|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 49

Kebahagiaan yang sia-sia

1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur. 

2 Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian,
pasanglah telinga, hai semua penduduk dunia,

3 baik yang hina maupun yang mulia,
baik yang kaya maupun yang miskin bersama-sama!

4 Mulutku akan mengucapkan hikmat,
dan yang direnungkan hatiku ialah pengertian.

5  Aku akan menyendengkan telingaku kepada amsal,
akan mengutarakan peribahasaku dengan bermain kecapi.

6 Mengapa aku takut pada hari-hari celaka
pada waktu aku dikepung oleh kejahatan pengejar-pengejarku,

7 mereka yang percaya akan harta bendanya,
dan memegahkan diri dengan banyaknya kekayaan mereka?

8 Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya,
atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,

9 karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya,
dan tidak memadai untuk selama-lamanya–

10 supaya ia tetap hidup untuk seterusnya,
dan tidak melihat lobang kubur.

11  Sungguh, akan dilihatnya: orang-orang yang mempunyai hikmat mati,
orang-orang bodoh dan dungupun binasa bersama-sama
dan meninggalkan harta benda mereka untuk orang lain.

12 Kubur mereka ialah rumah mereka untuk selama-lamanya,
tempat kediaman mereka turun-temurun;
mereka menganggap ladang-ladang milik mereka.

13 Tetapi dengan segala kegemilangannya manusia tidak dapat bertahan,
ia boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.

14  Inilah jalannya orang-orang yang percaya kepada dirinya sendiri,
ajal orang-orang yang gemar akan perkataannya sendiri.

15 Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati,
digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur,
perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka.

16 Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati,
sebab Ia akan menarik aku.

17 Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya,
apabila kemuliaan keluarganya bertambah,

18  sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta,
kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.

19 Sekalipun ia menganggap dirinya berbahagia pada masa hidupnya,
sekalipun orang menyanjungnya, karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri,

20 namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya,
yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.

21 Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian,
boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.

Tajuk:
Jangan Berharap Kepada Kekayaan

Tema:
Menasihat manusia janganlah merindu-inginkan kekayaan dan kemewahan orang-orang fasik

Latar belakang:
Fasal ini adalah nyanyian teori prinsip hikmat, pandangan-pandangan yang dibentangkan oleh pengarang tidak tertuju kepada mana-mana waktu tertentu.

Kategori:
Nyanyian bersifat amsal

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
Fasal ini menghuraikan tentang tatkala orang-orang fasik menjadi kaya, janganlah hati kita merasa tidak senang maupun merasa marah. Catatan Ayb 21:7-10; Yer 12:1; Mzm 73:3 dan 37:1 adalah serba bersamaan dengan isi yang dicatatkan di dalam fasal ini.

Garis kasar:
(I) Menasihat segala bangsa agar melihat sejelas-jelasnya keadaan sebenar (2-
6)
1. Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian (2-3)
(a) Baik yang hina maupun yang mulia
(b) Baik yang kaya maupun yang miskin

(2) Cara memberi nasihat (4-5)
1. Jangan percaya kepada kata-kata yang sembarangan
a. Mulut mengucapkan hikmat
b. Hati merenungkan hikmat

2. Berbicara atas wahyu Tuhan
~ Aku menyendengkan telingaku kepada amsal

3. Mengutarakan peribahasa dengan bermain kecapi

(3) Fokus nasihat (6)
~ Jangan takut ketika dalam kesesakan dan penganiayaan

(II) Kekayaan bukanlah maha boleh (7-10)
1. Tidak dapat membebaskan saudara-saudara sendiri
~ Tidak dapat memberikan hidup kekal

2. Nilai nyawa adalah terlalu mahal harganya
~ Kekayaan menjadi tidak berguna

(III) Kebodohan orang-orang kaya (11-15)
1. Apakah harta benda boleh ditinggalkan untuk turun-temurun (11-13)
a. Orang bodoh, orang hikmat, semuanya ditetapkan mati sekali (11)
~ Kekayaan akan ditinggalkan untuk orang lain

2. Angkatan kemudian menutupi bekas jejak angkatan tua (14-15)
a. Keturunan turut menempuhi jalan kebodohan ini (14)

b. Maut di gembala orang-orang kaya (15)
1. Orang tulus bangkit, bukankah itu melebihi mereka
2. Perawakan orang kaya dihancurkan alam maut

(IV) Manusia haruslah sedar (16-21)
1. Hanyalah Allah yang selamatkan jiwa manusia (16-17)
a. Tidak akan turun ke dunia orang mati

b. Tidak takut apabila kemudian orang kaya bertambah
~ Kekayaan tidak dapat meluputkan seseorang dari maut

2. Jangan memegahkan diri kerana kekayaan (19-21)
1. Orang congkak menutupi bekas jejak nenek moyang
~ Tidak akan melihat terang untuk seterusnya

2. Tidak berjaga-jaga tatkala dalam kekayaan
~ Disamakan dengan haiwan yang dibinasakan

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 48

Sion, kota Allah

1 Nyanyian.
Mazmur bani Korah.

2 Besarlah TUHAN dan sangat terpuji
di kota Allah kita!

3 Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai,
adalah kegirangan bagi seluruh bumi;
gunung Sion itu, jauh di sebelah utara,
kota Raja Besar.

4 Dalam puri-purinya
Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.

5 Sebab lihat, raja-raja datang berkumpul,
mereka bersama-sama berjalan maju;

6 demi mereka melihatnya, mereka tercengang-cengang,
terkejut, lalu lari kebingungan.

7 Kegentaran menimpa mereka di sana;
mereka kesakitan seperti perempuan yang hendak melahirkan.

8 Dengan angin timur Engkau memecahkan kapal-kapal Tarsis.

9 Seperti yang telah kita dengar, demikianlah juga kita lihat,
di kota TUHAN semesta alam, di kota Allah kita;
Allah menegakkannya untuk selama-lamanya.

10 Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu di dalam bait-Mu.

11 Seperti nama-Mu, ya Allah,
demikianlah kemasyhuran-Mu sampai ke ujung bumi;
tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.

12 Biarlah gunung Sion bersukacita;
biarlah anak-anak perempuan Yehuda bersorak-sorak
oleh karena penghukuman-Mu!

13 Kelilingilah Sion dan edarilah dia, hitunglah menaranya,

14 perhatikanlah temboknya, jalanilah puri-purinya,
supaya kamu dapat menceriterakannya kepada angkatan yang kemudian:

15 Sesungguhnya inilah Allah,
Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya!
Dialah yang memimpin kita!

Tajuk:
Kota diraja yang perkasa

Tema:
Memuji kemuliaan dan keindahan kota Sion

Latar belakang:
Latar belakang fasal ini kemungkinan bersamaan dengan kedua-dua fasal sebelumnya, yaitu waktu pengarangan nyanyian ini ialah samada pada waktu Sanherib mengepung kota ataupun kemungkinan pada waktu pemerintahan Yosafat dikepung oleh tentera bersekutu bangsa-bangsa asing. Pendapat yang kedua berkata: Fasal 46 dinyanyikan di Lembah Pujian manakala fasal ini dinyanyikan umat Israel sewaktu kembali tiba di Yerusalem dan Bait Suci. Kalau merujuk-bandingkan ayat 10 dengan II Taw 20:27, juga apa yang dikatakan di ayat 8 dengan II Taw 20:37; I Raj 22:48, nampaknya ada hubung-kaitnya. Pada waktu tersebut raja Yosafat dan tentera musuh sedang berkumpul di padang gurun Tekoa (II Taw 20:20), yaitu kira-kira tiga jam perjalanan daripada kota Yerusalem, berjalan begitu jauh daripada kota, maka amat sukar untuk kita memahami apa yang ditulis dalam ayat 5 dan 10.

Kategori:
1. Adalah sefasal nyanyian kemenangan, ataupun sefasal nyanyian perarakan. Setelah para imam dan umat beribadah dan menyanyi di dalam Bait Suci, mereka akan keluar berarak mengelilingi kota, sambil berjalan sambil bermazmur memuji-muji Sion.

2. Juga sefasal nyanyian nubuatan, menyatakan Kristus pasti mengalahkan musuh, tentang kemuliaan Kota Suci yang semarak indah untuk selama-lamanya.

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
Adalah bersambungan kepada fasal 46 dan 47, suatu nyanyian gabungan, di mana semuanya adalah nyanyian kemenangan diselamatkan Tuhan. Fasal 46 menyanyi tentang musuh mengepung kota, fasal 47. Raja Yang Maha Perkasa dan fasal 48 berkenaan Kota Diraja Yang didiami Raja Maha Perkasa.

Garis kasar:
(I) Kemuliaan dan keindahan kota suci (2-4)

1. Besar (2)
~ Besarlah Tuhan, kota raja besar

2. Menjulang tinggi (2)
~ Sangat terpuji gunungNya yang kudus

3. Indah megah (3)
~ Menjulang permai di sebelah utara

4. Manis dan elok (3)
~ Adalah kegirangan bagi seluruh bumi

5. Selamat (4)
~ Allah memperkenalkan diriNya

(II) Kewibawaan kota suci (5-9)
1. Raja-raja melihat kota, mereka tercengang-cengang, terkejut lalu lari kebingungan.

2. Musuh kesakitan umpama perempuan yang hendak melahirkan
~ Ditimpa kegentaran

3. Seperti angin timur memecahkan kapal-kapal Tarsis

4. Seperti yang telah kita dengar

5. Allah pasti menegakkan kota ini

(III) Kemuliaan Kota Suci (10-12)
a. Penuh dengan kasih setia Tuhan
b. Penuh dengan keadilan Tuhan
c. Penuh dengan puji-pujian manusia
d. Penuh dengan sukacita manusia

(IV) Rahmat Kota Suci (13-15)
1. Boleh diketahui dengan mengelilingi Sion
a. Hitunglah menaranya
b. Perhatikanlah temboknya
c. Jalanilah puri-purinya
d. Ceritakan kepada angkatan yang kemudian

2. Allah yang menuntun jalan seumur hidupku
~ Dialah Allah seterusnya dan untuk selamanya

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 47

Allah, Raja seluruh bumi

1 Untuk pemimpin biduan. Daru bani Korah.

2 Hai segala bangsa, bertepuktanganlah,
elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!

3 Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi,
adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi.

4  Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita,
suku-suku bangsa ke bawah kaki kita,

5 Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita,
kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya.

6 Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai,
ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala.

7 Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah,
bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah!

8 Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi,
bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!

9 Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa,
Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.

10 Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul sebagai umat Allah Abraham.
Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi;
Ia sangat dimuliakan.

Tajuk :
Memuji pemerintahan Maha Tinggi

Tema:
Setiap insan menjunjung Allah adalah Raja dan menerima pemerintahanNya

Latar belakang:
1. Ada orang berpendapat fasal ini ialah waktu Sanherib megepung kota, namun ada juga yang berpendapat ialah untuk memperingati bagaimana raja Yosafat mendapat penyelamatan ajaib dari Tuhan untuk mengalahkan tentera bersekutu bangsa-bangsa asing (II Taw fasal 20), lalu Yosafat mengumpulkan umat di Lembah Pujian untuk memuji Tuhan (II Taw 20:26). Pengarang fasal ini kemungkinan adalah seorang yang mengalami secara sendirinya keadaan tersebut (II Taw 20:19).

2. Selama ini bangsa Yahudi sememangnya memandang rendah terhadap bangsa-bangsa lain, tetapi fasal ini berseru memanggil bangsa-bangsa asing datang menjunjung hormat Tuhan dan mengakui bahwa Allah ialah Raja seluruh bumi.

Kategori:
1. Fasal ini digunakan umat Israel dalam upacara ibadah mereka pada permulaan tahun baru dan hari raya meniup sangkakala (Bil 29:1-6)

2. Ianya juga sefasal nyanyian nubuat yang menjelaskan bahwa pada suatu hari nanti Kristus akan menjadi Raja memerintah di atas segala bangsa. Para pemuka bangsa-bangsa akan berkumpul sebagai umat Allah Abraham (9, 10)

Hubungan dengan gulungan kitab lain :
1. Sifatnya serba sama dengan fasal 92,95 dan 100

2. Saling bersambungan antara fasal 46 dan 48 dan semuanya adalah nyanyian gabungan di mana ianya adalah nyanyian kemenangan diselamatkan Allah mengalahkan musuh

Garis kasar:
(I) Memanggil segala bangsa menyanyi memuji Tuhan (2)

a. Bertepuk tanganlah
b. Elu-elukanlah dengan sorak-sorai

(II) Yang mahatinggi adalah dahsyat (3-5)
a. Ia raja yang besar atas seluruh bumi
b. Ia menaklukkan segala bangsa
c. Kebanggaan Yakub dijadikan milik pusaka umat pilihan

(III) Pujilah Allah, hai segala bangsa (6-8)
1. Kerana Allah naik dengan diiringi sorak-sorai
~ Menunjukkan kemenangan Allah

2. Bermazmurlah kepada Tuhan dengan segenap kekuatan

3. Bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran
~ Biar seluruh bumi ketahui Allahlah Raja

(IV) Segala bangsa akan menjadi umat Tuhan (9-10)
1. Allah bersemayam di atas takhtaNya yang kudus dan memerintah di atas segala bangsa.

2. Segala bangsa ingin menjadi umat Allah Abraham (10a)

3. Sebab Allah yang mempunyai perisai-perisai bumi (para pemuka bangsa-bangsa) (10b)

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 46

Allah, kota benteng kita

1 Untuk pemimpin biduan.
Dari bani Korah.
Dengan lagu: Alamot. Nyanyian.

2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan,
sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.

3 Sebab itu kita tidak akan takut,
sekalipun bumi berubah,
sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;

4 sekalipun ribut dan berbuih airnya,
sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya.

5 Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi,
disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai.

6 Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang;
Allah akan menolongnya menjelang pagi.

7 Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang,
Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur.

8 TUHAN semesta alam menyertai kita,
kota benteng kita ialah Allah Yakub.

9 Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN,
yang mengadakan pemusnahan di bumi,

10 yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi,
yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak,
membakar kereta-kereta perang dengan api!

11 “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!
Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!”

12 TUHAN semesta alam menyertai kita,
kota benteng kita ialah Allah Yakub.

Tajuk :
Allah ialah Tempat Perlindungan

Tema:
Sewaktu dalam kehampaan, Hizkia memohon Tuhan menolong

Latar belakang:
Fasal ini adalah peristiwa kekalahan Sanherib yang dicatatkan di II Raj fasal 18, 19. Mengikut catatan nas kitab tersebut, pada tahun pemerintahan ke-14 raja Hizkia, Sanherib, raja Asyur telah mengerahkan tentera datang menyerang tanah Yehuda. Tentera besar Asyur telah mengepung Yerusalem. Seorang panglima mereka, juru minum agung mereka telah melontarkan kata-kata congkak kepada askar-askar pengawal dalam kota dan menghendaki raja Hizkia memberikan surat menyerah kalah. Apabila raja Hizkia menerima surat berkenaan, hatinya merasa sangat gelisah lalu ia segera pergi ke Bait Tuhan dan berdoa kepada Tuhan. Nabi Yesaya telah diutus oleh Allah untuk menghiburkan raja Hizkia dan bernubuat bahwa Tuhan Allah akan menghukum Asyur, sehingga dari mana mereka datang, di situ juga mereka pulang (II Raj 19:33). Pada malam itu juga malaikat telah menimpakan penyakit sampar sekaligus membunuh musuh sejumlah 185,000 orang. Secara otomatik Sanherib, raja Asyur menghentikan pengepungan dan mengerahkan tentera balik ke negara sendiri. Raja Hizkia setelah menerima kemenangan yang begitu besar dari Tuhan, lantas, nyanyian fasal ini adalah mazmur memuji keagungan mukjizat yang berlaku pada waktu tersebut.

Kategori :
Nyanyian kebangsaan, nyanyian patriotik, nyanyian naratif

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
1. Fasal ini adalah berkaitan dengan bersambung dengan isi kandungan fasal 47 dan 48, yaitu nyanyian kemenangan yang dibuat setelah diselamatkan Tuhan dan mengalahkan musuh.

2. Latar belakangnya kemungkinan bersamaan dengan fasal 75,76.

Garis kasar:
I. Allah ialah kekuatanku (2-4)

(1) Mendapat pertolongan pada setiap waktu

(2)Tidak takut keadaan bahaya dan ganas
a. Sekalipun bumi berubah
b. Sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut
c. Sekalipun ribut dan berbuih airnya
d. Sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya

2. Allah ialah hidupku (5-8)
(1) Mendapat kota Allah riang gembira
a. Sebab Allah diam di dalamnya
b. Sebab ada aliran-aliran sebuah sungai

(2) Membuat kota Allah kuat dan kukuh
a. Kota tidak akan goncang
b. Allah akan menolongnya menjelang pagi
c. Allah akan menjadikan bangsa-bangsa rebut dan kerajaan-kerajaan goncang

3. Allah ialah kemuliaanku (8-12)
(1) Dia memanifestasikan kekuatan kuasa
~ Mengadakan pemusnahan di bumi

(2) Dia menghentikan peperangan
a. Mematahkan busur panah
b. Membakar kereta-kereta perang dengan api

(3) Dia memberikan perhentian kepada manusia
a. Dia ialah Allah
b. Pasti dijunjung tinggi
c. Menjadi kota benteng selama-lamanya

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 45

Nyanyian pada waktu pernikahan raja

1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu:
Bunga bakung. Dari bani Korah.
Nyanyian pengajaran; nyanyian kasih.

2 Hatiku meluap dengan kata-kata indah,
aku hendak menyampaikan sajakku kepada raja;
lidahku ialah pena seorang jurutulis yang mahir.

3 Engkau yang terelok di antara anak-anak manusia,
kemurahan tercurah pada bibirmu,
sebab itu Allah telah memberkati engkau untuk selama-lamanya.

4 Ikatlah pedangmu pada pinggang,
hai pahlawan, dalam keagunganmu dan semarakmu!

5  Dalam semarakmu itu majulah demi kebenaran,
perikemanusiaan dan keadilan!
Biarlah tangan kananmu mengajarkan engkau perbuatan-perbuatan yang dahsyat!

6 Anak-anak panahmu tajam, menembus jantung musuh raja;
bangsa-bangsa jatuh di bawah kakimu.

7 Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya,
dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran.

8 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan;
sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau
dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu.

9 Segala pakaianmu berbau mur, gaharu dan cendana;
dari istana gading permainan kecapi menyukakan engkau;

10  di antara mereka yang disayangi terdapat puteri-puteri raja,
di sebelah kananmu berdiri permaisuri berpakaian emas dari Ofir.

11  Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu,
lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu!

12 Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu,
sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!

13  Puteri Tirus datang dengan pemberian-pemberian;
orang-orang kaya di antara rakyat akan mengambil muka kepadamu.

14 Keindahan belaka puteri raja itu di dalam,
pakaiannya berpakankan emas.

15 Dengan pakaian bersulam berwarna-warna ia dibawa kepada raja;
anak-anak dara mengikutinya, yakni teman-temannya,
yang didatangkan untuk dia.

16  Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa,
mereka masuk ke dalam istana raja.

17 Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh anak-anakmu nanti;
engkau akan mengangkat mereka menjadi pembesar di seluruh bumi.

18 Aku mau memasyhurkan namamu turun-temurun;
sebab itu bangsa-bangsa akan bersyukur kepadamu untuk seterusnya dan selamanya.

Tajuk :
Memuji Kemuliaan Raja Dan Puteri Raja

Tema:
Hati pujangga penuh bersyukur atas anugerah Tuhan lalu menyanyi memuliakan kemuliaan raja dan puteri raja.

Latar belakang:
1. Ada orang berpendapat fasal ini adalah perkahwinan Ester (Est fasal 1-2)

2. Fasal ini kemungkinan adalah ucapan tahniah atas perkahwinan Salomo, namun sesetengah orang beranggapan bahawa fasal ini adalah rekod tentang suasana perkahwinan Salomo dengan puteri Firaun (rujuk: I Raj 3:1). Namun apa yang dihuraikan adalah melampaui keadaan Salomo. Keadaan Tuhan Yesus menjadi Raja dan menikmati kemuliaan dengan pengantin perempuanNya adalah serba bersamaan dengan fasal ini.

Kategori:
Nyanyian Mesias, nyanyian pengajaran, nyanyian kasih

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
1. Dari alegori ianya bernubuat tentang pernikahan antara Kristus dengan jemaat, yakni perjamuan perkahwinan kerajaan Sorga (Mat 22:1-14; 25:1-13; Why 19:7; 21:2; Ef 5:23)

2. Raja melambangkan Kristus (Ibr 1:8)

3. Sudah bersiap sedia (Why 19:7)

4. Mempelai lelaki dan mempelai perempuan di dalam Kitab Kidung Agung

Garis kasar:
(I) Keelokan raja (2-3)
1. Menyebabkan hati orang meluap dengan kata-kata indah
a. Disampaikan khas untuk raja

b. Lidah seperti pena seorang jurutulis yang mahir
~ Kemurahan tercurah pada bibir

2. Raja lebih elok di antara anak-anak manusia
a. Kemurahan tercurah pada bibir
b. Sebab Allah telah memberkati
c. Untuk selama-lamanya

(II) Kemegahan raja (4-6)
1. Penuh kekuatan
a. Pedang terikat pada pinggang
b. Mengenakan keagungan dan semarak

2. Mendapat kemenangan demi kemenangan
a. Tangan kanan menampakkan perbuatan-perbuatan yang dahsyat
b. Maju demi kebenaran, perikemanusiaan dan keadilan

3. Dapat menundukkan segala bangsa
~ Anak-anak panah tajam menembus hati musuh-musuh

(III) Kerajaan raja (7-8)
a. Tetap untuk selamanya
b. benar
c. adil
d. Tiada kefasikan
e. Aman damai
f. Ada sukacita
g. Yang menang
h. Allah, Allahmu

(IV) Kemuliaan raja (9-10)
1. Pakaian menyemarakkan bau harum
a. Mur
b. Gaharu
c. Cendana

2. Mempunyai kehidupan bertaraf tinggi
a. Tinggal di istana gading
b. Ada permainan kecapi yang menyukakan

3. Mempnyai tetamu-tetamu terhormat
a. Terdapat puteri-puteri raja yang disayangi
b. Permaisuri berpakaian emas dari Ofir

(V) Kemuliaan puteri raja (11-17)
1. Mempunyai syarat-syarat diidami raja (11-12)
(1) Mendengarkan telinga untuk mendengar

(2) Mengasihi raja dengan segenap hati
~ Lupakan apa yang di belakang

(3) Menjunjung raja sebagai tuannya
~ Menyembah Tuhan

2. Dipuji dan disayangi semua orang (13-16)
(1) Orang-orang datang dengan pemberian dan mengambil muka padanya
~ Isteri merasa mulia kerana suami ~ alangkah mulianya

(2) Mengasihi raja dengan segenap hati
a. Kedudukannya mulia (14-15)
b. Dia membawa mereka masuk ke dalam istana raja (16)

(IV) Takhta raja kukuh (17-18)
1. Anak-anak ganti menjadi raja
~ mengucap berkat agar mempelai baru segera mendapat anak

2. Menjadi pembesar di seluruh bumi

3. Nama raja dimasyhurkan turun-temurun

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 44

Jeritan bangsa yang tertindas

1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Nyanyian pengajaran.

2 Ya Allah, dengan telinga kami sendiri telah kami dengar,
nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami
perbuatan yang telah Kaulakukan pada zaman mereka,
pada zaman purbakala.

3 Engkau sendiri, dengan tangan-Mu, telah menghalau
bangsa-bangsa, tetapi mereka ini Kaubiarkan bertumbuh;
suku-suku bangsa telah Kaucelakakan,
tetapi mereka ini Kaubiarkan berkembang.

4 Sebab bukan dengan pedang mereka menduduki negeri,
bukan lengan mereka yang memberikan mereka kemenangan,
melainkan tangan kanan-Mu dan lengan-Mu dan cahaya
wajah-Mu,
sebab Engkau berkenan kepada mereka.

5 Engkaulah Rajaku dan Allahku
yang memerintahkan kemenangan bagi Yakub.

6 Dengan Engkaulah kami menanduk para lawan kami,
dengan nama-Mulah kami menginjak-injak orang-orang
yang bangkit menyerang kami.

7 Sebab bukan kepada panahku aku percaya,
dan pedangkupun tidak memberi aku kemenangan,

8  tetapi Engkaulah yang memberi kami kemenangan terhadap
para lawan kami,
dan orang-orang yang membenci kami Kauberi malu.

9 Karena Allah kami nyanyikan puji-pujian sepanjang hari,
dan bagi nama-Mu kami mengucapkan syukur
selama-lamanya.

10 Namun Engkau telah membuang kami dan membiarkan
kami kena umpat,
Engkau tidak maju bersama-sama dengan bala tentara kami.

11 Engkau membuat kami mundur dari pada lawan kami,
dan orang-orang yang membenci kami mengadakan perampokan.

12  Engkau menyerahkan kami sebagai domba sembelihan
dan menyerakkan kami di antara bangsa-bangsa.

13 Engkau menjual umat-Mu dengan cuma-cuma
dan tidak mengambil keuntungan apa-apa dari penjualan itu.

14 Engkau membuat kami menjadi cela bagi tetangga-tetangga kami,
menjadi olok-olok dan cemooh bagi orang-orang sekeliling kami.

15  Engkau membuat kami menjadi sindiran di antara bangsa-bangsa,
menyebabkan suku-suku bangsa menggeleng-geleng kepala.

16 Sepanjang hari aku dihadapkan dengan nodaku,
dan malu menyelimuti mukaku,

17 karena kata-kata orang yang mencela dan menista,
di hadapan musuh dan pendendam.

18 Semuanya ini telah menimpa kami,
tetapi kami tidak melupakan Engkau,
dan tidak mengkhianati perjanjian-Mu.

19 Hati kami tidak membangkang dan
langkah kami tidak menyimpang dari jalan-Mu,

20 walaupun Engkau telah meremukkan kami di tempat serigala,
dan menyelimuti kami dengan kekelaman.

21 Seandainya kami melupakan nama Allah kami,
dan menadahkan tangan kami kepada allah lain,

22  masakan Allah tidak akan menyelidikinya?
Karena Ia mengetahui rahasia hati!

23 Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari,
kami dianggap sebagai domba-domba sembelihan.

24 Terjagalah! Mengapa Engkau tidur, ya Tuhan?
Bangunlah! Janganlah membuang kami terus-menerus!

25 Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu
dan melupakan penindasan dan impitan terhadap kami?

26 Sebab jiwa kami tertanam dalam debu,
tubuh kami terhampar di tanah.

27 Bersiaplah menolong kami,
bebaskanlah kami karena kasih setia-Mu!

Tajuk:
1. Pengujian Iman
2. Pengujian Kesesakan

Tema:
Janganlah takut tatkala menghadapi apa jua keadaan, Allah menjaga selama-lamanya

Latar belakang:
1. Ini ialah sebuah nyanyian negara mengalami sesuatu yang begitu memalukan, di mana bangsa Yahudi telah diserang dan ditakluki. Nyanyian ini dibuat kira-kira selepas mengalami kekalahan. Namun tentang bilakah waktu tersebut, terdapat pandangan-pandangan yang berlainan

2. Pandapat 1: Fasal ini ialah nyanyian yang ditulis Daud sewaktu berperang dengan orang-orang Aram manakala orang-orang Edom menggunakan kesempatan maju menyerbu, lalu kerajaan dan negara jatuh dalam keadaan bahaya dan genting (II Sam 8:13, 14). Waktunya sama dengan Mzm fasal 60

3. Pendapat 2: Berkaitan dengan peristiwa II Taw fasal 20. Ini memandangkan di dalam peringkat akhir sejarah bangsa Yahudi, selain daripada peringkat pemerintahan Yosia, mustahil kelihatan umat Yahudi menunaikan tanggungjawab terhadap Tuhan (19). Yosafat dan Ahazia bertungkus-lumus menghapuskan patung-patung berhala dan bukit-bukit pengorbanan dengan tujuan mempergiatkan dan membangun semula agama Yahudi. Tetapi ayat 12 fasal ini yang berbunyi: “menyerahkan kami di antara bangsa-bangsa” tidaklah berpadanan dengan keadaan sebelum ditawan.

4. Pendapat 3: Ditulis sewaktu Babel mengerahkan tentera maju menyerang, kemungkinan pada zaman Maccabees sebab pada mulanya bangsa Yahudi mendapat kemenangan tetapi pada akhirnya kalah.

5. Pendapat-pendapat para cendekiawan sememangnya serba berlainan tetapi seperkara yang boleh dipastikan ialah pengarangan fasal nyanyian ialah pada waktu kerajaan Yehuda menghadapi saat-saat bahaya dan pengarang merasa mereka sama sekali melupakan Tuhan, menyebabkan Tuhan menolak mereka dan ditimpa hukuman. Lalu ia memohon Tuhan membangkitkan semula dan menyelamatkan umatNya.

Kategori:
Nyanyian ratapan kumpulan; nyanyian tradisional kaum

Garis kasar:
~Pembuka fasal ini : “Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Nyanyian pengajaran.” Bani Korah ialah kumpulan penyanyi di dalam Kemah Pertemuan dan Bait Suci

Tajuk:
Pengujian Iman

(I) Dimulai dengan kasih (2-4)
a. Kaubiarkan bertumbuh
b. Kaubiarkan berkembang
c. Kaubiarkan disinari
d. Engkau berkenan

(II) Memohon kerana iman (5-9)
1. Engkaulah Rajaku, ya Tuhan
~ Menumpaskan musuh dengan bersandar kepada Engkau

2. Bersandar kepada Allah bukan kepada keyakinan diri
~ Bermegah sepanjang hari di dalam Tuhan

(III) Diuji kerana kasih (10-17)
a. telah membuang kami
b. Membiarkan kami kena umpat
c. TIdak main bersama-sama kami
d. Telah menjual kami

(IV) Teguh – kuat kerana iman (18-23)
a. Tidak melupakan Tuhan
b. Tidak mengkhianati perjanjian
c. Tidak menyimpang dari jalan yang sepatutnya
~ Penyelidikan Allah boleh membuktinya

(V) Berharap dengan tekun dan sungguh-sungguh (24-27)
1. Berharap agar Engkau terjaga dan bangun
~ Janganlah membuang kami terus-menerus

2. Berharap agar Engkau menunjukkan wajahMu,

3. Berharap agar Engkau bersiap menolong kami
~ Bebaskanlah kami kerana kasih setiaMu

Pengujian Kesesakan
I. Mengimbas kembali anugerah Tuhan (2-4)
(a) Nenek moyang pernah menceritakan anugerah Tuhan (2)
~ Setiap hal yang dilakukan Tuhan di zaman purba kala

(b) Tuhan pernah berbuat baik atas kami (3)
a. Menghalau bangsa-bangsa
b. Menumbuhkan nenek moyang

(c) Sebab-sebab dikaruniai (4)
a. Tidak bersandar kepada kekuatan pedang maupun kekuatan manusia
b. Bersandar kepada tangan Tuhan, lengan Tuhan dan cahaya wajahNya
c. Allah berkenan kepada nenek moyang

(II) Percaya dengan yakin akan kemuliaan nama Allah (5-9)
a, Memerintahkan kemenangan (5)
~ Allahlah rajaku

b. Mengalahkan musuh dengan nama Allah (6-8)
1. Menginjak-injak serangan musuh (6)
2. Percaya bahawa pedang dan panah tidak memberi kemenangan (7)
3. Hanyalah Allah yang memberi kemenangan dan keselamatan (9)

c. Bagi nama Tuhan kami mengucapkan syukur selama-lamanya (9)
~ Baik berhasil maupun tidak, tetap bersandar kepada Tuhan

(III) Penderitaan sewaktu dibuang Tuhan (10-17)
1. Allah telah membuang kami (10-12)
a. Membiarkan kami kena umpat (10)
~ Sebab Allah tidak maju bersama-sama kami

b. Membuat kami mundur (11)
~ Membiarkan musuh mengadakan perampokan

c. Menyerahkan kami sebagai domba sembelihan (12)
~ Diserahkan di antara bangsa-bangsa

2. Tuhn tidak beroleh apa-apa (13)
~ Mengapa Tuhan menjual kami

3. Allah sendiri dicela (14-17)
a. kami menjadi cela bagi tetangga-tetangga (14)
b. Kami menjadi sindiran di antara bangsa-bangsa (15)
c. Sepanjang hari dicela dan dinista musuh (16-17)

(IV) Penyataan setia sampai mati (18-23)
1. Kami tidak mengkhianati perjanjian (18-19)
a. Menginjak-injak serangan musuh (18)
b. Hati kami tidak membangkang (19a)
c. Langkah kami tidak menyimpang dari jalanMu (19b)

2. Kami tidak melupakan nama Tuhan (20-22)
a. Walaupun kami diselimuti kekelaman (20)
b. Tidak melupakan nama Allah (21a)
c. Tidak menyembah allah lain (21b)
d. Allah akan selidiki hati kami (22)

3. Kami dibunuh oleh kerana Tuhan (23)
~ Seperti domba-domba sembelihan

(V) Berharap dengan tekun dan sungguh-sungguh (24-27)
a. Terjagalah (24a)

b. Bangunlah (24b)
~ Jangan membuang kami terus-menerus

c. Jangan menyembunyikan wajahMu (25-26)
~ Bebaskan kami kerana kasih setiamu