Bahagian 6  Hal-Hal Yang Dibenci Tuhan Allah
| | | |

Bahagian 6 Hal-Hal Yang Dibenci Tuhan Allah

Nas Kitab: Ulangan fasal 16 ayat 21 – fasal 17 ayat 1

Prakata:

Sebab yang demikian adalah kekejian bagi Tuhan, Allahmu (Ul 16:21; 17:1)

 I.             Menanam Sesuatu Pohon Sebagai Tiang Berhala Dan Mendirikan Tugu Berhala (Ul 16:21-22)

  1. Menanam sesuatu pohon di samping mezbah (21)
  2. Jangan dibuat sebagai tiang berhala (21)
  3. Jangan kaudirikan tugu berhala bagimu (22)

Δ       Mereka melihat ke setiap bukit yang tinggi dan ke setiap pohon yang penuh cabang-cabang dan mereka mempersembahkan di sana korban sembelihannya dan membawa persembahannya yang menyakiti hati ……, kamu katakan: kami ingin seperti bangsa-bangsa lain, seperti segala kaum di negeri-negeri untuk berbakti kepada pohon dan batu (Yeh 20:27-30)

Δ       Beginilah firman Tuhan: Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa …… bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu ….. (Yer 10:2-3)

Δ       Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini (Rm 12:1-2)

II.          Jangan Persembahkan Lembu Domba Yang Cacat Atau Sesuatu Yang Buruk (Ul 17:1)

  1. Yang cacat
  2. Yang buruk

Δ       Tetapi kamu berkata: Meja Tuhan boleh dihinakan. Kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik …… oleh tanganmulah terjadi hal itu, masakan Ia akan menyambut salah seorang daripadamu dengan baik? (Mal 1:7-9)

Δ       Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punyaKulah dunia dan segala isinya, daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum? (Mzm 50:7-13)

III.       Kesimpulan

Δ       Apakah gunanya patung pahatan, yang dipahat oleh pembuatnya? …… Tetapi Tuhan ada di dalam baitNya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapanNya, ya segenap bumi! (Hab 2:18-20)

68. Empat Hal Yang Penting Untuk Mengembangkan Gereja
|

68. Empat Hal Yang Penting Untuk Mengembangkan Gereja

I.       MEMBERITAKAN INJIL

1.      Amanat (pesan Tuhan) (Mrk 16 : 15).

2.      Kewajiban umat Kristian (Mat 10 : 8;  2 Tim 4 : 4;  Ef 6 : 20).

3.      Umat yang banyak, memuliakan Allah (Ams 14 : 28).

II.     MENGERJAKAN TUGAS KUDUS

1.      Tidak menyia-nyiakan waktu (Pkh 11 : 6;  2 Tim 4 : 2).

2.      Masing-masing dengan pekerjaannya (Ams 31 : 27;  1 Ptr 4 : 10-11).

3.      Bersehati menjadi lembu (Ams 14 : 4;  Flp 1 : 5).

III.    PERSEMBAHAN PERPULUHAN

1.      Harus melakukannya (Mat 23 : 23).

2.      Untuk pekerjaan Kemah Pertemuan (Bil 18 : 21).

3.      Kebajikan yang membawa berkat (Mal 3 : 10).

IV.    BANYAK BERDOA

1.      Banyak memohon kekuatan Roh Kudus.

2.      Banyak berdoa bagi tugas suci Penginjilan (Kol 4 : 2-3;  Ef 6 : 18-20).

3.      Banyak berdoa bagi perkembangan Gereja (Mzm 122 : 6-7).

64. Empat Hal Untuk Memperoleh Kemenangan
|

64. Empat Hal Untuk Memperoleh Kemenangan

Setelah kita percaya kepada Tuhan, dalam kehidupan iman harus mengalahkan iblis, dunia, hawa nafsu dll.  Apabila di dalam hal ini gagal, maka hilanglah harapan keselamatan.

Oleh sebab itu, bagaimana baru memperoleh kemenangan?  Di bawah ini tercantum 4 hal penting untuk kita memperoleh kemenangan.

I.       BERIMAN (1 Yoh 5 : 4)

1.      Harus mempertahankan kekuatan iman (Ibr 3 : 14;  1 Ptr 1 : 9).

2.      Dengan iman yang teguh bersandar kepada Tuhan untuk menaklukkan iblis (Rm 8 : 35-37;  1 Ptr 5 : 8-9;  Why 12 : 11).

3.      Dengan iman penyerahan bersandar kepada Tuhan (Mzm 37 : 5;  Ams 3 : 5-6;  Flp 4 : 6-7).

  • Abraham (Ibr 11 : 8, 17-19;  Rm 4 : 21).
  • Daniel dan ketiga sahabatnya (Dan 3 : 16-18;  6 : 10).
  • Mohon Tuhan memberikan iman (Luk 17 : 5;  10 : 9).

II.     TAAT (Yak 4 : 7)

1.      Taat akan Firman Allah (Yos 1 : 7-8;  1 Ptr 1 : 22).

2.      Melaksanakan menurut kehendak Allah (Ibr 10 : 7;  Flp 2 : 6-8;  Kis 20 : 24).

3.      Taat melaksanakan menurut Roh Kudus (Gal 5 : 16;  Rm 8 : 13;  Kis 5 : 29).

  • Tuhan Yesus (Mat 4 : 1-11).
  • Hawa dan Saul (Kej 2 : 16-17;  3 : 6;  1 Sam 15 : 19-23).
  • Mohon Tuhan memberi hati yang taat (Yeh 36 : 26-37;  2 Kor 10 : 5).

III.    BERSABAR (Mat 24 : 13;  Luk 21 : 19)

1.      Sabar memegang Firman dan melaksanakannya (Why 14 : 12;  Ibr 10 : 36;  Kis 14 : 22).

2.      Tahan akan segala kesusahan (Mat 10 : 22;  Why 7 : 13-14;  2 Tim 4 : 2).

3.      Panjang sabar sampai kedatangan Tuhan (Yak 5 : 7-8;  1 : 4;  2 Ptr 3 : 15;  Ibr 6 : 15).

  • Yakobus (Kej 31 : 38-42;  32 : 24-28).
  • Ayub (Yak 5 : 11).
  • Mohon Tuhan memberkati hati yang sabar (Rm 15 : 5).

IV.    HARUS MEMPUNYAI KASIH (1 Yoh 4 : 17-18;  Rm 12 : 17-21)

1.      Mengasihi saudara-saudara, dan mengasihi semua orang (1 Yoh 2 : 10;  3 : 14;  2 Ptr 1 : 7;  1 Ptr 4 : 8).

2.      Mengasihi musuh (Mat 5 : 44-48;  Rm 12 : 14;  Luk 23 : 34).

3.      Mengasihi Allah (Mat 22 : 37-38;  Luk 14 : 26).

  • Yusuf (Kej 45 : 4-8;  50 : 19-21).
  • Stefanus dan Paulus (Kis 7 : 59-60;  Flp 3 : 7-8).
  • Mohon Tuhan memberi Kasih (Rm 5 : 5;  2 Kor 14 : 1).

KESIMPULAN :

Tuhan Yesus berjanji memberikan bagian berkat kepada umat Kristian yang memperoleh kemenangan (Why 2 : 7, 11, 17;  3 : 5, 12, 21;  21 : 7).

38. Melakukan Hal Yang Diperkenan Oleh Tuhan
|

38. Melakukan Hal Yang Diperkenan Oleh Tuhan

Dasar yang tertinggi bagi umat Kristian sejati yang melakukan sesuatu hal iaitu melakukan hal yang diperkenan oleh Allah.

I.       PASTI MEMPEROLEH KASIH ALLAH

1.      Segala perkara pasti berhasil (Yes 46 : 10;  55 : 11).

2.      Tuhan pasti menyertainya (Yoh 8 : 29;  2 Raj 18 : 5-17).

3.      Dalam permohonan doa pasti memperolehnya (1 Yoh 3 : 22;  Yes 65 : 24).

II.     HARUS BAGAIMANAKAH BARU DAPAT MELAKUKAN HAL YANG DIPERKENAN OLEH ALLAH?

1.      Ujilah dalam segala perkara (Ef 5 : 10;  Rm 12 : 2).

2.      Bersandarlah kepada Tuhan dalam segala perkara (Ams 3 : 5-6;  2 Tim 2 : 7).

3.      Berhati-hatilah melakukan sesuatu (Ef 5 : 15-17;  Ams 14 : 15).

4.      Harus berusaha (2 Kor 5 : 9;  1 Ptr 4 : 1-2).

III.    TELADAN PAULUS YANG BAIK

1.      Berusaha menyelesaikan kehendak Allah (Kis 20 : 23-24).

2.      Tuhan sering menyertainya (2 Tim 4 : 17;  Kis 27 : 22-25).

3.      Yang dimohonkan akan digenapi Allah (Flp 1 : 20).

4.      Bersandar pada Tuhan dalam segala perkara pasti berhasil (Flp 4 : 13).

5.      Mahkota Kebenaran menjadi miliknya (2 Tim 4 : 7-8).

KESIMPULAN :

Hendaklah kita sedar di dalam hikmat kerohanian untuk mengetahui kehendak Allah dengan sempurna, supaya hidup kita layak di hadapanNya serta berkenan kepadaNya dalam segala perkara, mengeluarkan buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah (Kol 1 : 9-10).

34. Empat Hal Yang harus Terdapat Di Antara Umat Kristian
|

34. Empat Hal Yang harus Terdapat Di Antara Umat Kristian

Semua umat Kristian adalah saudara rohani, hubungan hidup biasanya erat, maka itu haruslah memperhatikan keempat hal di bawah ini.

I.       SALING KASIH MENGASIHI

1.      Saling mengasihi adalah perintah Tuhan yang baru (Yoh 13 : 34;  15 : 12-13).

2.      Sebagai bukti menjadi murid Tuhan (Yoh 13 : 35).

3.      Suatu cara memenuhi hukum Taurat (Rm 13 : 8, 10;  1 Yoh 4 : 18).

  • Barangsiapa yang tidak mempunyai Kasih (mengasihi), maka masih tetap di dalam maut (1 Yoh 3 : 14-15).

II.     SALING MENASIHATKAN

1.      Menasihatkan orang untuk bersandar kepada Tuhan (Kis 10 : 34, 35).

2.      Menasihatkan orang supaya berjaga-jaga dan sedar untuk memelihara Kebenaran Firman (1 Tes 5 : 6-11).

3.      Menasihatkan orang untuk rajin berbakti (Ibr 10 : 25).

  • Hendaklah saling menasihati, untuk menghindari tipu daya dosa (Ibr 3 : 13).

III.    SALING MEMPERHATIKAN

1.      Melawat/memelihara saudara-saudara yang beriman lemah (1 Kor 12 : 25;  Gal 6 : 1-2).

2.      Melawat/memelihara yatim piatu dan janda-janda yang kehidupannya susah (Yak 1 : 27;  Ayb 30 : 16-18).

3.      Melawat/memelihara semua saudara-saudara di dalam kesesakan/susah (Mat 25 : 36-40).

  • Apabila ada orang yang tidak memeliharakan sanak-saudaranya, iaitu telah murtad terhadap Kebenaran Firman (1 Tim 5 : 8).

IV.    SALING MEMBANTU

1.      Saling membantu sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota (Ef 4 : 16).

2.      Dalam segala perkara (kebajikan) apa pun harus membantu orang (Rm 16 : 2).

3.      Bahkan dalam pekerjaan kudus harus saling membantu (Kis 16 : 9).

  • Dengan Kasih Karunia Tuhan, supaya menjadi orang yang berguna bagi orang-orang beriman (Kis 18 : 27).

KESIMPULAN:

Ceritakan kembali bagian yang penting.

Lihatlah Setiap Hal Dengan Jelas
| | |

Lihatlah Setiap Hal Dengan Jelas

Lihatlah Setiap Hal Dengan Jelas

[Hsu Tong Lin]

Prakata

Sewaktu Tuhan Yesus memberitakan Injil di dunia, Ia tiba di Betsaida. Di situ orang membawa kepadaNya seorang buta untuk disembuhkan; Tuhan meludahi mata orang itu dan meletakkan tanganNya atasnya dan bertanya: “Sudahkah kau lihat sesuatu?” Lalu orang itu memandang ke depan dan berkata: “Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon”. Kemudian Tuhan meletakkan lagi tanganNya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas (Mrk 8:22-26).

Sesungguhnya orang buta adalah sangat kasihan sebab tidak dapat melihat! Sewaktu berjalan, perlu dituntuni orang lain dan setiap perilaku kehidupan tidak senang juga; tidak dapat membezakan keadaan sebenar terang dan gelap, warna-warna, wajah muka, setiap hak dan perkara melainkan terpaksa bergantung kepada deria dengar atau pengalaman-pengalaman tertentu untuk memahami segalanya.

Tetapi, lebih kasihan ialah orang yang buta mata jasmani ditambahkan dengan buta mata hatinya! Semenjak nenek moyang berbuat dosa, umat manusia mulai menjadi milik Iblis (I Yoh 3:8) di mana mata hati telah dibutakan sehingga tidak dapat mengenali Allah, sampailah terang mulia Injil Tuhan Yesus datang untuk menyembuhkan lalu dapat melihat segala sesuatu dengan jelas (II Kor 4:3-4)

Apakah sebenarnya yang harus kita lihat dengan jelas? Berikut dibentang beberapa butir sebagai rujukan dan nasihat bersama.

[1]      Jelas Melihatkan Allah

  1. Beribadah kepadaa Tuhan adalah kewajipan setiap orang (Pkh 12:13). Namun ada perbezaan antara Allah benar dengan yang palsu; kita harus beribadah kepada Tuhan Pencipta (Rm1:19-25), bukan saja kita boleh mengenali Allah melalui segala sesuatu (Ayb 12:7-10), bahkan pada hari ini para pemercaya Gereja Benar disertai Allah serta tanda mujizat ~ berdasarkan pengalaman dalam doa, kita tahu dengan sedalam-dalamnya bahwa Allah yang dilayani adalah Allah yang benar (I Yoh 3:24; Yoh 3:2)
  2. Faham akan tujuan menyembah Allah: damai sejahtera dan hidup kekal (Ayb 22:21; Yoh 17:3). Ini disebabkan Roh Kudus membuka mata hati kita lalu membuktikan bahwa kasih Allah menerimakan aku (Ef 1:17-19; Rm 5:5)
  3. Akuilah Tuhan dalam segala lakumu (Ams 3:5-7). Ini disebabkan Allah memelihara kamu, maka serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya (I Ptr 5:7; Mzm 37:5)
  4. Selidikilah apakah dia kehendak Tuhan pada setiap waktu dan di dalam setiap perkara (Rm 12:1-2); janganlah jadi orang bebal, lakukanlah hal yang berkenan di hati Tuhan (Ef 5:8-10, 15-17). Hanya mereka yang melakukan kehendak Bapa Sorga baru dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga (Mat 7:21-23); bersukacitalah senantiasa, tetaplah berdoa, mengucap syukurlah dalam segala hal, jalani kehidupan yang menampakkan kekudusan (I Tes 5:15-17); 4:3-7). Allah menghendaki supaya semua orang bertobat dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran; tidak menghendaki satupun orang yang binasa, melainkan setiap orang beroleh keselamatan (I Tes 5:9; I Yoh 2:25)
  5. Ketahuilah bahwa Allah adalah Maha Berada, menyelidiki dan mengawasi seluruh bumi; sedang memeriksa pertuturan, perbuatan dan hati pemikiran setiap orang (Mzm 139:1-4). Marilah kita teladani doa Daud: “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranKu; lihatlah, apakah jalanKu seorang, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal” (Mzm 139:23-24)
  6. Mohon pada Tuhan untuk membuka hati kita agar kita memahami jalan keselamatan, penuh pengharapan, lebih mendekat pada Tuhan dari sehari ke sehari sehingga dengan mata sendiri kita memandang Tuhan (Kis 16:14-15; Mat 17:1-4; Ayb 42:5)

[2]     Melihat Orang (Mrk 8:24-25)

i. Hormatilah semua orang (I Ptr 2:17)

Jagalah dahulu ahli keluarga sendiri dan sanak saudara (I Tim 5:8)

Hormatilah janda-janda yang benar-benar janda (I Tim 5:3)

Ingatlah orang-orang miskin (Gal 2:10; I Yoh 3:17-18; Ams 14:21, 31; 22:2; Luk 16:19-31). Sedarilah akan orang-orang tertindas dan bantulah orang-orang yang lemah (Luk 10:31-37; Kis 20:34-35)

Janganlah menjadi orang yang tidak mengenang budi (Kej 13:8-13; II Tim 3:1-5)

Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar (I Tim 5:17)

ii. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar (Kol 4:5)

Lihatlah sejelas-jelasnya orang yang baik dengan orang jahat (Yes 5:20; I Raj 13:18-22)

Berhati-hatilah dalam pengaulan (I Kor 15:33; Ams 18:24)

Contohilah orang-orang yang mempunyai akhlak baik; yang berbuat baik adalah milik Tuhan (Ibr 13:7; Flp 4:8-9; III Yoh 11).

iii. Banyak mencungkil orang-orang berbakat dan latihlah para pekerja (II Tim 2:2; I Tim 3:10)

Kerja-kerja suci gereja memerlukan pelbagai macam orang berbakat, kemudian dibahagikan kepada pelbagai lapisan penguasa, masing-masing menunaikan tanggungjawap pelayanan demi membangunkan tubuh Kristus (Ef 4:11-12; Rm 12:3-8; I Ptr 4:9-11; Kis 6:2-4)

Musa mempunyai Yosua sebagai pembantu (Kel 17:8-14; 24:13; 33:11; Ul 3:28; 34:9)

Barnabas menerimakan Markus dan melatihkannya menjadi perabot untuk maksud yang mulia (Kis 15:36-39; II Tim 4:11)

Paulus memilih Silas dan melatihkan Timotius (Kis 15:40-16:3)

iv. Menangkan seberapa banyak orang sedapat mungkin (I Kor 9:16-23; Mat 9:36-38; Yoh 4:35). Lakukanlah kesemua hal untuk kemuliaan Allah dan kebaikan orang (I Kor 10:23, 32, 33; Ef 4:29)

[3]     Lihatlah Iblis Sejelas-Jelasnya

  1. Fahami asal-usul dan sifat Iblis (Yes 14:12-15; Yeh 28:14-17; Yoh 8:44). Ianya sekali-kali bukan hantu yang berubah dari manusia setelah mati; ia adalah roh yang berjalan keliling untuk mencari orang yang dapat ditelan, yaitu menyesatkan manusia di dunia (Ayb 1:7; Ef 6:12; 2:2-3; I Ptr 5:8)
  2. Ia menggodai manusia dengan patung-patung berhala, ahli-ahli sihir dan pemanggil-pemanggil arwah untuk menyesatkan orang (Yer 10:14-15; Kis 16:16; 8:9-12; I Sam 28:8-20)
  3. Ia mempergunakan manusia untuk memberitakan firman palsu, menurunkan roh palsu atas manusia dan melakukan juga tanda mujizat untuk menyesatkan manusia (I Tim 4:1; II Tim 4:3, 4; Mat 24:23-24; Ul 13:1-3; I Yoh 4:1-6; II Tes 2:9-12)
  4. Kita tidak berkompromi dengannya, juga tidak memberi kesempatan untuknya, melainkan kita mengenakan seluruh perlengkapan rohani untuk melawannya (Mat 4:1-11; Ef 4:27; 6:11-17)
  5. Berjaga-jagalah di dalam doa supaya jangan jatuh dalam pencobaan (Mat 26:41); mendekat pada Tuhan maka Tuhan akan mendekat pada kita, tunduklah kepada Allah dan lawanlah ia maka ia akan lari dari pada kita (Yak 4:7, 8; I Ptr 5:8-9).

[4]     Lihatlah Diri Sendiri Dengan Sejelas-Jelasnya

i. Fahami jalan sendiri (Ams 14:8; Mat 7:1-5)

¨       “Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati” (Ams 16:2; 21:2; I Sam 16:7)

¨    Doa Daud kepada Tuhan: “Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari. Lindungilah hambaMu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar” (Mzm 19:13-14)

ii. Kenalpasti akan karunia yang Allah berikan kepada kita (Rm 12;3; I Ptr 4:9-11; I Kor 4:6-7; I Tim 4:14-16).

iii. Sedari akan tanggungjawap sendiri (I Kor 9:16-17), rela berkorban (Kis 20:22-24), jadilah seorang hamba yang setia (Mat 24:45-47)

iv. Kiranya kita mempunyai kebijaksanaan untuk mengerti dan memperhatikan kesudahan sendiri (Ul 32:29; Pkh 7:1, 2, 8)

¨      Masa hidup manusia singkat dan penuh penderitaan, kesukaran dan sia-sia belaka (Mat 16:26; Mzm 90:10-12; Yak 4:13-15); hanya orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan (Pkh 8:12), peliharalah diri pada setiap waktu di dalam kasihNya, pasti beroleh hidup kekal (Yud 20-21)

Kesimpulan

Tatkala Roh Kudus Tuhan Yesus membukakan mata hati kita, kita disinari cahaya kemuliaan kebenaran sehingga kita bukan lagi orang-orang buta; kini mata hati kita telah disembuhkan Tuhan sehingga dapat melihat sejelas-jelasnya kehendak baik yang Tuhan aturkan bagi setiap kita, juga melihat bahwa pada hakikatnya setiap orang adalah perabot yang Tuhan mahu gunakan, maka haruslah menjadi rapih tersusun masing-masing menyatakan fungsi keanggotaannya demi membangunkan jemaat menjadi satu. Kita juga mengenalpasti bahwa setan tidak henti-henti merencanakan muslihat untuk mencelakai dan menyerang kita, justru itu harus juga kita berjaga-jaga tidak membenarkan ia menyelusup masuk untuk merosakkan kerja suci. Terlebih lagi kita telah melihat diri sendiri dengan jelas ~ baik di dalam penyempurnaan rohani, usaha dan ketekunan di dalam kerja, maupun di dalam iman, kebajikan, pengetahuan …… haruslah bertumbuh maju, sehingga dapat menjadi teladan seluruh jemaat lalu dapat masuk ke dalam kerajaan Allah dengan hak yang penuh (II Ptr 1:5-11; I Ptr 4:12-16)