Bahagian 18: Kewibawaan Rasul
| | | |

Bahagian 18: Kewibawaan Rasul

Bahagian 18: Kewibawaan Rasul

Nas kitab: 10:1-11

[1]      Tidak Hidup Secara Duniawi (10:1)

Δ Paulus disalah-fahamkan jemaat Korintus, di mana mereka berkata: “Dia hanyalah berani tegas dalam suratnya, tidak sedemikian sewaktu berdepan muka dengannya”.

  1. “Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapin berani terhadap kamu bila berjahuan” (1a).
  2. “Aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah” (1b).

Δ Sebenarnya, sewaktu Paulus sedang menggembala jemaat di Korintus, para pemercaya masih sangat suci murni, maka tidak perlu bertindak keras maupun tegas. Hanya setelah Paulus meninggalkan tempat itu barulah masalah timbul. Lantas, memanglah ia perlu menegor secara tegas dalam suratnya. Itulah yang menyebabkan jemaat salahfaham akannya.

[2]      Tidak Berjuang Secara Duniawi (10:2,3)

i. “Ada orang-orang tertentu yang menyangka bahawa kami hidup secara duniawi”.

      “Sebagaimana aku berniat bertindak keras terhadap…” (2).

ii.  “Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi” (3).

[3]     Berjuang Dengan Bersandarkan Kuasa Allah (10:4-5)

i. “Senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi” (4a).

“Melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng” (4b).

ii. “Mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala fikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” (5).

[4]     Kekuasaan Melaksanakan Amanat (6-11)

i. Kekuasaan rohani dilaksanakan dalam persekutuan rohani.

“Bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna” (6b).

Δ Hanyalah setelah para pemercaya tertentu dapat bersatu hati dengan Paulus dan menyokongnya, baru kemudian ia menghadapi mereka dengan kuasa kerasulannya ….“Untuk menghukum setiap kedurhakaan”.

ii. Membedakan ahli pekerja dan pemercaya yang benar dengan yang palsu.

 “Tengoklah yang nyata di depan mata kamu!” (7a).

Δ Versi terjemahan baru: kamu melihatkan sesuatu secara lahiriah.

“Kalau ada seorang yang benar-benar yakin bahawa ia adalah milik Kristus, hendaklah ia berfikir di dalam hatinya bahawa kami juga adalah milik Kristus sama seperti dia” (7b).

Δ Paulus mengajukan soalan berikut kepada jemaat Korintus: para penginjil palsu berkata dengan yakin bahwa mereka adalah milik Kristus, bahkan ada kuasa dari Kristus. Mereka ini harus berfikir di dalam hati, apakah tanda-tanda bukti Kristus? Berdasarkan apa, dikatakan bahwa mereka mempunyai kuasa sebagai rasul Kristus?  Lantas ia menyuruh jemaat Korintus menguji-selidiki dan pertimbangkan dengan teliti, jangan disesatkan lagi.

iii. Dilaksanakan demi membangunkan pemercaya.

“Bahkan, jikalau aku agak berlebih-lebihan bermegah atas kuasa, yang dikaruniakan Tuhan kepada kami untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan kamu” (8a).

“Maka dalam hal itu aku tidak akan mendapat malu” (8b).

Δ Paulus percaya dengan yakin bahwa kuasa kerasulan yang ada padanya tidak disalahgunakan, melainkan digunakan secara berpatutan, sehingga hati nuraninya tidak rasa bersalah maupun malu.

iv. Penggunaan kuasa, bukan omongan atau ancaman kosong.

À Sesetengah orang salah menyangka bahawa Paulus pergunakan kuasa untuk mengancam dan menakutkan para pemercaya.

“Sebab, kata orang, surat-suratnya memang tegas dan keras, tetapi bila berhadapan muka sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak bererti” (10).

Á Sesetengah mereka yang tidak taat pada Paulus, pula berkata: “Hanyalah dia menulis secara begitu tegas, tidak semestinya ia akan bertindak seperti itu”.

Δ Paulus menerangkan: “Tetapi hendaklah orang-orang yang berkata demikian menginsafi, bahwa tindakan kami bila berhadapan muka, sama seperti perkataan kami dalam surat-surat kami bila tidak berhadapan  muka” (11).

Δ Paulus sememangnya bukan menakut-nakuti ataupun mengancam para pemercaya, melainkan ia sekali-kali tidak berkompromi dalam bertindak secara tegas menghadapi dosa kejahatan. Sewaktu perlu digunakan kuasa kerasulannya, ia pasti gunakan.

[2]  Aku Menjadi Rasul Yang Memberitakan Injil (Gal 1:11-24)
| | | |

[2] Aku Menjadi Rasul Yang Memberitakan Injil (Gal 1:11-24)

[2]  Aku Menjadi Rasul Yang Memberitakan Injil (Gal 1:11-24)

Prakata

  1. Paulus menjelaskan jabatan dan wibawa rasul (Ef 2:20).
  2. Menjelaskan isi Injil: dosa, Kristus, Allah.
  3. Hati yang harus dimiliki umat yang beriman terhadap Injil.
  4. Paulus bersaksi tentang asalan pemilihan Allah.

[1]      Mengenal Injil Melalui Kasih Karunia Allah (Gal 1:11-14)

  1. Injil yang diberitakan bukan berasal dari ‘kehendak manusia’ (11).
    1. Tidak berani bermegah atas pengetahuan dunia (I Kor 2:1-5; Kol 2:8-9).
    2. Bangsa bukan Yahudi bersaksi bahwa kebenaran yang diberitakannya adalah ajaran baru (Kis 17:17-18).
    3. Ia mempunyai pengalaman diangkat ke tingkat ketiga dari sorga (I Kor 15:8; II Kor 12:1-4).
    4. Sangat mengetahui rahasia Kristus (Ef 3:3-6).
    5. Wahyu yang berasal dari Kristus (12) (I Kor 11:23; II Kor 12:1; Ef 3:3).
      1. Wahyu seharusnya berasal dari Allah, adalah perkataan yang keluar dari mulut Allah (II Tim 3:16).
      2. Setelah zaman rasul-rasul berlalu, tidak ada lagi kitab asli yang ditulis, yakni tidak ada lagi wahyu di luar Alkitab. Sebabnya sebagai berikut:
        1. Rasul dan nabi adalah dasar gereja (Ef 2:20; 3:5).
        2. Dari syarat-syarat bagi rasul diketahui, zaman rasul-rasul telah berakhir pada abad I (Kis 1:22; 9:3-5).
      3. Dari sini dapat diketahui, Paulus memang menjadi rasul yang diakui dan diterima Allah.
  2. Kesaksian tentang perubahan iman Paulus (13-14).
    1. Penganut hukum Taurat yang fanatik dan penganiaya jemaat, sekarang memberitakan Injil: Membuktikan hanya Allah yang dapat mengubah manusia, itu adalah kasih karunia, bukan perbuatan (manusia) (Kis 9:1-2).
    2. Ia menerima firman Tuhan bukan kerana nasihat dari orang lain, melainkan kerana pimpinan Allah secara langsung, sehingga ia dari berubah dari ‘membenci’ Yesus kepada ‘mengasihi’ Yesus (Flp 3:7-8).

[2]      Dipilih Untuk Memberitakan Injil (Gal 1:15-22)

  1. Dipilih (15): Aku dipilih sejak di dalam kandungan ibuku.
    1. Definisi: Berasal dari pemilihan Allah yang mutlak bebas (Yoh 15:16).
    2. Ditentukan lebih dulu:
      1. Sebelum dunia dijadikan (Ef 1:4; Yer 1:5; Luk 1:15).
      2. Wahyu (Kis 26:13-15).
      3. Akitab (Kis 13:47-48; Yoh 6:37, 44).
    3. Kasih karunia:
      1. Bukan kerana perbuatan (II Tim 1:9; Ef 2:1-5).
      2. Berasal dari pemilihan Allah (Rm 9:14-15, 20-21).
    4. Tujuan:
      1. Dikuduskan (I Tes 4:7).
      2. Mendapat kemuliaan (Rm 8:29-30).
    5. Keraguan hilang:
      1. Apakah tidak perlu memberitakan Injil?
        1. Memberitakan Injil adalah kewajiban (I Kor 9:16-17).
        2. Jika tidak memberitakan Injil, batu-batu akan berteriak (Luk 19:35-40).
  2. Rendah hati dan mengucap syukur.
    1. Rendah hati (Yoh 15:16).
    2. Mengucap syukur (I Kor 3:6).
  3. Diselamatkan: Allah yang memanggil aku oleh kasih karuniaNya.
  4. Tujuan panggilan:
    1. Dikuduskan (I Tes 4:7).
    2. Diselamatkan (I Tes 5:9).
  5. Dipanggil belum tentu dipilih:
    1. Yang dipilih sedikit (Mat 22:14; 13:47-50).
    2. Mungkin berubah (Yer 18:7-10).
    3. Mungkin ditebang (Rm 11:22).
  6. Setelah dipanggil harus berusaha.
    1. Segi pasif:
      1. Berjaga-jaga (I Ptr 5:8).
      2. Jangan berbuat dosa (Ibr 10:26-27).
    2. Segi aktif:
      1. Giat berusaha (Mat 11:22)
      2. Melakukan perintah Allah (Mat 7:21-23)
  7. Peringatan dan teladan.
    1. Bangsa Israel (I Kor 10:11-12).
    2. Yudas (Kis 1:17-19).
    3. Teladan:
      1. Nuh (Kej 6:9).
      2. Paulus (I Kor 9:27; Flp 3:12-14).
    4. Memberitakan Injil (16a – 20).
      1. Menjadi rasul bagi bangsa bukan Yahudi (16a).
      2. Tidak minta pertimbangan kepada manusia (16a).
      3. Menerimanya secara langsung dari Allah (17; Kis 9:23).
      4. Tidak berdusta di hadapan Allah (18-20).

[3]     Aku Memuliakan Allah Dengan Injil (Gal 1:21-24)

  1. Pulang ke daerah sendiri memberitakan Injil (21): Di Kilikia (Tarsus adalah salah satu desa) dan Siria.
  2. Jemaat Yahudi yang percaya Kristus belum pernah melihat Paulus (22): Pada waktu itu Paulus mungkin belum pergi ke Antiokhia.
  3. Jemaat memuliakan Allah kerana perubahan Paulus (23): Paulus memberitakan kebenaran yang asalnya ia aniaya.
  4. Tinggalkanlah kesaksian yang baik untuk Tuhan (I Kor 6:20):
    1. Memuliakan Allah dengan kebenaran (Yeh 13:48).
    2. Memuliakan Allah dengan tanda mujizat (Kis 19:11-12).
    3. Memuliakan Allah dengan Roh Kudus (Kis 19:5-7).
    4. Memuliakan Allah dengan perbuatan baik (I Kor 10:31; II Kor 9:11).
    5. Memuliakan Allah dalam segala hal (II Kor 6:3-4).

Kata Penutup

  1. Paulus memberi kesaksian yang kuat untuk hak kerasulannya.
  2. Allah mengubahnya, Saulus yang menganiaya Injil berubah menjadi rasul Paulus yang memberitakan Injil.
  3. Ia pun menuliskan Allah.

 

Merenung Nilai sebagai Umat Kristian dari Wasiat Paulus
|

Merenung Nilai sebagai Umat Kristian dari Wasiat Paulus

Kitab Suci: 2 Tim 4: 1-18

I. Pendahuluan:

Merenungkan apa yang sedang saya lakukan, ada keyakinan terhadap masa hadapan?

II. Sinopsis Wasiat Paulus

(A) Sikap:  Serius (4: 1).

(B) Isi Kandungan:

1. Menyebarkan Injil (4: 1-5).

a. Tetaplah berkhotbah.

b. Siap sedialah baik atau tidak baik waktunya.

c. Dengan segala kesabaran dan pengajaran menegur, mengingati dan menasihati orang lain.

2. Nyanyian kemenangan (4: 6-8).

a. Mengakhiri pertandingan yang baik.

b. Mencapai garis akhir.

c. Memelihara iman.

d. Memperolehi mahkota kebenaran.

3. Pesanan (4: 9-18).

a. Teman sekerja Demas mencintai dunia ini.

b. Mengelakkan tukang tembaga, Aleksander.

c. Kitab-kitab dan perkamen.

III. Soalan untuk renungan

(A) Menetapkan wasiat:  meninggalkan apa kepada anak cucu? (Ul 6: 4-9)

(B) Percaya kepada Yesus: Adakah bosan mendengarkan firman (hati  berasa bosan akan firman yang benar, menutup telinga dan tidak mendengar) ?

(C) Memberitakan Yesus:

1. Menjaga perkataan dan kelakuan kita? Atau berborak dan tingkah laku yang melampau?

2. Bertahan apa-apa penderitaan?

3. Melakukan apa-apa kewajipan?

(D) Mengakhiri pertandingan yang baik:

1. Dilengkapi dengan sempurna (Ef 6: 10-18)

2. Mati syahid dengan gemilang atau berputus asa dan menyerahkan diri?

(E) Menempuhi jalan Syurga:

1. Di manakah tujuan? (Flp 3: 14)

2. Melupakan apa yang ada di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku (Flp 3: 13), atau membajak tapi menoleh ke belakang (Luk 9: 62)

3. Lampau berlari (Yoh 15: 4-5)?

4. Tidak lagi berlari (Kel 16: 1-3)

(F) Memegang kebenaran:

1. Rubah-rubah yang merosakkan kebun anggur (Kid 2: 15)

2. Hanyut dibawa arus (Ibr 2: 1)

IV. Epilog

Berdiri teguh dan jangan bergoyah, giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan,  dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia (1 Kor 15: 58)

Paulus dan Silas di Penjara Filipi
|

Paulus dan Silas di Penjara Filipi

Ayat suci: Kis 16: 16-34

1. Penganiayaan demi Tuhan

a) Difitnah (16: 21).

b) Ditentang (16: 22).

c) Didera(16: 22).

d) Dipenjarakan (16: 23-24).

2. Pekerjaan dalam penjara

2.1 Berdoa dalam penjara (16:25).

a) Semasa berada dalam kelemahan dan kesusahan, Tuhan adalah sandaran kita (Mzm 46: 1; 62: 8; 91: 2).

b) Janganlah khuatir, nyatakanlah segalanya (Flp 4: 6-7).

2.2 Pujian dalam penjara (16: 25).

a) Bersukacitalah sentiasa (1 Tes 5: 16).

b) Bersukacita dalam pengujian (Yak 1: 2; 1 Pet 4: 12).

c) Kerana berkat dari atas adalah besar (Mat 5: 11-12).

d) Percaya akan kehendak baik Tuhan (Rom 8: 28).

2.3 Memberitakan injil dalam penjara (Kis 16: 30-34).

a) Melihat nilai kerja pemberitaan injil melebihi nyawa (Kis 20:24).

b) Tidak berani melupakan amanat Tuhan (Kis 26: 18-19).

Meneladani Paulus
|

Meneladani Paulus

Paulus berkata, “Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus” (I Kor 11 : 1).

Dia berkata demikian bukan untuk menyanjung dirinya tetapi digerakkan oleh anugerah dan kasih Tuhan. Dia berkata, “Tetapi kerana kasih karunia Tuhan aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkanNya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya aku telah bekerja lebih keras dari mereka semua, tetapi bukanlah aku, melainkan kasih karunia Tuhan yang menyertai aku.” (I Kor 15 : 10) Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa, kerana akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu. Sebab itu aku menasihatkan kamu turutilah teladanku! (I Kor 4 : 15 – 16). Seumur hidup Paulus amat sesuai untuk kita teladani terutama dari sikapnya yang suka meneladani sikap Tuhan Yesus. Dalam hal ini kita tidak boleh tidak meneladaninya, dia diutus oleh kerana Tuhan Yesus ingin menunjukkan segala kesabaran diri atas dirinya untuk menjadi teladan bagi manusia yang kemudian percaya kepadaNya dan mendapat hidup kekal (I Tim 1 : 16). Dia berkata, “Sekarang aku bersukacita bahawa aku boleh menderita kerana kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuhNya, iaitu jemaat.” (Kol 1 : 24). Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku  Gal 2 : 20). Kerana bagiku hidup adalah Kristus (Flp 1 : 21). Sebab bagi Tuhan kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa (II Kor 2 : 15). Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu (Flp 3 : 18). Tetapi jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan seorang daripada yang lain (I Kor 4 : 6).

I. TELADAN PAULUS YANG BAIK

1. Sebab aku tahu bahawa di dalamnya sebagai manusia, aku lemah dan tiada sesuatu yang baik (Rm 7 : 18 – 23, II Kor 12 : 5, 9 – 10).

2. Bersandar kepada pertolongan dan keselamatan dari Kristus (Rm 7 : 25 , 8 : 1 – 2)

3. Menerima pertolongan anugerah Tuhan dengan gembira (II Kor 12 : 7 – 9)

4. Tahu melatih tubuh dan menguasai diri (I Kor 9 : 27 ; Kis 24 : 16).

II. PRINSIP PAULUS DALAM MENJALANKAN KERJA

1. Tidak dikawal oleh segala hal ( I Kor 6 : 12 – 13 )

2. Memohon untuk membangun orang dalam segala hal (I Kor 10 : 23 – 24 , 33).

3. Melakukan segala hal dengan jujur dan tulus ikhlas (II Kor 8 : 21).

4. Menjalankan segala hal demi penyebaran Injil (II Kor 13 : 8 ; I Kor 9 : 12 , 33)

III. TELADAN PAULUS SEBAGAI SEORANG MANUSIA

1. Menjadi manusia yang rendah hati (I Kor 15 : 9, Ef 3 : 8; Kis 20 : 18 – 19).

2. Berhati-hati dalam segala hal (II Kor 11 : 9; I Tes 2 : 10).

3. Berdasarkan hati nurani (Kis 23 : 1; II Kor 5 : 11)

4. Segala sesuatu bersandar kepada anugerah Tuhan (II Kor 1 : 12; Rm 12 : 3).

5. Menjalankan segala hal dengan sopan-santun.

“ Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, kerana kami tidak lali bekerja di antara kamu, dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu. Bukan kerana kami tidak berhak untuk itu, melainkan kerana kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti” (II Tes 3 : 7 – 9).

IV. TELADAN KASIH PAULUS

1. Amat mengasihi semua gereja.

a. Semuanya dilakukan demi kepentingan pemercaya (II Kor 4 : 15; 13 : 9) .

1. Tidak menyebabkan saudara jatuh tersandung (I Kor 8 : 13).

2. Jujur serta setia dalam pengajaran (Kis 20 : 20, 26 – 27).

3. Hidup untuk kemajuan gereja (Flp 1 : 24 – 25).

b. Apabila berpisah, hati pemikiran sangat terharu (I Tes 2 : 17 – 20; Flp 1 : 3, 4 : 1).

1. Hendak menambah kekurangan iman gereja (I Tes 3 : 10).

2. Hendak membahagikan kasih karunia rohani bagi gereja (Rm 1 : 11; Kol 2 : 5).

3. Sering menulis surat untuk membangun gereja (II Kor 2 : 4; Gal 6 : 11; Kol 4 : 15).

c. Rela mati dan hidup bersama-sama dengan pemercaya (II Kor 7 : 3).

1. Turut merasai penderitaan dan seksaan (II Kor 11 : 29).

2. Rela bersukacita bersama-sama gereja (Flp 2 : 17 – 18).

3. Rela mengorbankan nyawa demi gereja (I Tes 2 : 7 – 8).

2. Mengasihi kaum sebangsa (Rm 9 : 1 – 3).

a. Berharap dalam segala hal (Rm 11 : 13 – 15).

b. Bersandar dalam segala hal (II Tim 2 : 10).

c. Benar-benar percaya sekeluarga akan diselamatkan pada hari khiamat (Ibr 11 : 23 – 32).

3. Mengasihi musuh (I Kor 4 : 12 – 13).

a. Harus memberkati orang yang mengutuk kita.

b. Harus bersabar apabila kita dianiaya.

c. Menasihati orang dengan baik apabila kita difitnah.

V. TELADAN PAULUS MEMBANTU DOA

1. Giat mendoakan dengan cara menyebut nama.

a. Berdoa untuk gereja Roma (Rm 1 : 9).

b. Berdoa untuk gereja Efesus (Ef 1 : 15 – 16).

c. Berdoa untuk gereja Filipi (Flp 1 : 3 – 4).

d. Berdoa untuk gereja Kolose (Kol 1 : 9).

e. Berdoa untuk gereja Tesalonika (I Tes 1 : 2).

f. Berdoa untuk Filemon (Flm 1 : 4).

g. Berdoa untuk Timotius (I Tim 1 : 3 -4).

2. Berdoa untuk hal-hal rohani.

a. Bersyukur ( I Tes 3 : 9 ).

1. Atas panggilan Tuhan (II Tes 2 : 13).

2. Atas kasih karunia Tuhan (I Kor 1 : 4 – 5).

3. Atas firman Tuhan (I Tes 2 : 13).

4. Atas Iman (Rm 1 : 8; Ef 1 : 15 – 16).

5. Atas Injil (Flp 1 : 3 – 5).

6. Atas penderitaan  (II Tes 1 : 3 – 4).

b. Berdoa dan memohon

1. Agar mata hati terang – mempunyai pengharapan besar (Ef 1 :  17 – 21).

2. Memohon keteguhan iman – kasih yang mempunyai dasar (Ef 3 : 14 – 19).

3. Memohon pertambahan kasih – menjadi orang yang jujur dan tidak mempunyai kesalahan (Flp 1 : 9 – 11).

4. Memohon pemahaman terhadap kehendak Tuhan – membuahkan buah kebaikan (Kol 1 : 9 – 11).

c. Memberkati

1.  Amat suci, tidak bercacat-cela (I Tes 5 : 23).

2. Mengharapkan kasih membesar – tidak ditegur dari mana-mana pihak (I Tes 3 : 12 – 13).

3. Semoga berpadanan dengan panggilan Tuhan – bersukacita denganTuhan (II Tes 1 : 3 – 4).

d. Memperingati ( I Tes 1 : 3 ).

1. Usaha iman (Kol 1 : 3 – 5; I Kor 15 : 58).

2. Jerih-payah kasih (I Tes 2 : 9 , 11 – 12).

3. Kesabaran dalam pengharapan (Yak 5 : 7 – 11).

VI. TELADAN PAULUS MENGASIHI KRISTUS

1. Mengasihi Tuhan melebihi dunia.

a. Memandang segala sebagai debu tanah (Flp 3 : 7 – 8).

b. Menyalibkan dunia di atas salib (Gal 6 : 14).

2. Mengasihi Kristus melebihi diri sendiri.

a. Bukan lagi hidup untuk diri sendiri (II kor 5 ; 14 ; Gal 2 : 20).

b. Rela mengorbankan nyawa demi Kristus (Kis 20 : 24 , 21 : 13).

3. Kasih yang sedemikian amat teguh tiada bandingannya.

a. Dengan kasih Tuhan segala penderitaan dan penindasan dapat diatasi (Rm 8 : 35 – 37).

b. Kasih dalam Kristus lebih teguh daripada kematian (Rm 8 : 38 – 39; Kid 8 : 8 : 6 – 7).

4. Demi mengasihi Kristus sehingga cemburu ilahi.

a. Mahukan pemercaya memegang kesucian bagi Kristus (II Kor 11 : 2 – 3).

b. Benar-benar mengharap agar pemercaya mengasihi Tuhan (I Kor 16 : 22).

VII. TELADAN PAULUS BERSANDAR KEPADA TUHAN

1. Segala sesuatu berdoa kepada Tuhan (Kis 22 : 10).

a. Memohon Tuhan membimbing dalam segala perjalanan (Rm 1 : 10; 15 : 32; I Kor 4 : 19 , 16 : 7).

b. Berdoa kepada Tuhan sebanyak tiga kali oleh kerana diri dalam dirinya (II Kor 12 : 8).

c. Memohon Tuhan menyelamatkan dia dari kalangan manusia yang tidak menurut di Yudea (Rm 15 : 30 – 31).

d. Memohon Tuhan memberi bakat berbicara (Ef 6 ; 19).

e. Berdoa supaya Tuhan membuka pintu untuk pemberitaan Injil (Kol 4 : 3 – 4).

2. Berbuat segala sesuatu dengan bersandar kepada Tuhan (Flp 4 : 13).

a. Bersandar kepada Tuhan untuk memenangi penderitaan (II Tim 1 : 8 – 10).

b. Bersandar kepada kasih karunia Tuhan untuk menjadi manusia (II Kor 1 : 12).

c. Bersandar kepada Tuhan untuk berkhotbah (I Kor 2 : 17; I Kor 2 : 1 – 5).

d. Bersandar kepada Tuhan untuk membantu orang lain (I Kor 1 : 10; I Tes 4 : 1).

e. Bersandar kepada Tuhan untuk mengutus hamba (Flp 2 : 19).

f. Bersandar kepada Tuhan untuk bersukacita dengan besar-besaran (Flp 4 : 10).

VIII. TELADAN PAULUS MENYEBARKAN INJIL

1. Menyedari utusan , benar-benar mengetahui tanggungjawab sendiri (Rm 1 : 1, 11 : 13; I Kor 1 : 17 ; II Tim 1 : 11 – 12). Hamba Yesus Kristus iaitu Paulus yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Tuhan (Rm 1 : 1).

a. Seperti berhutang (Rm 1 : 14 – 15).

b. Tidak menganggap Injil sebagai sesuatu yang memalukan (Rm 1 : 16; II Tim 1 : 8).

c. Tidak menghiraukan nyawa (Kis 20 : 24).

d. Celakalah jika tidak memberitakan Injil (I Kor 9 : 16 – 17).

e. Rela menjadi hamba di kalangan manusia (I Kor 9 : 19 – 23).

2. Memegang perintah Tuhan dengan berhati-hati dan berusaha memberitakannya : “Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari syurga itu tidak pernah aku tidak taat. Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahawa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Tuhan serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu” (Kis 26 : 19 – 20).

a. Tidak menggunakan kata-kata yang indah dan hikmat manusia tetapi hanya dengan kuasa Tuhan yang besar (I Kor 2 : 1 – 5, 13).

b. Tidak tamak dan tidak menggunakan tipu helah (I Tes 2 : 3 , 5; II Kor 2 : 17, 4 : 1 – 2).

c. Tidak meminta kemuliaan dari orang lain sebaliknya haruslah rendah hati (I Tes 2 : 6 – 7; II Kor 11 : 7).

d. Menggunakan berbagai hikmat untuk memimpin orang ke hadapan Tuhan (Kol 1 : 28 – 29).

e. Tidak menurut kehendak manusia tetapi memohon diperkenankan Tuhan (Luk 1 : 10 – 12; I Kor 11 : 23; I Tes 2 : 4).

f. Berdebat untuk kebenaran dengan bersungguh-sungguh (Kis 15 : 1 – 2, 17 : 16 – 17, 18 : 4, 19 : 8; Gal 1 : 8).

IX. WATAK HIDUP PAULUS

1. Dia pernah menjadi sumber dosa yang menganiaya gereja (I Tim 1 : 13, 16; Gal 1 : 13).

a. Turut serta dalam penganiayaan terhadap Stefanus (Kis 7 : 57 – 60).

b. Mengeluarkan kata-kata mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan (Kis 9 : 20).

c. Mengetuai satu kumpulan untuk memberkas murid-murid di Damsyik (Kis 9 : 2).

d. Cahaya ilahi Tuhan menyinarinya lalu bertobat berpaling kepada Tuhan (Kis 9 : 3 – 19).

Mulai dari saat itu, tindakan dosanya telah berubah menjadi hamba yang baik. Berjalan di atas firman Kristus (Gal 2 : 20).

2. Dia adalah seorang pemenang perlumbaan (I Kor 9 : 24).

a. Mempunyai arah yang tetap dalam perlumbaan (I Kor 9 : 26).

b. Giat berlumba (Flp 3 : 12).

c. Menjawat jawatan jurulatih (Flp 3 : 13 – 16; Gal 5 : 7).

3. Dia adalah seorang yang berbakat dalam olahraga.

a. Terlebih dahulu melatih tubuh dan menguasai seluruhnya (I Kor 9 : 27).

b. Bukan peninju yang sembarangan saja memukul (I kor 9 : 26).

c. Penguasaan diri dalam segala hal (I Kor 9 : 25).

d. Bertanding menurut peraturan-peraturan (II Tim 2 : 5).

4. Dia adalah seorang petani yang rajin (II Tim 2 : 6).

a. Menanam dengan baik (I kor 3 : 6 – 8).

b. Keluar membajak dan menanam dengan penuh harapan (I Kor 9 : 10).

c. Menyimpan harta bagi anaknya (II kor 12 : 14 – 15).

5. Dia adalah mandur yang bijak

a. Menyiapkan dasar bait suci (I Kor 3 : 10 – 11).

b. Membimbing hamba untuk membina (I Tim 3 : 14 – 15).

c. Melarang mengurangkan kerja dan bahan-bahannya (I Kor 3 : 10, 3 : 12 – 15; Gal 1 : 8).

6. Dia adalah seorang penguasa rumah Tuhan yang misteri (I Kor 4 : 1).

a. Setia (I Kor 4 : 2; I Tim 1 : 12; Luk 16 : 1; Mat 24 : 45 – 47).

b. Tahu dengan mendalam tentang rahsia Kristus (Ef 3 : 2 – 4).

c. Tahan menderita (I Kor 4 : 11 – 12).

7. Dia adalah pelakon yang istimewa (I kor 4 : 9).

a. Dia ada penonton di syurga dan di dunia (I Kor 4 : 9).

b. Boleh mempersembahkan kelincahan dalam lakonannya (Gal 2 : 20; Rm 14 : 7 – 8).

c. Mentaati penulisan skrip (I Kor 15 : 3 – 4).

d. Menerima petunjuk dari pengarah dengan baik (kis 26 : 16 – 23; I Tes 2 : 4).

8. Dia adalah pesuruh Tuhan.

a. Mewakili Kristus mendamaikan manusia dengan Tuhan (II Kor 5 : 18 – 20).

b. Menyatakan pendiriannya dalam segala hal (II kor 6 : 3 – 10).

c. Memberitakan kemuliaan kerajaan Tuhan (Kis 20 : 25).

d. Dia dilengkapi dengan hikmat, kasih dan keberanian (I Kor 2 : 6 – 7 [ hikmat ]; II Kor 2 : 6 – 11 [ kasih ]; Kis 14 : 2 – 3, 15 : 26 [ keberanian ]) .

9. Dia adalah seorang ayah yang lemah-lembut dan pengasih.

a. Melahirkan anak dalam injil kebenaran (I Kor 4 : 15).

b. Mengorbankan kekayaan dan tenaga bagi anak-anak (II Kor 12 : 15).

c. Mencucurkan air mata menasihati anak-anak (Kis 20 : 31; I Tes 2 : 11).

10. Dia adalah seorang ibu yang berbudi.

a. Mengalami penderitaan untuk anaknya yang telah bersalin (Gal 4 : 19).

b. Mengasuh anak dengan ramah dan lemah-lembut (I Tes 2 : 7).

c. Mengasihi anak melebihi nyawa (I Tes 2 : 8).

d. Bersusah-payah dan berjerih-payah demi anak sendiri (I Tes 2 : 9).

11. Dia adalah seorang perajurit yang berani.

a. Tidak terikat oleh urusan-urusan duniawi (II Tim 2 : 4).

b. Tidak takut mengalami penderitaan dan kesengsaraan (II Tim 2 : 3 , 3 : 11).

c. Mengenakan keseluruhan perlengkapan rohani yang diberikan oleh Tuhan (Ef 6 : 11 – 17).

d. Tidak takut mati berperang dengan binatang buas (I Kor 15 : 31).

e. Telah mengakhiri pertandingan yang baik (I Tes 2 : 2 ; II Tim 4 : 7).

12. Dia adalah rasul yang paling besar ( II Kor 11 : 5 , 12 : 11 ).

a. Dibuktikan melalui tanda mujizat dan kuasa-kuasa ajaib membuktikan seorang rasul (II Kor 12 : 12).

b. Menerima petunjuk yang paling besar (II Kor 12 : 1 – 7).

c. Paling banyak menderita (II Kor 11 : 23 – 28).

d. Kuasa yang amat besar (I Kor 4 : 19 – 21; II Kor 13 : 10).

e. Menerima paling banyak tanggungan (Kis 9 : 15 – 16).

f. Pekerjaan paling luas (Rm 15 : 17 – 21).

g. Paling banyak meninggalkan pengajaran bagi gereja (Menulis 13 pucuk surat).

13. Dia adalah seorang tahanan yang paling mulia. Dipenjarakan kerana Kristus Yesus.

a. Demi orang yang tidak mengenal Tuhan (Ef 3 : 1).

b. Tidak malu ketika dipenjarakan (II Tim 1 : 8).

c. Bila dia telah dipenjarakan, Injil menjadi semakin maju pula (Flp 1 : 12 – 14).

d. Semasa dalam penjara, dia membawa kepada penjara dan sekeluarganya percaya kepada Tuhan (kis 16 : 25 – 34).

e. Membawa rantai memberitakan injil (Ef 6 : 20 ; Kis 21 : 33 , 28 , 30 – 31).

Seumur hidup Paulus adalah untuk Tuhan, dia mengambil beraneka jenis watak dan meninggalkan teladan yang baik bagi pemercaya yang kemudian. Iman, pengharapan dan kasih haruslah dengan lengkap. Kebenaran, kebajikan dan kebaikan pun sempurna. Orang pada masa itu amat cemburunya. Orang yang kemudian lebih lagi harus meneladaninya terutama lagu kemenangannya sebelum meninggal dunia. Inilah sasaran yang harus dikejarkan oleh pemercaya dahulu dan sekarang. “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan. Hakim yang adil, pada hariNya, tetapi bukan hanya kepadaku melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatanganNya.” Ini adalah lagu kemenangan yang menarik dan amat agung. Semoga kita menyanyi bersama-sama dengan gembira sehingga kedatangan Tuhan.

Siapakah Engkau? Ya, Tuhan !
|

Siapakah Engkau? Ya, Tuhan !

Ayat suci : (Kis 9: 1-9) Pengalaman mengenai Saulus dipilih oleh Tuhan.

Latar belakang Saulus

(i) Seorang permercaya agama Yahudi yang soleh.

(ii) Seorang pengawai tinggi.

(iii) Seorang yang mempunyai pengetahuan tinggi, memahami segala hukum taurat.

 Kepercayaan Saulus

(i) Beragama Yahudi, membaca kitab perjanjian lama dan menyembah Tuhan yang Esa.

(ii) Menjadi giat kerana iman kepercayaan sendiri.

(iii) Percaya kepada Tuhan namun tidak mengenali siapakah Yesus sebenar.

(iv) Ingin menjadi giat bagi Tuhan, tetapi mengancam dan membunuh Jemaat benar. Ia menghalang injil dan menghalang Tuhan.

(v) Kepercayaan yang sia-sia, yang diturunkan oleh nenek-moyang,  mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang diturunkan dan tidak mengikuti kebenaran Tuhan. Kini, ia dipanggil oleh Tuhan, maka ia berusaha untuk mengejarkan supaya mengenali Tuhan.

  • Dalam batin kerohaniannya, ia mencari : Siapakah Engkau? Ya Tuhan!

(a) Menunjukkan kesedarannya dalam kepercayaan.

(b) Menunjukkan ia mencari Tuhan dengan rendah-hati.

(c) Menunjukkan hatinya yang bersungguh-sungguh untuk mengasihi Tuhan.

(d) Memang benar, jalan kepercayaannya salah dahulu.

(e) Tahu nama Tuhan tetapi tidak mengenali siapakah Tuhan sebenarnya.

Kita harus mengenal pasti bahawa Tuhan yang dipercayai untuk memperoleh keselamatan dari Tuhan. (Yes 55: 6-7; Hos 6: 1-3) 

(I) Tuhan adalah Roh.(2Kor 3: 17; Why 22: 6; Yoh 4: 24)

(i) Menolak Roh Kudus bemaksud menolak Tuhan. Orang Yahudi adalah satu peringatan.

(ii) Menerima Roh Kudus dapat dilihat. (Kis 19: 1-7;  16-18; 10: 46; 2:33 )

(iii) Roh Kudus merupakan bukti untuk memasuki kerajaan sorga. (Efs 1 : 13-14)

(iv) Roh Kudus adalah slogan kesejahteraan.( Why 7 : 1-3)

(v) Roh Kudus adalah bukti menandakan kita milik Kristus.(Rm 8: 9)

(vi) Roh Kudus adalah bukti kebangkitan zaman akhir. (Rm 8 : 11)

(vii) Roh Kudus adalah saksi bersama dengan Tuhan. (1Yoh 3 : 24)

  • Orang yang sesungguhnya mengenali Tuhan iaitu mengenali Roh KudusNya.

(II) Jemaat merupakan tubuh Tuhan. (Efs 1: 23)

(i) Tubuh Tuhan hanya satu : walaupun demominasi agama kristian banyak, namum tubuh Tuhan hanya satu.

(ii) Mempunyai tiga syarat dalam tubuh Tuhan :

(a) Di mana ada tubuh, di situ ada rohnya. (Roh Kudus) (Rm 8:9)

(b) Di mana ada tubuh, di situ ada perkataannya. (Injil yang lengkap) (Kol 1 : 25; Kis 20: 27)

(c) Di mana ada tubuh, di situ akan menyatakan kekuatannya.

  • (Mujizat-mujizat Tuhan) (Mrk 16 : 17-18)

(iii) Percaya kepada Tuhan tetapi tidak menganut ke dalam gerejaNya, ia masih belum mengenali Tuhan.

(iv) Sesiapa yang menganiya GerejaNya, ia menganiya Tuhan.

(v) Taat dan mengambil berat tentang JemaatNya bermaksud menghormati dan mengasihi Tuhan.

(III) Tuhan adalah firman. (Yoh 1: 1; 14: 6)

(i) Sesiapa yang menolak perkataan dari mulutNya, ia menolak Tuhan. (Yoh 12 : 48)

(ii) Firman Tuhan, terdapat dua bahagian :

(a) Bersifat doktrin. (segi penyelamatan)

(b) Bersifat pengajaran. (segi penyempurnaan rohani)

  • Tidak seharusnya menambah atau mengurangkannya. (Ams 30 : 5-6); Why 22 :18-19)

(IV) Tuhan adalah kasih. ( 1 Yoh 4 : 8-16)

(i) Tuhan mangasihi manusia sehingga mengaruniakan anakNya yang tunggal.(Yoh 3: 16; 1Yoh 4: 9)

(ii) Seorang yang mengenali Tuhan iaitu tahu mengasihi Tuhan dan sesama manusia.

(iii) Kasih adalah terbesar dari semua karunia. (1 Kor 13 : 1-4)

Kesimpulan :  (Hos 6; 1-3; Mat 7: 21-24; Ayb 22: 21)