20. Teladan Baik Dari Maria Ibu Tuhan
Luk 1 : 26-33: Maria adalah orang pertama sebagai perempuan yang memperoleh berkat Anugerah. Sebab sejak zaman nenek moyang sampai kini, beribu-ribu perempuan, hanya dialah yang terpilih sebagai ibu dari Tuhan, yakni kerana kepercayaannya dan akhlaknya yang sangat sempurna, sehingga dapat dijadikan sebagai contoh bagi segenap jemaat. Di sini akan ditunjukkan satu persatu segala kebaikannya dengan jelas.
I. TINGGAL DALAM SUASANA BURUK/JAHAT, NAMUN TIDAK TERNODA OLEH KEBIASAAN BURUK TERSEBUT (Yoh 1 : 46)
Pada saat itu, Nazaret adalah suatu tempat yang tidak berpenghuni orang baik (Yoh 1 : 46), sebab hubungan dengan orang luar dari utara dan selatan (Asyur, Mesir, dan lain-lain) semua tinggal di tempat tersebut.
Keburukan adat semakin kuat, sehingga umat hidup didalam kegelapan (Mat 4 : 15-16).
Hanya Maria sebagai bunga teratai di dalam kolam, namun tidak ternoda sedikit pun.
- Orang yang hidup di dalam suasana kejahatan, namun dapat memelihara kesucian, adalah teladan umat Kudus yang paling berharga, Yusuf dan Daniel adalah orang-orang tersebut.
II. IA HANYA TAKUT AKAN ALLAH, MEMULIAKAN TUHAN SEBAGAI YANG MAHA BESAR (Luk 1 : 46)
Sebab yang sungguh takut akan Allah, maka menjauhi kejahatan (Ams 16 : 6; Ayb 1 : 1).
III. BERGEMBIRA KERANA ALLAH (Luk 1 : 47)
Iaitu bergembira bagi Allah, maka dalam hatinya merasa puas, terang bercahaya dan berpengharapan, serta tidak tergoda oleh kesenangan dunia yang berfantasi itu.
IV. MEMILIH SUAMI TIDAK MEMANDANG PARAS :
Yusuf adalah orang yang terhina pada saat itu, menurut berita Yusuf berusia 40 tahun lebih, namun kasih belum menikah. Usianya jauh lebih besar dari Maria yang 20 tahun, Yusuf tidak tampan dan sangat miskin, tetapi Maria mahu menikah dengan dia. Oleh kerana ia mengenal Yusuf sebagai “orang yang tulus” (Mat 1 : 19).
- Yusuf adalah orang yang tulus, hanya dapat dilihat dalam Matius pasal 1 dan pasal 2 : Iaitu dalam segala perkara ia selalu taat pada perintah Allah dan melaksanakannya (Mat 1 : 24; 2 : 14, 21-22).
Serta menghormati orang, meskipun ia mencurigai terhadap kehamilan Maria, namun tidak mahu menghina dia secara nyata (Mat 1 : 19). Bahkan yang lebih dapat dipuji adalah setelah menikah dengan Maria, ia tidak bersetubuh dengan Maria, sampai Yesus dilahirkan (Mat 1 : 24-25).
V. SENANG BERGAUL DENGAN SAUDARA SEIMAN, DAN MEMUJI ALLAH BERSAMA (Luk 1 : 39-41, 56)
Ia pergi melawat Elisabeth yang jauh, untuk bersama-sama memuliakan Anugerah Allah, bersama-sama memuji Allah, serta tinggal bersama untuk beberapa hari dan tidak mahu berpisah, sesuai dengan Injil Kebenaran yang terdapat dalam Kitab Mazmur dan Kitab Ulangan (Mzm 96 : 1-4; Ul 11 : 19).
VI. BERSABAR KERANA TUHAN :
Kehamilannya, bahkan Yusuf sebagai orang yang tulus pun mencurigainya; Maka dapat diketahui, bahawa ia menerima penghinaan dari orang lain tanpa dalih, ia hanya menuruti kehendak Allah, dan menerima dengan kesabaran.
Serta menerima kesedihan, kerana memperoleh petunjuk bagi anak yang akan diahirkan itu (Luk 2 : 35). Maka pada saat penggenapan, ia mentaati kehendak Allah semuanya, hatinya bagai ditusuk dengan pisau, juga tetap bersabar (tahan) sampai akhir (Ruj : Yoh 19 : 26).
VII. BAIK DALAM PENDIDIKAN ANAK :
Sejak Yesus masih kanak-kanak, sudah senang akan Alkitab (Luk 2 : 46-47).
Di rumah, dalam segala hal selalu menurut akan ibubapa; Setelah pergi memberitakan Injil, terhadap Alkitab sangat memahaminya, memegang hari Sabat menjadi kebiasaanNya (Luk 4 : 16).
- Maria sesungguhnya adalah orang yang dipuji sepanjang masa (Luk 1 : 42, 48) yang patut diperingati, dihormati oleh umat selanjutnya, terlebih lagi harus mencontoh teladan kebaikannya serta melaksanakannya.
