Tanda Bukti Kasih
| | |

Tanda Bukti Kasih

Tanda Bukti Kasih

[Hsu Tong Lin]

Prakata

Tertulis di dalam Alkitab: “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakikatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!”(II Tim 3:1-5). Kata Tuhan Yesus: “Dan kerana makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin” (Mat 24:12). “Namun demikian Aku mencela engkau, kerana engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan” (Why 2:4-5).

Paulus memberitahu jemaat Korintus: “Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu – dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami – demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam  pelayanan kasih ini. Aku menyatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu. …… kerana itu tunjukkanlah kepada mereka di hadapan jemaat-jemaat bukti kasihmu dan bukti kemegahanku atas kamu” (II Kor 8:7, 8, 24). Sedemikian juga, para pemercaya Gereja Benar akhir zaman ini, tunjukkanlah tanda bukti kasih kita terhadap Tuhan juga terhadap manusia!

[1]      Tunjukkan Kasih Dalam Hal-Hal Kebajikan (I Yoh 3:16-19)

i. Bantulah para pemercaya yang kekurangan (Rm 12:13a)

¨       Dorkas banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. Sewaktu ia sakit lalu meninggal, Allah telah membangkitkannya melalui doa Petrus (Kis 9:36-41)

ii. Layanilah mereka yang berangkat untuk bekerja demi nama Tuhan (III Yoh 5:8)

¨       Janda Sarfat telah memberi tumpangan kepada Elia walaupun waktu itu adalah kelaparan dan ia sendiri dalam kesesakan. Akhirnya Allah telah memberkati kedua ibu dan anak sehingga nyawa terpelihara; minyak dan tepung tak habis-habis tergunakan sehinggalah kelaparan berlalu (I Raj 17:9-16)

iii. Jangan lupa memberi tumpangan dengan kasih (Ibr 13:1,2)

¨       Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik; kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Kerana itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman (Gal 6:9-10; Mat 25:34-40)

iv. Sesama seiman harus saling menerima (Rm 15:1-7)

¨       Jangan secara memandang muka (Yak 2:1). Berilah salam kepada yang lain di dalam kasih (I Ptr 5:13-14)

¨     Layanilah seorang akan yang lain dengan kasih (Gal 5:13-14; I Ptr 4:7-11). Semua orang akan mengenali bahwa kita adalah murid-murid Tuhan jikalau kita saling mengasihi (Yoh 13:34-35)

¨       Layani dengan baik orang-orang yang tidak mampu membalas kita (Luk 14:12-14). Milikilah semangat lebih berbahagia memberi daripada menerima (Kis 20:33-35)

¨       Bantulah orang-orang yang lemah, balikkan mereka yang kedapatan melakukan suatu pelanggaran (Rm 14: 1-6; Gal 6: 1-2; Yak 5:19-20).

[2]      Tunjukkan Kasih Dalam Pemberitaan Injil (Yoh 3:16-18)

i. Injil adalah berkaitan dengan keselamatan manusia sejagat (Luk 2:10-14; I Tim 2:4)
ii. Memperolehnya secara cuma-cuma, berikanlah juga secara cuma-cuma (Mat 10:7-8)
iii. Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk (Mrk 16:15, 16; Mat 28:19, 20). Memandangkan Roh Kudus yang mengutuskan para pemercaya Gereja Benar (Kis 1:8; Luk 4:18, 19; Yoh 20:21-23), maka tidak mungkin bagi kita untuk tidak memberitakan kasih karunia Tuhan yang telah kita terima (Kis 4:20; I Ptr 2:9; II Kor 6:1)

¨       Dalam pemberitaan Injil, carilah dahulu sanak saudara kaum keluarga sendiri (Yoh 1:40-42; Mrk 5:18-20)

¨       Paulus rela berkorban demi keselamatan kaum sebangsa jasmaninya (Rm 9:1-3)

¨       Filipus mencari dahulu sahabatnya ~ Natanael (Yoh 1:43-49)

iv.  Milikilah hati mengasihi ibubapa ~ rela berkorban dan memahami mereka (I Kor 4:15; II Kor 12:14-15)

v. Demi menyelamatkan jiwa manusia, kita rela menanggung penderitaan untuk menunjukkan kasih Tuhan (Ams 24:11; I Yoh 4:7-12; II Tim 2:3; Kol 1:28, 29; I Kor 9:16-23).

[3]     Tunjukkan Kasih Sewaktu Orang Lain Menyinggung Perasaan Kita (Mat 5:43-48)

  1. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan balaslah kejahatan dengan kebaikan (Rm 12:17-21)
  2. Nyatakanlah kesalahannya secara peribadi dan ampunilah ia dengan seikhlas-ikhlasnya dari dalam hati (Mat 18:15, 21-35), dengan lemah lembut dan sabar menuntunkan orang yang suka melawan (II Tim 2:24-26), maafkanlah pelanggaran orang lain agar kita dipuji (Ams 19:11)
  3. Berdoalah dan berkatilah mereka yang menganiaya kita dan yang membenci kita (Luk 23:34; Mat 5:44-48)

¨       Daud takut akan Tuhan sehingga tidak berani membunuh Saul ~ menunjukkan perilaku kasih (I Sam 24:4-10; 26:7-16)

¨       Daud bersabar terhadap caci maki yang dilontarkan oleh Simei dengan harapan akan beroleh belas kasihan Tuhan (II Sam 16:5-13)

¨       Yusuf tidak menghitung kesalahan saudara-saudara kerana ia mengetahui itu adalah kehendak baik Tuhan (Kej 50:15-21)

¨       Tertulis dalam Alktiab: “Kerana kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh mengasihi dengan segenap hati” (I Ptr 1:22). “Kasih itu sabar, kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita kerana ketidakadilan, tetapi kerana kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan” (I Kor 13:4-8)

[4]     Tunjukkan Kasih Dengan Mencintai Tuhan Lebih Dalam (II Kor 5:14, 15)

  1. Bersyukur dan fahamilah akan kasih Tuhan, anggaplah Allah sebagai yang mulia (Ef 3:16-19; Rm 5:6-11)
  2. Setiap yang mengikuti Tuhan, hendaklah ia menyangkal diri, mengasihi Tuhan lebih daripada kaum keluarga sendiri dan rela korbankan nyawa dan segala kekayaan sendiri (Mat 16:24-25; Luk 14:25-27; Mat 6:24)
  3. Biarpun penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya, pedang ……… tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah (Rm 8:35-38; Hab 3:17-19).
  4. Janganlah mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu (I Yoh 2:15-17)
  5. Lakukanlah segala hal untuk kemuliaan Allah (I Kor 10:31)

    Muliakanlah Tuhan dengan hartamu (Ams 3:9)

¨       Tidak menipu hak Allah – persembahkan persepuluhan, berilah kepada Allah hak kepunyaan Allah, jangan diabaikan (Mal 3:8-10; Mat 23:23; 22:21)

¨       Beri persembahkan demi pembinaan Bait Suci (Hag 1:7, 8; I Taw 29:10-19)

‚    Sentiasa persembahkan puji-pujian sebagai korban kepada Allah (Ibr 13:15, 16)

ƒ    Haruslah hidup kita layak di hadapanNya serta berkenan kepadaNya dalam segala hal (Kol 1:9, 10)

  1. Setiap yang mengasihi Tuhan tetap menuruti firman Tuhan (Yoh 14:15, 23, 24)
  2. Setiap yang mengasihi Tuhan tetap menggembalakan kawanan domba Tuhan (Yoh 21:15-17; I Ptr 5:1-4)

Kesimpulan

Di dalam setiap hal yang kita lakukan baik dari aspek berbuat kebajikan, memberitakan Injil, hubungan sesama manusia maupun terhadap Allah, segala yang kita lakukan, seharusnya menunjukkan tanda bukti kasih demi memuliakan Allah dan memanfaatkan manusia. Dengan demikian kita akan dapat menyelamatkan diri sendiri juga orang lain (I Kor 16:14).

Tanda Damai Sejahtera
|

Tanda Damai Sejahtera

Ayat Suci : Yoh 14 : 27

Dunia terdapat banyak perkara yang sukar diramal, ada ancaman dari maut dan neraka. Justeru itu, manusia amat memerlukan damai sejahtera. Jika tubuh dan hidup kita mempunyai damai sejahtera, maka kehidupan kita sangat bahagia. Damai sejahtera yang benar berasal daripada Tuhan Pengasih yang kuasaNya mengatasi alam semula jadi.

Damai sejahtera yang benar : Iaitu mempunyai damai sejahtera dalaman, damai sejahtera kekal dan damai sejahtera yang sempurna.

(1) Tuhan adalah Yang Benar. (1 Yoh 5: 20)

(I) Yang Benar bermaksud dapat dilihat, dijamah dan bukan hanya dapat merasakannya di dalam hati. (Yoh 20: 26-29)

(II) Yang Benar bermaksud mempunyai bukti dan bukan hanya dibuat-buatkan saja.

(III) Kebendaan dan kerohanian dicipta oleh Tuhan, melalui kebendaan dapat menyatakan kerohanian, seperti kemunculan Tuhan dalam tubuh jasmani membolehkan manusia dalam kebendaan dapat melihat Tuhan. Tuhan menciptakan mata dan telinga supaya kita melihat tentang Dia Yang Benar dan mendengar tentang Dia Yang Benar. Di samping itu dapat mengenal Tuhan dan memahami bahawa ciptaanNya bukan semata-mata hanya untuk kehidupan manusia.

(2) Damai sejahtera yang dijanjikan Tuhan, pasti ada tandanya. (Yoh 14: 27; 16: 33)

(I) Apakah damai sejahtera : Tubuh, jiwa, hidup sekarang dan hidup akan datang.

(II) Mesti mempunyai tanda sebagai bukti yang menyatakan bahawa Tuhan adalah Yang Benar.

(i) Tuhan telah menaruh tanda pada Kain bahawa ia akan selamat. (Kej 4: 14-15)

(ii) Tuhan menyelamatkan umat Israel dengan memberikan tanda : Darah domba dibubuhkan pada tiang pintu. ( Kel 12: 5-7; 12-13, 23)

(iii) Dalam penglihatan Yehezkiel, Tuhan melindungi semua orang yang ditandai dengan huruf ‘T’ pada dahi mereka, dan membunuh orang-orang yang tidak mempunyai tanda ‘T’ itu. (Yeh 9: 4-6)

(iv) Kelahiran Juruselamat : Damai sejahtera akan diberi kepada orang-orang yang berkenan kepada Tuhan, supaya mereka mempunyai pengharapan damai sejahtera. Malaikat berkata : Dan inilah tandanya bagimu : Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan. (Luk 2: 10-14) Tanda ini dipandang rendah oleh orang Yahudi dan orang Farisi malahan Roh Kudus  dipandang rendah oleh manusia hari ini.

(3) Apakah tanda damai sejahtera? Apakah kegunaan?

(I) Meterainya ialah : Tuhan mengenal siapa kepunyaanNya (2Tim 2: 19).

(II) Pada akhir zaman akan ada malapetaka besar yang memusnahkan tubuh jasmani dan kerohanian manusia. Pada masa itu, malaikat akan memeteraikan pada dahi orang-orang yang diselamatkan agar mereka mempunyai tanda karunia di hadirat Tuhan, mempunyai tanda kemenangan di depan syaitan dan tanda damai sejahtera dalam jiwa rohani. (Why 7: 1-3)

(III) Yang dimeteraikan tidak akan dirosakkan/ dimusnahkan.(Why 9: 4, 15)

(IV) Tanda ini merupakan Roh Kudus yang dijanjikan Tuhan. (Efs 1: 13-14) dan ‘Janji’ inilah yang telah dijanjikanNya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. (1Yoh 2: 25)

(4) Bagaimanakah untuk mendapatkan tanda ini?

(I) Bertobatlah (Yeh 9: 4)

(II) Terimalah firman kebenaran Gereja ini.(Efs 1: 13; Kis 5: 32)

(III) Mintalah dengan bersungguh-sungguh (Luk 18: 1-8; 11: 5-13).

Kesimpulan : Orang milik Kristus akan dimeteraikan oleh Kristus. (Rm 8:9)