60. Memberi Dahulu, Memperoleh Kemudian
Pepatah mengatakan : “Pahit dahulu, manis kemudian”.
Seperti : Seorang petani, terlebih dahulu harus bercucuk tanam dengan bekerja keras, barulah memperoleh hasil tuaian yang menggembirakan.
Demikian pula dengan perkara di dunia, dalam hal kerohanian pun bahkan terlebih dahulu harus ada kegiatan, penderitaan dalam pengorbanan, kemudian baru memperoleh pahala kemudian.
I. INGIN MENJADI TERBESAR, TERLEBIH DAHULU HARUS RENDAH HATI (Mat 18 : 1-4)
1. Menerima pengajaran dengan rendah hati (Ams 13 : 18).
2. Melayani orang dengan rendah hati (Mat 20 : 25-27).
- Kerendahan hati mendahului kehormatan (Ams 18 : 12; 1 Ptr 5 : 5-6)
- Seperti Tuhan Yesus (Flp 2 : 5-11; Mat 2 : 28).
II. TERLEBIH DAHULU MEMBERI HARTA DI BUMI, KEMUDIAN MEMPEROLEH HARTA YANG SESUNGGUHNYA (Mat 19 : 21)
1. Banyak mempersembahkan harta bagi Pekerjaan Kudus (Ams 3 : 9; Mat 6 : 19; Luk 16 : 9; 2 Kor 9 : 6-8).
2. Dengan hati yang sukarela memberi kepada orang (1 Tim 6 : 17-19; Ams 11 : 25; 19 : 17).
- Tidak mengumpulkan harta di bumi, namun mengumpulkan di atas Syurga (Luk 12 : 16-21, 33).
Seperti : Maria, Barnabas (Mrk 14 : 3-9; Kis 4 : 36-37).
III. TERLEBIH DAHULU BERSABAR DENGAN PENDERITAAN SEKARANG, KEMUDIAN MEMPEROLEH PAHALA KEMUDIAN (Rm 8 : 17-18)
1. Bekerja keras bagi pekerjaan kudus (Luk 22 : 28-30; 1 Ptr 5 : 2-4).
2. Bersabar dalam penghinaan bagi Injil Tuhan (Mat 5 : 11-12).
- Berbahagialah orang yang dinista kerana nama Kristus (1 Ptr 4 : 14-16).
- Seperti Paulus (2 Tim 4 : 7-8).
IV. TERLEBIH DAHULU MEMBERIKAN NYAWANYA, KEMUDIAN MEMPEROLEH KEHIDUPAN YANG SEJATI (Mat 16 : 24-25)
1. Harus mematikan hawa nafsu (Rm 8 : 13; Gal 5 : 24; Kol 3 : 5).
2. Memberi nyawa bagi Tuhan (Mat 10 : 39; Why 2 : 10).
- Hendaklah berkorban bagi Injil (Yoh 12 : 24-25).
- Seperti : Stefanus, Yakobus (Kis 7 : 59-60; 12 : 1).
KESIMPULAN :
Hendaklah memperhatikan perkara yang akan datang (2 Kor 4 : 18).
