Nabal Yang Bebal
Ayat Alkitab: ( 1 Samuel 25:1-44)
A. Perbuatan Nabal
Nabal adalah keturunan Kaleb, dia tinggal di Maon, berniaga di Karmel, seorang yang kaya-raya. Isterinya bernama Abigal. (2-3)
1. Adalah orang yang bebal. (25)
- Tidak setanding hambanya. (14-17)
2. Kasar dan jahat kelakuannya. (3)
- Mencaci maki Daud. ( 10-11,14)
- Seorang yang dursila, tidak dapat berbicara dengan dia. (17)
3. Kaya tetapi tidak baik hati. (2)
Nabal adalah seorang yang sangat kaya, mengikut adat kebiasaan orang Timur, setiap kali tiba musim pengguntingan bulu domba, harus melayan pendatang asing dengan baik, memberikan bantuan dan kemudahan kepada mereka, sekarang Daud menghadapi kesulitan dan menyurah orangnya pergi meminta pertolongan serta memberi salam dengan begitu sopan-santun, tetapi dia tidak disangkainya, sebaliknya dimaki-maki dan ditolak. (4-11,14)
4. Tidak mengenang budi, membalas kebaikan dengan kejahatan. (15-17,21)
Daud dan orang-orangnya melayan orang Nabal dengan baik hati, dan seperti pagar tembok sekeliling mereka siang dan malam selama mereka menggembalakan domba-domba. Sepatutnya, Nabal harus menghulurkan tangan untuk membantu. Malangnya, Nabal seperti kacang lupakan kulit, memaki-maki terhadap Daud dan orangnya, sehingga perbuatannya yang kasar dan jahat dipandang rendah oleh orang lain, tidak hairanlah Daud berkata : “Dia membalas kebaikanku dengan kejahatan.”
5. Bersukaria dalam kemewahan. (36)
B. Kesudahan Nabal
Permintaan Daud yang munasabah telah dilayan oleh Nabal dengan caci-maki yang tidak berbelas kasihan; oleh sebab terlalu marah, Daud ingin menbalas demdam terhadap Nabal dengan menggunakan senjata. Cara membalas kekerasan dengan kekerasan memanglah tidak sesuai dengan pengajaran Tuhan (Amsal 25:21-22). Mujur Abigal telah datang menghalang barulah tidak terjadinya kes pembunuhan, namun hukuman tetap menimpa kepadanya.
1. Terhentilah jantungnya dalam dada dan ia membatu. (37)
Kitab Penterjemahan Bahasa Cina Modern : Separuh badan Nabal kelumpuhan kerana kena sakit strok.
2. Kira-kira sepuluh hari sesudah itu Tuhan memukul Nabal, sehingga ia mati. (38)
C. Pengajaran
1. Perbuatan harus lemah lembut. (Kolose 3:12; 4:6 ; Amsal 14:29)
2. Percakapan dan perbuatan adalah peramah. (1 Timotius 6:17-19 ; Amsal 3:27)
3. Tidak boleh tidak mengenang budi. (Mazmur 103:1-2, 116:12 ; Lukas 17:16)
4. Harus membalas kejahatan dengan kebaikan. ( Roma 12: 17-21 ; Amsal 17:13)
5. Jangan berpesta pora dan kemabukan. (Roma 13:13 ; Lukas 21:34)
