   Perlu Menyempurnakan Rohani

  1. Awasi pertuturan (Ams 10:19; ruj: Mat 12:36-37)
  2. Awasi perbuatan (I Kor 9:27; I Tim 4:16)
  3. Awasi hati pemikiran (Ams 4:23; ruj: Luk 6:45)

[4]   Perlu Bekerja

  1. Kerja tiap-tiap hari (II Kor 12:28)
  2. Kerja dengan segenap kekuatan (I Kor 15:58; ruj: Mat 25:20-22)
  3. Kerja sepanjang hayat (II Ptr 1:12-15)

 

Bahagian 7: Pelayanan Yang Mulia
| | | | | |

Bahagian 7: Pelayanan Yang Mulia

Bahagian 7: Pelayanan Yang Mulia

Nas kitab: 4:1-18

[I]       Menerima Secara Langsung Dari Pada Allah ~ Diutus (Yoh 20:21; 4:1)

Δ Berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagiKu untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka” (Kis 13:2,3) ~ dipanggil dan diutus khas (Rm 1:1).

i. “Oleh kemurahan Allah” (1a) – Manusia sememangnya tidak layak menerima kasih karunia Tuhan, hendaklah berdasarkan kemurahan Allah.

ii. “Telah menerima pelayanan ini” (1b) – Pelayanan rohani adalah diterimakan daripada Tuhan (Yer 1:7).

Δ Yang dipercayakan sesuai dengan perintah Tuhan Yesus, Juruselamat kita (Tit 1:3).

iii. “Kerana itu kami tidak tawar hati” (1c) – Diperintahkan menerima pelayanan, maka haruslah beranikan diri untuk melaksanakan kekuasaan  Kerajaan Allah.

Δ Jangan takut… sebab Aku menyertai engkau… (Kis 18:9, 10).

[2]      Pelayanan Yang Hormat ~ Setia Menunaikan Tanggungjawab (Rm 11:13; 4:2-6)

i. ‘Menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan’ (4:2a).

Δ Mempergunakan jemaat mendapatkan keuntungan diri, ataupun perbuatan-perbuatan rendah hati yang pada hakikatnya tersembunyikan niat kepentingan diri yang bersifat dosa.

ii. ‘Tidak berlaku licik’ (2b).

Δ Versi En Gao: ‘Tidak berbuat secara palsu-palsu demi mencari kesukaan orang; tidak berani bertindak melampaui kebenaran, maupun berkompromi dengan dosa atau berpihak padanya’.

iii. “Tidak memalsukan firman Allah; sebaliknya kami menyatkan kebenaran” (4:2c).

Δ Versi Li: Tidak mengacau-bilaukan firman Tuhan.

Δ Versi terjemahan baru: Tidak memutar-balikkan firman Tuhan. Tidak memonopolikan jemaat dan mencari kesukaan jemaat demi mendapatkan sokongan.

iv. “Dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah” (4:2d).

Δ Versi terjemahan baru: mendorong suara hati setiap orang dengan perbuatan sendiri.

v. Memberitakan Injil dengan segenap kekuatan supaya Injil tidak tertutup (4:3).

– Jika Injil tertutup, maka ia tertutup untuk mereka yang akan binasa (4:3).

– Yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang fikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini (4:4).

vi. “Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan” (4:5a).

vii. “Dan diri kami sebagai hambamu kerana kehendak Yesus” (4:5b).

viii. Peringatkan diri memimpin jemaat mengambil bahagian dalam kerja pemberitaan Injil.

– Allah telah membuat terangNya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah (4:6).

– Kita sepatutnya bawakan kemuliaan Allah kepada orang lain (4:6; versi En Gao).

“Allah telah memerintahkan terang terbit dari gelap, kita boleh membuat terangNya bercahaya di dalam hati” (6a).

“Agar kita mengetahui akan cahaya kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus” (6b).

Δ Versi En Gao: Agar, oleh cahaya kemuliaan Allah terpancar pada wajah Yesus Kristus, kita beroleh pengetahuan  [untuk menerangi orang lain] (4:6b).

[3]     Genapkan Pelayanan ~ Tahan Uji (4:7-15)

Δ Kekuasaan Allah ternyata pada diri kita: “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahawa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami” (4:7).

‘Harta’ ialah pelayanan.

‘Bejana tanah liat’ ~ mengumpamakan tubuh pemercaya yang hina.

i. Keadaan kesiksaan (4:8-9).

– ‘Ditindas, namun tidak terjepit’.

Δ Di Ikonium (Kis 13:50; 14:1-19).

­        – ‘Habis akal, namun tidak putus asa’.

Δ Di Filipi (Kis 16:22-30).

– ‘Dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian’.

Δ Di Efesus (Kis 19:23).

– ‘Dihempaskan, namun tidak binasa’.

Δ Di Listra (Kis 14:19-22).

ii. Memberita Injil dengan semangat mempertaruhkan nyawa.

– “Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami” (4:10).

– Sebab kami yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut kerana Yesus, supaya hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini (11).

Δ Versi terjemahan baru: Demi Yesus, seumur hidup kita adalah mempertaruhkan bahaya nyawa, agar hidupNya menjadi nyata di dalam tubuh kita yang fana ini.

 “Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam diri kamu” (4:12).

Δ Versi terjemahan baru: ‘Maksudnya ialah: kami selalu menghadapi maut, dan oleh itu kamu beroleh hidup’ (12).

Δ Paulus dikuasai kasih Kristus, di mana Dia, satu orang mati untuk semua orang, supaya semua orang beroleh hidup (5:14,15). Demikian juga Paulus menaruh azam mempertaruhkan nyawa, tidak takut menghadapai pelbagai macam keganasan dan kejahatan, melainkan maju dengan berani untuk memberitakan Injil agar setiap yang mendengarkan Injil akan dibaptis ke dalam Kristus dan beroleh hidup; itulah yang dimaksudkan ‘maut giat di dalam kami dan hidup giat di dalam kamu’ (12).

iii. Memberita oleh kerana percaya

– “Namun kerana kami memiliki roh iman… aku percaya, sebab itu aku berkata-kata’ (13).

Δ Versi terjemahan baru: ‘Aku percaya, sebab itu aku beritakan. Oleh kerana kita memiliki roh iman yang sama, maka kita percaya, sebab itulah kita juga beritakan’ (13).

“Kerana kami tahu, bahawa Ia yang membangkitkan Tuhan Yesus akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diriNya” (14).

“Sebab semuanya iu terjadi oleh kerana kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyak orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah” (15).

[4]     Kemuliaan Kekal ~ Manusia Lahiriah Merosot, Manusia Batiniah Dibaharui Setiap Hari (4:16-18)

i. “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari” (16).

ii. “Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-gala, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami” (17).

Δ Kesaksian Paulus: Sebab aku yakin, bahawa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita (Rm 8:18).

iii. “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, kerana yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal” (18).

Firman Tentang Pelayanan
|

Firman Tentang Pelayanan

Bacaan Alkitab : Rm 12:1; 1 Ptr 2:9; 2 Kor 5:14-15.

Berusaha melakukan kerja yang dikenan Tuhan di hadapan-Nya, inilah digelar sebagai melayani Tuhan.
Mengapa harus melayani Tuhan?
Bagaimana melayani?

1. Motif Pelayanan (Daya penggerak bagi kerja pelayanan)

(a) Melaksanakan tanggungjawab yang diamanatkan. (Mrk 16:15; 1 Kor 9:16-17)

(b) Ganjaran dari kerajaan syurga. (Flp 3:13-14; 2 Tim 4:7-8; Flp 4:3; Why 14:13)

(c) Membalas anugerah agung Tuhan Penyelamat (Rm 14:7-8; 2 Kor 5: 14-15)

2. Sikap pelayanan (Supaya kerja pelayanan dapat dilakukan dengan lebih baik, lebih dikenan Tuhan)

(a) Menaruh hati yang takut kepada Tuhan. (Ibr 12:28)

(b) Hati yang bersyukur. (Ibr 12:28)

(c) Hati yang sanggup mengorbankan diri. (Luk 9:23; Hak 5:2,9)

(d) Hati yang berani. (Ibr 10:35; Flp 1:29; Kis 20:22-24; 21:10-14)

(e) Hati yang serius (Tidak melengah-lengah kerja, tidak memandang ringan terhadap kerja).

(f) Hati yang setia. (1 Kor 4:1-2; Mat 24:45-46)

(g) Hati yang rendah hati (Supaya dapat menaati Tuhan, memberi kemuliaan kepada Tuhan, memandang berat terhadap penyempurnaan rohani, memajukan kerohanian, penambahan karunia). (Yes 57:15; 1 Ptr 5:5-6; Yak 4:10)

3. Bagaimana Melayani? (Mengenal pasti matlamat dan arah)

(a) Memberitakan injil ke luar. (Mrk 16:15-16)

(i) Menyebar dengan tulisan.

(ii) Menyebar dengan kelakuan.

(iii) Menyebar pada bila-bila masa. (Mat 10:7) (Rujuk “Panduan Penginjilan Peribadi”)

(b) Menggembala Jemaat Dalaman. (Yoh 21:15-17)

(i) Pelayanan di mimbar (Menyampaikan khotbah).

(ii) Lawatan ke rumah pemercaya (Menggembala).

(iii) Pelayanan semasa kebaktian (Memimpin kebaktian, memimpin kidung, memain alat muzik, menterjemah, membaca Alkitab).

(iv) Memimpin persekutuan (Tua, belia, remaja, saudari, kerja pendidikan agama).

(v) Kerja penginjilan kesusasteraan (Menyumbang arkitel, percetakan dan lain-lain).

(vi) Kerja telangkai pernikahan.

(vii) Kerja hal ehwal am (Kebersihan, penjagaan, penyambutan, penyediaan makanan, pengelolaan dan lain-lain).

(viii) Kerja kewangan.

(ix) Memberi persembahan dan membantu doa.

(x) Lain-lain : Menghadiri upacara perkahwinan dan pengebumian, melawat pesakit, mendorong orang yang lemah dan kerja suci lain yang berkaitan).

4. Ujian yang dihadapi (Mengelakkan putus asa di tengah jalan)

(a) Ujian bagi hamba setia, pekerja, pengurus.

(b) Ujian bagi yang berkarunia, yang berhasil, rasa kecemerlangan, congkak dan tinggi diri atau rendah hati.

(c) Ujian bagi yang disalah-fahamkan, direndahkan, melepaskan kerja suci atau yang bertahan sampai akhir.

(d) Ujian bagi yang disesat oleh keinginan kuasa, nama(muka), kekayaan, kurang mengasihi Tuhan atau melepaskan semua ini demi pelayanan yang setia.

Kesimpulan:

Melayani Tuhan adalah tanggungjawab setiap pemercaya, ia berkaitan dengan kemajuan dan kemerosotan gereja. Jika kehilangan motif pelayanan, sikap pula tidak benar, ini akan berubah menjadi peralatan bagi syaitan, sebaliknya akan menghalang pembangunan gereja, menghina nama Tuhan. Dengan itu, kita haruslah berhati-hati di samping berusaha.