Hikmat dan Tubuh Jasmani
| |

Hikmat dan Tubuh Jasmani

Waktu berlalu dengan cepat, sekelip mata saja akhir tahun pun tiba. Demikianlah berlalunya setahun dan bertambah seumur dengan bertemu berbagai perubahan keadaan masyarakat, dunia yang bagaikan pentas sendiwara dan pengaruh dari aliran zaman. Namun sekiranya dapat meneladani Tuhan Yesus “Dan Yesus bertambah besar dan bertambah hikmatnya dan besarNya, dan makin dikasihi oleh Tuhan dan manusia ( Luk 2 : 52 ).

I. Bertambah hikmat :

Di dalam Alkitab, hikmat dibahagikan kepada hikmat duniawi dan hikmat rohani. Kini teknologi bertambah maju dan kebendaan pula bertambah moden. Ini adalah zaman di mana manusia “sedang menyelidiki” dan “bertambah pengetahuan” ( Dan 12 : 4 ). Pengetahuan duniawi memperbaiki kehidupan umat manusia dan meninggikan taraf kehidupan. Dengan itu manusia melalui kehidupan dengan kesibukan namun kehilangan pula hidup mereka sehingga menjadi hamba bagi kebendaan. Ada yang menyatakan : “Nikmat yang paling besar ialah memahami kehendak Tuhan.” Tuhan Yesus juga mengatakan : “Anak hikmat adalah mengutamakan hikmat.” Kristian yang berada di zaman ini hendaklah berusaha mengejar hikmat rohani agar lebih memahami diri sendiri dan menginsafi hidup manusia serta tahu membedakan baik dan jahat. Paulus memberitakan injil adalah dengan berbagai hikmat. Ia juga menasihati pemercaya bergaul dengan orang kafir dengan hikmat. Oleh itu kita haruslah berbuat sesuatu dengan berhati-hati. “Janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu  yang ada, kerana hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan ( Ef 5 : 15 – 17 ).

II. Tubuh jasmani bertambah besar :

Tubuh jasmani sebagai perhitungan tahun. Ini bererti tubuh jasmani adalah membesar dan berkembang menurut umur dan tahun. Pembesaran bagi tubuh jasmani bergantung kepada tatatertib kehidupan, latihan jasmani dengan makanan yang seimbang. Ada pepatah yang berbunyi, “Kesihatan adalah harta kekayaan yang paling besar”, malangnya manusia pada zaman ini sibuk mengejar harta kekayaan dengan melalaikan kesihatan. Akhirnya ingin mendapat kembali kesihatan dengan membelanjakan harta kekayaan. Sebagai Kristian, selain daripada memiliki kesihatan tubuh jasmani hendaklah mengejar pembesaran dalam tubuh rohani. Di dalam proses perkembangan iman kepercayaan iaitu dari minum susu sampai makan makanan pejal, dari kanak-kanak sampai mencapai kedewasaan dengan meninggalkan asas ajaran Kristus dan berusaha mencapai tahap kesempurnaan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus ( Ef 4 : 13 ).

III. Tuhan berkenan kepada kemajuan hati :

Tuhan berkenan kepada manusia adil, jujur, baik hati, lurus hati, sebaliknya membenci orang yang congkak, berdusta, membunuh, berniat jahat, suka melakukan kejahatan dan berpecah-belah. Pada zaman purba, ramai orang Israel mati di padang gurun adalah disebabkan mereka ini tidak berkenan kepada Tuhan. Pada akhir zaman dengan adanya syaitan yang bermaharajarela, godaan harta kekayaan dan kekuatan hidup kini bagaikan jala yang menjala hati manusia. Dengan itu kita hendaklah sedarkan diri dan hidup dengan saleh, tidak meneladani dunia ini tetapi berubahlah oleh pembaharuan budi dan di dalam segala hal bedakan manakah kehendak Tuhan, apa yang baik, yang berkenan kepada Tuhan dan yang sempurna ( Rm 12 : 2 ). Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi dan ia yang akan datang ( Ibr 10 : 37 ). Hendaklah kita berusaha supaya berkenan kepadaNya, sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang diterimanya ( II Kor 5 : 9 – 10 ).

IV. Hati yang berkenan kepada manusia bertambah maju :

Manusia tidak boleh hidup dengan mengasingkan diri dari khalayak ramai. Sebagai Kristian lebih-lebih lagi haruslah menjadi garam dan terang dunia, bagaikan garam memulihkan orang dan terang yang menerangi orang lain agar mereka melihat perbuatan baik kita lalu memuliakan Bapa di syurga. Kasih adalah tanda bagi Kristian. Demi kasih, kita sanggup menghasilkan keharuman Kristus dan bersaksi bagi Tuhan. Dengan itu Tuhan telah memberikan kepada kita satu perintah tentang “saling mengasihi” agar orang ramai dapat membezakan manakah murid-muridNya. Walaupun ada kala menderita disebabkan berbuat baik tetapi di depan Tuhan adalah tidak bercela dan akan menyebabkan orang yang sewenang-wenang menghujat akan mendapat malu. Alkitab menyatakan : “Lakukanlah apa yang baik bagi semua orang. Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang… Janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan tetapi berilah tempat kepada murka Allah… Jika seterumu lapar, berilah dia makan, jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.” ( Rm 12 : 17 – 21 ). Perbuatan Yusuf dan Ishak adalah cukup bagi kita mencontohinya.

Semoga pada tahun yang akan datang kita akan bertambah maju dan bersukacita di dalam kebenaran yang kita percaya agar hati kita mempunyai rupa Kristus malahan dapat menyatakannya dalam perbuatan kita!