Menaruh Hati Seperti Hati Kristus
| | |

Menaruh Hati Seperti Hati Kristus

Menaruh Hati Seperti Hati Kristus

[Cai Zhen Ming]

Nas Kitab: Flp 2:5

I. Hati Yang Lemah Lembut (Mat 11:28-30; Ef 4:1-3)

II. Hati Yang Mengampuni (Luk 7:36-50; Yoh 8:10-11; Luk 23:42-43)

III.  Hati Yang Menyelamatkan Orang (Luk 9:51-56)

IV.  Hati Yang Memikirkan Hal Bapa (Luk 2:49; Yoh 17:1-4; Mat 26:41-46; I Tes 2:4)

V. Hati Yang Membenci Kejahatan Mencintai Kebaikan (Mat 23:29; Why 3:14; Yes 53:9; Ibr 1:9; Yoh 4:23)

VI. Hati Yang Memahami Kelemahan (Ibr 4:15; Mat 26:41; Luk 23:27-32)

VII. Hati Merasa Cukup Dan Bersyukur (I Tim 6:6-8; I Tes 5:16, 18), mengapa perlu merasa cukup (I Tim 6:7), bagaimana merasa cukup (8)

Penutup:

Setiap yang bersyukur adalah orang yang merasa cukup, ia percaya dengan yakin bahawa pimpinan Allah sekali-kali tidak salah, tahu bersyukur tatkala jatuh dalam pengujian dan tidak bersunggut-sungut; umpama suatu cawan penuh air yang dipegang seseorang, apabila seseorang lain melanggarinya air begitu senang tertumpah keluar. Demikianlah seseorang yang dipenuhi Allah dan yang menaruh hati seperti hati Kristus, ia akan terus-menerus memancarkan kelemah-lembutan dan kasih setia Tuhan Yesus.

Relakanlah Hatimu Dan Bertobatlah
| | |

Relakanlah Hatimu Dan Bertobatlah

Relakanlah Hatimu Dan Bertobatlah

[Hsu Tong Lin]

Prakata

Tuhan Yesus menyuruh Yohanes menuliskan surat kepada jemaat Laodikia (para AJK gereja), katanya: “Tuhan tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas malahan masih menganggap diri sendiri kaya tetapi tidak tahu bahwa engkau melarat dan malang, miskin, buta dan telanjang; menasihatkan mereka agar membelikan emas, pakaian putih dan minyak mata daripada Tuhan. Barangsiapa yang dikasihi Tuhan akan ditegor dan dihajarNya; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah. Tuhan sedang berdiri di muka pintu dan mengetok; orang yang mendengar suaraNya dan membuka pintu, Tuhan akan masuk dan makan bersama-sama dengannya” (Why 3:14-22).

[1]      Kepentingan Merelakan Hati

  1. Yang tidak dingin dan tidak panas akan dimuntahkan Tuhan (Why 3:15-16)
  2. Iblis seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya (I Ptr 5:8-9; I Yoh 5:4)
  3. Kehidupan manusia tidaklah panjang, selama masih boleh dikatakan hari ini, pergiatkanlah diri (Ibr 3:12-19; Pkh 12:1-8)
  4. Pada hari-hari terakhir akan datang masa-masa yang sukar (I Ptr 3:10-13; I Tes 5:2-8)
  5. Tuhan akan segera datang , penghakiman akan tiba (I Ptr 4:17-19; Rm 13:11-14; Mat 25:14-46)

[2]      Definisi Bertobat

  1. Akui dosa memohon pengampunan (Mzm 38:19; 51:19)
  2. Jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk (Mrk 14:71, 72; Luk 22:62; 7:37, 48-50). Misalnya anak yang hilang kembali (Luk 15:18), doa pemungut cukai (Luk 18:13-14)
  3. Jauhi dosa kejahatan (Ams 28:13-14; Yes 55:7)
  4. Hasilkan buah yang benar (Luk 3:8-14; 19:8)

[3]     Kepentingan Bertobat

i. Ingin pergiatkan diri haruslah bertobat dahulu (I Yoh 1:8; Yak 4:8)

ii. Supaya jangan ditimpa malapetaka (Why 2:22)

Untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah (Luk 13:35; Kis 2:38).

iii. Dapat menghiburkan Tuhan, memuliakan Tuhan dan mendatangkan kebaikan kepada manusia (Ef 4:30; Luk 15:7, 10, 23-24). Allah tidak mendengar doa orang dosa (Yoh 9:31)

iv. Pergunakan kesempatan untuk bertobat (Mat 26:25; 27:5; II Ptr 3:8-10)

[4]     Perilaku Merelakan Hati

  1. Teringin mendekat pada Tuhan (Kis 3:1-4; Ibr 10:25; Mzm 122:1)
  2. Rela menerima ajaran dan nasihat (Kis 18:24-28; Ibr 3:12-14)
  3. Melayani Tuhan dengan penuh kerelaan (Rm 12:11; Flp 3:6-8; Kis 20:24; II Tim 4:7-8). Misalnya Elia yang dengan beraninya menghapuskan nabi-nabi palsu; Daniel dan tiga orang sahabat mempertahankan iman tidak beribadah kepada allah asing.
  4. Memberi persembahan demi kasih akan Tuhan (Luk 8:1-3; Mat 6:21; 26:6-13; Kis 4:32-35)

[5]     Bagaimana Merelakan Hati (Why 3:1-3; 2:4-5)

i. Belikan emas yang telah dimurnikan dalam api (Why 3:17-18)

Sebab miskin: di dalam jiwa dan batin (Luk 12:21; 18:11).

Harus berusaha mengejari (beli) (Mat 13:45): Kebenaran (Mzm 12:7; Ams 23:23); terimakan latihan pengujian (Ams 17:3; 27:21; Ayb 23:10; I Ptr 5:12-14).

ii. Belikan pakaian putih (Why 3:4-5)

Sebab telanjang (Why 19:8): tiada kebenaran sebaliknya penuh kejahatan; memiliki perbuatan yang memalukan masih tidak sedar-sedar (Mrk 5:15).

Kejari kekudusan (Ibr 12:14; Rm 6:1-5; Why 16:15): kerjakanlah kerja keselamatan dengan takut dan gentar, kenakan pakaian pesta (Mat 22:11-14).

iii. Belikan minyak mata (Why 3:18)

Mata hati telah dibutakan sehingga tidak dapat membezakan benar dengan palsu (II Kor 4:4; Yes 5:20-23; Mat 6:23).

Usahakan diri dipenuhi Roh Kudus (Ef 1:17-18; Yoh 16:13). Hanyalah Roh Kudus yang mengaruniakan hikmat untuk menyelidiki segala sesuatu (I Kor 2:9-12) sehingga mengertikan kehendak Tuhan (Kol 1:9-10).

 

Kesimpulan

Tuhan penuh kemurahan dan panjang sabar terhadap kita, namun kita tidak boleh kembali menjadi tidak dingin dan tidak panas, supaya jangan dimuntahkan keluar. Teladanilah mereka yang memimpin kita semenjak dulu, teladani iman mereka dan renungilah kesudahan mereka (Mat 12:20; Why 3:15-22; Ibr 13:7-8).

Menaruh Hati Yang Terdapat Juga Dalam Tuhan
| | |

Menaruh Hati Yang Terdapat Juga Dalam Tuhan

Menaruh Hati Yang Terdapat Juga Dalam Tuhan

[Chen Wan Fa]

Nas Kitab: Flp 2:5-8

Prakata

Membaca secara teliti Flp 2:1-8, kita akan ketahui betapa rendah hati Tuhan. Sifat yang ditunjukkan adalah seperti berikut:

[1]      Tidak Menganggap Diri Sendiri Setara Dengan Allah (6)

i. Ia sememangnya mempunyai rupa Allah (6a).

ii. Tidak ‘mempertahankan’ (6a). Versi Li: ‘tidak keras-keras bertahankan dengan tidak rela lepaskan’.

¨ Jangan dalam perselisihan dan iri hati (Rm 13:13; Ams 13:10).

¨ Malaikat yang mulia binasa disebabkan ingin menjadi setara dengan Tuhan (Yes 14:12-14).

 [2]      Melainkan Telah Mengosongkan Diri (7)

i. Versi Li: Melainkan telah menumpahkan diri.

ii. Mengambil rupa seorang hamba – rela menjadi hamba semua orang.

iii. Menjadi sama dengan manusia – menjadi hina seperti orang dosa.

¨ Selidiki apakah kemuliaan diri sendiri adalah yang dibenci (Ams 25:27).

¨ Hanya dengan adanya hati sebagai seorang hamba dan rendah hati barulah rela melayani orang (Mat 20:26-28).

 [3]     Merendahkan Diri Dan Taat (8)

i. ‘Menaruh hati’: mempersiapkan diri dengan hati yang taat.

ii. Rela taat kepada kehendak Allah sampai mati, bahkan sampai mati di atas kayu salib (8; Mat 26:39, 42, 44).

¨ Disebabkan tidak taat, maka Uzia telah menerima hukuman (II Taw 26:16-19).

¨ Rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain (I Ptr 5:5).

[4]     Hasil Kerendahan Hati

i. Ada damai sejahtera di dalam hati (Mat 11:29) – orang yang tinggi hati tidak merasa aman di dalam hati (I Sam 18:6-10).

ii. Akan ditinggikan Allah (Flp 2:9-11) – orang yang congkak pasti gagal (Ams 15:33b, 18).

Penutup

Allah mengasihani orang yang rendah hati (I Ptr 5:6); justru itu rendahkanlah diri dengan menganggap orang lain lebih utama dari diri sendiri.

Tiga Khazanah Tersimpan Dalam Hati
|

Tiga Khazanah Tersimpan Dalam Hati

Kitab Bacaan : 1 Kor 13 : 13

I. Hati tersimpan iman ( Ibr 11 : 6 ).

1. Iman dalam kepercayaan

i. Percaya bahawa Tuhan Yesus adalah Juruselamat Tunggal manusia ( Yoh 1 : 1 – 2 , 4 ; Kis 4 : 12 ; Yoh 14 : 6 ).

ii. Percaya bahawa Alkitab yang diilhamkan oleh Tuhan ( 2 Tim 3 : 16 – 17 ).

iii. Percaya bahawa Gereja Benar adalah gereja yang diselamatkan ( Yoh 15 : 1 ; Mat 16 : 18 – 19 ; 1 Tim 3 : 15 ).

iv. Percaya bahawa Tuhan akan turun dari syurga pada akhir zaman untuk menghakimi umat manusia, orang benar akan memperoleh hidup kekal , orang jahat akan memperoleh hukuman abadi ( Mat 25 : 31 – 34 , 46 ; Why 20 : 11 – 15 , 21 : 25 – 27 ).

2. Iman dalam kehidupan

i. Percaya bahawa Tuhan Yesus adalah Juruselamat Yang Mahakuasa, tiada hal yang mustahil bagiNya ( Luk 18 : 26 , 41 – 42 ).

ii. Percaya bahawa perlayanan dalam gereja akan diingati Tuhan, untuk menggenapi projek yang rohani ( 1 Kor 15 : 58 , 3 : 10 – 15 ).

iii. Percaya bahawa persembahan yang sukarela, pemberian yang berkasih akan diperingati Tuhan dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya untuk mencapai hidup yang sebenarnya ( 2 Kor 9 : 6 – 15 ; 1 Tim 6 : 17 – 19 ; Kis 10 : 1 – 4 ).

* Harus teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula ( Ibr 3 : 12 – 14 ).

II. Hati tersimpan pengharapan

1. Tuhan membawa pengharapan baru kepada semua manusia ( Luk 2 : 8 – 11 ).

2. Harus teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita dalam kehidupan ( Ibr 10 : 22 – 23 ).

3. Harus menatap ke langit dalam penganiayaan, pasti memperoleh kekuatan ( Kis 7 : 54 – 56 ).

4. Harus memiliki pengharapan walaupun tubuh jasmani meninggal dunia ( Ibr 11 : 13 – 16 ).

* Pengharapan akan memberikan orang daya gerak, memberikan orang arah tuju, memberikan orang sukacita.

III. Hati tersimpan kasih

1. Allah adalah kasih ( 1 Yoh 4 : 8 – 10 ).

2. Setiap orang yang lahir dari Allah pasti mempunyai kasih ( 1 Yoh 4 : 7 ).

3. Setiap orang yang lahir dari Allah harus mengasihi Allah dan manusia ( 1 Yoh 4 : 19 – 21, 5 : 1 – 3 ).

4. Orang yang mengasihi Tuhan harus saling mengasihi ( 1 Yoh 4 : 11 – 12 ).

5. Harus menunjukkan kasih dengan perbuatan ( 1 Yoh 3 : 18 ; Yak 1 : 27 ).

* Harus mengekalkan kasih yang semula ( Why 2 : 4 – 5 ).

Kesimpulan:

Seseorang memiliki iman yang sesungguhnya akan melahirkan pengharapan untuk masa kini dan masa akan datang, jika memiliki pengharapan, akan melahirkan kasih yang tulus.

Sebab-sebab Doa Tidak Dikabulkan
| | |

Sebab-sebab Doa Tidak Dikabulkan

Doa sesetengah orang besar kuasanya, tetapi juga terdapat doa sesetengah orang tidak dikabulkan, apakah sebab-sebabnya ? Di sini menurut Alkitab telah disenaraikan butir-butir seperti berikut:-

1. Hati berasa bimbang (Yak 1 : 6 – 7)

  • Teriakan yang kosong tidak didengari (Ayb 35 : 13).
  • Berseru dalam kesetiaan akan didengari (Mzm 145 : 18 – 19).

2. Keras hati tidak mendengar panggilan Tuhan (Za 7 : 12 – 13)

  • Sesiapa yang tidak mendengar perintah Tuhan, Tuhan juga tidak akan mendengarkannya (1 Sam 15 : 23 – 28).
  • Allah akan mendengarkan orang yang melakukan kehendakNya (Yoh 9 : 31 , ruj Yoh 15 : 7).

3. Tiada kasih (Ams 21 : 13)

  • Orang kaya yang tiada kasih (Luk 16 : 19 – 2).
  • Orang yang memperhatikan orang lemah akan diluputkan Tuhan dari celaka (Mzm 41 : 2).

4. Tidak mengampuni orang (Mat 6 : 14 – 15)

  • Penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan (Yak 2 : 13, Mat 18 : 21 – 35).
  • Kita mengampuni orang lain, Tuhan juga akan mengampuni kita (Mat 6 : 12 – 14).

5. Berbuat jahat (Yes 1 : 15 – 16, Yeh 8 : 17 – 18)

  • Sekalipun orang yang berkelakuan tidak baik (tidak menahan kakinya) berpuasa dan berdoa, Tuhan juga tidak dengar (Yer 14 : 10 – 12).
  • Doa orang jujur dikenan Tuhan (Ams 15 : 8).

6. Orang durhaka (Ayb 27 : 8 – 9)

  • Lenyap harapan orang fasik (Ayb 8 : 13).
  • Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan (2 Ptr 2 : 9).

7. Yang salah berdoa – meminta yang tidak patut (Yak 4 : 3 – 4)

  • Permohonan yang mengingkari firman Tuhan tidak dikabuli Tuhan (Luk 9 : 51 – 56 , Mrk 10 : 35 – 38).
  • Meminta menurut kehendak Tuhan pasti dikabuli (1 Yoh 5 : 14 – 15).

8. Yang berdosa (Yes 59 : 1 – 2)

  • Allah tidak mendengarkan doa orang-orang berdosa (Yoh 9 : 31).
  • Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar dan telingaNya dengar doa mereka (1 Ptr 3: 12 , Ams 10 : 24 , 15 : 29).

 

Relakanlah Hatimu
|

Relakanlah Hatimu

 

“…sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!” (Wah 3:19)

Walaupun setiap orang mempunyai motif yang berlainan sewaktu baru percaya kepada Tuhan, namun selepas menerima baptisan di dalam Tuhan dan menempuh masuk jalan ke Kerajaan Syurga, Syukur Tuhan ! Matlamat kita adalah sama — demi dapat masuk ke dalam Kerajaan Tuhan pada masa kelak. Melihat kembali kepada iman yang murni sewaktu baru percaya, menuruti kehendak Tuhan, kehidupan dipenuhi dengan damai sejahtera dan sukacita. Hati yang bersyukur sentiasa mengatakan: “Betapa baiknya dalam Tuhan!”

“Untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.” (Kis 14:22), bagaimanakah sekarang? Dalam perjalanan kepercayaan, disebabkan mengalami pelbagai “kesukaran”, misalnya dugaan percintaan sebelum pernikahan, mengahwini orang yang tidak sama kepercayaan kerana kelemahan seketika, ataupun sesudah pernikahan, hubungan suami isteri tidak harmoni, keluarga tidak muhibbah, kerjaya tidak lancar… Kadang-kala sesungguhnya mengetahui bahawa ianya adalah tipu muslihat si iblis, memang sedar bahawa diri sendiri semakin berjauhan daripada Tuhan, kian hari kian mengasingkan diri, tetapi tidak dapat membangkitkan iman dan keberanian, dan mengakibatkan diri sendiri merantau di luar, berjalan di pinggir kepercayaan. Apabila kehilangan semangat, maka berkeluh: “Roh memang ingin, namun tubuh lemah.”

Sekiranya ini merupakan keadaan semasa anda, sila carikan kembali iman yang semula. Hendaklah kita perhatikan dan bertanya diri, mengapakah kaki kita tersandung pada batu? Mengapakah mengalami tamparan dalam kerjaya? Mengapakah keluarga ditimpa kemalangan yang tidak bernasib baik? Kita hendaklah siasat, apakah langkah kaki kita telah mencenderung kepada dunia? Ini berkemungkinan adalah hajaran daripada Tuhan, agar kita segera memusing kembali langkah kaki kita, supaya kita bertaubat, dan relakanlah hati kita.

Walaupun anda masih belum tersesat di dalam duniwia masyarakat, namun di gereja tidak menjejaki kesan tapak kaki anda. Sebenarnya pada ketika kita semakin melangkah jauh daripada Tuhan, kita juga tidak berdaya untuk menentang godaan dari luaran, iblis yang berjalan mengeliling akan semakin menghampiri kita. Ini amatlah bahaya. Oleh itu, relakanlah hati anda, jangan mendukakan Roh Kudus, jangan asyik meminta orang membantu doa untuk anda, tetapi diri sendiri tidak mengejarinya dengan bersungguh-sungguh.  Diri kita hendaklah lebih berwaspada dan berjaga-jaga, relakanlah hati. Marilah kita bangkit semula dan menjadi kuat, kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah (Ibr 12:12), berusaha sungguh untuk merangkak keluar dari lembah kepercayaan, kembalilah semula kepada pangkuan Bapa di Syurga yang murah kasih.

 Sila dengarlah seruan Tuhan: “Kembalilah!”