37. Berjalan Di Negeri Orang-Orang Hidup
|

37. Berjalan Di Negeri Orang-Orang Hidup

 KITAB BACAAN : Mzm 116 : 8-10.

I.       DI DUNIA TIDAK ADA ORANG HIDUP

1.      Sebab oleh dosa, maka telah mati semuanya (Rm 5 : 12, 14).

2.      Di hadapan Allah tidak ada orang benar (Rm 3 : 9-12).

  • Manusia dalam dosa kesalahan (Mzm 51 : 5).

II.     KRISTUS ADALAH YANG HIDUP SATU-SATUNYA

1.      Dilahirkan oleh Roh Kudus (Mat 1 : 18-21).

2.      Tidak pernah berbuat dosa (Ibr 4 : 15;  Luk 23 : 22).

3.      Kebangkitan jasmaninya tidak mengalami kebinasaan (Kis 2 : 31-33;  1 Kor 15 : 3-8).

  • Sebagai yang sulung dari orang-orang hidup (1 Kor 15 : 20-23).

III.    MENGIKUTI TUHAN DALAM PERJALANAN ORANG HIDUP

1.      Tuhan iaitu jalan (Yoh 14 : 4-6;  Mrk 10 : 17-22).

2.      Melaksanakan kehendak Allah Bapa (Yoh 6 : 38;  8 : 29;  Mat 7 : 21).

3.      Mencontoh kematian Tuhan (Flp 3 : 10;  1 Ptr 2 : 21).

  • Setiap hari mengikut Tuhan memikul salib (Luk 9 : 23-24).
  • Dengan penderitaan badani Kristus sebagai senjata (1 Ptr 4 : 1-2).
  • Memperoleh kemuliaan bersama-sama (Rm 8 : 17).

26. Berjalan Sejauh Dua Mil
|

26. Berjalan Sejauh Dua Mil

Mat 5 : 41-44 : Ketika Tuhan memberitakan hal ini, adalah merupakan suatu pengajaran yang sangat penting bagi murid-muridNya, untuk pemupukan dan melaksanakan Firman Allah.

Sumber sejarah “Berjalan sejauh dua mil” :

Menurut catatan para ahli sejarah, pada saat itu tentara Romani menangkap orang-orang Yahudi untuk mengangkut dan mengisi makanan, lalu memerintahkan untuk berjalan sejauh dua mil (1 mil di negara Roma sangat jauh).  Sehingga orang-orang Yahudi tidak mahu dan berikhtiar untuk melarikan diri, tetapi kalau ketahuan, pasti akan menerima penganiayaan/siksaan, namun Tuhan Yesus mengajarkan kepada mereka, agar mahu berjalan dua kali lipat, yakni berjalan sejauh 2 mil.  Apabila mereka mahu melaksanakan dengan cara itu, sebenarnya dapat menggerakkan hati tentera Romani, sehingga memperoleh perlakuan yang baik (diperlakukan dengan baik).

Firman Tuhan mengajar untuk berjalan sejauh 2 mil, Tuhan bukan mengajar, tetapi Ia sendiri memberikan teladan.

Dalam Mat 20 : 28 dikatakan, bahawa Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani sebagai hamba, bahkan mahu membasuh kaki murid-muridNya;  Serta mengajarkan pula, agar mengasihi musuh, dan berdoa bagi yang menganiaya (Mat 5 : 44).

Maka itu kita harus belajar melakukan pengajaran “berjalan sejauh 2 mil” tersebut.

I.       MELAKSANAKAN DALAM FIRMAN

Setelah mendengarkan Firman, harus dilaksanakan barulah akan memperoleh berkatnya (Yak 1 : 22-25).  Tetapi bukan hanya melaksanakan apa yang harus dilakukan, melainkan harus melaksanakan sampai melewati batas, iaitu melaksanakan lebih banyak.  Harus bisa mengasihi musuh yang dibenci.

Dalam Alkitab terdapat banyak contoh :

1.      Abraham menyelamatkan Lot yang telah meninggalkan dia, dan menyelamatkan juga penduduk Sodom (Kej 14).

2.      Ishak memperlakukan dengan baik kepada orang Filistin yang dahulu telah mencelakainya (Kej 26 : 18-22, 26-31).

3.      Ketika Yusuf pergi ke Sikhem dan tidak menemukan para abangnya, lalu berjalan lagi ke Dotan untuk mencarinya (Kej 37 : 12-17).

4.      Yusuf dijual ke Mesir oleh para abangnya, sehingga telah menderita selama 10 tahun lebih, dan setelah menjadi Perdana Menteri, ia mahu mengampuni kesalahan para abangnya, serta memimpin keluarganya ke tempat tinggalnya dan menghidupi atau memelihara mereka (Kej 45 : 4-10;  47 : 11-12;  50 : 21).

II.     MELAKSANAKAN DALAM TUGAS

Terhadap tugas yang diwajibkan, harus dilakukan dengan bertanggungjawab.

Sekalipun bukan tugas yang harus dilakukannya, namun harus dilakukan dengan senang hati/sukarela;  Atau orang lain yang harus bertanggungjawab, namun tidak mampu melakukannya, maka wajib membantu untuk melakukannya.

  • Terhadap tugas yang memperoleh kehormatan, sudah tentu harus dilakukan sebagai kewajibannya, tetapi terhadap tugas yang tidak memperoleh upah, juga harus dilakukan dengan senang hati, semua itu dilakukan dalam tugas “Berjalan sejauh 2 mil”.
  • Terutama tugas kudus dalam penginjilan, bakti terhadap Gereja.  Dan bagi penginjil yang menerima biaya penghidupan tentu harus dilakukan dengan rajin.  Tetapi hal itu bukanlah yang dimaksud “Berjalan sejauh 2 mil”.

Tetapi bagi umat Kristian yang tidak menerima kehormatan, yang dilakukan dengan kehendak sendiri, serta melakukan dengan baik, tidak memegahkan diri sedikitpun, dapat disebut “Berjalan sejauh 2 mil”.

Demikian pula semangat penderitaan Injil Rasul Paulus, yakni suatu teladan yang patut dicontoh (Kis 20 : 33-35;  24;  2 Kor 12 : 15;  1 Kor 11 : 1).

III.    DALAM HAL PERSEMBAHAN

Orang kaya yang sering memberi persembahan, tidak dapat disebut “berjalan sejauh 2 mil”.  Yang melakukan persembahan perpuluhan, belum dapat disebut “berjalan sejauh 2 mil”.  Kerana hanya merupakan yang harus dilakukan sahaja (Luk 11 : 42;  Mal 3 : 10).

  • Yang dilakukan oleh jemaat Makedonia, barulah dapat disebut “berjalan sejauh 2 mil” (2 Kor 8 : 1-4).  Persembahan dari janda dapat disebut juga (Mrk 14 : 41-44;  1 Raj 17 : 12-15).
  • Ketika membangun bangunan Gereja, sebab jemaat tidak banyak serta miskin, namun dapat mempersembahkan segala yang dimilikinya;  Bahkan ada yang sampai menjual tanahnya, menjual ternaknya.  Hal itu dapat disebut “Berjalan sejauh 2 mil”.
  • Gereja yang ingin berkembang, terdapat beberapa unsur : Apabila banyak jemaat yang mahu berjalan sejauh 2 mil, maka Gereja pasti berkembang, dan setiap orang pun pasti akan memperoleh berkat.

 

Berjalan Di Atas Jalan Tuhan
| | |

Berjalan Di Atas Jalan Tuhan

Berjalan Di Atas Jalan Tuhan

[Liu Min De]

Prakata

Perjalanan umat pilihan (Kis 14:22).

Pilihan dan keputusan sepanjang perjalanan rohani (Kel 14:10-15).

[1]   Apakah Mahu Berundur Ke Belakang?

  1. Pilihan dan keputusan Petrus (Mat 14:22-32).
  2. Yang mengundurkan diri akan binasa (Ibr 10:38-39).
  3. Kehilangan hati yang berani (Ibr 10:35-36).

Δ        Jadikan keadaan Lot (Kej 19:17,26) sebagai peringatan (Luk 9:62).

Δ        Pelajarilah semangat Paulus (Flp 3:7-8).

[2]   Berdiri Tetap?

  1. Sewaktu umat berdepan dengan Laut Teberau, mereka tidak berundur maupun maju.
  2. Krisis tidak dingin tidak panas (Why 3:15-16).
  3. Kesudahan tidak menghasilkan buah (Mat 7:17-19; Luk 13:7).

Δ        Dalam angkatan penuh kejahatan:

    Pergunakanlah waktu yang ada (Ef 5:16).

‚    Kerjakan keselamatan (Flp 2:12).

ƒ    Pelihara kekudusan (Flp 2:15; II Kor 6:17).

Δ        Konsep dan pemikiran Paulus (Flp 3:12).

[3]   Maju Ke Depan

  1. Umat di sempadan Laut Terberau.
  2. Haruslah menyangkal diri (Mat 16:24-25).
  3. Maju ke depan dengan berani (Flp 3:13-14).
  4. Jalan ke Syurga perlu usaha gigih (Mat 11:12; Kis 14:22).

Δ        Daniel dan tiga orang sahabat (Dan 6:19-20; 3:16-18).

Δ        Paulus mengalami pelbagai kesukaran (II Kor 11:23-28).

Penutup

  1. Jangan lepaskan hati yang berani (Ibr 10:35-36).
  2. Beroleh kemenangan menyanyi lagu kemenangan (II Tim 4:7-8).