Tanda Bukti Kasih
| | |

Tanda Bukti Kasih

Tanda Bukti Kasih

[Hsu Tong Lin]

Prakata

Tertulis di dalam Alkitab: “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakikatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!”(II Tim 3:1-5). Kata Tuhan Yesus: “Dan kerana makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin” (Mat 24:12). “Namun demikian Aku mencela engkau, kerana engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan” (Why 2:4-5).

Paulus memberitahu jemaat Korintus: “Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu – dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami – demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam  pelayanan kasih ini. Aku menyatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu. …… kerana itu tunjukkanlah kepada mereka di hadapan jemaat-jemaat bukti kasihmu dan bukti kemegahanku atas kamu” (II Kor 8:7, 8, 24). Sedemikian juga, para pemercaya Gereja Benar akhir zaman ini, tunjukkanlah tanda bukti kasih kita terhadap Tuhan juga terhadap manusia!

[1]      Tunjukkan Kasih Dalam Hal-Hal Kebajikan (I Yoh 3:16-19)

i. Bantulah para pemercaya yang kekurangan (Rm 12:13a)

¨       Dorkas banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. Sewaktu ia sakit lalu meninggal, Allah telah membangkitkannya melalui doa Petrus (Kis 9:36-41)

ii. Layanilah mereka yang berangkat untuk bekerja demi nama Tuhan (III Yoh 5:8)

¨       Janda Sarfat telah memberi tumpangan kepada Elia walaupun waktu itu adalah kelaparan dan ia sendiri dalam kesesakan. Akhirnya Allah telah memberkati kedua ibu dan anak sehingga nyawa terpelihara; minyak dan tepung tak habis-habis tergunakan sehinggalah kelaparan berlalu (I Raj 17:9-16)

iii. Jangan lupa memberi tumpangan dengan kasih (Ibr 13:1,2)

¨       Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik; kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Kerana itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman (Gal 6:9-10; Mat 25:34-40)

iv. Sesama seiman harus saling menerima (Rm 15:1-7)

¨       Jangan secara memandang muka (Yak 2:1). Berilah salam kepada yang lain di dalam kasih (I Ptr 5:13-14)

¨     Layanilah seorang akan yang lain dengan kasih (Gal 5:13-14; I Ptr 4:7-11). Semua orang akan mengenali bahwa kita adalah murid-murid Tuhan jikalau kita saling mengasihi (Yoh 13:34-35)

¨       Layani dengan baik orang-orang yang tidak mampu membalas kita (Luk 14:12-14). Milikilah semangat lebih berbahagia memberi daripada menerima (Kis 20:33-35)

¨       Bantulah orang-orang yang lemah, balikkan mereka yang kedapatan melakukan suatu pelanggaran (Rm 14: 1-6; Gal 6: 1-2; Yak 5:19-20).

[2]      Tunjukkan Kasih Dalam Pemberitaan Injil (Yoh 3:16-18)

i. Injil adalah berkaitan dengan keselamatan manusia sejagat (Luk 2:10-14; I Tim 2:4)
ii. Memperolehnya secara cuma-cuma, berikanlah juga secara cuma-cuma (Mat 10:7-8)
iii. Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk (Mrk 16:15, 16; Mat 28:19, 20). Memandangkan Roh Kudus yang mengutuskan para pemercaya Gereja Benar (Kis 1:8; Luk 4:18, 19; Yoh 20:21-23), maka tidak mungkin bagi kita untuk tidak memberitakan kasih karunia Tuhan yang telah kita terima (Kis 4:20; I Ptr 2:9; II Kor 6:1)

¨       Dalam pemberitaan Injil, carilah dahulu sanak saudara kaum keluarga sendiri (Yoh 1:40-42; Mrk 5:18-20)

¨       Paulus rela berkorban demi keselamatan kaum sebangsa jasmaninya (Rm 9:1-3)

¨       Filipus mencari dahulu sahabatnya ~ Natanael (Yoh 1:43-49)

iv.  Milikilah hati mengasihi ibubapa ~ rela berkorban dan memahami mereka (I Kor 4:15; II Kor 12:14-15)

v. Demi menyelamatkan jiwa manusia, kita rela menanggung penderitaan untuk menunjukkan kasih Tuhan (Ams 24:11; I Yoh 4:7-12; II Tim 2:3; Kol 1:28, 29; I Kor 9:16-23).

[3]     Tunjukkan Kasih Sewaktu Orang Lain Menyinggung Perasaan Kita (Mat 5:43-48)

  1. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan balaslah kejahatan dengan kebaikan (Rm 12:17-21)
  2. Nyatakanlah kesalahannya secara peribadi dan ampunilah ia dengan seikhlas-ikhlasnya dari dalam hati (Mat 18:15, 21-35), dengan lemah lembut dan sabar menuntunkan orang yang suka melawan (II Tim 2:24-26), maafkanlah pelanggaran orang lain agar kita dipuji (Ams 19:11)
  3. Berdoalah dan berkatilah mereka yang menganiaya kita dan yang membenci kita (Luk 23:34; Mat 5:44-48)

¨       Daud takut akan Tuhan sehingga tidak berani membunuh Saul ~ menunjukkan perilaku kasih (I Sam 24:4-10; 26:7-16)

¨       Daud bersabar terhadap caci maki yang dilontarkan oleh Simei dengan harapan akan beroleh belas kasihan Tuhan (II Sam 16:5-13)

¨       Yusuf tidak menghitung kesalahan saudara-saudara kerana ia mengetahui itu adalah kehendak baik Tuhan (Kej 50:15-21)

¨       Tertulis dalam Alktiab: “Kerana kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh mengasihi dengan segenap hati” (I Ptr 1:22). “Kasih itu sabar, kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita kerana ketidakadilan, tetapi kerana kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan” (I Kor 13:4-8)

[4]     Tunjukkan Kasih Dengan Mencintai Tuhan Lebih Dalam (II Kor 5:14, 15)

  1. Bersyukur dan fahamilah akan kasih Tuhan, anggaplah Allah sebagai yang mulia (Ef 3:16-19; Rm 5:6-11)
  2. Setiap yang mengikuti Tuhan, hendaklah ia menyangkal diri, mengasihi Tuhan lebih daripada kaum keluarga sendiri dan rela korbankan nyawa dan segala kekayaan sendiri (Mat 16:24-25; Luk 14:25-27; Mat 6:24)
  3. Biarpun penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya, pedang ……… tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah (Rm 8:35-38; Hab 3:17-19).
  4. Janganlah mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu (I Yoh 2:15-17)
  5. Lakukanlah segala hal untuk kemuliaan Allah (I Kor 10:31)

    Muliakanlah Tuhan dengan hartamu (Ams 3:9)

¨       Tidak menipu hak Allah – persembahkan persepuluhan, berilah kepada Allah hak kepunyaan Allah, jangan diabaikan (Mal 3:8-10; Mat 23:23; 22:21)

¨       Beri persembahkan demi pembinaan Bait Suci (Hag 1:7, 8; I Taw 29:10-19)

‚    Sentiasa persembahkan puji-pujian sebagai korban kepada Allah (Ibr 13:15, 16)

ƒ    Haruslah hidup kita layak di hadapanNya serta berkenan kepadaNya dalam segala hal (Kol 1:9, 10)

  1. Setiap yang mengasihi Tuhan tetap menuruti firman Tuhan (Yoh 14:15, 23, 24)
  2. Setiap yang mengasihi Tuhan tetap menggembalakan kawanan domba Tuhan (Yoh 21:15-17; I Ptr 5:1-4)

Kesimpulan

Di dalam setiap hal yang kita lakukan baik dari aspek berbuat kebajikan, memberitakan Injil, hubungan sesama manusia maupun terhadap Allah, segala yang kita lakukan, seharusnya menunjukkan tanda bukti kasih demi memuliakan Allah dan memanfaatkan manusia. Dengan demikian kita akan dapat menyelamatkan diri sendiri juga orang lain (I Kor 16:14).

Kasih Daud
| | |

Kasih Daud

Kasih Daud

[Chen Wan Fa]

Prakata

Daud mengasihi Allah (I Taw 29:1-3) juga mengasihi manusia. Berikut hanya dibentangkan perilaku agungnya mengasihi Saul.

[1]      Saul Selalu Menjadikan Sendiri Musuh Daud

  1. Mendengki Daud (I Sam 18:7-9).
  2. Mengambil tombak ingin membunuh Daud (I Sam 18:10-11).
  3. Mempergunakan musuh untuk membunuh Daud (I Sam 18:17, 25-27).
  4. Memimpin pasukan tentera untuk memburu dan membunuh Daud (I Sam 24:1-2; 26:1-2).
  5. Memaksa Daud terjerumus dalam kehidupan sebagai pelarian (I Sam 21:10; 22:1; I Taw 21:9-13).

¨       Allah melindungi Daud sehingga luput daripada dibunuh (I Sam 23:14).

[2]     Kelakuan Mengasihi Saul

  1. Terdapat dua kali kesempatan namun tidak membunuh Saul (I Sam 24:1-7; 26:6-11).
  2. Membalas dengan baik orang-orang yang menguruskan pengkebumian Saul (II Sam 2:4-6).
  3. Merasa sedih dan meratapi kematian Saul (II Sam 1:17-19, 24a).
  4. Hanya menceritakan kebaikan-kebaikan Saul (II Sam 1:20-24).

[3]     Hasil Mengasihi Saul

  1. Menggerakkan hati Saul (I Sam 24:16; 26:21).
  2. Dilantik menjadi raja (II Sam 5:3-5).

[4]     Kasihilah Musuh

  1. Berkatilah mereka (Rm 12:14).
  2. Doakan mereka (Mat 5:44).
  3. Selesaikan kesukaran (Rm 12:19-21).

Penutup

Setiap yang mengasihi orang yang membenci kita, akan menjadi anak Allah (Mat 5:4-48).

Bahagian Tiga: Tuhan Allah Memegang Perjanjian Dan Melimpahkan Kasih Setia
| | | |

Bahagian Tiga: Tuhan Allah Memegang Perjanjian Dan Melimpahkan Kasih Setia

Bahagian Tiga: Tuhan Allah Memegang Perjanjian Dan Melimpahkan Kasih Setia

Nas Kitab: Ul 7:12-16

Prakata

Dan akan terjadi, kerana kamu mendengarkan peraturan-peraturan itu serta melakukannya dengan setia, maka terhadap engkau Tuhan, Allahmu, akan memegang perjanjian dan kasih setiaNya yang diikrarkanNya dengan sumpah kepada nenek moyangmu (Ul 7:12).

[1]      Ia Akan Mengasihi Engkau (7:13-14)

i. Membertakti engkau.
ii. Membuat engkau banyak.
iii. Ke tanah yang dijanjikan.
iv. Memberkati buah kandungmu.
v. Hasil tanaman dan binatang ternakan diberkati.

“Allah akan mengirim gandum, anggur dan minyak, dan kamu akan kenyang memakannya” (Yl 2:19).

“Akan bersenang-senang kerana Tuhan, membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kenderaan kemenangan; akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub” (Yes 58:14).

[2]      Akan Lebih Dari Pada Segala Bangsa (7:14,15)

i. Melahir secara banyak (14).

Tidak akan ada laki-laki atau perempuan yang mandul di antaramu.
Tidak akan ada hewan yang mandul.

“Berkatalah Firaun itu kepada rakyatnya: “Bangsa Israel itu sangat banyak dan lebih besar jumlahnya dari pada kita” (Kel 1:8,9).

ii. Akan menjauhkan segala penyakit dari padamu (15).

À    Akan menjauhkan segala penyakit dari padamu.

Á     Tidak ada satu dari wabah celaka akan menimpamu.

“Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu” (Mzm  103:3).

“Jika  kamu melakukan apa yang benar di mata Allah, maka tidak akan ditimpakan kepadamu”.

“Penyakit yang ditimpakan kepada orang Mesir” (Kel 15:26).

“Di dunia ada penderitaan, di dalam Tuhan beroleh damai sejahtera” (Yoh 16:33).

[3]     Kesimpulan

i. Harus lenyapkan orang-orang Kanaan.

ii. Jangan beribadah kepada allah Kanaan.

“Sebab hal itu akan menjadi jerat bagimu”.

“Hapuskan dosa sampai kepada akarnya” (Mzm 137:9).

Nasihat Berulang-Ulang Kasih  (III Yohanes)
| | | | |

Nasihat Berulang-Ulang Kasih (III Yohanes)

Nasihat Berulang-Ulang tentang Kasih (III Yohanes)

[Ling Yung Jih]

Prakata

Di dalam angkatan sekarang yang semakin mendingin kasih itu, dorongan yang tersangat diperlukan ialah perbuatan baik, terutama kebajikan kasih, baru ianya dapat memanifestasikan kebenaran Kristus untuk menghindari hal-hal jahat. Dengan demikian, jemaat akan maju membesar dengan stabil dalam dunia yang kecoh ini. Nasihat berulang-ulang tentang kasih selalu bergema di telinga, marilah kita dengan berhati-hati gembalakan jemaat dalam hal ini.

[1]      Prihatin Tulus Ikhlas Gembala (1-4)

  1. Ucapan salam tulus ikhlas (1; I Kor 4:15).
  2. Pemberkatan tulus ikhlas (2).

À    Semoga engkau baik-baik dalam segala sesuatu (Yos 1:8).

Á     Sihat-sihat sama seperti jiwamu baik-baik saja (Ef 5:29).

  1. Pujian tulus ikhlas (3-4).

À    Hidup dalam kebenaran (Kol 2:7).

Á     Memang engkau hidup dalam kebenaran (Yer 17:18).

    Aku sangat bersukacita (Ibr 13:17).

[2]      Mendorong Gayus Meneruskan Perbuatan Baiknya (5-8)

  1. Setia memberi tumpangan (I Ptr 4:10).
  2. Melayani dengan kasih (Mat 10:11-15).
  3. Berbuat baik kepada hamba-hamba setia (I Tim 5:17-18).
  4. Menyokong kerja suci (Kis 6:2-4; Mat 10:41-42).

[3]     Hindari Diotrefes Yang Ingin Menjadi Terkemuka (9-10)

  1. Memperingati jemaat supaya hindari orang-orang jahat (I Tim 5:20).
  2. Memonopolikan kuasa (Mrk 10:35-44).
  3. Sentiasa memfitnah secara sembarangan (I Tim 6:3-5).
  4. Mencegah orang-orang berbuat baik (Rm 1:32).

[4]     Teladani Perbuatan Baik Demetrius (11-12)

  1. Kepentingan berbuat baik: akan melihat Allah, layak dipanggil umat kepunyaan Allah ataupun yang berasal dari Allah (I Yoh 3:2, 10).
  2. Kebaikan Demetrius.

À    Semua orang memberi kesaksian tentang dia (Kis 16:1-3).

Á     Kebenaran sendiri memberi kesaksian yang demikian (Yoh 5:39).

    Penatua juga memberi kesaksian tentang dia (Flp 4:8).

à    Gayus sendiri maklum akan kesaksian tersebut (Rm 12:17).

[5]     Luahan Sentimen Prihatin Dan Kasih (13-15)

  1. Berharap segera dapat berjumpa (Rm 1:11-12).
  2. Saling menyampaikan salam (Flp 2:1-2).

Rumusan

Kerja memberi tumpangan adalah sama pentingnya dengan kerja memberitakan Injil, di mana ianya sama-sama bekerja demi kebenaran. Namun yang terpenting ialah berbuat menurut kebenaran.

 

Kasih ialah Melakukan Kebenaran (II Yohanes)
| | | | |

Kasih ialah Melakukan Kebenaran (II Yohanes)

Kasih Ialah Melakukan Kebenaran (II Yohanes)

[LinYung Jih]

Prakata

Krisis akhir zaman ini ialah salah mengasihi: mengasihi wang tidak mengasihi nyawa; mengasihi kenikmatan tidak mengasihi kebenaran; mengasihi sendiri tidak mengasihi Allah. Kesemua tersebut mengakibatkan suasana dan arus keganasan dalam keluarga dan masyarakat. Justeru itu, mencari kembali ‘kasih’ adalah topik penting dalam masyarakat hari ini. Marilah kita tinjaukan soal ini berdasarkan kitab II Yohanes.

[1] Kenali Kasih Kebenaran (1-3)

[i] Benar-benar mengasihi

À Sebab adalah Ibu dan anak-anak ‘yang terpilih’: menekankan kebenaran ‘pembezaan oleh kekudusan’ (Ef 5:25-29)

Á Penatua ‘gembala’ benar-benar mengasihi: kerana mengenalpasti akan kebenaran ‘diamanahkan’ (Yoh 21:15-19)

 Seiman mengasihi dengan kasih dari kebenaran: kerana mengenali kebenaran ‘anggota-anggota tubuh’ (I Kor 12:20-27)

[ii] Hati tersimpankan kebenaran: barulah ada kasih yang benar

À Apa maksud kebenaran: ialah Kristus sendiri, ajaran-ajaran Kristus (Yoh 14:6; I Yoh 2:3-4)

Á Perilaku kebenaran: mempunyai perbuatan kasih secara praktikal (I Yoh 3:18-19; Luk 10:27)

Δ Mengapakah pintu gereja tidak dapat terbukakan?

[iii] Berharap sungguh-sungguh jemaat akan diberkati

À    Kasih karunia: berkongsi-nikmati karunia yang diterima dari Tuhan (Rm 1:11)

Á     Rahmat: berkongsi-nikmati rahmat yang diterima dari Tuhan (Rm 12:15)

    Damai sejahtera: mendamaikan Allah dengan manusia (II Kor 15:20)

[2] Amalkan Dengan Sesungguhnya Kasih Kebenaran (4-6)

[i] Prihatin akan amalan firman pemercaya: bersukacita akan tumbesaran jiwa rohani pemercaya (I Tes 2:6-8)

[ii] Menasihati jemaat supaya saling mengasihi:

À Tidak melupakan perintah yang semula: bagaimana jadikan hati sendiri bersinar terang (I Yoh 2:7-10)

Á Hidup menurut perintah: utamakan pergaulan antara anggota-anggota (Ef 4:15-16)

[3] Pertahankan Kasih Kebenaran (7-13)

[i] Hindari antikristus

À Sebab mereka menafikan Kristus dalam rupa manusia: sama juga tidak mengakui gereja benar (Gal 1:6-7)

Á Sebab mereka menyesatkan orang: mengakibatkan seseorang dikutuk (Gal 1:8-9)

 Demi memeliharakan hasil pekerjaan: berjaga-jaga sambil melawan si jahat (I Ptr 5:7; Yak 4:7)

[ii] Pegang teguh kepada pendirian kebenaran

À Kenalpasti akan ajaran-ajaran Kristus: barulah ketahui akan hubungan Bapa dengan Anak (Yoh 5:19-24)

Á Tidak melampaui ajaran-ajaran Kristus: segala-gala diperbuat berdasarkan Alkitab (I Kor 4:6)

 Jangan menyambut yang menyebarkan ajaran-ajaran sesat: jangan bersimpati, jangan mengkhamiri seluruh adonan (I Kor 5:8)

[iv] Tunjukkan prihatin kasih: pertuturan dan perbuatan seiras, berkongsi-nikmati kasih kebenaran (I Yoh 1:3-4)

Rumusan

Mengasihi sampai ke titik kemuncak tertinggi menunjukkan ada kebenaran di dalam hati.

Tiga Khazanah Tersimpan Dalam Hati
|

Tiga Khazanah Tersimpan Dalam Hati

Kitab Bacaan : 1 Kor 13 : 13

I. Hati tersimpan iman ( Ibr 11 : 6 ).

1. Iman dalam kepercayaan

i. Percaya bahawa Tuhan Yesus adalah Juruselamat Tunggal manusia ( Yoh 1 : 1 – 2 , 4 ; Kis 4 : 12 ; Yoh 14 : 6 ).

ii. Percaya bahawa Alkitab yang diilhamkan oleh Tuhan ( 2 Tim 3 : 16 – 17 ).

iii. Percaya bahawa Gereja Benar adalah gereja yang diselamatkan ( Yoh 15 : 1 ; Mat 16 : 18 – 19 ; 1 Tim 3 : 15 ).

iv. Percaya bahawa Tuhan akan turun dari syurga pada akhir zaman untuk menghakimi umat manusia, orang benar akan memperoleh hidup kekal , orang jahat akan memperoleh hukuman abadi ( Mat 25 : 31 – 34 , 46 ; Why 20 : 11 – 15 , 21 : 25 – 27 ).

2. Iman dalam kehidupan

i. Percaya bahawa Tuhan Yesus adalah Juruselamat Yang Mahakuasa, tiada hal yang mustahil bagiNya ( Luk 18 : 26 , 41 – 42 ).

ii. Percaya bahawa perlayanan dalam gereja akan diingati Tuhan, untuk menggenapi projek yang rohani ( 1 Kor 15 : 58 , 3 : 10 – 15 ).

iii. Percaya bahawa persembahan yang sukarela, pemberian yang berkasih akan diperingati Tuhan dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya untuk mencapai hidup yang sebenarnya ( 2 Kor 9 : 6 – 15 ; 1 Tim 6 : 17 – 19 ; Kis 10 : 1 – 4 ).

* Harus teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula ( Ibr 3 : 12 – 14 ).

II. Hati tersimpan pengharapan

1. Tuhan membawa pengharapan baru kepada semua manusia ( Luk 2 : 8 – 11 ).

2. Harus teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita dalam kehidupan ( Ibr 10 : 22 – 23 ).

3. Harus menatap ke langit dalam penganiayaan, pasti memperoleh kekuatan ( Kis 7 : 54 – 56 ).

4. Harus memiliki pengharapan walaupun tubuh jasmani meninggal dunia ( Ibr 11 : 13 – 16 ).

* Pengharapan akan memberikan orang daya gerak, memberikan orang arah tuju, memberikan orang sukacita.

III. Hati tersimpan kasih

1. Allah adalah kasih ( 1 Yoh 4 : 8 – 10 ).

2. Setiap orang yang lahir dari Allah pasti mempunyai kasih ( 1 Yoh 4 : 7 ).

3. Setiap orang yang lahir dari Allah harus mengasihi Allah dan manusia ( 1 Yoh 4 : 19 – 21, 5 : 1 – 3 ).

4. Orang yang mengasihi Tuhan harus saling mengasihi ( 1 Yoh 4 : 11 – 12 ).

5. Harus menunjukkan kasih dengan perbuatan ( 1 Yoh 3 : 18 ; Yak 1 : 27 ).

* Harus mengekalkan kasih yang semula ( Why 2 : 4 – 5 ).

Kesimpulan:

Seseorang memiliki iman yang sesungguhnya akan melahirkan pengharapan untuk masa kini dan masa akan datang, jika memiliki pengharapan, akan melahirkan kasih yang tulus.