63. Pemilihan Berkat Dan Kutuk ( Ul 30 : 15 – 20 )
|

63. Pemilihan Berkat Dan Kutuk ( Ul 30 : 15 – 20 )

I.       SEBABNYA MEMPEROLEH BERKAT (Ul 28 : 1-2)

1.      Mengasihi Allah (Ul 30 : 16).

  • Hendaklah mengasihi Allah melebihi dari segala perkara (Luk 14 : 16;  Mrk 12 : 29-30;  Mzm 33 : 12).

2.      Menurut akan Firman Allah (Ul 28 : 1-2, 13-14).

3.      Memegang Firman Allah (Ul 28 : 1, 9, 13-14).

  • Hendaklah memelihara Firman Allah (Luk 11 : 28;  2 Tim 1 : 13-14;  1 Tim 3 : 9;  Why 1 : 3).

4.      Melaksanakan Firman Allah (Ul 28 : 1, 9, 13-14).

  • Hendaklah melaksanakan Firman Allah (Yak 1 : 22-25;  1 Yoh 3 : 7).

II.     BERKAT APA YANG HARUS DIPEROLEHNYA? (Ul 28 : 3-14)

  • Berkat untuk hidup sekarang dan yang akan datang (Mrk 10 : 29-30;  1 Tim 4 : 8).

1.      Memperoleh berkat di segala tempat (Ul 28 : 3, 6).

  • Dalam segala tempat memperoleh kasih dan perlindungan Allah (Yoh 14 : 21;  Mzm 121 : 7-8;  1 Ptr 3 : 12;  Why 3 : 10).

2.      Memperoleh berkat harta benda (Ul 28 : 4-5, 8, 11-12).

  • Orang benar tidak akan berkekurangan (Mzm 34 : 9;  37 : 25;  1 Taw 29 : 12).

3.      Memperoleh berkat keturunannya (Ul 28 : 4-11).

  • Keturunannya diberkati (Ams 20 : 7;  Ul 12 : 28).

4.      Mengalahkan segala musuh (Ul 28 : 7).

  • Mengalahkan segalanya (Ams 16 : 7;  Luk 10 : 19;  Ams 119 : 165;  Mzm 5 : 12).
  • Berkat yang akan datang.

a.      Memperoleh hidup yang kekal (Rm 2 : 7, 10;  Mat 7 : 21;  Ams 11 : 19).

b.      Memperoleh pahala kemuliaan (2 Tim 4 : 7-8;  Mat 13 : 43).

III.    SEBABNYA MEMPEROLEH KUTUK (Ul 28 : 15)

1.      Menyembah allah palsu (Ul 30 : 17-18).

  • Dosa yang sangat keji (1 Raj 21 : 26).

2.      Tidak mendengarkan Firman Allah (Ul 28 : 15, 45).

  • Apabila saatnya tiba manusia akan bosan Injil Kebenaran (2 Tim 4 : 3-4).

3.      Tidak memegang Firman Allah (Ul 28 : 15, 45, 48-49).

  • Pada akhir zaman banyak orang akan meninggalkan Injil, serta mengikuti ajaran sesat (1 Tim 4 : 1;  2 Tes 2 : 3).

4.      Tidak melaksanakan Firman Allah, bahkan melakukan kejahatan (Ul 28 : 15, 20, 58-59).

  • Pada akhir zaman akan bertambah kedurhakaan, kejahatan naik ke langit (Mat 24 : 12;  Why 19 : 5).

IV.    KUTUK APA YANG DITERIMA?

  • Kutuk untuk hidup sekarang dan yang akan datang.

1.      Terkutuk di segala tempat (Ul 28 : 16, 19, 25).

  • Tidak ada damai sejahtera (Yes 48 : 22;  Am 9 : 2-4).

2.      Harta benda tidak memperoleh berkat (Ul 28 : 17-18, 30-33, 38-40, 42, 48).

  • Orang fasik sering kekurangan makanan (Ams 13 : 25;  Yeh 4 : 17).

3.      Tubuh tidak memperoleh berkat (Ul 28 : 21-22, 27-29, 35, 58-61).

  • Allah memberikan damai sejahtera dan menurunkan malapetaka (Yes 45 : 7;  Ul 32 : 39).

4.      Keturunannya tidak diberkati (Ul 28 : 18, 32, 41).

  • Terkutuklah keturunan orang fasik (Ayb 27 : 13-14;  Yer 32 : 18).
  • Kutuk hidup yang akan datang.

a.      Dihukum (Yoh 5 : 29;  Rm 2 : 8-9;  Mrk 16 : 16).

b.      Menerima hukuman sampai selamanya/kekal (Why 21 : 8;  Mat 25 : 46;  Mat 7 : 23).

KESIMPULAN :

Pilihlah jalan hidup yang kekal (Mat 7 : 13-14).

25. Mengucap Syukur Serta Memberkati
|

25. Mengucap Syukur Serta Memberkati

Orang yang memperoleh Anugerah Keselamatan, ia memperoleh Anugerah Tuhan yang sangat besar.  Haruslah sering mengucapkan syukur kepada Tuhan, barulah sesuai.

Jika Allah sendiri memberkati orang, maka murid-murid Tuhan pun harus dapat atau sering memberkati orang lain.

I.       MENGUCAP SYUKUR

Sedikit sekali orang yang dapat mengucap syukur, semuanya hanya mengeluh, merasa tidak adil, bersungut-sungut;  Hanya orang yang di dalam Tuhan, sama sekali tidak boleh demikian, namun harus banyak mengucap syukur barulah dibenarkan.

Pengajaran Pengucapan syukur dalam Alkitab sangat banyak.  Apabila kita membacanya, maka akan mengerti dengan jelas.

Di dalam Perjanjian Lama : (Mzm 50 : 2;  69 : 30;  95 : 1-2;  100 : 4;  Dan 6 : 10).

Di dalam Perjanjian Baru : (1 Tes 5 : 18;  Ef 5 : 20;  Kol 3 : 15;  2 Kor 9 : 15).

Surat yang ditulis Paulus, setelah memberikan salam, semuanya ditulis dengan pengucapan syukur (Rm 1 : 8;  1 Kor 1 : 4;  Flp 1 : 3;  Kol 1 : 3;  1 Tes 1 : 3;  2 Tes 1 : 3).

Selanjutnya banyak kata-kata mengenai pengucapan syukur (2 Kor 4 : 15;  Kol 1 : 12;  1 Tes 3 : 9;  1 Tim 1 : 12;  Flp 4 : 6).

  • Bukan hanya pada saat terteram, bahkan dalam keadaan sulit dan menderita pun harus mengucap syukur;  Ayub adalah satu contoh yang sangat nyata sekali (Ayb 1 : 20-21).  Daniel ketika akan menerima penganiayaan, juga sering mengucap syukur (Dan 6 : 10).  Ketika Rasul berada dalam penjara, juga memuji, berdoa dan mengucap syukur (Kis 16 : 25).
  • Mengucap syukur bukan hanya di mulut, namun harus dinyatakan dalam perbuatan (Mzm 50 : 14) iaitu dengan wang, mengerjakan pekerjaan kudus, melaksanakan dengan sekuat tenaga, untuk membalas Anugerah Tuhan.

Apabila murid Tuhan, tidak dapat mengucap syukur, tentu kepercayaannya palsu, dan bukanlah orang yang memperoleh Anugerah Keselamatan.

II.     MEMBERKATI

Orang-orang di dalam Tuhan, juga harus sering memberkati orang lain, namun hal ini sedikit terdapat pada diri manusia.

  • Allah yang Maha Kasih, selalu memberkati terhadap bangsa yang dikasihiNya;  Sejak pada masa Abraham, adalah demikian keadaannya (Kej 12 : 2-3;  14 : 18-20).

Umat kudus pada zaman kuno pun sering memberkati orang.

Nuh (Kej 9 : 27), Ishak (Kej 37 : 3-4), Yakub (Kej 47 : 7, 10;  48 : 20; 49 : 28), Musa (Ul 33 : 1, 7, 13-14), Yosua (Yos 24 : 6), Daud (2 Sam 6 : 18), Salomo (1 Raj 8 : 14, 54-58).  Selain itu masih banyak lagi.

  • Kitab yang paling banyak mencantumkan hal pemberkatan adalah Kitab Rut.

Di dalam 4 pasal yang pendek itu, terdapat 8 kali hal pemberkatan, sungguh merupakan teladan hal pemberkatan.

1.      Mertua memberkati menantu (1 : 8-9).

2.      Boas memberkati hamba pemotong jelai gandum (2 : 4a).

3.      Hamba memberkati tuannya (2 : 4b).

4.      Boas memberkati Rut (2 : 12).

5.      Naomi memberkati Boas (2 : 20).

6.      Boas memberkati Rut kedua kalinya (3 : 10).

7.      Para tua-tua memberkati pernikahan Boas dengan Rut.

8.      Perempuan-perempuan memberkati Naomi, serta anak cucunya (4 : 14-15).

Sungguh suatu sejarah yang penuh dengan berkat, yang tidak membezakan kedudukan, tinggi, rendah, terhormat atau hina, sama diberkatinya, manusia yang demikian sesungguhnya akan bahagia.

  • Ketika Tuhan Yesus memberitakan Injil selalu ia memberkati orang, seperti yang dikatakanNya : “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat” (Luk 7 : 50;  8 : 48).

Ketika Ia memerintahkan murid-muridNya untuk memberitakan Injil, agar memberikan salam kepada orang (Mat 10 : 12-13).

Setelah bangkit dan bertemu dengan murid-muridNya, lalu bersabda : “Sejahteralah kamu”.  Itulah berkat (Luk 24 : 36;  Yoh 20 : 19, 21, 26).  Ketika terakhir naik ke Syurga memberkati semua orang (Luk 24 : 50).

  • Penutup dari surat Paulus selalu diakhiri dengan pemberkatan, “Semoga Kasih Karunia Tuhan memberkati kamu sekalian”.   (Ayat terakhir pada setiap surat kiriman).
  • Kitab terakhir dari Alkitab, ditutup dengan kata pemberkatan (Why 22 : 21).
  • Kita “Hanya boleh memberkati, jangan mengutuk” (Rm 12 : 14).

Sesungguhnya sebagai orang yang memperoleh berkat (1 Ptr 3 : 9).

Hidup Manusia yang Diberkati
|

Hidup Manusia yang Diberkati

Ayat Suci : (Maz 90:14) Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.

(Maz 23 : 6) Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku seumur hidupku.

(Yes 65 : 23-24) Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya, ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya.

(Kej 12 : 3) Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau.

(Maz 121 : 8) Tuhan akan menjaga keluar masukmu.

(Ul 28 : 6) Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.

Pra Kata : Sejak nenek-moyang jatuh dalam dosa, hidup manusia bukan saja kehilangan berkat malahan diikuti dengan kutukan sehingga terkutuklah tanah kerana manusia berdosa. (Kej 3: 17) Pelbagai bencana alam dan malapetaka yang berlaku tanpa berhenti-henti. Taman Firdaus yang diberkati pada mulanya menjadi tidak ada lagi, kehidupan yang seperti Tuhan, hidup, rupa, sukacita, damai sejahtera, kesihatan, kebebasan, kehormatan dan kekekalan menjadi tidak ada lagi.

(1) Tidak ada kebahagiaan dalam hidup manusia : (Hidup manusia yang terkutuk) (kej 3: 17-19)

(I) Hidup manusia yang pendek, penuh dengan kesusahan dan kegelisahan. (Kej47 : 9; Maz 90: 90)

(II) Sejak manusia dilahirkan, kehidupannya seperti banduan dunia. (Lahir dengan tangisan)

(III) Akan terdapat bayangan maut mengikuti sejak dilahirkan. (Ibr 9: 27) kerana maut, menjadikan hidup manusia yang tidak ada bezanya seperti haiwan-haiwan lain. (Pkh 3: 18-20)

(IV) Hidup manusia pada akhirnya adalah sia-sia belaka. (Yang tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan tidak dapat membawa apa-apa ke luar.) [(1 Tim 6:7; Ayb 1: 21 Hanya berjerih-payah namun keinginannya tidak terpuaskan. (Pkh 6:7)]

(2) Hidup manusia yang diberkati

(I) Hidup manusia yang mengenal Tuhan. (Ayb 22: 21)

(i) “Tuhan menyelamatkannya”. (Maz 34: 7)

(a) Tuhan akan menjaga keluar masukmu. (Maz 121:8; Maz 91:  1-16)

(b)  Tuhan akan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. (Maz 34:17; 2Ptr 2:9)

(ii) “Tuhan memberkati”. (Ul 28: 6)

(a) Tuhan memberi kebajikan dan kemurahan. (Maz 23: 6)

(b) Bertambah maju. (Ul 28: 1-6)

[Bersandar dan menyerahkan kepada Tuhan maka : Hidup tanpa kekhuatiran, mempunyai kebahagiaan perkahwinan, sukacita keluarga, kesihatan tubuh dan kemajuan kerjaya.]

(II) Hidup manusia yang tanpa dosa. (Maz 32:1-2)

(i) Berbahagialah orang yang diampuni dosanya oleh anugerah Tuhan. (Dianggap tidak berdosa oleh Tuhan).

  • Dosa — Maut : Dosa diampuni, luput daripada maut. Dosa — Kutuk : Dosa diampuni, kutuk dihapuskan.
  • Percaya dan dibaptis, dosa diampuni. (Kis 2: 38; 22:16) Berkat dicurahkan.

(ii) Menguasai keinginan nafsu, tidak lagi berbuat dosa. (Rm 6: 12-14; 2Ptr 2: 20-22)

  • Dosa dan hukuman adalah serentak, yang tidak berdosa akan menerima kesejahteraan, manakala yang berdosa akan menantikan hukuman.

(III) Hidup manusia yang bebas. (Luk 4: 18-19)

  • Hidup manusia tidak dapat dikatakan bahagia jika tidak mempunyai kebebasan. Ada pepatah Cina dalam sejarah China: Hidup sangat bernilai, cinta sangat berharga. Tetapi  kerana kebebasan, sanggup melepaskan kedua-duanya. Jelaslah kebebasan amat penting dalam hidup manusia.

 (i) Menuruti nafsu dan bebas adalah dua perkara yang tidak sama.

  • Menuruti nafsu adalah kebebasan yang tidak bahagia, akan mengakibatkan penderitaan selepas keseronokan.

 (ii) Tidak terkongkong. (Dari luar dan dalam)

(a)  Terlepas dari tekanan luar dan nikmat dalam bebas : Umat Isreal ditindas di Mesir, kehilangan kebahagiaan dalam kehidupan, tetapi Tuhan menuntun mereka keluar dari tempat perbudakan dan menjadikan mereka sebagai tuan rumah yang bebas untuk menjalankan hidup yang bahagia.

(b) Berbahagialah orang yang terlepas dari belenggu si Jahat.

(c) Terlepas dari tekanan jiwa, mendapatkan kebebasan yang sebenar dan kebahagiaan yang benar. (Tidak dikawal oleh rokok, minuman keras, tarian, tontonan, pendengaran dan sebagainya).

  • Selalu menegur diri bahawa sungguhpun mengetahui yang mendatangkan akibat teruk namun masih tidak dapat melepaskannya, ini tidak bebas. Jiwa dibelenggu sampai binasa pada akhirnya, ini tidak bahagia. Ini disebabkan bebas menurut nafsu menyebabkan jiwa terbelenggu. Ini adalah hidup manusia yang paling menderita. (Rm 7: 23-25)
  • Roh Tuhan telah memerdekakanku (Yoh 8:36; 2Kor 3: 17)  [1 Kor 6:12 : Memperoleh kebebasan jiwa, Gal 5:1: Jangan lagi dikenakan kuk perhambaan.]

(IV) Hidup manusia yang mempunyai pengharapan hidup kekal. (Rm 5: 1-5)

(i) Hidup manusia diberkati, tidak terasa kecewa dan hampa.

(ii) Harapan hidup sering mengecewakan manusia. (Mudah menjadi sia-sia)

(iii) Hidup manusia berharga yang melebihi segala harta kekayaan dunia. Berbahagialah orang yang hidup di dalam Tuhan.

(iv) Mempunyai pengharapan yang menuju ke tanah air yang indah, ada berkat masa hidup mahupun mati. Inilah hidup manusia yang diberkati Tuhan. (Maz 116,15; Why 14: 13)

Kesimpulan : Tuhan memberi berkat dalam sepanjang hayat, mempunyai damai sejahtera, sukacita, tanpa dosa, tanpa maut melainkan hidup berpengharapan, inilah hidup manusia yang diberkati. Oleh itu, teman-teman sekalian, terimalah injil dengan segera agar hidupmu diberkati oleh Tuhan.

Jalan untuk Memperoleh Berkat
|

Jalan untuk Memperoleh Berkat

Pra Kata : Tujuan dalam hidup manusia adalah ingin memperoleh berkat. Untuk mencapai tujuan ini, kita harus mengikuti jalan yang ditentukan Tuhan. Jika tidak, hasrat untuk memperoleh berkat tidak akan tercapai. Bagi orang yang tidak percaya, mereka tidak akan menuju jalan ini dan sudah pasti mereka tidak layak untuk memperoleh berkat Tuhan. Demi memperoleh berkat Tuhan, ada orang yang berjalan kerana iman, akhirnya diberkati. Tetapi ada orang berjalan, namun berhenti pada pertengahan jalannya. Ada juga orang yang berjalan mencapai 99% , tinggal selangkah sahaja, tetapi tidak dapat bertahan sampai kesudahannya. Ada pula orang yang langsung tidak mahu berjalan walau selangkah pun, mereka hanya menunggu sahaja. Bagi orang yang tidak mengenali jalan ini tidak mungkin akan sampai ke destinasinya, tetapi mereka yang mengenali jalan ini, namun tidak mengikutinya juga tidak akan sampai ke destinasinya. Oleh demikian, kita harus mengenali jalan ini menerusi Alkitab (iaitu yang difirmankan Tuhan). Di samping itu, kita mesti beriman dan secara mantap untuk meneruskan jalan ini, dengan demikian kita akan diberkati oleh Tuhan.

(1) Berbahagialah orang yang mengenali Tuhan. (Ayb 22: 21) (Berkat untuk hidup sekarang dan hidup akan datang)

(i) Yesus adalah Allah di sorga, haruslah percaya kepada Tuhan Yesus. (Yes 9; 6-7; Yoh 14: 9-10)

(ii) Berusahalah bersungguh-sungguh mengenal Dia. (Hos 6: 3)

    • Mengenali kasih Tuhan, kuasa Tuhan serta kehendak dan firmanNya. Melahirkan iman yang tanpa keraguan dan kepalsuan terhadap Tuhan.

(iii) Mendengar firman dalam kebaktian, berdoa dan berhubung dengan Tuhan, sering membaca Alkitab dan merenunginya berulang-kali untuk berusaha mengenali Tuhan.

(iv) Manusia akan membenci dan menjauhi segala kejahatan setelah mengenal Tuhan, kerana Tuhan adalah Allah yang cemburu dan Allah yang kudus. (Kel 20: 5; 1 Ptr 1: 15-16)

    • Kedua-dua anak Eli melakukan kejahatan, dianggap tidak mengenali Tuhan. (1 Sam 2: 12).

(v) Orang yang mengenal Tuhan pasti mengetahui bahawa Tuhan Maha Kuasa, Maha Berada, Maha Tahu serta Maha Tinggi, Maha Besar, Maha Mulia dan bersikap adil, tegas dan pengasih.

    • Akan melahirkan hati yang takut akan Tuhan (Why 15: 2-4).

(vi) Setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. (1Yoh 4:7-8; 16 : 20-21)

(2) Berbahagialah orang yang menderita untuk Tuhan. (Memandangkan percaya kepada Tuhan, harus melayani Tuhan) (Mat 5 10-12)

(i) Menderita kerana menjadi umat Kristus, bukan menderita kerana berbuat jahat. (1 Ptr 4: 12-16)

(ii) Bertahan sampai kesudahannya, jangan berputus asa. (Mat 24:13; Ibr 10: 35-39; Ibr 12: 3-4)

(iii) Kasihilah musuh dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kita. (Mat 5: 44-45,46-48; Rm 12: 14) (Disebabkan Tuhan memberkati kita, maka kita penuh dengan berkat Tuhan. Dengan itu kita hanya mengucap kata-kata yang membawa berkat dan bukan yang membawa kutukan).

(iv) Dengan demikian berkat akan dicurahkan bagi kita, upah di Kerajaan Sorga juga adalah besar.

(3) Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan. (Yak 1 : 12-17)

(i) Setiap orang dicobai oleh keinginananya sendiri. (Yak 1: 13-15)

(ii) Tahan dalan pencobaan iaitu : menyelidiki diri, menguduskan diri, bertobat, bersyukur dan bertahan sampai menyempurnakan kehendak Tuhan.

(iii) Tahan dalam pencobaan adalah : mempertahankan firman yang dipercayai sampai kesudahannya, tahan menderita dan jangan berbuat dosa. Contohnya: Yusuf (Kej 39:7-23)

(iv)  Penderitaan demikian menjadikan kita sempurna.(Yak 1: 2-4). Orang yang sempurna akan menikmati berkat yang tak kekurangan suatu apa pun.

    • Akan menerima mahkota hidup!

(4) Berbahagialah orang yang berbuat baik dan memberi bantuan. (Ibr 13: 16; Luk 2: 14)

(i) Berbuat baik akan dibalas dengan baik (Rm 2; 6-7; Gal 6: 9-10; Pkh 11:1-3)

(a) Berbuat baik adalah memberi sedekah untuk orang miskin, berasa sukacita kerana membantu orang lain.

(b) Berbuat baik adalah membantu yang memerlukan bantuan.

(c) Berbuat baik dan tidak meminta balasan, melakukan dengan tersembunyi. (Mat 6: 1-4)

(d) Siapa yang menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu.   (Ams 19:17; Ams 17: 5)

    • Dorkas banyak berbuat baik (Kis 9: 36-41). Janda yang berbuat baik pada Elia di Sarfat (1 Raj 17). Perempuan Sunem yang berbuat baik pada  Elia (2Raj 4: 1-37). Abraham berbuat baik pada tiga orang yang tidak dikenali, (Kej 18:1-15) dan sebagainya. Mereka mendapat balasan baik dan menerima berkat yang berkali lipat daripada Tuhan. Mereka telah meninggalkan jejak bagi kita untuk memperoleh berkat.

 (ii) Orang yang memberi akan menerima berkat yang banyak. (2Kor 9:6-11; Mal 3: 10)

 (a) Hidup manusia singkat, kehidupan fizikal terhad, bila genap waktunya, segalanya akan menjadi sia-sia.(1Kor 7: 29-31; Pkh 1: 2)

(b) Selagi hari masih ada, kita harus melakukan kewajipan, mengasihi Tuhan, memberikan persembahan, mengumpulkan harta di sorga, agar hidup kita memperoleh berkat yang berlimpah-limpah dan tidak menjadi sia-sia. (Mat 6: 20-21)

(c) Mempersembahkan wang : Dengan hati yang sukarela, hati yang bersyukur, memberikan persembahan persepuluhan. Kita  juga harus mempersembahkan waktu untuk melayani Tuhan agar kita diperingati dan diberkati oleh Tuhan.

    • Orang-orang zaman purba menjadikan pemberian persembahan atau memberi sedekah kepada orang miskin sebagai peluang untuk memperolehi berkat. (Saksian)

(5) Berbahgialah orang yang memegang hari Sabat. (Yes 58; 13-14)

(i) Tuhan mencipta langit dan bumi serta segala isinya dalam masa 6 hari dan berhenti pekerjaanNya pada hari ke-tujuh. Kita harus mengingati hari Sabat, jika tidak mengingati hari ini menandakan kita melupakan Tuhan. (Kel 20 : 8-11; Rujuk Maz 9: 17)

(ii) Tuhan telah memasukkan perintahNya iaitu peganglah hari sabat ke dalam kesepuluh firmanNya. Sesiapa yang tidak mengingati hari Sabat ini bermaksud ia melanggar perintah Tuhan. (Ul 5: 7-21; 1Yoh 3:4; Yak 2: 8-12; 1Yoh 2: 3-5, 5: 2-3; Wah 14: 12)

(iii) Tuhan khasnya memberkati hari Sabat ini dan sesiapa yang mengingatinya akan diberkati. (Akan mempunyai damai sejahtera dan kasih karunia yang dijanjikan Tuhan). (Kej 2:1-3; Yes 58; 13-14; Kel 16:19-30)

(iv) Bagaimanakah memperingatinya:

(a) Menghormati hari ini (beribadah kepada Tuhan). Mementingkan hari ini (tidak melakukan hal-hal sendiri, tidak mengucap kata-kata peribadi dan tidak menurut keinginan sendiri.)

(b) Membuat persiapan : Persiapan psikologi, persiapan badan dan persiapan segala urusan (disiapkan secara awal).

(c) Memasuki dalam Sabat : Mengikuti kebaktian dengan hati yang gembira dan soleh, merendahkan diri dan beriman untuk mendengar khotbah.

(d) Masa untuk memperingatinya : Bermula dari malam hari Jumaat hingga keesokkan hari (Hari Sabtu, waktu matahari terbenam).

(6) Berbahagialah orang yang mendengar dan melakukan firman Tuhan. (Ul 28: 1-6; Yak 1: 22-25; Luk 11 : 27-28).


(7) Berbahagialah orang yang menghormati dan mentaati ibu-bapa. (Ef 6: 1-3; Kel 20 : 12)

 

(8) Berbahagialah saudara-saudara diam bersama dengan rukun. (Maz 133 : 1-3) (Pepatah : Ada pendamaian keluarga, segalanya beruntung)

Kesimpulan : Berbahagialah orang yang telah mendengarkan “Jalan Untuk Memperoleh Berkat”. Tetapi adalah tidak memanfaatkan diri jika tidak melakukan sama seperti yang di dalamnya. Oleh itu, bangunlah! semua saudara dan saudari, semoga anda dan sekeluarga anda akan diberkati mulai dari sekarang sampai selama-lamanya! Haleluya, Amin.