Peliharakan Jalan Kesejahteraan
| | |

Peliharakan Jalan Kesejahteraan

Peliharakan Jalan Kesejahteraan

[Hsu Tong Lin]

Prakata

Biarpun bagi setiap individu, keluarga, masyarakat, negara dan lain-lain, yang terpenting ialah kesejahteraan. Namun, sumber segala damai sejahtera adalah dikaruniakan Allah (Ayb 22:21-22); tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik (Yes 48:22). Berikutnya akan dibentangkan empat kalimat peringatan nabi Daniel kepada raja Nebukadnezar sebagai nasihat bersama.

[1]      Nasihat Berkenan Pada Hati (Dan 4:27a)

  1. Jalan hikmat adalah hidupmu (Ams 4:10-13; Yoh 6:63, 68)
  2. Menaati kehendak Allah, terlepas dari penderitaan kelaparan (Kej 26:1-6; 12-13)
  3. Lakukan segala hal menuruti petunjuk Allah (Kej 6:22; Ibr 11:7); jangan berlagak pandai, menghina nabi (Ams 3:1-6; I Tes 5:20; I Taw 16:7-13)

[2]      Lakukanlah Keadilan (Dan 4:27b)

  1. Keadilan melepaskan kita dari maut (Ams 11:4-8)
  2. Berbajuzirahkan keadilan akan dapat mengalahkan musuh (Ef 6:14)
  3. Keadilan tetap menghasilkan kesejahteraan (Yes 32:15-18; 33:15-16; Dan 6:4, 10-12, 22-23)
  4. Seorang yang adil tidak berpihak (Kol 3:25; 4:1; Rm 2:5-11)

[3]     Lepaskan Diri Daripada Kesalahan (Dan 4:27b)

  1. Ini disebabkan dosa memisahkan manusia dari Allah, pasti tidak beroleh damai sejahtera (Yes 59:1-8; Ams 28:13; Yes 57:20-21)
  2. Pada hari penghakiman, orang-orang dosa tidak akan dapat berdiri antara orang-orang benar (I Ptr 4:17-19; Rm 2:6-10; Mzm 9:16-18)
  3. Sewaktu ditegur, bertobat juga pada waktu itu (Yun 3:8-10); tidak tergoda oleh orang-orang jahat sehingga berbuat dosa lagi (Mzm 1:1-6; Yun 5:14)

[4]     Tunjukkan Belas Kasihan Terhadap Orang-Orang Tertindas (Dan 4:27c)

  1. Belas kasihan menang atas penghakiman (Yak 2:13-19; Mzm 41:2-4; I Yoh 4:17-18; Mat 25:31-46)
  2. Membelas kasihani seiman berdasarkan kasih Tuhan (I Yoh 3:17-19)
  3. Orang yang suka memberi dan membagi, mengumpulkan harta sebagai dasar yang baik untuk mencapai hidup yang sebenar (I Tim 6:17-19)
  4. Bukan untuk keuntungan diri (Im 25:35-37; Ul 15:7-8; Luk 6:35)
  5. Siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia (Ams 14:31), justru itu, ingatilah orang-orang tertindas (Gal 2:10), siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu (Ams 19:17)

Kesimpulan

Seandainya kita merelakan diri menerima nasihat, peringatan, melakukan keadilan, melepaskan diri daripada kesalahan dan membelas kesihani orang-orang terlindas, pasti beroleh damai sejahtera abadi.

Lihatlah Setiap Hal Dengan Jelas
| | |

Lihatlah Setiap Hal Dengan Jelas

Lihatlah Setiap Hal Dengan Jelas

[Hsu Tong Lin]

Prakata

Sewaktu Tuhan Yesus memberitakan Injil di dunia, Ia tiba di Betsaida. Di situ orang membawa kepadaNya seorang buta untuk disembuhkan; Tuhan meludahi mata orang itu dan meletakkan tanganNya atasnya dan bertanya: “Sudahkah kau lihat sesuatu?” Lalu orang itu memandang ke depan dan berkata: “Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon”. Kemudian Tuhan meletakkan lagi tanganNya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas (Mrk 8:22-26).

Sesungguhnya orang buta adalah sangat kasihan sebab tidak dapat melihat! Sewaktu berjalan, perlu dituntuni orang lain dan setiap perilaku kehidupan tidak senang juga; tidak dapat membezakan keadaan sebenar terang dan gelap, warna-warna, wajah muka, setiap hak dan perkara melainkan terpaksa bergantung kepada deria dengar atau pengalaman-pengalaman tertentu untuk memahami segalanya.

Tetapi, lebih kasihan ialah orang yang buta mata jasmani ditambahkan dengan buta mata hatinya! Semenjak nenek moyang berbuat dosa, umat manusia mulai menjadi milik Iblis (I Yoh 3:8) di mana mata hati telah dibutakan sehingga tidak dapat mengenali Allah, sampailah terang mulia Injil Tuhan Yesus datang untuk menyembuhkan lalu dapat melihat segala sesuatu dengan jelas (II Kor 4:3-4)

Apakah sebenarnya yang harus kita lihat dengan jelas? Berikut dibentang beberapa butir sebagai rujukan dan nasihat bersama.

[1]      Jelas Melihatkan Allah

  1. Beribadah kepadaa Tuhan adalah kewajipan setiap orang (Pkh 12:13). Namun ada perbezaan antara Allah benar dengan yang palsu; kita harus beribadah kepada Tuhan Pencipta (Rm1:19-25), bukan saja kita boleh mengenali Allah melalui segala sesuatu (Ayb 12:7-10), bahkan pada hari ini para pemercaya Gereja Benar disertai Allah serta tanda mujizat ~ berdasarkan pengalaman dalam doa, kita tahu dengan sedalam-dalamnya bahwa Allah yang dilayani adalah Allah yang benar (I Yoh 3:24; Yoh 3:2)
  2. Faham akan tujuan menyembah Allah: damai sejahtera dan hidup kekal (Ayb 22:21; Yoh 17:3). Ini disebabkan Roh Kudus membuka mata hati kita lalu membuktikan bahwa kasih Allah menerimakan aku (Ef 1:17-19; Rm 5:5)
  3. Akuilah Tuhan dalam segala lakumu (Ams 3:5-7). Ini disebabkan Allah memelihara kamu, maka serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya (I Ptr 5:7; Mzm 37:5)
  4. Selidikilah apakah dia kehendak Tuhan pada setiap waktu dan di dalam setiap perkara (Rm 12:1-2); janganlah jadi orang bebal, lakukanlah hal yang berkenan di hati Tuhan (Ef 5:8-10, 15-17). Hanya mereka yang melakukan kehendak Bapa Sorga baru dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga (Mat 7:21-23); bersukacitalah senantiasa, tetaplah berdoa, mengucap syukurlah dalam segala hal, jalani kehidupan yang menampakkan kekudusan (I Tes 5:15-17); 4:3-7). Allah menghendaki supaya semua orang bertobat dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran; tidak menghendaki satupun orang yang binasa, melainkan setiap orang beroleh keselamatan (I Tes 5:9; I Yoh 2:25)
  5. Ketahuilah bahwa Allah adalah Maha Berada, menyelidiki dan mengawasi seluruh bumi; sedang memeriksa pertuturan, perbuatan dan hati pemikiran setiap orang (Mzm 139:1-4). Marilah kita teladani doa Daud: “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranKu; lihatlah, apakah jalanKu seorang, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal” (Mzm 139:23-24)
  6. Mohon pada Tuhan untuk membuka hati kita agar kita memahami jalan keselamatan, penuh pengharapan, lebih mendekat pada Tuhan dari sehari ke sehari sehingga dengan mata sendiri kita memandang Tuhan (Kis 16:14-15; Mat 17:1-4; Ayb 42:5)

[2]     Melihat Orang (Mrk 8:24-25)

i. Hormatilah semua orang (I Ptr 2:17)

Jagalah dahulu ahli keluarga sendiri dan sanak saudara (I Tim 5:8)

Hormatilah janda-janda yang benar-benar janda (I Tim 5:3)

Ingatlah orang-orang miskin (Gal 2:10; I Yoh 3:17-18; Ams 14:21, 31; 22:2; Luk 16:19-31). Sedarilah akan orang-orang tertindas dan bantulah orang-orang yang lemah (Luk 10:31-37; Kis 20:34-35)

Janganlah menjadi orang yang tidak mengenang budi (Kej 13:8-13; II Tim 3:1-5)

Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar (I Tim 5:17)

ii. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar (Kol 4:5)

Lihatlah sejelas-jelasnya orang yang baik dengan orang jahat (Yes 5:20; I Raj 13:18-22)

Berhati-hatilah dalam pengaulan (I Kor 15:33; Ams 18:24)

Contohilah orang-orang yang mempunyai akhlak baik; yang berbuat baik adalah milik Tuhan (Ibr 13:7; Flp 4:8-9; III Yoh 11).

iii. Banyak mencungkil orang-orang berbakat dan latihlah para pekerja (II Tim 2:2; I Tim 3:10)

Kerja-kerja suci gereja memerlukan pelbagai macam orang berbakat, kemudian dibahagikan kepada pelbagai lapisan penguasa, masing-masing menunaikan tanggungjawap pelayanan demi membangunkan tubuh Kristus (Ef 4:11-12; Rm 12:3-8; I Ptr 4:9-11; Kis 6:2-4)

Musa mempunyai Yosua sebagai pembantu (Kel 17:8-14; 24:13; 33:11; Ul 3:28; 34:9)

Barnabas menerimakan Markus dan melatihkannya menjadi perabot untuk maksud yang mulia (Kis 15:36-39; II Tim 4:11)

Paulus memilih Silas dan melatihkan Timotius (Kis 15:40-16:3)

iv. Menangkan seberapa banyak orang sedapat mungkin (I Kor 9:16-23; Mat 9:36-38; Yoh 4:35). Lakukanlah kesemua hal untuk kemuliaan Allah dan kebaikan orang (I Kor 10:23, 32, 33; Ef 4:29)

[3]     Lihatlah Iblis Sejelas-Jelasnya

  1. Fahami asal-usul dan sifat Iblis (Yes 14:12-15; Yeh 28:14-17; Yoh 8:44). Ianya sekali-kali bukan hantu yang berubah dari manusia setelah mati; ia adalah roh yang berjalan keliling untuk mencari orang yang dapat ditelan, yaitu menyesatkan manusia di dunia (Ayb 1:7; Ef 6:12; 2:2-3; I Ptr 5:8)
  2. Ia menggodai manusia dengan patung-patung berhala, ahli-ahli sihir dan pemanggil-pemanggil arwah untuk menyesatkan orang (Yer 10:14-15; Kis 16:16; 8:9-12; I Sam 28:8-20)
  3. Ia mempergunakan manusia untuk memberitakan firman palsu, menurunkan roh palsu atas manusia dan melakukan juga tanda mujizat untuk menyesatkan manusia (I Tim 4:1; II Tim 4:3, 4; Mat 24:23-24; Ul 13:1-3; I Yoh 4:1-6; II Tes 2:9-12)
  4. Kita tidak berkompromi dengannya, juga tidak memberi kesempatan untuknya, melainkan kita mengenakan seluruh perlengkapan rohani untuk melawannya (Mat 4:1-11; Ef 4:27; 6:11-17)
  5. Berjaga-jagalah di dalam doa supaya jangan jatuh dalam pencobaan (Mat 26:41); mendekat pada Tuhan maka Tuhan akan mendekat pada kita, tunduklah kepada Allah dan lawanlah ia maka ia akan lari dari pada kita (Yak 4:7, 8; I Ptr 5:8-9).

[4]     Lihatlah Diri Sendiri Dengan Sejelas-Jelasnya

i. Fahami jalan sendiri (Ams 14:8; Mat 7:1-5)

¨       “Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati” (Ams 16:2; 21:2; I Sam 16:7)

¨    Doa Daud kepada Tuhan: “Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari. Lindungilah hambaMu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar” (Mzm 19:13-14)

ii. Kenalpasti akan karunia yang Allah berikan kepada kita (Rm 12;3; I Ptr 4:9-11; I Kor 4:6-7; I Tim 4:14-16).

iii. Sedari akan tanggungjawap sendiri (I Kor 9:16-17), rela berkorban (Kis 20:22-24), jadilah seorang hamba yang setia (Mat 24:45-47)

iv. Kiranya kita mempunyai kebijaksanaan untuk mengerti dan memperhatikan kesudahan sendiri (Ul 32:29; Pkh 7:1, 2, 8)

¨      Masa hidup manusia singkat dan penuh penderitaan, kesukaran dan sia-sia belaka (Mat 16:26; Mzm 90:10-12; Yak 4:13-15); hanya orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan (Pkh 8:12), peliharalah diri pada setiap waktu di dalam kasihNya, pasti beroleh hidup kekal (Yud 20-21)

Kesimpulan

Tatkala Roh Kudus Tuhan Yesus membukakan mata hati kita, kita disinari cahaya kemuliaan kebenaran sehingga kita bukan lagi orang-orang buta; kini mata hati kita telah disembuhkan Tuhan sehingga dapat melihat sejelas-jelasnya kehendak baik yang Tuhan aturkan bagi setiap kita, juga melihat bahwa pada hakikatnya setiap orang adalah perabot yang Tuhan mahu gunakan, maka haruslah menjadi rapih tersusun masing-masing menyatakan fungsi keanggotaannya demi membangunkan jemaat menjadi satu. Kita juga mengenalpasti bahwa setan tidak henti-henti merencanakan muslihat untuk mencelakai dan menyerang kita, justru itu harus juga kita berjaga-jaga tidak membenarkan ia menyelusup masuk untuk merosakkan kerja suci. Terlebih lagi kita telah melihat diri sendiri dengan jelas ~ baik di dalam penyempurnaan rohani, usaha dan ketekunan di dalam kerja, maupun di dalam iman, kebajikan, pengetahuan …… haruslah bertumbuh maju, sehingga dapat menjadi teladan seluruh jemaat lalu dapat masuk ke dalam kerajaan Allah dengan hak yang penuh (II Ptr 1:5-11; I Ptr 4:12-16)

Tanda Bukti Kasih
| | |

Tanda Bukti Kasih

Tanda Bukti Kasih

[Hsu Tong Lin]

Prakata

Tertulis di dalam Alkitab: “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakikatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!”(II Tim 3:1-5). Kata Tuhan Yesus: “Dan kerana makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin” (Mat 24:12). “Namun demikian Aku mencela engkau, kerana engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan” (Why 2:4-5).

Paulus memberitahu jemaat Korintus: “Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu – dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami – demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam  pelayanan kasih ini. Aku menyatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu. …… kerana itu tunjukkanlah kepada mereka di hadapan jemaat-jemaat bukti kasihmu dan bukti kemegahanku atas kamu” (II Kor 8:7, 8, 24). Sedemikian juga, para pemercaya Gereja Benar akhir zaman ini, tunjukkanlah tanda bukti kasih kita terhadap Tuhan juga terhadap manusia!

[1]      Tunjukkan Kasih Dalam Hal-Hal Kebajikan (I Yoh 3:16-19)

i. Bantulah para pemercaya yang kekurangan (Rm 12:13a)

¨       Dorkas banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. Sewaktu ia sakit lalu meninggal, Allah telah membangkitkannya melalui doa Petrus (Kis 9:36-41)

ii. Layanilah mereka yang berangkat untuk bekerja demi nama Tuhan (III Yoh 5:8)

¨       Janda Sarfat telah memberi tumpangan kepada Elia walaupun waktu itu adalah kelaparan dan ia sendiri dalam kesesakan. Akhirnya Allah telah memberkati kedua ibu dan anak sehingga nyawa terpelihara; minyak dan tepung tak habis-habis tergunakan sehinggalah kelaparan berlalu (I Raj 17:9-16)

iii. Jangan lupa memberi tumpangan dengan kasih (Ibr 13:1,2)

¨       Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik; kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Kerana itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman (Gal 6:9-10; Mat 25:34-40)

iv. Sesama seiman harus saling menerima (Rm 15:1-7)

¨       Jangan secara memandang muka (Yak 2:1). Berilah salam kepada yang lain di dalam kasih (I Ptr 5:13-14)

¨     Layanilah seorang akan yang lain dengan kasih (Gal 5:13-14; I Ptr 4:7-11). Semua orang akan mengenali bahwa kita adalah murid-murid Tuhan jikalau kita saling mengasihi (Yoh 13:34-35)

¨       Layani dengan baik orang-orang yang tidak mampu membalas kita (Luk 14:12-14). Milikilah semangat lebih berbahagia memberi daripada menerima (Kis 20:33-35)

¨       Bantulah orang-orang yang lemah, balikkan mereka yang kedapatan melakukan suatu pelanggaran (Rm 14: 1-6; Gal 6: 1-2; Yak 5:19-20).

[2]      Tunjukkan Kasih Dalam Pemberitaan Injil (Yoh 3:16-18)

i. Injil adalah berkaitan dengan keselamatan manusia sejagat (Luk 2:10-14; I Tim 2:4)
ii. Memperolehnya secara cuma-cuma, berikanlah juga secara cuma-cuma (Mat 10:7-8)
iii. Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk (Mrk 16:15, 16; Mat 28:19, 20). Memandangkan Roh Kudus yang mengutuskan para pemercaya Gereja Benar (Kis 1:8; Luk 4:18, 19; Yoh 20:21-23), maka tidak mungkin bagi kita untuk tidak memberitakan kasih karunia Tuhan yang telah kita terima (Kis 4:20; I Ptr 2:9; II Kor 6:1)

¨       Dalam pemberitaan Injil, carilah dahulu sanak saudara kaum keluarga sendiri (Yoh 1:40-42; Mrk 5:18-20)

¨       Paulus rela berkorban demi keselamatan kaum sebangsa jasmaninya (Rm 9:1-3)

¨       Filipus mencari dahulu sahabatnya ~ Natanael (Yoh 1:43-49)

iv.  Milikilah hati mengasihi ibubapa ~ rela berkorban dan memahami mereka (I Kor 4:15; II Kor 12:14-15)

v. Demi menyelamatkan jiwa manusia, kita rela menanggung penderitaan untuk menunjukkan kasih Tuhan (Ams 24:11; I Yoh 4:7-12; II Tim 2:3; Kol 1:28, 29; I Kor 9:16-23).

[3]     Tunjukkan Kasih Sewaktu Orang Lain Menyinggung Perasaan Kita (Mat 5:43-48)

  1. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan balaslah kejahatan dengan kebaikan (Rm 12:17-21)
  2. Nyatakanlah kesalahannya secara peribadi dan ampunilah ia dengan seikhlas-ikhlasnya dari dalam hati (Mat 18:15, 21-35), dengan lemah lembut dan sabar menuntunkan orang yang suka melawan (II Tim 2:24-26), maafkanlah pelanggaran orang lain agar kita dipuji (Ams 19:11)
  3. Berdoalah dan berkatilah mereka yang menganiaya kita dan yang membenci kita (Luk 23:34; Mat 5:44-48)

¨       Daud takut akan Tuhan sehingga tidak berani membunuh Saul ~ menunjukkan perilaku kasih (I Sam 24:4-10; 26:7-16)

¨       Daud bersabar terhadap caci maki yang dilontarkan oleh Simei dengan harapan akan beroleh belas kasihan Tuhan (II Sam 16:5-13)

¨       Yusuf tidak menghitung kesalahan saudara-saudara kerana ia mengetahui itu adalah kehendak baik Tuhan (Kej 50:15-21)

¨       Tertulis dalam Alktiab: “Kerana kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh mengasihi dengan segenap hati” (I Ptr 1:22). “Kasih itu sabar, kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita kerana ketidakadilan, tetapi kerana kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan” (I Kor 13:4-8)

[4]     Tunjukkan Kasih Dengan Mencintai Tuhan Lebih Dalam (II Kor 5:14, 15)

  1. Bersyukur dan fahamilah akan kasih Tuhan, anggaplah Allah sebagai yang mulia (Ef 3:16-19; Rm 5:6-11)
  2. Setiap yang mengikuti Tuhan, hendaklah ia menyangkal diri, mengasihi Tuhan lebih daripada kaum keluarga sendiri dan rela korbankan nyawa dan segala kekayaan sendiri (Mat 16:24-25; Luk 14:25-27; Mat 6:24)
  3. Biarpun penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya, pedang ……… tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah (Rm 8:35-38; Hab 3:17-19).
  4. Janganlah mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu (I Yoh 2:15-17)
  5. Lakukanlah segala hal untuk kemuliaan Allah (I Kor 10:31)

    Muliakanlah Tuhan dengan hartamu (Ams 3:9)

¨       Tidak menipu hak Allah – persembahkan persepuluhan, berilah kepada Allah hak kepunyaan Allah, jangan diabaikan (Mal 3:8-10; Mat 23:23; 22:21)

¨       Beri persembahkan demi pembinaan Bait Suci (Hag 1:7, 8; I Taw 29:10-19)

‚    Sentiasa persembahkan puji-pujian sebagai korban kepada Allah (Ibr 13:15, 16)

ƒ    Haruslah hidup kita layak di hadapanNya serta berkenan kepadaNya dalam segala hal (Kol 1:9, 10)

  1. Setiap yang mengasihi Tuhan tetap menuruti firman Tuhan (Yoh 14:15, 23, 24)
  2. Setiap yang mengasihi Tuhan tetap menggembalakan kawanan domba Tuhan (Yoh 21:15-17; I Ptr 5:1-4)

Kesimpulan

Di dalam setiap hal yang kita lakukan baik dari aspek berbuat kebajikan, memberitakan Injil, hubungan sesama manusia maupun terhadap Allah, segala yang kita lakukan, seharusnya menunjukkan tanda bukti kasih demi memuliakan Allah dan memanfaatkan manusia. Dengan demikian kita akan dapat menyelamatkan diri sendiri juga orang lain (I Kor 16:14).

Pesanan Terakhir Yakub
| | |

Pesanan Terakhir Yakub

Pesanan Terakhir Yakub

[Lin Feng Lai]

Nas Suci:  Kej 48:15-16

¨       Ini merupakan perkataan Yakub berdasarkan kasih (Ibr 11:21).

¨       Di antaranya ada dua kalimat yang teramat penting: yakni “Allah yang telah menjadi gembalaku selama hidupku sampai sekarang” dan “Malaikat yang telah melepaskan aku dari segala bahaya”.

¨       Dalam seumur hidup Yakub, ia mempunyai dua kali pengalaman melihat Allah. Yaitu pengalaman di Betel dan di Penyeberangan sungai Yabok.

[1]      Pengalaman Di Betel (Kej 28:10-22)

¨       Masa hidup Yakub selama dua puluh tahun menderita di rumah pakcik (Kej 31:1-3, 21, 22-29, 30-42)

[2]      Pengalaman Di Penyeberangan Sungai Yabok (Kej 32:1-33:17)

Per: Maksud ‘Israel’ ialah: bergumul dengan Allah dengan tidak mengalah dan tidak mengundur (versi Li Jern Zhong)

¨       Kemenangan Yakub dalam perebutannya dengan Esau untuk mendapatkan hak kesulungan serta berkat (Kej 25:21-26, 27-34; 27:1-40; Ibr 12:16-17)

¨       Kemenangan Yakub dalam berdamai semula dengan Esau adalah disebabkan ia sendiri dengan rendah hati memohon pengampunan Esau (Kej 33:1-11). Lantas, keputusannya yang sedemikian telah menjadi sebab kemenangan Yakub dalam perjuangan tersebut

¨       Kemenangan Yakub dalam pergumulan dengan Tuhan disebabkan ia inginkan berkat dari Allah (Kej 33:26). Malaikat tersebut pada hakekatnya ialah manifestasi Allah (Kej 32:27-30). Dalam pesanan terakhir Yakub, khasnya kalimat keduanya tadi “Malaikat yang telah melepaskan aku dari segala bahaya”. Itulah Malaikat yang dimaksudkan.

[3]     Ajaran

Pada waktu tersebut, disebabkan Yakub menjadi pincang, ingin berperang dengan Esau pasti kalah, mahu melarikan diri tidak dapat, maka terpaksalah ia bersandar kepada Allah dengan segenap hati dan atas itulah ia menerima pertolongan Allah.

¨       Paulus memegahkan kelemahan sendiri (II Kor 12:7-10)

¨       Salah satu fasal Mazmur yang paling disukai Martin Luther ialah fasal 118:5-14. Perenggan ini merupakan Lagu Kemenangan Musa (Kel 15:1-2). Itu adalah waktu di mana Allah membuka jalan tatkala Musa memimpin umat Israel menyeberangi Laut Terberau, memusnahkan tentera Israel (Kel 14:10-31).

¨       Ayat suci yang paling disukai Martin Luther: Yes 30:15

¨       Sewaktu dicobai (diterjemahkan juga kepada ‘diuji’), Allah pasti membuka jalan (I Kor 10:31)

¨       Allah tetap menjaga kehidupan para pemercaya; oleh itu jangan tamakkan kekayaan, melainkan tahu merasa cukup (Ibr 13:5-6; Ruj: I Tim 6:5-11). Kata Lao Tze: orang yang tahu cukup adalah orang kaya.

Dipenuhi Roh Kudus
| | |

Dipenuhi Roh Kudus

Dipenuhi Roh Kudus

[Lin Feng Lai]

¨       Kekuasaan memberitakan Injil: Luk 24:47-49; Kis 1:8.

¨       Pembuka tirai memberitakan Injil: Kis 2:1-4.

[1]      Contoh Stefanus

¨       Disebabkan ia penuh Roh, maka Stefanus penuh juga dengan karunia berkhotbah dan melakukan mujizat.

Kis 6:3 ~ Penuh Roh dan hikmat (full of the Spirit and of wisdom)

Kis 6:5 ~ Penuh iman dan Roh Kudus (full of the faith and of the Holy Spirit)

Kis 6:8 ~  Penuh dengan karunia dan kuasa (full of grace and power) mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda

Kis 6:10 ~ Roh dan hikmat mendorongnya berbicara

¨       Memohonkan agar karunia dan kebenaran maju serentak: Yoh 1:14, 16; Kis 4:29-31; II Ptr 3:18

¨       Pengetahuan akan semakin bertambah di akhir zaman: Dan 12;4; Ef 4:13

Kis 7:2-53 ~ Kesaksian yang penuh kuasa

Kis 7:54-56 ~ Melihat penglihatan

Kis 7:57-60 ~ Mati syahid (penuh dengan iman, pengharapan dan kasih pada hakekatnya adalah manifestasi kepenuhan Roh Kudus)

[2]     Kebangkitan Semula Gereja

Yeh 37:1-10

Yeh 47:1-12; Ruj: Why 22:1-2

¨       Oleh Roh Allah (Za 4:6)

¨       Tekan-utamakan pengetahuan rohani: Hos 4:6; Mat 13:10-16 (Yes 6:9-10; Kis 28:23-28); Mat 13:51-52; Yoh 6:45 (Yes 54:13); I Yoh 2:27; Ibr 8:11; I Kor 2:6-15; Ef 1:17-19. (Ruj: Rasul-rasul tak mempunyai wang – Kis 3:6; tak terpelajar – Kis 4:13; Yesus juga tak terpelajar – Yoh 7:14-16)

Yesus Piawaian Semua Guru
| | |

Yesus Piawaian Semua Guru

Yesus Piawaian Semua Guru

[Lai Yin Fu]

Prakata

Yesus adalah Juruselamat juga seorang guru dan sahabat baik manusia, Ia mempergunakan setiap kesempatan baik untuk mengumpulkan bahan-bahan pengajaran berdasarkan teori kasih; tambahannya Dia mendidik setiap orang masing-masing menurut personaliti orang tersebut; justeru demikian meninggalkan teladan baik yang berterusan untuk turun-temurun.

[1]      Pengajaran Lisan Tuhan Yesus ~ Ajaran-Ajaran Penting

i. Dari segi pertuturan

    Katakan yang benar: tidak bersumpah, tidak tambah-kurangkan (Mat 5:34,37)

‚    Jangan menghakimi (Mat 7:1)

ƒ    Tidak memperkatakan perkataan sia-sia (Mat 12:36)

ii. Dari segi perbuatan

    Dia yang melakukan kehendak Bapa di sorga (ajaran-ajaran Alkitab) baru boleh masuk ke dalam kerajaan Allah (Mat 7:21)

‚    Menahan amarah sendiri akan terelak daripada balasan (Mat 26:52)

ƒ    Jadilah garam dunia dan terang dunia (Mat 5:13-16)

iii. Dari segi kasih

    Teladani kasih besarNya yang rela mengorbankan diri (Yoh 13: 34)

‚    Peliharakan hati saling mengasihi (Yoh 13:35)

ƒ    Kasihilah musuh dan berdoa bagi orang yang menganiaya kita (Mat 5:43, 44)

iv. Dari segi iman

    Meminta di dalam nama Tuhan pasti tergenap (Yoh 14:14)

‚    Mempunyai iman sebesar biji sesawi akan dapat memindahkan gunung (Mat 17:20)

ƒ    Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan; tanda-tanda mujizat akan menyertai orang-orang yang percaya (Mrk 16:16, 17)

v. Dari segi kekudusan

    Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya (Mat 5:28)

‚    Lebih baik jika satu dari anggota tubuh binasa, dari pada tubuh dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka (Mat 5:29, 30)

ƒ    Haruslah kita sempruna, sama seperti Bapa yang di sorga adalah sempurna (Mat 5:48)

[2]     Pengajaran Teladan Yesus ~ Model Penyempurnaan Rohani

i. Kekudusan

    Mengalahkan tiga jenis godaan Iblis (Mat 4:1-14)

‚    Menyucikan Bait Allah (Mat 21:12-13)

ƒ    Tiga kali Pilatus mengumumkan bahwa Yesus tidak berdosa (Luk 23:4, 14, 22)

ii. Kasih

    Memberitakan Injil menyelamatkan jiwa; menyembuhkan penyakit menyelamatkan jasmani manusia (Mat 9:35-38)

‚    Melihat orang tersiksa dalam jasmani dan batin maka tergerak hatiNya oleh belas kasihan lalu menyembuhkan mereka (Mat 8:17, 20:34; Mrk 1:40, 41; 9:22-25)

ƒ    Mengorbankan nyawa untuk manusia sejagat di atas kayu salib (Rm 5:6-8; I Yoh 3:16)

iii. Lemah lembut

      Menyatakan kehendak menyelamatkan manusia kepada murid-murid yang panas hati (Luk 9:51-56)

‚    Ketika dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; sabar bertahan menghadapi olokan dan cemooh (I Ptr 2:23; Mat 26:67, 68; 27:39-44)

ƒ    Sewaktu menderita di atas kayu salib, Ia memohon kepada Bapa di Sorga mengampuni orang-orang yang menganiayaNya (Luk 23:33, 34)

iv. Rendah hati

    Menyambut baik para pemungut cukai dan orang-orang dosa (Luk 5:27-32; 15:1, 2)

‚    Barangsiapa ingin menjadi terkemuka hendaklah ia menjadi hamba melayani orang (Mat 20:27, 28)

ƒ    Mengambil rupa seorang hamba membasuh kaki murid-murid satu per satu (Yoh 13:3-5, 14)

v. Menghormati ayah dan ibu

    Menghormati ayah dan ibu semenjak kecil, dikasihi Allah dan manusia (Luk 2:51, 52)

‚    Sewaktu menderita kesakitan seluruh tubuh di atas kayu salib, ia tidak lupa menyerahkan Maria kepada Yohanes untuk dipelihara (Yoh 19:26, 27)

[3]     Pertalian Persahabatan Guru-Murid Yesus

i. Ramah dan mesra

    Membawa murid-murid pergi melihat tempat tinggal dan diam bersama-sama mereka (Yoh 1:35-40)

‚    Membenarkan Yohanes bersandar dekatNya (Yoh 13:23-25)

ii. Berprihatin akan keluarga

    Mengunjungi keluarga murid-murid (Mrk 1:29)

‚    Menyembuhkan demam panas ibu mertua Petrus (Mrk 1:30-31)

iii. Saling mendoakan

    Sebelum menderita kesiksaan, membantu doa bagi Petrus agar tidak kehilangan iman (Luk 22:31-34)

‚    Sebelum ditangkap, berharap dengan sungguh-sungguh agar tiga orang murid kekasihNya akan berjaga-jaga denganNya (Mat 26:36-39)

 iv. Mengampuni Yudas

    Sudah awal-awal mengetahui bahwa Yudas akan menyerahkanNya (Yoh 13:10, 11)

‚    Tetap membasuh kakinya dengan berharap ia akan insaf dan berbalik (Yoh 13:12, 21, 26)

v. Berprihatin akan kehidupan

    Memahami bahwa murid-murid lapar lalu membenarkan mereka memetik bulir-bulir gandum untuk dimakan (Mat 12:1-3)

‚    Setelah bangkit, masih mengambil berat apakah murid-murid mempunyai makanan atau tidak (Yoh 21:1-14)

Kata Penutup

Pertuturan dan perbuatan Tuhan Yesus adalah bersepadu. Sesungguhnya Dia ialah seorang guru teladan yang peramah dan berwibawa. Haruslah kita menghormati dan mengasihiNya, percaya dan bersandar padaNya serta teladaniNya sampai selama-lamanya.