Prajurit Yang Layak Berperang
| |

Prajurit Yang Layak Berperang

“Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya,ada tiga ratus orang,tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.”-Hakim-hakim.7:6

Di masa Hakim-hakim, bangsa Isreal melakukan hal-hal yang jahat di hadapan Allah dan kerananya diserahkan ke tangan orang Midian selama tujuh tahun(Hak.6:1)Mendengar ratapan mereka,Tuhan membangkitkan seorang hakim bernama Gideon, yang melawan, dan akhirnya menang atas penjajah-penjajah mereka.Hakim-hakim pasal. 7 mencatat pemilihan bala tentera Isreal dalam persiapan peperangna. Tiga puluh dua ribu prajurit terkumpul, tetapi hanya tiga ratus saja yang ditemukan layak untuk berperang. Jadi, apakah yang membedakan tiga ratus prajurit ini dengan yang lain?

Mereka adalah tentera yang gagah berani dan tidak kenal takut.Mereka memperlihatkan keberanian ketika mereka menolak kembali ke rumah setelah mereka diberikan kesempatan untuk melakukannya di sumur Harod. Sebaliknya, mereka dengan rela memilih tetap tinggal dengan Gideon untuk berperang melawan bangsa Midian. Sebagai oranf Kristian, kita juga harus dengan rela hati menjawab panggilan Tuhan dan berdiri dengan teguh ketika dipanggil untuk berperang. Kita harus mempertahankan kebenaran dengan keberanian, kerana Tuhan akan menyerahkan musuh-musuh kita ke dalam tangan kita bila kita percaya dan berdiri teguh di dalam Dia.

Tiga ratus orang ini juga tentera yang berjaga-jaga dan waspada. Menghirup air dari tangan mereka, bukannya berlutut untuk minum air,menunjukkan bahawa mereka tetap jaga dan waspada. Mereka akan dapat mempertahankan diri bila tiba-tiba musuh menyerang saat itu juga. Mereka yang berlutut untuk meminum air dari sungai,tidak menunjukkan kewaspadaan atau pengendalian diri dan akan dengan mudah diserang.

Musuh kita, Iblis, berjalan-jalan keliling seperti singa yang mengaum, mencari kesempatan untuk menelan kita, dan penting sekali bagi kita untuk tetap jaga dan waspada senantiasa(I Ptr.5:8)Kesiagaan ini dapat kita capai dengan berdoa setiap hari dan membaca Alkitab. Bila kita lalai dan bermalas-malas dalam persekutuan kita dengan Tuhan,kita dapat menemukan diri sendiri jauh dari Dia dan dicengkeram oleh si jahat.

Tidak ada orang yang pergi ke dalam peperangan tanpa persiapan. Bangsa Isreal yang maju berperang, mempersiapakan makanan,senjata dan sengkakala. Kita, juga perlu mempersiapkan diri untuk berperang,dan mengenakan segenap perlengkapan senjata dari Allah. Kerana kita tidak bergumul dengan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah,penguasa dan penghulu kegelapan(Ef.6:11-18)dan hanya bila kita siap, maka kita dapat mengalahkan kuasa kegelapan.

Pertempuran tidak dapat dilalui dengan baik bila prajurit tidak taat kepada pemimpin. Tiga ratus tentera Isreal melakukan apa yang diperintahkan Gideon, dan maju berperang dengan satu fikiran dan satu hati untuk mencapai kemenangan atas bangsa Midian.

Peperangan rohani hanya dapat dimenangkan dengan ketaatan kepada Tuhan Yesus Kristus dan gerejaNya. Ia adalah pemimpin kita dan kita adalah prajuritNya. Kita harus mendengarkan Kristus dan maju bersama dengan kesatuan dengan saudara-saudari kita. Kita harus membangun gereja dan berperang dalam pertempuran rohani sebagai satu tubuh-dengan satu hati dan fikiran.

Tiga ratus prajurit mengalahkan Midian,dan segenap bangsa Isreal menikmati 40 tahun ketenangan dan ketentraman. Tidak hanya mereka rela hati, berani, jaga dan siap, mereka juga taat kepada Gideon dan Tuhan Allah mereka. Sebagai tentera Kristus, kita harus berusaha untuk mempunyai karakter sperti ini, agar kita akan dapat dipandang layak ketika dipanggil untuk berperang.

Renungan:

Apakah yang dapat kita lakukan untuk mempersiapkan diri maju berperang dalam peperangan rohani?

Apakah contoh-contoh peperangan rohani yang kita hadapi saat ini?

Menyerang Adalah Pertahanan Terbaik
| |

Menyerang Adalah Pertahanan Terbaik

“Lalu Yosua dengan seluruh tenteranya mendatangi mereka dengan tiba-tiba dekat mata air Merom,dan menyerbu mereka.Dan Tuhan menyerahkan mereka kepada orang Isreal; sehingga tidak seorangpun dari mereka yang dibiarkan lolos.” Yosua.11:7-8

Ayat ini menunjukkan bahawa Yosua dan bangsa Isreal adalah pejuang-pejuang aktif dan bukan pengamat yang berdiam diri. Mereka bergegas menghampiri musuh daripada menunggu musuh datang kepada mereka. Bangsa Isreal berkemah di Gilgal, tetapi tidak pernah bertempur di sana, kerana Yosua selalu mengambil inisiatif dan menghampiri musuh untuk mengusir mereka.

Kita mempunyai kecenderungan untuk diam dalam kepuasan, merasa cukup dengan tingkat kerohanian kita. Kita tidak suka susah-susah atau berjuang. Kita lebih suka datang ke sebuah panggung ketika segalanya Nampak nyaman dan kita diam di sana. Kecenderungan ini Nampak pada suka Ruben, Gad dan separuh suku Manasye di Bilangan.32-Mereka telah menerima warisan mereka di timur Yordan dan meminta agar mereka tidak menyeberang melawati Yordan bersama dengan saudara-saudara mereka. Merasakan kehidupan yang seimbang dan nyaman itu memang nikmat.

Namun mentalitas seperti ini sangat pasif dan tidak beroriendasi pada tujuan. Mengetahui bahawa Allah dapat memberikan kita kemenangan saja tidak cukup. Kita harus mengambil tindakan dan mengalahkan dosa-dosa dan kebiasaan jahat kita dengan menaati Allah. Kita tidak hanya dengan pasif menunggu cobaan datang dan baru membangun tembok pertahanan, membiarkan segalanya pada pengendalian diri kita sendiri. Kita harus dengan aktif mencari kebiasaan jahat kita dan mencabutnya hingga ke akar-akar, sembari mengetahui bahawa bila kita berperang, Allah akan mengalahkan mereka untuk kita. Apakah kita mempunyai kebiasaan jahat yang membelenggu kita? Jangan hanya duduk diam saja dan berharap kita dapat mengendalikannya di kesempatan berikutnya-lakukanlah sesuatu.

Dan bila kita telah mengambil tindakan dan masih jatuh? Evaluasilah kembali,bertobat,dan bertanya kembali kepada Allah, seperti yang dilakukan Yosua dan bangsa Israel ketika mereka gagal dalam usaha kota Ai(Yosua.7) Lalu,ambil tindakan dan memulai ronde baru dalam pertempuran melawan dosa.

Renungan:

Kelemahan apakah yang anda miliki, yang harus anda lawan dengan pendekatan proaktif? Langkah-langkah nyata apa saja yang dapat anda ambil untuk mengalahkan kelemahan-kelemahan ini?

Keinginan Daging VS Keinginan Roh
| |

Keinginan Daging VS Keinginan Roh

“Kerana keinginan daging adalah maut,tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera” (Roma 8:6)

Nafsu kedagingan tidak sama dengan kebutuhan fisik tubuh kita. Nafsu kedagingan adalah keinginan dari hati kita untuk berbuat dosa. Sumbernya adalah sifat dosa yang ada dalam diri kita.

Hidup dalam tubuh ini bererti rentan dengan keinginan-keinginan ini, yang akan menjurus pada simulasi yang menyukarkan sifat dosa dalam hati kita. Seorang yang hidup dalam kedagingan, memusatkan fikirannya untuk memuaskan hasrat kedagingannya; ia dengan tanpa takut akan mengikutinya.

Roh Kudus dalam diri kita bertolak belakang dengan hasrat kedagingan kita, dan akan berperang total melawan hasrat ini untuk memimpin kita ke dalam hidup yang seturut dengan Allah. Kerana itu, orang yang berkerohanian tinggi, memusatkan fikirannya untuk mengikuti bimbingan dan pimpinan Roh Kudus untuk hidup dalam kekudusan.

Makan ketika kita lapar adalah kebutuhan manusia untuk bertahan hidup, dan tidak dapat dianggap sebagai pemenuhan keinginan fisik kita. Namun, melanggar perintah Allah demi mengisi perut, adalah mengikuti sifat dosa. Dengan menggunakan ukuran ini,apa yang dilakukan Adam ketika ia makan segala macam buah di Taman Eden bukanlah dosa. Tetapi ketika Adam memakan buah terlarang, ia dikutuk. Setelah Yesus berpuasa 40 hari dan 40 malam, Ia lapar dan ingin makan. Iblis menyuruhNya untuk mengubah batu menjadi roti. Ajakan Iblis bukanlah kehendak Allah, tetapi kehendak Iblis; Yesus menolak permintaan ini dan mengalahkan pencobaan Iblis.

Adam mengikuti keinginan tubuhnya dan melalaikan perintah Allah. Ia membiarkan hasrat kedagingannya menaklukkan dirinya, dan akibatnya adalah maut. Yesus mengikuti petunjuk Roh dan menghormati firman Allah. Ia memperlihatkan kerohanian yang lebih tinggi, yang menghasilkan kehidupan dan kedamaian. Hari ini, kita hidup di dalam dunia yang serong dan generasi yang semakin terakhluk buruk; godaan Iblis ada di mana-mana. Kita harus lebih kokoh dalam kerohanian kita. Mematikan hasrat kedagingan kita bererti berjalan seturut dengan Roh Kudus yang dari Allah di dalam segala hal. Bila kita dapat melakukan ini, kita berpegang pada hidup, damai dan sukacita yang kekal!

Renungan:

Bagaimanakah anda dapat memastikan agar anda terus mengikuti Roh Kudus dalam segala hal?

Aku Tidak Akan Menyelamatkan Kamu Lagi
| |

Aku Tidak Akan Menyelamatkan Kamu Lagi

AKU TIDAK AKAN MENYELAMATKAN KAMU LAGI

“tetapi kamu telah meninggalkan Aku dan beribadah kepada allah lain;sebab itu Aku tidak akan menyelamatkan kamu lagi” (Hakim-hakim 10:13)

Dalam kitab Hakim-hakim, bangsa Isreal berada dalam sebuah siklus yang terus berulang;meninggalkan Allah, dan kembali kepada Allah. Mereka akan meninggalkan Tuhan dan menyembah allah-allah lain dari bangsa-bangsa tetangga mereka. Lalu, setelah suatu bangsa menyerang dan menindas mereka, bangsa Isreal akan kembali kepada Tuhan dengan meratap dan keluh kesah. Kelihatannya seperti perumpamaan anak yang hilang yang terus berulang taka da habisnya. Sungguhkah perumpamaan it uterus terjadi? Apakah Tuhan akan senantiasa menerima anakNya yang hilang untuk kedua kalinya? Atau ketiga, keempat, bahkan kelima kalinya?

Renungkanlah kehidupan rohani anda. Apakah anda seperti bangsa Isreal, yang menjebakkan diri dalam lingkaran berdosa-bertobat?Kadang-kadang anda tidak ingin minum-minum, atau menggosip, melihat pornografi, atau main video game hingga lupa waktu. Namun, ketika jam menunjukkan pukul 4 dan anda masih mahu menonton episode selanjutnya dari serial “Friends”. Anda seharusnya menyedari bahawa anda sudah sangat ketagihan.

Pada akhirnya memang Tuhan menyelamatkan (lagi) bangsa Isreal, kerana mereka menghancurkan berhala-berhala mereka dan kerana “Tuhan tidak dapat lagi menahan hatiNya melihat kesukaran mereka” (Hak.10:16) Tuhan akan mengampuni anda hanya apabila anda sungguh-sungguh meninggalkan jalanmu yang jahat, memohon pengampunan dengan segenap hati, dan dengan tulus meratapi dosa-dosa anda. Renungkanlah padanan rohani pada ungkapan-ungkapan menanggalkan pakaian, mengenakan kain kabung,dan berjalan dengan muka tertunduk malu.

Pertobatan yang sejati harus diikuti oleh perubahan permanen dalam cara hidup anda. Singkirkanlah “berhala-berhala”anda.Ubahlah kebiasaan hidup anda sehari-hari, jadwal harian, dan lingkungan anda. Hindari bepergian ke tempat-tempat yang dapat dengan mudah mendorong anda jatuh dalam dosa. Bila tempat itu adalah rumah anda sendiri, bersihkan dan atur kembali hal-hal di dalamnya. Lalu tetapkan dan lakukanlah kebiasaan-kebiasaan yang baik, seperti membaca Alkitab dan berdoa. Anda harus sungguh-sungguh berubah.

Berubahlah sekarang! Dan jangan kembali lagi. Jangan tunggu sampai akibat dari ketagihan anda menimpa. Jangan tunggu hingga Tuhan berkata,”tidak, Aku tidak akan mengampunimu lagi”

Renungan:

Kebiasaan dosa apakah yang anda lakukan berulang kali dalam pergumulan rohani anda?Sikap seperti apakah yang anda bawa saat memohon pengampunan Tuhan?

Tuhan Mengawasi Kita
| |

Tuhan Mengawasi Kita

“Mata Tuhan ada di segala tempat,mengawasi orang jahat dan orang baik”- Amsal.15:3

Dalam perkataan “mata Tuhan ada di segala tempat” bukan bererti Allah mempunyai banyak sekali mata. Namun, segala hal terlihat olehNya dan tidak dapat disembunyikan daripadaNya.  Roh Allah memenuhi jagad raya, namun ada sebuah paradox: Tuhan adalah Allah yang dekat, namun juga jauh. Kerana Allah adalah Allah yang tidak kelihatan yang dapat terasa sangat jauh, tetapi tidak ada yang tersembunyi dari mataNya.Allah mengawasi perbuatan dan perkataan tiap-tiap orang. Dan Tuhan kita bahkan mengetahui fikiran kita.

Daud berkata kepada Tuhan, “Engkau mengetahui,kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti fikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tanganMu ke atasku. Terlalu ajaib begiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya. Ke mana aku dapat pergi menjauhi rohMu, ke mana aku dapat lari dari hadapanMu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tanganMu akan menuntun aku, dan tangan kananMu memegang aku. Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menadi malam,” maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagiMu, dan malam menjadi terang seperti siang;kegelapan sama seperti terang.” (Mzm.139:2-12)

Allah mengetahui tiap jalan yang tersembunyi, jadi bagaimana kita boleh lengah dalam perkataan perilaku dan fikiran kita?

Kewaspadaan Allah mengawasi orang-orang di dunia adalah dasar penghakiman. Allah memegang prinsip untuk memberikan imbalan bagi orang baik, dan menghukum yang jahat, dan dengan demikian memperlihatkan keadilan ilahi. Yusuf mengetahui Tuhan senantiasa mengawasinya dan melawan Allah adalah hal yang mengerikan, sehingga ia terus menerus menolak godaan isteri tuannya. Perbuatan Yusuf tidak hanya menyenangkan Allah, tetapi juga memicu berkat-berkat Allah-Yusuf menjadi perdana menteri yang berkuasa atas seluruh Mesir. Akhan mencuri perabot yang seharusnya dihancurkan, dan menyembunyikannya di dalam kemahnya, mengira tidak ada yang akan tahu. Tetapi Allah melihatnya dengan jelas. Akibatnya, Akhan berserta seisi kemahnya dimusnahkan.

Kita harus menyedari bahawa mata Allah ada di segala tempat. Ia mengawasi orang jahat dan orang baik. Kiranya kita mencontoh doa Daud dalam kehidupan kita. “Selidikilah aku,ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah fikiran-fikiranku; lihatlah, apakah jalanku seorang, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mzm.139:23-24) Amin!

Jangan Berpaling
| |

Jangan Berpaling

“Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenali Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mahu mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?”- Galatia 4:9

Warna merah dan putih berkibaran di sepanjang jalan. Sekolah-sekolah dan instansi pemerintah mengadakan upacara. Dan di radio dan television berkumandang lagu-lagu kemerdekaan. Pada tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia mengingat kembali kemerdekaan dari perjajahan.

Anda dapat mengadakan survey kepada orang-orang, dan anda tidak akan dapat menemukan orang yang mahu memilih untuk kembali ke hari-hari sebelum 17 Agustus 1945. Jelas, siapakah yang mahu kembali dibelenggu dan dijajah?

Orang akan tersenyum sinis dengan fikiran seperti itu.

Bila demikian, apa yang ditulis dalam Kitab Keluaran adalah hal yang menakjubkan. Keluaran menuliskan bahawa orang Isreal pernah ingin kembali dibelenggu dalam penjajahan. Mereka ingin kembali ke Mesir. Mereka begitu bosan dengan manna, sehingga mereka menginginkan daging dengan begitu sangat, dan ingat pada makanan-makanan yang mereka santap di Mesir.

Bangsa Isreal lupa bahawa Mesir adalah tempat mereka dibelenggu. Mereka ingin kembali memutar waktu ke saat mereka masih digiring orang-orang Mesir sebagai budak, didera dan didorong hingga mereka tak tahan dan berteriak kepada Tuhan untuk membebaskan mereka.

Seperti orang Isreal, kadangkala kita juga ingin kembali ke dalam belenggu dosa. Kita mungkin menginginkan sesuatu begitu sangat dan menghendaki agar keinginan itu dipuaskan. Saat itu rasanya menyingkirkan Allah begitu menggiurkan dan memutuskan secepat-cepatnya untuk memuaskan hawa nafsu kita. Begitu kita menyerah, kita kembali diperbudak. Kita diperbudak oleh hawa nafsu dan kebiasaan jelek kita yang dahulu saat kita masih dalam penjajahan dosa.

Saudara yang terkasih, seperti Paulus mendesak jemaat di Galatia, ia juga mendesak kita sekarang:Jangan lakukan itu! Jangan menyerah! Jangan kembali ke dalam belenggu dosa! Sekarang setelah anda mengenal Allah, dan Allah mengenal anda, jangan berpaling mundur. Kembalike dalam penjajahan bukanlah pilihan.

Sebaliknya, berdirilah dengan kokoh. Kristus mengasihi anda begitu hebat, Ia mati di kayu salib dan membebaskan anda dengan darahNya. Bila anda sudah dibebaskan,mengapa masih memilih perbudakan?

Renungan:

Hawa nafsu apa saja yang dahulu membuat anda jatuh?

Bagaimana perasaan anda setelah menyerah pada hawa nafsu?