Bahagian 10: Kelakuan Dan Rupa Diaken Rohani ~ Pelayan Allah
| | | | | |

Bahagian 10: Kelakuan Dan Rupa Diaken Rohani ~ Pelayan Allah

Bahagian 10: Kelakuan Dan Rupa Diaken Rohani ~ Pelayan Allah

Nas kitab: 6:1-13

[1]      Pergunakan Kesempatan Yang Ada Untuk Membalas Kasih Karunia Tuhan (6:1-2)

i. Nasihat rasul.

‘Sebagai temat-teman sekerja, kami menasihatkan kamu’ (1a).

‘Jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah yang telah kamu terima’ (1b).

Δ Memperolehnya dengan cuma-cuma, berikanlah juga dengan cuma-cuma.

ii. Allah sendiri menasihati.

Sebab Allah berfirman:

¬    “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan,  Aku akan menolong engkau” (2a).

Δ Kalimat ini adalah peringatan dari Allah sendiri kepada manusia: ‘Bagaimana Aku menyelamatkan kamu ~ ingatlah bagaimana kamu menerimakan kasih karuniaKu’ (Why 3:3a).

­“Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari  penyelamatan itu” (2b).

Δ Mengingatkan para pemercaya agar pergunakan setiap kesempatan untuk memberitakan Injil.

Δ Allah berfirman: “Lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu” (Why 3:8).

Δ Kehendak Allah ialah supaya semua orang diselamatkan (II Ptr 3:9; I Tim 2:4).

[2]      Setia Menjadi Pelayan Tuhan (6:3-7)

i. Aspek negatif.

– “Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung” (3a).

‘Tersandung’ maksud menyebabkan orang menentang disebabkan kita melakukan yang tidak sopan ataupun merugikan orang.

“Supaya pelayanan kami jangan sampai dicela” (3b).

Δ Terjemahan Li Zhen Zhong: Dalam hal apapun, terhadap sesiapapun…..supaya jangan kami dianggap cerewet.

Δ Awasi diri dan berjaga-jaga supaya jangan orang lain mempunyai alasan memfitnah kita dan supaya jangan kita menjadi rintangan menghalangai orang lain percaya kepada Injil.

ii. Aspek positif.

“Kami tunjukkan bahawa kami adalah pelayan Allah” (4).

Δ Tidak berlagak, tidak berpurua-pura, tidak memegah-megahkan diri  “Menjadi hambamu oleh kerana kehendak Yesus” (4:5).

iii. Demi Tuhan, bertahan dalam penderitaan (4-5).

– Dari segi jiwa: menahan dengan penuh kesabaran, dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran.

­Dari segi jasmani: dera, penjara, kerusuhan.

– Dari segi ekonomi: berjerih payah, berjaga-jaga, berpuasa.

Δ Versi Li Zhen Zhong: bekerja keras, kurang tidur, kurang makanan.

iv. Perlakuan akhlak (6).

– Aspek kenikmatan material: kemurnian hati (6a).

Pengkayaan dan amalan pengetahuan kebenaran: pengetahuan kesabaran (6b).

– Terhadap orang lain: kemurahan hati, dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik (6c).

– Aspek perjuangan rohani: pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah, dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang atau mempertahankan (7).

Terjemahan bahasa Cina: pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan di sebelah kiri dan kananmu.

‘Senjata-senjata keadilan di sebelah kiri dan kanamu’    Terjemahan En Gao: Dengan senjata keadilan di kedua-dua tangan kanan dan kirimu (6:7).

Δ Tuhan membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, Ia membalas kepadaku sesuai dengan  kesucian tanganku di depan mataNya (Mzm 18:21-25).

– Aspek mulia dan hina: dihormati, dihina, diumpat, dipuji (6:8).

[3]     Kasih Karunia Yang Ajaib (6:8-10)

i. Ketika dianggap penipu, namun dipercayai.

Δ Kekadangnya kita memimpin kawan-kawan simbaptisan selangkah demi selangkah seolah-olah menggodainya, namun itu adalah berdasarkan motif yang murni, ikhlas, yakni mengarahkannya kepada Tuhan.

ii. Sebagai orang tidak dikenal namun terkenal (9a).

iii. Sebagai orang nyaris mati dan sungguh kami hidup (9b).

Δ Terjemahan baru: Dikatakan bahawa kami telah mati, pada hakikatnya kami masih hidup.

iv. Sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati (9c).

v. Sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita (10a).

Δ Sebab aku yakin bahawa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita (Rm 8:18).

vi. Sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang (10b).

vii. Sebagai orang yang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu (10c).

Δ Sewaktu di dunia, Paulus tidak memiliki suatu apapun. Namun di dalam Tuhan ia memiliki segala-galanya, di mana Allah membekalinya tepat waktunya berdasarkan iman orang-orang tertentu.

[4]     Berkomunikasi Dengan Hati Terbuka Dan Jujur Ikhlas (6:11-13)

i. Secara mesra: “Hai orang Korintus!” (11a).

  1. Berkata benar di dalam kasih: “Kami telah berbicara terus terang kepada kamu” (11b).
  2. Menerimakan orang dengan hati terbuka: “Hati kami terbuka lebar-lebar” (11c).
  3. Dan bagi kamu ada tempat yang luas di dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya  tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu (12).

“Maka sekarang, supaya timbal balik…” (13a).

“Aku berkata seperti kepada anak-anakku” (13b).

Bahagian 9: Konsep Kehidupan – Hidup Demi Tuhan
| | | | | |

Bahagian 9: Konsep Kehidupan – Hidup Demi Tuhan

Bahagian 9: Konsep Kehidupan – Hidup Demi Tuhan

Nas kitab: 5:14-21

[1]      Sebab-Musabab Hidup Demi Tuhan (5:14-15)

i. Kasih Kristus menguasai kita.

“Ia, satu orang mati untuk semua orang, maka mereka semua seudah mati” (14).

¬    Ia menjadi Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia (Yoh 1:29).

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh (I Ptr 2:23,24).

“Supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka” (15).

a) “Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup dan kudus dan yang berkenan kepada  Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” (Rm 12:1, 2).

b) Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan (Rm 14:8, 9).

ii. Kita telah menjadi manusia ciptaan baru (16-17).

‘Tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia’ (16).

Tidak lagi mempunyai konsep nilai menurut pandangan mata jasmani maupun duniawi.

Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilaiNya demikian (16b).

Δ Sebelum Paulus dipanggil, dia melihat Kristus hanya dari ukuran mata jasmaninya, di mana ia melihat bahawa Kristus hanyalah datang dari Nazaret, dan berdasarkan ukuran mata jasmani juga ia menganiayai jemaat. Setelah dipanggil ia mengenali Kristus sebagai yang tak ternilai, oleh itu: sekarang kami tidak lagi menilaiNya menurut ukuran manusia.

Δ Kristus memberikan kita hidup baru, iaitu manusia ciptaan baru, oleh demikian kita harus miliki objektif baru ~ Hidup Demi Tuhan.

[2]      Amanat Hidup Demi Tuhan (5:18-21)

i. ‘Pelayanan’ mendamaikan semua orang (18a).

‘Dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan Allah’ (18a).

Δ “Oleh darah Kristus, Ia mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah”  (Ef 2:13,14).

“Dan mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami” (18b).

Δ Dengan perantaraanNya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada namaNya (Rm 1:5).

“Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka” (19a).

Δ Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma kerana penebusan dalam Kristus Yesus… untuk menunjukkan keadilan Allah, kerana Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya (Rm 3:24,25).

ii. ‘Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu (firman) kepada kami’ (19b).

Δ …pemberitaan Injil yang telah dipercayakan kepadaku sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita (Tit 1:3).

Δ Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk (Mrk 16:15,16).

Δ  Pergilah dan beritakanlah……kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, kerana itu berikanlah pula dengan cuma-cuma (Mat 10:7, 8).

iii. Jadi ‘utusan’ mendamaikan manusia dengan Allah (5:20-21)

¬ Dengan sikap yang tekun, tabah dan sungguh-sungguh, para rasul menyelamatkan orang-orang  Korintus berdamai dengan Allah (20).

‘Kami ini adalah utusan-utusan Kristus’ (20a).

Δ Versi terjemahan baru: kami ini adalah utusan-utusan Kristus (20a).

‘Seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami’ (20b).

Δ Versi terjemahan baru: Allah sendiri menasihati kamu dengan perantaraan kami (20b).

Meminta kepada mereka yang berbuat dosa agar memulihkan hubungan yang normal dengan Allah.

‘Dalam nama Krsitus kami meminta padamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah’ (20c).

Δ Versi terjemahan baru: ‘Dalam nama Kristus kami meminta padamu: biarkanlah Allah mengubahkan kamu, agar kamu berdamai semula denganNya’ (5:20c).

iv. Tanda bukti mendamaikan manusia dengan Allah.

¬ ‘Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa kerana kita (21a).

Δ Versi terjemahan baru: Pada hakekatnya, Kristus tidak berdosa tetapi oleh kerana kita, Allah membiarkanNya memikul dosa kita (21a).

 ‘Supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah’ (21b).

Δ Versi terjemahan baru: supaya kita berdamai semula dengan Allah, olehNya (21b).

Bahagian 8: Konsep Kehidupan Berdasarkan Iman Bukan Melihat
| | | | | |

Bahagian 8: Konsep Kehidupan Berdasarkan Iman Bukan Melihat

Bahagian 8: Konsep Kehidupan Berdasarkan Iman Bukan Melihat

Nas kitab: 5:1-13

[1]      Kemah Tempat Kediaman Di Bumi Pasti Dibongkar

i. “Kerana kami tahu” (5:1).

¬ Seumur hidup yang Tuhan berikan kepada manusia (Mzm 90:3-10).

a) Seperti suatu giliran jaga di waktu malam (4).

b) Seperti mimpi (5).

c) Seperti dihanyutkan air (5).

d) Seperti rumput yang tumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu (6).

e) Masa hidup ialah tujuh puluh tahun, jika kuat delapan puluh tahun (10).

ii. Selama di dalam kemah ini, kita mengeluh:

¬ Kehidupan manusia di dunia tetap ada penderitaan (Ayb 5:7) [singkat dan tersiksa] (Kej 47:9).

­- Kebanggaan hidup manusia ialah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap (Mzm 90:10; Pkh 1:2).

– Kerana kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi (5:2).

Δ Itu memang jauh lebih baik (Flp 1:23).

– Tidak persimis, tidak membenci dunia.

‘Tanpa menanggalkan yang lama’ (5:4c), bukanlah bermakna awal-awal meninggalkan dunia ini (ruj: Yoh 17:15), melainkan hidup demi Tuhan menurut kehendakNya.

‘Mau mengenakan pakaian yang baru’ (5:4b) ~ maksudnya ialah tubuh rohaniah yang bangkit kerana itu adalah jauh lebih baik (Flp 1:23; Rm 8:18).

‘Supaya yang fana itu ditelan oleh hidup’ ~ versi terjemahan baru: ‘supaya yang fana itu digantikan hidup’ (5d).

Δ Kita berharap di masa kelak kita akan bangkit dan sepenuhnya berubah kepada tubuh rohaniah yang mulia (I Kor 15:43).

[2]      Tujukan Pandangan Kepada Hidup Kekal ~ Kerana Percaya, Bukan Kerana Melihat (5:1, 5-13)

i. ‘Allah telah menyediakan’ (5:1).

Δ Terjemahan bahasa Cina: “Dibangunkan Allah’.

– Yang direncanakan Allah (Ibr 11:10).

– Tempat kediaman yang kekal di sorga (5:1) ~ tidak dapat binasa, tidak dapat cemar dan tidak dapat layu ( I Ptr 1:4).

– Dengan demikian kita berpakaian (5:2,3) ~ betapa mulia dan hormat.

ii. ‘Allah mempersiapkan kita’ (5:5) ~ Tetapi Allahlah yang mempersiapkan kita untuk hal itu.

Δ Versi terjemahan baru: “Allah sendiri mempersiapkan kita untuk menyesuaikan diri dengan perubahan itu (5:5).

¬  Mula-mula menanamkan firman hidup (benih) ke dalam hati kita (Yak 1:21; Yoh 1:16).

Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah (Kol 3:3). Di masa kelak, kita akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan (Kol 3:4).

iii. Roh sebagai jaminan ~ “Roh Kudus sebagai tanda bukti” [kata asalnya: sebagai aset / modal] (5:5).

Δ Aset bermakna gadai janji, cagaran ataupun jaminan.

iv. Sebab hidup kami ini adalah hidup kerana percaya, bukan kerana melihat (5:7).

“Maka oleh kerana itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sedar, bahawa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan” (5:6).

“Tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan” (5:8).

Δ Walaupun kita tidak pernah melihat Tuhan, juga tidak pernah melihat Sorga, namun disebabkan kita percaya bahawa Dia adalah Allah maha setia, dengan Roh Kudus sebagai jaminan yang paling nyata, maka siang dan malam kita mengharapkan penyataan kemuliaan tersebut. Justeru itu, kita tabah menghadapi hidup maupun mati – itulah pengharapan hidup yang dijanjikan Tuhan (I Ptr 1:3-5; II Ptr 1:4).

v. Berusaha melakukan segala yang berkenan kepada Allah (5:9) ~ hidup layak di hadapanNya (Kol 1:10).

Δ Haruslah hidup berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi (I Tes 4:1).

Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus (5:10a).

Supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat (5:10b).

vi. Takut akan Tuhan.

– Kami tahu apa ertinya takut akan Tuhan, kerana itu kamu berusaha menyakinkan orang (11).

¬ Bagi Allah hati kami nyata terang (5:11a).

Aku berharap hati kami nyata juga demikian bagi pertimbangan kamu (5:11b).

vii. Muliakan Allah dalam segala hal (12).

Dengan ini kami tidak berusaha memuji-muji diri kami sekali lagi kepada kamu, tetapi kami mau memberi kesempatan kepada kamu untuk memegahkan kami (12a).

Supaya kamu dapat menghadapi orang-orang yang bermegah kerana hal-hal lahiriah dan bukan batiniah (12b).

Δ Memberi kesempatan kepada kamu untuk memegahkan kami ~ itu adalah demi kebaikan jemaat, di mana jemaat memuliakan Allah atas kesaksian-kesaksian baik para gembala.

Δ Orang-orang yang bermegah kerana hal-hal lahiriah bukan batiniah – ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya. Sudahpun hati tidak percaya, mulut pula mahu memfitnah; juga ditujukan kepada pertuturan dan perbuatan para pendeta.

Δ Versi terjemahan baru: agar kamu boleh menjawap mereka yang hanya mengutamakan lahiriah, tidak mengutamakan perwatakan seseorang (5:12).

viii. Bergiat untuk Allah, menguasai diri kerana orang lain “Sebab jika kami tidak menguasai diri, hal itu adalah untuk Allah”.

Terjemahan bahasa Cina: Sebab jika kami gila, itu adalah untuk Allah.

¬ Kegairahan Paulus untuk firman menyebabkan orang beranggapan ia sudah gila (Kis 26:24).

Disebabkan ketidakpercayaan bangsa Yahudi, Paulus berdukacita dan selalu bersedih hati – suara hatinya turut bersaksi dalam Roh Kudus, bahkan ia mau terkutuk demi saudara-saudaranya (Rm 9:1-3); demi menyelamatkan jiwa, ia tidak menghiraukan apa jua sehingga disalah-fahamkan bahawa ia telah menjadi gila.

‘Dan jika kami menguasai diri, hal itu adalah untuk kepentingan kamu’ (13b).

Δ  ‘Supaya jangan dipandang tidak waras oleh para pemercaya, maka mereka menguasai diri dengan upaya’.

Δ Kuasailah diri dalam segala hal (I Kor 9:25).

Bahagian 7: Pelayanan Yang Mulia
| | | | | |

Bahagian 7: Pelayanan Yang Mulia

Bahagian 7: Pelayanan Yang Mulia

Nas kitab: 4:1-18

[I]       Menerima Secara Langsung Dari Pada Allah ~ Diutus (Yoh 20:21; 4:1)

Δ Berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagiKu untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka” (Kis 13:2,3) ~ dipanggil dan diutus khas (Rm 1:1).

i. “Oleh kemurahan Allah” (1a) – Manusia sememangnya tidak layak menerima kasih karunia Tuhan, hendaklah berdasarkan kemurahan Allah.

ii. “Telah menerima pelayanan ini” (1b) – Pelayanan rohani adalah diterimakan daripada Tuhan (Yer 1:7).

Δ Yang dipercayakan sesuai dengan perintah Tuhan Yesus, Juruselamat kita (Tit 1:3).

iii. “Kerana itu kami tidak tawar hati” (1c) – Diperintahkan menerima pelayanan, maka haruslah beranikan diri untuk melaksanakan kekuasaan  Kerajaan Allah.

Δ Jangan takut… sebab Aku menyertai engkau… (Kis 18:9, 10).

[2]      Pelayanan Yang Hormat ~ Setia Menunaikan Tanggungjawab (Rm 11:13; 4:2-6)

i. ‘Menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan’ (4:2a).

Δ Mempergunakan jemaat mendapatkan keuntungan diri, ataupun perbuatan-perbuatan rendah hati yang pada hakikatnya tersembunyikan niat kepentingan diri yang bersifat dosa.

ii. ‘Tidak berlaku licik’ (2b).

Δ Versi En Gao: ‘Tidak berbuat secara palsu-palsu demi mencari kesukaan orang; tidak berani bertindak melampaui kebenaran, maupun berkompromi dengan dosa atau berpihak padanya’.

iii. “Tidak memalsukan firman Allah; sebaliknya kami menyatkan kebenaran” (4:2c).

Δ Versi Li: Tidak mengacau-bilaukan firman Tuhan.

Δ Versi terjemahan baru: Tidak memutar-balikkan firman Tuhan. Tidak memonopolikan jemaat dan mencari kesukaan jemaat demi mendapatkan sokongan.

iv. “Dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah” (4:2d).

Δ Versi terjemahan baru: mendorong suara hati setiap orang dengan perbuatan sendiri.

v. Memberitakan Injil dengan segenap kekuatan supaya Injil tidak tertutup (4:3).

– Jika Injil tertutup, maka ia tertutup untuk mereka yang akan binasa (4:3).

– Yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang fikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini (4:4).

vi. “Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan” (4:5a).

vii. “Dan diri kami sebagai hambamu kerana kehendak Yesus” (4:5b).

viii. Peringatkan diri memimpin jemaat mengambil bahagian dalam kerja pemberitaan Injil.

– Allah telah membuat terangNya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah (4:6).

– Kita sepatutnya bawakan kemuliaan Allah kepada orang lain (4:6; versi En Gao).

“Allah telah memerintahkan terang terbit dari gelap, kita boleh membuat terangNya bercahaya di dalam hati” (6a).

“Agar kita mengetahui akan cahaya kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus” (6b).

Δ Versi En Gao: Agar, oleh cahaya kemuliaan Allah terpancar pada wajah Yesus Kristus, kita beroleh pengetahuan  [untuk menerangi orang lain] (4:6b).

[3]     Genapkan Pelayanan ~ Tahan Uji (4:7-15)

Δ Kekuasaan Allah ternyata pada diri kita: “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahawa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami” (4:7).

‘Harta’ ialah pelayanan.

‘Bejana tanah liat’ ~ mengumpamakan tubuh pemercaya yang hina.

i. Keadaan kesiksaan (4:8-9).

– ‘Ditindas, namun tidak terjepit’.

Δ Di Ikonium (Kis 13:50; 14:1-19).

­        – ‘Habis akal, namun tidak putus asa’.

Δ Di Filipi (Kis 16:22-30).

– ‘Dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian’.

Δ Di Efesus (Kis 19:23).

– ‘Dihempaskan, namun tidak binasa’.

Δ Di Listra (Kis 14:19-22).

ii. Memberita Injil dengan semangat mempertaruhkan nyawa.

– “Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami” (4:10).

– Sebab kami yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut kerana Yesus, supaya hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini (11).

Δ Versi terjemahan baru: Demi Yesus, seumur hidup kita adalah mempertaruhkan bahaya nyawa, agar hidupNya menjadi nyata di dalam tubuh kita yang fana ini.

 “Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam diri kamu” (4:12).

Δ Versi terjemahan baru: ‘Maksudnya ialah: kami selalu menghadapi maut, dan oleh itu kamu beroleh hidup’ (12).

Δ Paulus dikuasai kasih Kristus, di mana Dia, satu orang mati untuk semua orang, supaya semua orang beroleh hidup (5:14,15). Demikian juga Paulus menaruh azam mempertaruhkan nyawa, tidak takut menghadapai pelbagai macam keganasan dan kejahatan, melainkan maju dengan berani untuk memberitakan Injil agar setiap yang mendengarkan Injil akan dibaptis ke dalam Kristus dan beroleh hidup; itulah yang dimaksudkan ‘maut giat di dalam kami dan hidup giat di dalam kamu’ (12).

iii. Memberita oleh kerana percaya

– “Namun kerana kami memiliki roh iman… aku percaya, sebab itu aku berkata-kata’ (13).

Δ Versi terjemahan baru: ‘Aku percaya, sebab itu aku beritakan. Oleh kerana kita memiliki roh iman yang sama, maka kita percaya, sebab itulah kita juga beritakan’ (13).

“Kerana kami tahu, bahawa Ia yang membangkitkan Tuhan Yesus akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diriNya” (14).

“Sebab semuanya iu terjadi oleh kerana kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyak orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah” (15).

[4]     Kemuliaan Kekal ~ Manusia Lahiriah Merosot, Manusia Batiniah Dibaharui Setiap Hari (4:16-18)

i. “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari” (16).

ii. “Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-gala, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami” (17).

Δ Kesaksian Paulus: Sebab aku yakin, bahawa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita (Rm 8:18).

iii. “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, kerana yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal” (18).

Bahagian 6: Pelayan Perjanjian Baru
| | | | | |

Bahagian 6: Pelayan Perjanjian Baru

Bahagian 6: Pelayan Perjanjian Baru

Nas Kitab: 3:1-18

Prakata

Pada waktu tersebut ada rasul-rasul palsu yang menyebarkan kabar angin untuk menghasut para pemercaya, menyebabkan mereka mulai mencurigai identiti Paulus. Maka di sini Paulus dengan khasnya menjelaskan bahwa kerja gembalaannya ialah bukti kuasa kerasulannya.

[1]      Pelayan-Pelayan Perjanjian Baru Adalah Dilantikkan Allah (3:1-3)

i. Bukan direkomenkan sendiri: “Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami?” (1).

ii. Juga tidak perlu direkomenkan orang lain: “Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu?”

Δ Pada waktu tersebut, disebabkan mahu mengalakkan rasul-rasul palsu, maka surat pujian adalah sesuatu yang lazim digunakan (Kis 18:27; Rm 16:1).

Δ Terhadap jemaat Korintus, Paulus sekali-kali tidak perlu menggunakan surat pujian, disebabkan jemaat di situ adalah didirikan olehnya, justeru itu, katanya: “kamu adalah surat pujian kami” (3:2).

iii. Adalah direkomenkan oleh Roh Allah.

“Kerana telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami” (3:3a).

Δ Roh Allah kerja bersama-sama Paulus dengan menyatakan tanda-tanda mujizat demi membuktikan Firman yang diberitakan ~ itulah surat rekomendasi dari Kristus.

“Yang ditulis oleh pelayanan kami”: oleh firman yang kami beritakan, tertulis di dalam hati kami dan menimbulkan perubahan dalam kehidupanmu. Secara hidup dinampakkan dalam perbuatanmu, setiap orang dapat melihatnya ~ itulah yang ditulis oleh pelayanan kami.

“Ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia” (3:3b).

Δ Yang ditulis dengan tinta, pasti akan pudar lama-kelamaan juga dilenyapkan sebaliknya ditulis dengan Roh dari Allah yang hidup, adalah hidup yang diterima dari Allah, bersandar kepada Roh Kudus untuk kerja pembaharuan, itulah yang terindah dan sekali-kali tidak palsu (Tit 3:5).

[2]      Perbezaan Antara Pelayan Perjanjian Baru Dan Pelayanan Perjanjian Lama (3:4-9)

Δ Guru-guru palsu waktu tersebut mengacau-bilaukan firman kebenaran dan menghasut serta menyesatkan bangsa lain yang telah percaya pada Tuhan bahawa semestinya memegang hukum-hukum Perjanjian Lama, lalu dengan sengajanya menjunjung tinggi kemuliaan pelayanan dalam Perjanjian Lama. Lantas, Paulus membandingkan kedua-dua jenis pelayanan tersebut dan mengambil kesempatan untuk menasihati para pemercaya supaya jangan merindui akan peraturan-peraturan dan hukum-hukum agama Yahudi.

i. Pelayan-pelayan Perjanjian Baru.

Melayani berdasarkan iman oleh Yesus Kristus (3:4a).

“Oleh Kristus” ~ yaitu oleh penyelamatan Kristus, maka kita menjadi anak-anak Tuhan dan menjadi juga imamat yang rajani (I Ptr 2:9); dipanggil menjadi rasul-rasul diutus khas untuk memberitakan Injil Allah (Rm 1:1).

“Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah” (3:4) ~ hanya dengan diutus Tuhan barulah beroleh keyakinan dan kekuasaan untuk bekerja.

Bersandar pada anugerah Tuhan, bukan bergantung pada diri sendiri (3:5).

“Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah” (3:5).

Berdasarkan Roh, bukan perkataan yang tertulis (3:6).

“Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh (3:6a).

“Roh menghidupkan” ~ yang menghidupkan ialah Roh yaitu kehidupan (Yoh 6:63).

Δ Ialah membuat suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi Roh” (3:6) ~ pelayan-pelayan Perjanjian Baru, bukanlah perjanjian pada tulisan melainkan Perjanjian Roh.

Δ Rumusan segala hukum Taurat ialah Kristus, setiap yang percaya padaNya pasti dibenarkan (Rm 10:4).

Adalah milik Roh bukan milik maut (3:7-8).

Δ Pelayanan milik Roh adalah tugasan memimpinkan manusia bebas dari hukuman kekal, yakni maut kekal bagi jiwa (Kis 26:18; Kol 1:27-29).

Adalah tugasan pelayanan yang dibenarkan: “Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memipin kepada pembenaran” (3:9).

Tugasan pelayanan Perjanjian Lama.

“Terdiri dari hukum yang tertulis” (3:6b) ~ yaitu bergantung pada peraturan-peraturan hukum Taurat.

‘Yang mematikan’; ‘Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah, itu, dosa mulai hidup’ (Rm 7:7-9)

Á Pelayanan yang memimpin kepada kematian: pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu (7)

Δ Hidup di bawah hukum Taurat, tidak dapat benar-benar meluputkan orang-orang Israel yang menghadap mempersembahkan korban, dari maut (Ibr 10:1-4)

 Pelayanan yang menetapkan dosa (9): pelayanan yang memimpin kepada penghukuman, disebabkan hukum Taurat sebenarnya menetapkan dosa.

[3]     Bandingan Antara Kemuliaan Dahulu Dengan Kemuliaan Abadi (3:10-11)

i. Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai erti (3:10)

ii. ‘Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan’ (3:11)

Δ ‘Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia’ dan ‘jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan’ ~ ini ditujukan kepada perjanjian kudus yang Tuhan ikatkan dengan umat pilihan zaman dulu, disebabkan ‘tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa’ (Ibr 10:4), maka Allah menetapkan Yesus sebagai jalan pendamaian. Dengan itu, yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua (Ibr 10:9, 10)

[4]     Menghadap Hadirat Secara Langsung, Tidak Perlu Seperti Musa Yang Menyelubungi Mukanya Apabila Menghadap Umat (3:12-18)

i. “Kerana kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian” (3:12).

‘Pengharapan yang demikian’ adalah kerana rahmatNya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati (I Ptr 1:3).

‘Maka kami bertindak dengan penuh keberanian’ iaitu kerja pemberitaan Injil telah dipercayakan kepada kita (Tit 1:3), maka Dialah yang kita beritakan untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempunaan dalam Kristus (Kol 1:28-29).

ii. “Tidak seperti Musa yang menyelubugi mukanya” (3:10a). Apabila Musa habis berbicara dengan Tuhan di atas gunung Sinai, mukanya bercahaya; sewaktu ia turun dari gunung ia menyelubungi dahulu mukanya barulah ia menghadap umat dan berbicara dengan mereka (Kel 34:33).

iii. “Supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya sementara itu” (3:13b).

Δ Terjemahan versi baru: Ia mesti menyelubungi mukanya sendiri, supaya orang-orang Israel tidak akan melihat cahaya itu menjadi semakin pudar (II Kor 3:13).

‘Hilangnya cahaya sementara itu’ (13c) ~ ditujukan kepada cahaya kemuliaan yang singkat dan sementara, bahkan akan lenyap. Sama seperti yang dikatakan di Ibrani fasal 7:18,19: ‘Memang suatu hukum yang dikeluarkan dahulu dibatalkan, kalau hukum itu tidak mempunyai kekuatan dan kerana itu tidak berguna’.

iv. “Tetapi fikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan” (3:14)

v. “Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya” (3:16).  Jika seseorang itu percaya dan bersandar pada Kristus, hati dan mentalnya tidak lagi tertutupkan.

vi. Para pemercaya Perjanjian Baru bersandarkan Roh Kudus dapat berhadap-hadapan muka dengan Tuhan.

‘Sebab Tuhan adalah Roh’ (17a).

Di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekakaan.

Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang berselubung. Dan kerana kemuliaan itu datang dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya, dalam kemuliaan yang semakin besar (17b).

Bahagian 5:  Semarakkan Keharuman Kristus
| | | | | |

Bahagian 5: Semarakkan Keharuman Kristus

Bahagian 5:  Semarakkan Keharuman Kristus

Nas Kitab: 2:12-17

[1] Berjerih Payah Firman Allah ~ Dari Troas ke Makedonia

i. “Ketika aku tiba di Troas untuk memberitakan Injil Kristus, aku dapati, bahwa Tuhan telah membuka jalan untuk pekerjaan di sana” (12).

ii.  “Tetapi hatiku tidak merasa tenang, kerana aku tidak menjumpai saudaraku Titus” (13a).

Δ Pada waktu tersebut, Paulus mengutus Titus untuk membawa surat yang tegas (yang ditulis dengan mencucurkan air mata) ke Korintus. Namun, Titus tidak balik-balik membawa kabar maklum balas lalu Paulus mulai merasa cemas kerana tidak mengetahui perkembangan keadaan di Korintus.

iii.  “Sebab itu aku minta diri dan berangkat ke Makedonia” (13b).

Selepas itu, ia berjumpa dengan Titus di Makedonia yang membawa pulang kabar baik, Paulus merasa amat gembira dan bersyukur atas pimpinan Tuhan (13,14).

[2] Syukur Kepada Pimpinan Tuhan Yang Membawa Kemenangan Sehingga Menyebarkan Keharuman Kristus

i. Bermegah atas pimpinan Tuhan.

“Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana” (14).

Δ ‘Keharuman Kristus’ ~ di sini Paulus merujuk-gunakan keadaan seorang panglima Roma yang mendapat kemenangan. Panglima tersebut akan memimpin pasukannya berarak dan prajuritnya akan membawa wangi-wangian dan hemburkan, menghasilkan keharuman sebagai tanda kemenangan bahawa mereka pulang membawa orang-orang tawanan. Paulus menggunakan ini untuk mengumpamakan: ‘Allah, sebagai Panglima’ telah membawa kemenangan kepada para pemercaya, yakni oleh pengantaraan mereka, Injil diberitakan di setiap tempat, memperjuangkan pertandingan yang baik.

ii. “Menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana”.

Δ Setiap pemercaya, biarpun berada di mana, haruslah tinggalkan dan tunjukkan perbuatan baik atas pengenalan akan Kristus dan olehnya memberi kesaksian tentang Injil (Mat 5:13-16).

[3] Ada Dua Kegunaan Keharuman Itu

Δ Jadilah keharuman (bau yang harum) dalam kerja-kerja suci penginjilan; namun bau harum pada setiap orang, masing-masing ada kesan yang berlainan (2:15).

i. “Bagi orang yang diselamatkan…… ia adalah bau harum kehidupan” (16)

Δ Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang disorga (Mat 5:16).

Δ Di tengah-tengah angkatan ini, kamu bercahaya di antara mereka sambil berpegang pada firman kehidupan (Flp 2:14-16). Agar mereka yang menerimakan Injil akan berjuang mengarahkan diri kepada hidup kekal.

ii. “Di antara mereka yang binasa……. Ia adalah bau kematian yang mematikan” (16).

Δ Bagi orang-orang yang tidak percaya, ianya menjadi penghakiman, dan pasti akan dihukum (Mrk 16:16).

Δ Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataanKu, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan (Yoh 12:48). Seandainya tidak pernah mendengar firman, tentu tidak berdosa (Yoh 15:21,22).

[4] Bertekad Menyebarkan Keharuman Injil Kristus

i. Kuatkan hati, tabah bersandar kepada menyerah Tuhan ~ “Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?” (2:16b).

Δ “Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah” (3:5).

ii. Haruslah setia, tak tergodai oleh keuntungan diri ~ “Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah” (2:17a).

iii. Haruslah memberitakan Injil dengan hati yang takut akan Allah ~ “Sebaliknya dalam Kristus kamu berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapanNya” (2:17b).

Δ Syarat terutama bagi hamba-hamba Allah ialah jujur ikhlas; barulah demikian dapat kita bicarakan firman keselamatan yang dipercayakan kepada kita, yang kita terimakan dari Allah lalu membicarakan dengan setia seolah-olah berdiri “di hadirat Allah”.