Bahagian Satu: Kehidupan Empat Puluh Tahun Di Padang Gurun
Bahagian Satu: Kehidupan Empat Puluh Tahun Di Padang Gurun
Nas Kitab: Ul 8:1-5
Prakata
Di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu (Ul 8:2).
[1] Bagaimana Mencobai (8:2-4)
i. Pencobaan berpegang pada perintah (2).
Mengetahui apa yang ada dalam hatimu.
Apakah engkau berpegang pada perintahNya atau tidak.
¨Sebab mereka ditewaskan ialah tidak memegang perintah (I Kor 10:1-3).
¨Perintah-perintahNya itu tidak berat (I Yoh 5:3).
ii. Pencobaan makanan (3).
Memakan manna yang mereka tidak kenal.
Pencobaan kelaparan.
¨Kata Paulus: “Sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan…” (Flp 4:11-12).
¨Roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia (Yoh 6:32, 33).
iii. Pencobaan perjalanan (4).
Pakaian tidak menjadi buruk.
Kaki tidak menjadi bengkak.
¨Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau ….. akan menolong engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan (Yes 41:10).
¨ Mencapai garis akhir (II Tim 4:7).
[2] Harus Menaruh Perasaan Takut (8:3-6)
i. Memberi engkau makan manna (3).
Memberi manna.
Memberi ucapan perkataan (firman).
¨ Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Mat 4:4).
¨ Memakan gulungan kitab dan rasanya manis seperti madu di dalam mulut (Yeh 3:3).
ii. Pakaian tidak menjadi buruk (4).
¨Pakaian tidak menjadi buruk.
- Sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu (II Kor 6:10).
iii. Kedua-dua kaki terlindung (4).
¨Kaki tidak menjadi bengkak.
Jiwaku melekat padaMu, tangan kananMu menopang aku (Mzm 63:9).
Sokonglah aku, supaya aku selamat; aku hendak bersukacita dalam ketetapan-ketetapanMu senantiasa (Mzm 119:117).
[3] Kesimpulan (8:6)
i. Renungilah hajaran Tuhan.
ii. Berpegang pada perintah Tuhan.
¨Pada hari malang ingatlah (Pkh 7:14).
¨Bapa segala roh menghajar kita…… Supaya kita beroleh bagian dalam kekudusanNya…… menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai (Ibr 12:9-11).
