Jadikan Allah Yang Tak Ternilai
Jadikan Allah Yang Tak Ternilai
[Liu Ying Xiang]
Prakata
Manusia hidup di dunia tetap mempunyai sesuatu yang masing-masing menganggap bernilai dan dikasihi. Rumah, ladang dan kekayaan merupakan sesuatu yang manusia anggap paling berharga. Namun, segala sesuatu di dunia adalah sia-sia belaka di mana segala-gala di dunia hanyalah sampah dan bukan yang ternilai, semuanya akan berlalu secara buru-buru dan melayang lenyap, hanyalah Allah yang termulia daripada semuanya (Flp 3:8).
[1] Mengaruniakan Damai Sejahtera Kepada Manusia (Ayb 22:21)
i. Dunia penuh penderitaan (Ayb 14:1; II Taw 15:5)
¨ Setiap manusia mengharapkan damai (Yer 8:15)
ii. Damai sejahtera adalah dari Allah (Rm 16:20)
¨ Walaupun di dalam Tuhan ada penderitaan namun beroleh kesejahteraan dan ketenangan (Yoh 16:33)
[2] Mengaruniakan Kebenaran Kepada Manusia (Yoh 1:17)
i. Memboleh manusia membezakan yang baik dengan yang jahat (II Tim 3:16-17)
¨ Pelita di kaki, mengudus-bersihkan hati manusia (Mzm 119:105; Ef 5:26)
ii. Menuntun manusia masuk ke Surga beroleh hidup kekal (Yoh 14:6; Mat 7:21)
¨ Hiduplah di dalam jalan Tuhan (Mzm 119:37)
[3] Mengaruniakan Roh Kudus Kepada Manusia (Yoh 14:16)
i. Agar manusia mempunyai kekuatan untuk mengalahkan dosa kejahatan (Kis 1:8)
¨ Bersandarkan sendiri sekali-kali tidak akan dapat mengalahkan dosa kejahatan (Mat 26:41; Rm 7:18-19)
ii. Beroleh jaminan mewarisi bahagian (Ef 1:13-14)
¨ Seseorang yang memiliki Roh Kudus adalah milik Kristus (Rm 8:9; II Kor 1:22)
[4] Mengaruniakan Hidup Kekal Kepada Manusia (Yoh 3:16)
i. Kita hanyalah sebagai pendatang dan perantau di dunia (I Ptr 2:11; Mzm 119:19)
¨ Kehidupan manusia hanyalah sementara dan singkat bagaikan bunga-rumput, awan dan embun.
ii. Tuhan menyediakan sorga bagi kita (Yoh 14:1-3)
¨ Allah tidak menghendaki manusia binasa (II Ptr 3:9)
Kesimpulan
Haruslah kita faham bahwa bagi kita Allahlah yang termulia, lihatlah dunia seperti sampah, jangan lagi inginkannya. Peliharakan iman dengan sekuatnya, berlimpah-limpah dengan syukur, takut akan Allah dan beribadah padaNya, bersandar kepada Roh Kudus untuk mengalahkan setiap godaan dosa, maka sewaktu Tuhan datang kembali, pasti menikmati kegirangan dan kemuliaan Kerajaan Sorga.
