Tuhan Mengawasi Kita
“Mata Tuhan ada di segala tempat,mengawasi orang jahat dan orang baik”- Amsal.15:3
Dalam perkataan “mata Tuhan ada di segala tempat” bukan bererti Allah mempunyai banyak sekali mata. Namun, segala hal terlihat olehNya dan tidak dapat disembunyikan daripadaNya. Roh Allah memenuhi jagad raya, namun ada sebuah paradox: Tuhan adalah Allah yang dekat, namun juga jauh. Kerana Allah adalah Allah yang tidak kelihatan yang dapat terasa sangat jauh, tetapi tidak ada yang tersembunyi dari mataNya.Allah mengawasi perbuatan dan perkataan tiap-tiap orang. Dan Tuhan kita bahkan mengetahui fikiran kita.
Daud berkata kepada Tuhan, “Engkau mengetahui,kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti fikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tanganMu ke atasku. Terlalu ajaib begiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya. Ke mana aku dapat pergi menjauhi rohMu, ke mana aku dapat lari dari hadapanMu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tanganMu akan menuntun aku, dan tangan kananMu memegang aku. Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menadi malam,” maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagiMu, dan malam menjadi terang seperti siang;kegelapan sama seperti terang.” (Mzm.139:2-12)
Allah mengetahui tiap jalan yang tersembunyi, jadi bagaimana kita boleh lengah dalam perkataan perilaku dan fikiran kita?
Kewaspadaan Allah mengawasi orang-orang di dunia adalah dasar penghakiman. Allah memegang prinsip untuk memberikan imbalan bagi orang baik, dan menghukum yang jahat, dan dengan demikian memperlihatkan keadilan ilahi. Yusuf mengetahui Tuhan senantiasa mengawasinya dan melawan Allah adalah hal yang mengerikan, sehingga ia terus menerus menolak godaan isteri tuannya. Perbuatan Yusuf tidak hanya menyenangkan Allah, tetapi juga memicu berkat-berkat Allah-Yusuf menjadi perdana menteri yang berkuasa atas seluruh Mesir. Akhan mencuri perabot yang seharusnya dihancurkan, dan menyembunyikannya di dalam kemahnya, mengira tidak ada yang akan tahu. Tetapi Allah melihatnya dengan jelas. Akibatnya, Akhan berserta seisi kemahnya dimusnahkan.
Kita harus menyedari bahawa mata Allah ada di segala tempat. Ia mengawasi orang jahat dan orang baik. Kiranya kita mencontoh doa Daud dalam kehidupan kita. “Selidikilah aku,ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah fikiran-fikiranku; lihatlah, apakah jalanku seorang, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mzm.139:23-24) Amin!
