Bahagian 1  Milik Pusaka Orang Lewi Ialah Tuhan Allah
| | | |

Bahagian 1 Milik Pusaka Orang Lewi Ialah Tuhan Allah

Nas Kitab: Ulangan fasal 18 ayat 1-8

Prakata:

Janganlah ia mempunyai milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya; Tuhanlah milik pusakanya, seperti yang dijanjikanNya kepadanya (Ul 18:2)

I.             Orang Lewi Tiada Bahagian, Tiada Pusaka (Ul 18:1-2)

1. Imam-imam dan seluruh suku Lewi, janganlah mendapat bagian milik pusaka bersama-sama orang Israel (Ul 18:1)

2. Janganlah ia mempunyai milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya (Ul 18:2)

3. Dikuduskan bagi Allah

Δ       Kerana imam itu kudus bagi Allah (Im 21:7)

Δ       Aku mengambil orang Lewi dari antara orang Israel ganti semua anak sulung mereka …… Aku menguduskan bagiKu semua anak sulung yang ada pada Israel, baik dari manusia maupun dari hewan (Bil 3:11-13)

‚4. Melayani Tuhan dengan segenap hati

Δ       Musa mentahbiskan mereka untuk memegang jabatan imam (Bil 3:3)

Δ       Suruhlah suku Lewi mendekat dan menghadap imam Harun, supaya mereka melayani dia (Bil 3:6)

II.          Tuhanlah Milik Pusakan Mereka (Ul 18:1-2)

1. Dari korban api-apian kepada Tuhan dan apa yang menjadi milikNya harus mereka mendapat rezeki (Ul 18:1)

2. Tuhanlah milik pusaka mereka (Ul 18:2)

   Korban persembahan yang diperolehi imam (Ul 18:3-4)

  1. Paha depan
  2. Kedua rahang
  3. Perut besar
  4. Hasil pertama dari gandum
  5. Anggur
  6. Minyak
  7. Bulu guntingan pertama dari dombamu

‚   Bahagian orang-orang Lewi (Ul 18:6-8)

  1. Datang dari tempat tinggal
  2. Dengan sepenuh hati masuk ke tempat yang akan dipilih Tuhan
  3. Boleh menjual harta nenek moyang
  4. Mendapat rezeki yang sama dari binatang korban
  5. Meninggal imam-imam dan orang-orang Lewi adalah meninggalkan Allah (Neh 13:10-13)

III.       Dipilih Tuhan Untuk Melayani (Ul 18:5, 7)

  1. Sebab dialah yang dipilih oleh Tuhan, Allahmu, dari segala sukumu, supaya ia senantiasa melayani Tuhan dan menyelenggarakan kebaktian demi namaNya, ia dan anak-anaknya (Ul 18:5)
  2. Apabila orang Lewi dengan sepenuh hati masuk ke tempat yang dipilih Tuhan, maka mereka menyelenggarakan kebaktian demi nama Tuhan (Ul 18:6-7)

   Yang dipilih Allah adalah terhormat

‚   Yang dipilih Allah adalah termulia

Δ       Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani …… (I Ptr 2:9)

IV.       Kesimpulan

Tuhanlah milik pusakanya, seperti yang dijanjikanNya kepadanya (Ul 18:2)

Δ       Adanya Tuhan sebagai milik pusaka, takkan kekurangan selama-lamanya (Mzm 23:1)

Δ       Adanya Tuhan sebagai milik pusaka, adalah terkaya (I Taw 29:12)

“Orang Samaria Yang Murah Hati”:Jenis-jenis Orang yang Terdapat dalam Perumpamaan ini
|

“Orang Samaria Yang Murah Hati”:Jenis-jenis Orang yang Terdapat dalam Perumpamaan ini

Ayat Kitab : Lukas 10 : 25-37

1. Seorang yang cedera parah.

Dalam perjalanannya itu, dia dipukul setengah mati dan dirompak habis-habisan, bahkan ditelanjangi pakaiannya. Setelah itu, dia dibiarkan terbaring di pinggir jalan di mana tempat itu tidak berpenduduk dan tidak ada tanaman. Dia harus mendapatkan bantuan segera daripada orang lain barulah dia beroleh harapan untuk terus hidup.

2. Beberapa orang perompak.

Mereka ini sekelompok perompak yang ganas dan kejam dan tidak berhati perut. Mereka berani melakukan apa saja yang mereka suka, dan langsung tiada Tuhan dalam hati mereka.

3. Imam dan Orang Lewi

Mereka merupakan petugas-petugas suci dalam agama Yahudi dan orang yang paling dekat kepada Tuhan. Mereka bukan sahaja bertanggungjawab menguruskan hal-hal yang berkenaan dengan mezbah dan persembahan kudus umat Tuhan, malah mereka diamanatkan suatu tugas yang mulia iaitu memimpin umat Tuhan untuk memegang hukum taurat dan melayani Tuhan. Boleh dikatakan, mereka adalah wakil golongan Ortodoks agama Yahudi . Namun, semasa berdepan dengan orang yang terluka itu, mereka sebaliknya menutup pintu hati terhadapnya. Walaupun mereka ini ahli dogmatisme, namun mereka hanya tahu mengajar, tetapi  tidak melakukannya. ( Matius 23: 2-4)

4. Seorang Samaria.

Dia merupakan orang asing, dari suatu bangsa yang sangat dibenci oleh orang Yahudi (Lukas 9: 51-53; Yohanes 4: 9, 8:48). Walaupun sehingga hari ini, mereka menganggap Tuhan Semesta Alam sebagai Allah, namun mereka masih dipandang sebagai penganut ajaran sesat dan tidak diterima oleh orang Yahudi.  Dalam perumpamaan ini, orang Samaria ini menunjukkan suatu sifat –- sifat baik manusia.

1. Dia mempunyai belas kasihan terhadap orang lain.

(1) Tuhan mempunyai belas kasihan. (Lukas 1:78 ; Matius 9:36 ,15:32)

(2) “Kerana itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati , kelemahlembutan dan kesabaran” (Kolose  3:12) .

(3) “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu” (Amsal 9:17).

(4) “Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya” (1 Yohanes 3 :17)?

2. Dia mempunyai semangat berkorban dan mengasihi manusia.

(1) “Kata-Nya kepada mereka semua : “Setiap orang yang mau mengikut Aku, is harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Lukas 9 :23).

(2) “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita” (1 Yohanes 3:16).

3.Dia seorang yang bertanggungjawab.

Kerana ada hal lain untuk diuruskan, dia terpaksa meninggalkan orang yang terluka ini , dia meminta pemilik penginapan tolong menjaga orang yang terluka itu dan mengatakan : “Rawatlah dia dan jika kau belanjakan lebih dari ini, aku akan menggantikannya, waktu aku kembali”. Sesungguhnya, dia merupakan seorang yang bertanggungjawab dalam melakukan sesuatu dan mengasihi orang lain sampai akhirnya.

4. Dia seorang yang dapat melenyapkan prasangka dan prejudis.

Menurut jangkaan, orang yang dirompak  dan dipukul oleh perompak semasa turun ke jalan Yerikho itu, besar kemungkinan dia orang Yahudi. Walaupun orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria (Yohanes 4 :9), tetapi orang Samaria ini mengetepikan hal prejudis atau prasangka yang timbul di antara orang Yahudi dan orang Samaria, dia tetap menolong orang Yahudi yang terluka itu. Dengan belas kasihan dan kasihnya, dia melenyapkan jurang di antara bangsa-bangsa itu.