Views: 242

Perbuatan dan perkataan Tuhan Yesus dan para murid-Nya merupakan piawaian bagi perbuatan umat Kristian sekarang.

Di sini sekali lagi merumuskan intipati bagaimana Tuhan dan murid-murid-Nya memegang hari Sabat. Nas-nas tersebut telah dinyatakan di atas, dan tidak diulangi sini:

A) Sudah menjadi kebiasaan (Luk 4:16; Kis 15:21; 17:2; 18:4)

B) Menyampaikan khutbah, mendengar khutbah ( Mrk 1:21; Luk 4:31; 6:6; 13:10; Kis 13:14, 42-44; 16:13)

C) Melakukan kebajikan (Mat 12:11-12; Mrk 3:2-5; Luk 6:79, 13:14, 14:1-3; Yoh 9:14)

(a) menyelamatkan orang dari kesusahan

(b) menyembuhkan penyakit, mengusir setan

D) Melakukan aktiviti-aktiviti lain:

(a) menyediakan makanan (Mat 12:1; Mrk 2:23; Luk 6:1)

(b) berjalan (Mat 12:1)

(c) menolong orang lain (Mat 12:5; Yoh 7:22)

(d) menjaga ternakan (Luk 14:5)

(e) Melakukan kerja-kerja lain yang penting (Yoh 5:8)

Intipati ini adalah sama seperti yang diperkatakan dalam Yes 58:13,

A) Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat: iaitu cara dan prinsip mengurus hari Sabat harus lain dari hari-hari lain dan mengikut prinsip seperti di bawah:

B) Menyebut sebagai hari Kudus: harus mengakui bahawa hari ini adalah hari yang ditentukan Tuhan sendiri sebagai hari yang kudus dan istimewa dan tiada orang berhak mengubahnya. Dalam kata lain, harus mengakui bahawa hari Sabat adalah hari kudus yang harus dipegang.

C) menghormati hari ini: harus mementingkan dan menghormati hari ini, jangan melaluinya dengan sembarangan.

D) sebagai hari kenikmatan: melalui hari ini dengan sukacita dan penuh saleh.

E) tidak terlampau kerja: harus mengambil masa berehat dan mengimbangi sanubari.

F) tidak mengurus urusan sendiri: harus melakukan hal yang memanfaatkan orang banyak.

Tuhan berfirman dengan perantara nabi Yesaya (Yes 58:14); sekiranya kita dapat memegang ketetapan Tuhan ini, maka:

A) melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kenderaan kemenangan: mendapat kualiti hidup yang lebih mulia dari orang lain.

B) memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub: memperoleh berkat rohani Tuhan.

C) mulut Tuhanlah yang mengatakannya: Tuhan pasti akan mengotai kata-kata-Nya.

Similar Posts