| |

Melayani Tuhan

“Kerana itu,saudara-saudari, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadah mu yang sejati” – Roma.12:1

Pernahkah anda dikejutkan oleh keindahan alam yang tahu-tahu terpampang di hadapan anda?Contohnya seperti ketika anda mendaki sebuah bukit dan setelah mencapai puncaknya, anda menemukan air terjun yang indah? Atau ketika berjalan-jaln di padang yang penuh dengan bunga-bunga liar, atau menemukan sepetak rerumputan beri-beri di tengah hutan? Seringkali keindahan-keindahan ini detemukan di tempat-tempat yang tersembunyi, dan hanya ditemukan oleh mereka yang melawati tempat-tempat yang jarang dikunjungi orang. Keindahan-keindahan ini mekar dan memperlihatkan kemuliaan mereka walaupun kemungkinan besar tidak ada orang yang akan mengetahui keberadaannya.

Keindahan alam ini memberikan kita umat Kristian sebuah pelajaran yang baik. Kita sudah sering mendengar mengenai pengajaran untuk mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup bagi Allah. Namun hari ini bila kita berbicara tentang melayani Allah, yang terbersit dalam fikiran kita adalah apa yang kita lakukan di gereja. Hampir secara umum, melayani Allah disamakan dengan apa yang terlihat oleh orang lain dan jumlah pelayanan yang kita lakukan. Kita memandang penting pelayanan-pelayanan yang kasat mata, atau pelayanan yang bertitel. Jumlah pelayanan yang dilakukan secara keliru dikaitkan dengan kedewasaan rohani seseorang, apakah ia menjadi persembahan yang hidup bagi Allah.

Mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup bukan hanya sekadar melibatkan diri dalam pelayanan di gereja. Persembahan yang hidup sebenarnya adalah sebuah pelayanan yang jauh lebih sulit. Di dalamnya terkandung desakan untuk menjaga diri untuk tetap murni dalam roh dan dalam perbuatan,menjalani hidup yang menyenangkan Allah, dan juga disenangi oleh manusia(Ref.Luk.2:52). Persembahan yang hidup adalah sesuatu yang harus kita lakukan senantiasa, berbunga dan menghasilkan buah walaupun tidak ada orang yang melihatnya, kerana Allah lah yang kita layani.

Menjadi persembahan yang hidup bererti menyinarkan terang Allah entah orang lain melihatnya atau tidak, di segala keadaan.Kita harus membawa terang Allah di waktu yang baik mahupun waktu yang tidak baik. Apakah kita kaya atau miskin, apakah hidup kita stabil atau banyak ketidakpastian, kita harus ingat untuk menjadikan hari-hari dalam hidup kita sebagai pelayanan bagi Allah.

Renungan:

Bagaimanakah aku dapat mengubah caraku hidup sehingga aku dapat menjadi persembahan yang hidup bagi Allah setiap hari?

Buku Kumpulan Santapan Rohani : Prakata
|

Buku Kumpulan Santapan Rohani : Prakata

Prakata

 

[I]     Skrip-skrip asal nas khotbah di dalam buku ini adalah dibekalkan oleh para pendeta dan siswa-siswa teologi; setelah dipilih dan ditapis oleh Badan Editor, maka semua nas-nas khotbah dijilidkan untuk menghasilkan buku ini.

 

[II]    Buku ini boleh dibahagikan kepada dua bahagian

Bahagian Aplikasi: Perbincangan Firman, Pelayanan, Tokoh-Tokoh, Penyempurnaan Rohani dan Keluarga.

Bahagian Kajian Kitab: Pesanan Musa (Kitab Ulangan fasal 10-14), Riwayat Raja-Raja, Mesej Kitab Habakuk, Makna Penting Kitab Efesus dan Ikhtisar Kitab Kolose.

Nas-nas karya di atas adalah ringkas, jelas dan dibentangkan dalam bentuk garis kasar demi memudahkan kita memahami kebenaran dalam Alkitab. Justeru itu, ianya sesuai dijadikan bahan-bahan kajian Alkitab peribadi, kajian kitab persahabatan-persahabatan atau untuk kebaktian keluarga dan terutamanya boleh dijadikan bahan-bahan khotbah dalam kesaksian firman gereja.

 

[III]   Ucapan terima kasih dirakamkan kepada para pendeta dan siswa-siswa teologi yang telah membekalkan hasil-hasil tulisan, kepada ahli-ahli penapis dalam Badan Editor, ahli-ahli Jabatan Penginjilan-Pengembalaan yang membantu mengumpulkan nas-nas khotbah, juga kepada ahli-ahli Badan Editor. Semoga Tuhan merahmati dan memberkati agar fungsi buku ini berkembang luas secara berkesan.

 

 

Jabatan Kesusasteraan Ibu Gereja Taiwan, 15 Okt. 1991

[Diterjemahkan Jbt Kesusasteraan Ibu Gereja Sabah, 2000]

Bahagian 6  Hal-Hal Yang Dibenci Tuhan Allah
| | | |

Bahagian 6 Hal-Hal Yang Dibenci Tuhan Allah

Nas Kitab: Ulangan fasal 16 ayat 21 – fasal 17 ayat 1

Prakata:

Sebab yang demikian adalah kekejian bagi Tuhan, Allahmu (Ul 16:21; 17:1)

 I.             Menanam Sesuatu Pohon Sebagai Tiang Berhala Dan Mendirikan Tugu Berhala (Ul 16:21-22)

  1. Menanam sesuatu pohon di samping mezbah (21)
  2. Jangan dibuat sebagai tiang berhala (21)
  3. Jangan kaudirikan tugu berhala bagimu (22)

Δ       Mereka melihat ke setiap bukit yang tinggi dan ke setiap pohon yang penuh cabang-cabang dan mereka mempersembahkan di sana korban sembelihannya dan membawa persembahannya yang menyakiti hati ……, kamu katakan: kami ingin seperti bangsa-bangsa lain, seperti segala kaum di negeri-negeri untuk berbakti kepada pohon dan batu (Yeh 20:27-30)

Δ       Beginilah firman Tuhan: Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa …… bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu ….. (Yer 10:2-3)

Δ       Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini (Rm 12:1-2)

II.          Jangan Persembahkan Lembu Domba Yang Cacat Atau Sesuatu Yang Buruk (Ul 17:1)

  1. Yang cacat
  2. Yang buruk

Δ       Tetapi kamu berkata: Meja Tuhan boleh dihinakan. Kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik …… oleh tanganmulah terjadi hal itu, masakan Ia akan menyambut salah seorang daripadamu dengan baik? (Mal 1:7-9)

Δ       Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punyaKulah dunia dan segala isinya, daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum? (Mzm 50:7-13)

III.       Kesimpulan

Δ       Apakah gunanya patung pahatan, yang dipahat oleh pembuatnya? …… Tetapi Tuhan ada di dalam baitNya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapanNya, ya segenap bumi! (Hab 2:18-20)

Bahagian 2:  Persembahkan Persembahan Sukarela Merayakan Hari Raya Tujuh Minggu
| | | |

Bahagian 2: Persembahkan Persembahan Sukarela Merayakan Hari Raya Tujuh Minggu

Nas Kitab: Kitab Ulangan fasal 16 ayat 9-12

Prakata:

Kemudian haruslah engkau merayakan Hari Raya Tujuh Minggu bagi Tuhan, Allahmu, sekadar persembahan sukarela yang akan kauberikan sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu (Ul 16:10)

 I.             Cara Merayakan (Ul 16:12)

  1. Tujuh minggu harus kauhitung: pada waktu orang mulai menyabit gandum yang belum dituai, haruslah engkau mulai menghitung tujuh minggu itu (9)
  2. Persembahkan persembahan sukarela (10)
  3. Bersukaria di hadapan Tuhan (11)

Δ       Pada hari hulu hasil, pada waktu kamu mempersembahkan korban sajian baru kepada Tuhan …… (Bil 28:26)

Δ       Yang terbaik dari buah bungaran hasil tanahmu haruslah kaubawa ke dalam rumah Tuhan, Allahmu (Kel 29:19)

II.          Makna Merayakannya (Ul 16:10-12)

1. Persembahkan pesembahan sukarela tanda bersyukur

Δ       Sekadar persembahan sukarela yang akan kauberikan kepada Allah (Ul 16:10)

Δ       Sebab daripadaMulah segala-galanya (I Taw 29:14)

2. Bersukaria dengan semua orang

Δ       Engkau, anak laki-laki serta anakmu perempuan, hamba-hamba, orang Lewi, orang asing, anak yatim dan janda haruslah bersukaria di hadapan Tuhan (Ul 16:11)

Δ       Berkongsi-nikmatkan hasil jerih payah dengan anak-anak (Mzm 128:1-6)

Δ       Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi (Pkh 9:9)

Δ       Tuhan menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda (Mzm 146:9)

3. Peringati waktu-waktu dulu menjadi hamba

Δ       Haruslah kauingat, bahawa engkaupun dahulu budak di Mesir (Ul 16:12)

Δ       Demikian diselamatkanNya mereka dari tangan pembenci, ditebusNya mereka dari tangan musuh (Mzm 106:10)

III.       Kesimpulan

Δ       Haruslah engkau melakukan ketetapan ini dengan setia (Ul 16:12)

Bahagian 3  Apabila Engkau Berkata, Aku Mau  Mengangkat Raja Atasku
| | | |

Bahagian 3 Apabila Engkau Berkata, Aku Mau Mengangkat Raja Atasku

Nas Kitab: Ulangan fasal 17 ayat 14-20

Prakata:

……  dan telah mendudukinya dan diam di sana, kemudian engkau berkata: Aku mau mengangkat raja atasku, seperti segala bangsa yang di sekelilingku …… Dari tengah-tengah saudara-saudaramu haruslah engkau mengangkat seorang raja atasmu; seorang asing yang bukan saudaramu tidaklah boleh kauangkat atasmu (Ul 17:14-15)

I.       Empat larangan bagi raja (Ul 17:16-17)

1. Jangan memelihara banyak kuda (16)

Δ       Jangan berniat membangunkan kekuasaan untuk diri sendiri (rujuk: II Sam 15:1-6)

Δ       Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa (Mzm 33:16)

2. Jangan mengembalikan bangsa ke Mesir untuk mendapat banyak kuda (Ruj: II Sam 15:1-6)

Δ       Jangan kembali ke Mesir dan tercemar dengan adat jahat di situ (Ruj: Yer 42:13-17)

3. Jangan mempunyai banyak isteri (17)

Δ       Supaya jangan hati menyimpang menjadi jahat (I Raj 11:1-10)

Δ       Jangan berikan kekuatanmu kepada perempuan (Ams 31:3)

4. Jangan kumpul terlalu banyak emas dan perak (17)

Δ       Emas dan perak akan menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan (Yeh 7:19)

II.          Tiga keharusan raja (Ul 17:18-19)

1. Harus membuat salinan hukum untuk sendiri (18)

Δ       Harus ada di sampingnya (Ul 17:18)

Δ       Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaan di antara kamu (Kol 3:16)

2. Harus baca untuk seumur hidupnya (19)

Δ       Untuk belajar takut akan Tuhan (Ul 17:19)

Δ       Dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci (II Tim 3:15)

3. Memegang dan melakukan segala isi hukum (19)

Δ       Peringatan-peringatanMu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya. Bila tersingkap, firman-firmanMu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh (Mzm 119:129-130)

III.       Dua penghindaran raja (Ul 17:20)

  1. Jangan tinggi hati terhadap saudara-saudaranya
  2. Jangan menyimpang dari perintah itu ke kanan atau ke kiri

Δ       Setelah raja Uzia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada Allah (II Taw 26:16)

IV.       Kesimpulan

Δ       Agar lama ia memerintah, ia dan anak-anaknya di tengah-tengah orang Israel.

Bahagian 2  Turuti Keputusan, Hapuskan Yang Jahat
| | | |

Bahagian 2 Turuti Keputusan, Hapuskan Yang Jahat

Nas Kitab: Ulangan fasal 17 ayat 8-13

Prakata:

Dan engkau harus berbuat menurut keputusan yang diberitahukan mereka kepadamu dari tempat yang akan dipilih Tuhan; engkau harus melakukan dengan setia segala yang ditunjukkan mereka kepadamu (Ul 17:10)

I.     Perkara Yang Terlalu Susah (Ul 17:8) ~ Pendakwaan

  1. Bunuh-membunuh
  2. Tuntut-menuntut
  3. Luka-melukai

Δ       Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapa kamu tidak lebih suka dirugikan? (I Kor 6:7)

II.          Para Hakim (Ul 17:9, 12)

1. Imam-imam orang Lewi (9)

Δ       Dialah yang dipilih oleh Tuhan, Allahmu (Ul 18:5)

2. Hakim (12)

Δ       Pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah (Rm 13:1-2)

III.       Setelah Mendapat Keputusan (Ul 17:9-12)

  1. Harus berbuat menurut keputusan yang diberitahukan, harus lakukan dengan setia (10)
  2. Menurut petunjuk yang diberikan kepadamu dan menurut keputusan yang dikatakan kepadamu haruslah engkau berbuat (11)
  3. Jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri dari keputusan yang diberitahukan mereka kepadamu (11)
  4. Orang yang tidak mendengar harus dihukum mati (12)

Δ       Setiap yang menentang perintahmu dan tidak mendengar perkataan-perkataanmu, apapun yang kauperintahkan kepadanya, dia akan dihukum mati. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu! (Yos 1:18)

IV.       Kesimpulan (Ul 17:12-13)

  1. Hapuskan yang jahat (12)
  2. Bangsa akan menjadi takut dan tidak lagi berlaku terlalu berani (13)